Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Alasan Aisyah


__ADS_3

Senyuman mu adalah kekuatan ku dan air mata mu adalah lukaku.


-Aisyah-


Sore itu jalanan masih basah mengingat hujan mengguyur deras pada siang harinya membuat sedikit menggangu para aktivitas manusia termasuk Abdul.


Sebenarnya jam kuliahnya sudah selesai dari tadi tapi karna hujan lebat disertai angin kencang membuatnya harus menunggu padahal ia sudah sangat merindukan pujaan hati.


Abdul selalu mengunjungi Aisyah seperti yang ia katakan tempo hari, begitu juga hari ini. Namun Abdul berhenti didepan pintu kamar Aisyah saat mendengar Aisyah berbincang secara rahasia dengan Liya.


"Terima saja Sya. Dosa loh bertemu setiap hari tanpa status apapun. Bahkan perjuangan Abdul buat bisa bertemu sama kamu juga berat. Ia selalu kerja lembur buat bisa berkunjung kemari." tutur Liya. Namun Aisyah masih bungkam.


"Aku tak bisa Liya."


"Kenapa tidak Ais? bukankah kamu sendiri yang bilang sama aku kalau sebenarnya lelaki yang kamu cintai itu Abdul bukan Yusuf. Kamu ingatkan kata ustad Nighomuddin 'seburuk-buruknya orang yang mati adalah mereka yang belum menikah.' kamu mau menjadi salah satu dari mereka?" desak Liya agar Aisyah mau menikahi Abdul.


Aisyah pun menceritakan pada liya percakapan nya dengan dokter dua hari yang lalu.


#flashback


"Waktu anda tinggal seminggu. Anda bisa melakukan transplantasi tapi sangat beresiko. Anda memiliki kondisi kronis yang membuat anda tidak bisa menerima imonosupresan." ucap dokter panjang kali lebar.

__ADS_1


"Maksud dokter?" tanya Aisyah yang masih kurang faham.


"Imonosupresan bisa membunuh anda."


"Ada cara lain dok?" tanya Aisyah.


"Ada. Operasi batista, tapi tingkat keberhasilannya sangat rendah." Aisyah melemah mendengar penjelasan dokter, ia tak tau harus apa.


"Sebenarnya ada cara lain. operasi potensial yang sangat cocok untuk kondisi anda, tapi sudah lama tidak dilakukan." jelas dokter lagi yang mampu memberi sedikit harapan untuk Aisyah.


"Apa itu dok?" tanya Aisyah penuh harap.


"Maksudnya dok?"


"Operasi saver belum pernah di praktekan. Ada kemungkinan operasi saver bisa berhasil di lakukan di rumah sakit ini, karna kami punya dokter handal dari Korea selatan yang bernama Park Hoon. Tapi, walaupun jika nanti operasi nya berhasil, kami juga tidak tau apakah anda bisa sadarkan diri atau tidak." jelas sang dokter.


🌷🌷🌷🌷


"Dokter itu tak berbohong padamu, kan ? kau terlihat sehat-sehat saja Aisyah." bantah Liya tak percaya. Aisyah menangis lagi ia hampir putus asa.


"Kamu baik-baik saja Ais, bagaimana bisa dokter itu berkata kalau waktu mu tinggal seminggu." tanya Liya lagi.

__ADS_1


Matanya berkaca-kaca, ia tak mampu membayangkan bagaimana jadinya kalau Aisyah meninggalkannya.


"Itu yang dokter katakan dua hari yang lalu."


"Jadi tinggal lima hari lagi? kalau begitu kau tidak perlu di operasi, mungkin kau bisa hidup lebih lama tanpa operasi." saran Liya.


"Dengan kondisi ku yang seperti ini, aku hanya mampu bertahan seperti yang dokter katakan. Aku harus tetap operasi entah nanti aku bangun lagi atau tidak.." Aisyah terdiam tak melanjutkan ucapannya. ia kehabisan kata-kata.


" Liya apakah dosa memberi harapan pada orang lain disaat aku sendiri sudah tidak punya harapan?" tanya Aisyah. Liya bungkam ia tak tau harus menjawab bagaimana.


Dokter mengatakan operasi akan berhasil tapi bagaimana kalau Aisyah tak bisa bangun nantinya.


"Aku tidak tau apakah aku masih mampu membuka mataku atau tidak setelah operasi nanti. bagaimana jika malaikat maut menjemput ku duluan sebelum aku memberi kebahagiaan buat Abdul?" Liya sudah tak tahan lagi melihat Aisyah yang sudah sendari tadi menangis tersendu-sendu.


🌷🌷🌷🌷


Semenjak saat itulah Abdul tau alasan mengapa Aisyah menolaknya namun ia tetap pura-pura tidak mengetahuinya.


"Aku akan berusaha meyakinkan mu, Aisyah."


-to be continued-

__ADS_1


__ADS_2