
Teruslah berdo’a dan berusaha. Baca istighfar 100 kali setiap hari. Semua hajat mu akan terkabul.
..Siti Nur Halimah...
Malam setelah Aisyah pingsan...
"Ya Allah... Mbak. Tolong, ada yang pingsan." seru si penjual.
Pria paruh baya yang sendari tadi tidak memperdulikan Aisyah pun menghampirinya dan betapa kagetnya ia saat melihat wajah wanita yang sedang tidak sadarkan diri itu. Tanpa berkata apapun pria itu menggendongnya ke mobil dan membawanya kerumah sakit.
"Bagaimana keadaanya, dokter." tanya pria itu setelah melihat dokter keluar dari tempat itu.
"Tidak perlu khawatir, Tuan Hanan. Tidak ada yang serius. Nona hanya kelelahan." jawab dokter dengan senyum yang menenangkan.
"Mungkin karna kehamilannya yang masih muda jadi kondisinya sedikit lemah hingga pingsan." tambahnya.
"Apa, hamil ?" tanya Tuan Hanan tidak percaya. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan untuk nya.
"Dokter, boleh minta tolong ambil sampel darahnya dan tes denganku, apakah ia benar anakku untuk membuktikannya." ucap Tuan Hanan menggebu.
" maksud Tuan." Dokter itu kebingungan.
" aku telah lama kehilangan anakku. Dan aku yakin wanita yang aku bawa adalah anakku." ujarnya berderai air mata.
Semenjak kecelakaan pesawat dirinya kesusahan kembali ke kotanya karna tak punya uang sama sekali. Kerasnya dunia kerja tanpa ijazah di kota, membuatnya menjadi buruh selama bertahun-tahun.
Hingga akhirnya memilih untuk keluar negri yaitu Dubai. Bukan alasan apa Hanan memilih kesana, disana sangat banyak orang Indonesia yang sukses. Dan Tuan Hanan lah salah satunya, ia memulai semuanya dari terlunta-lunta sampai diakui hingga sekarang.
__ADS_1
Kota ini adalah tujuan bisnisnya selanjutnya, sebelum ia mendatangi kota dimana putrinya berada.
Namun siapa sangka ia malah bertemu dengan putrinya disana.
🌷🌷🌷🌷
Kediaman Tuan Hanan.
"Oh ya Allah." Tuan Hanan menangis sejadi-jadinya.
" Tuan, maafkan saya. Apa saya melakukan kesalahan hingga Anda menangis." tanya Aisyah khawatir ia tidak mau bermasalah dengan orang kaya apalagi menyinggungnya.
“Oh, kau sudah sebesar ini, nak?” tanya Hanan dengan sedih.
“Maafkan saya. Sepertinya saya harus pamit,”
“Saya hanya tidak ingin membuat anda sedih. Karna sepertinya anda menangis karna melihat saya.” Ucap Aisyah jujur.
"Bukan sayang. Ini.. aku.. aku adalah papamu. Aisyah." ucapnya sambil menangis terbata. Hanan mencoba untuk mendekati Aisyah tapi Aisyah menggeser tempat duduknya agar agak jauh dari tuan Hanan. Ini lucu sekali bukannya ayahnya sudah meninggal.
" Tuan maafkan saya. Mungkin ada sedikit kesalahpahaman disini. ayah saya sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat, mana mungkin bisa hidup lagi." ucap Aisyah bingung walau bagaimanapun memang itu berita yang selama ini ia dapat.
"Tidak Aisyah. Ini papa, tunggu sebentar." Tuan Hanan beranjak pergi untuk mengambil sesuatu.
Aisyah hanya memperhatikan kepergiannya dengan perasaan bingung. Tak lama kemudian tuan Hanan datang sambil membawa sebuah Album.
"Bukalah nak."
__ADS_1
Setelah Album itu ditangannya Aisyah berdebar, itu adalah foto kedua orang tuanya. Wanita dalam foto itu sangat mirip dengan dirinya.
"Bunda.." gumamnya.
Sejenak ia membandingkan foto lelaki di sebelah ibunya dengan Tuan Hanan. Kalau dilihat teliti memang sangat mirip, hanya saja yang difoto terlihat muda mulus tanpa jenggot sedangkan Tuan Hanan yang mengaku sebagai ayahnya dipenuhi jenggot tebal.
"Nak, semenjak pesawat papa terjatuh hidup papa kesusahan karna tidak ada uang. Bisa makan nasi itu bisa Syukur sekali papa. Kemudian ada tetangga yang mengajak papa keDubai dan perjalanannya ditanggung majikan. Setelah lama menjadi buruh papa punya uang cukup untuk modal usaha jadi papa baru memulai usaha papa satu tahun yang lalu dan berencana akan membangun cabangnya dikota ini tapi masih dalam proses sekalian membeli rumah ini untuk kita. Papa belum lama tinggal di kota ini, belum ada sebulan."
"Papa dengar kamu sudah menikah nak, papa baru berkunjung di pesantren ketemu Abah, tapi kata abah kamu sudah tinggal bersama suamimu, karna pekerjaan papa tidak bisa diwakilkan, jadi papa belum mengunjungimu nak."
Aisyah menangis terharu mendengar cerita ayahnya. Ternyata begitu berat perjuangan Ayahnya untuk menemukannya.
"Boleh Aisyah memanggilmu Ayah." pinta Aisyah dengan memohon.
Tuan Hanan menggelengkan kepalanya. "Jangan Aisyah. Itu mengingatkanku pada Bunda mu. Kau tau kenapa sampai sekarang papa masih belum menikah, itu karna papa masih sangat mencintai bunda mu, dan kamulah obat rindu papa. Setiap bekerja pagi dan malam tanpa henti papa selalu menyemangati diri agar cepat bertemu dengan mu, Aisyah."
Aisyah menangis mendengar itu. Selama ini ia selalu sendirian. Ia tidak pernah menduga akan ada mukjizat seperti ini. “Papa.”
“Ya, sayang.” Jawab Hanan dengan sesegukan.
“Kenapa Papa tidak memberi kabar pada Abah. Dengan begitu aku tidak akan terlalu sedih.” Ucap Aisyah sedikit kecewa. Ia malah merasa kalau ayahnya sedikit mengacuhkannya.
“Maafkan papa sayang. Papa juga sedang dalam masa sulit karna papa belum bisa menerima kepergian ibu mu. Dan papa juga lalai untuk menjaga perasaan mu. Yang papa pikirkan hanya bagaimana cara untuk menemui mu. Tapi walau pun begitu, percayalah pada papa. Walau papa tidak pernah memberi mu kabar, tapi papa selalu mendo’a kan mu. Jadi papa harap. Kau memaafkan orang tua yang kadang khilaf ini, Aisyah.”
Bagaimana bisa Aisyah tidak terharu mendengar tutur kata sang ayah? Ia pun memeluk ayahnya. Ia tidak menyangka, ternyata Allah memberinya hadiah paling indah. Yaitu sosok ayah yang selama ini ia rindukan.
.....
__ADS_1
-to be continued-