Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Aisyah Yang Rapuh


__ADS_3

Di tempat lain, terlihat seorang lelaki yang sedang mengamuk sambil melemparkan barang yang ada di sekitarnya. Abdul, lelaki itu mendadak histeris saat mengetahui kalau istrinya tak ada disampingnya.


Mualnya semakin menjadi dan tidak ada satupun makanan yang bisa di cernanya. Wajahnya sangat kusut, tubuhnya menjadi begitu kurus dan lemas seakan tidak punya tenaga sama sekali.


"Dokter, anak saya kenapa ?" tanya ibunya khawatir.


"Saya juga merasa sedikit aneh nyonya. Pasalnya menurut hasil tes pasien sangat sehat, tidak ada gejala apapun yang mengkhawatirkan." tutur dokter itu. Ibunya Abdul jadi bingung sendiri. Ayah yang tadi cuma memperhatikan kini hanya bisa mengelus punggung istrinya dengan harapan bisa meredakan kecemasan istri nya.


"Ini semua gara-gara Aisyah, jika saja dia bisa menjaga Abdul dengan baik. Pasti hal ini tidak akan terjadi." ucap ibu menggebu - gebu ia masih geram dengan menantunya itu yang dikiranya mandul.


Dalam hatinya berkata kalau semua kesialan yang terjadi pada Abdul Adalah Akibat dari kelalaian Aisyah, berawal dari keinginan nya untuk segera menimang cucu membuatnya menjadi gelap mata dan bisa melakukan apa saja di luar kehendak nya sendiri karna tanpa ada yang tau ada rahasia tersembunyi yang hanya ia tau keberadaannya.


🌷🌷🌷🌷


Sepasang Ayah dan anak yang baru dipertemukan itu tengah menunjukkan rasa bahagianya. Sang ayah kerap menunjukkan rasa sayang nya dengan menunjukkan perhatian lebih pada putrinya yang lama tidak ditemuinya.


"Sayang, bagaimana bisa kau ada dikota ini ? dan dimanakah suamimu ?" tanya Tuan Hanan dengan antusias. Tanpa disadari nya raut wajah putrinya menjadi sedikit murung, karena di tutupi Aisyah dengan sedikit senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Suamiku baik-baik saja, pa."


Ya, semenjak pembicaraan kala itu Aisyah memutuskan untuk memanggil Ayahnya dengan sebutan Papa agar Ayahnya tidak teringat dengan Bundanya lagi. Tuan Hanan hanya tertawa kecil mendengar jawaban Aisyah.


"Gadis nakal. Kamu tidak mau memperkenalkan Papa mu pada suamimu." ucap Tuan Hanan dengan ekspresi yang dibuat pura-pura kesal.


Aisyah masih memaksakan senyum tipis nya, dalam hati nya terasa perih ketika hati tak bisa berkata jujur.


'Ayah, keluarga suamiku telah melantarkan ku. Sebenarnya aku sangat ingin memberi tau mereka, kalau aku sedang hamil sekarang tapi perkataan yang dilontarkan ibu mertua ku masih sangat membekas di hatiku. Luka yang terlalu dalam ini lah yang membuatku semakin tidak mau kembali.' batin Aisyah menjerit.


Aisyah tersadar setelah sebuah tepukan pelan mendarat di bahunya.


"Sayang, kamu bisa membagi kesedihanmu bersama Ayah, nak." tanya Tuan Hanan lembut saat melihat putrinya masih bungkam. Hiks hiks.


Aisyah terisak pelan, sekuat apapun dia jika dihadapkan dengan masalah seperti ini dirinya takkan mampu memikulnya sendiri. Tuan Hanan yang melihat air mata mulai mengenang dipipi putrinya segera mendekat dan memeluknya. Aisyah semakin mengeraskan tangisannya di pelukan sang ayah.


"Papa." cicit Aisyah pelan dengan suara seraknya. Hati Tuan Hanan terasa teriris mendengar suara Aisyah yang terdengar sangat terluka.

__ADS_1


"Apa yang terjadi, nak ?"


🌷🌷🌷🌷


2 hari kemudian.....


'Huek.. Huek..'


Abdul mengalami muntah semakin parah juga semakin sering, walau kadang yang keluar dari perutnya hanyalah air.


"Bu, Aisyah kemana? Abdul rindu, bu. Abdul ingin dipeluk Aisyah sekarang." Ucap Abdul setelah dibaringkan diatas ranjang rumah sakit.


Ibu terdiam.


" Aisyah... Aisyah.." ucapnya sambil menangis. Hatinya hancur, ia mulai berfikir negatif sebab Aisyah tidak menampakkan batang hidungnya semenjak ia bangun tidur di hari pertama ia datang kerumah sakit.


" Aisyah..." cicit nya sendu.

__ADS_1


" Abdul, kami juga tidak tau Aisyah kemana, apa ia pergi setelah melihat keadaanmu begini ? apa karena kamu sakit dan dia tidak mau merawat mu. Sebaiknya kau menikah lagi Abdul, lupakan Aisyah." ucap ibu memanas manasi Abdul karna ia sangat ingin mempunyai cucu.


-to be continued-


__ADS_2