Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Menenangkan hati ibu mertua


__ADS_3

Menenangkan hati ibu mertua


“Dari mana kau tahu?” tanya Nanik. Sekarang Nanik sudah


kembali setelah ia bisa mengendalikan dirinya lagi.


“Aku akan mengatakan semuanya pada ibu setelah shalat


subuh. Aisyah baru saja bangun, Bu.” Ucap Aisyah sambil tersenyum lembut.


Nanik hanya bisa mengangguk dan ikut sholat berjamaah


bersama mereka. Setelah sarapan,


“Suamiku, aku ingin keluar sebentar bersama ibu mertua.”


Ucap Aisyah meminta izin.


“Tidak bisa. Kau harus menemani ku.” Ucap Abdul yang


tidak mau ditinggalkan lagi.


“Aku akan segera kembali.”


“Tidak mau, bagaimana kalau ibu mau menamparmu lagi?”


ucap Abdul masih tidak terima. Nanik sangat sedih mendengar keluhan putranya.


“Tidak akan. Tadi ibu melakukan hal itu karna mengira aku


enak-enakan tidur. Dan tidak merawat mu dengan benar. Semua ibu pasti marah


saat melihat hal itu.”


“Apa kau juga akan marah saat berada di posisi ibu?”


tanya Abdul. hanya Aisyah yang ucapannya di terima oleh telinga dan hatinya.


“Ya.” jawab Aisyah meski dirinya tidak yakin kalau ia

__ADS_1


akan langsung marah tanpa bertanya dan memastikan.


“Baiklah. Jangan lama-lama.” Ucap Abdul sambil mengecup


mesra dahi Aisyah. nanik menunduk malu melihat kemesraan sang anak yang sengaja


dia tunjukan untuknya.


“Bu, bukan berarti aku langsung memaafkan mu. Jika bukan


karna Aisyah, aku juga masih enggan untuk berbicara dengan mu. Jika nanti


kalian kembali dan di tubuh istri ku ada yang lecet. Aku akan langsung


menyalahkan ibu.” Aisyah hanya bisa menggeleng mendengar ucapan Abdul yang


diluar perkiraannya. Seperti inikah lelaki yang ia cintai?


“Iya.” Nanik hanya bisa pasrah mendengar itu. Ia hanya


bisa menahan diri untuk lebih ihklas lagi agar Nafik tidak muncul.


mengelilingi taman. Aisyah memilih tempat itu agar Nanik tidak tertekan. Dan


fikiranya bisa segar saat melihat keindahan bunga yang di tanam sangat indah.


“Bu, aku minta maaf.” Ucap Aisyah tulus.


“Kenapa?” Nanik bingung. Ia merasa kalau selama ini


dirinya yang telah berubah dan berbuat kasar pada menantunya itu, tapi kenapa


malah Aisyah yang minta maaf.


“Aisyah sering mengunjungi suami Aisyah saat melarikan


diri dari ibu. Namun tanpa sengaja Aisyah melihat ibu menemui dokter psikologi.


Awalnya Aisyah mengira kalau suami Aisyah lah yang sakit. Tapi ternyata ibulah

__ADS_1


yang konsultasi.” Ucap Aisyah jujur.


Nanik tidak tau harus berkata apa. Selama ini ia bisa


menyembunyikan hal itu dengan rapat agar anak dan suaminya tidak tau. Tapi


malah ketahuan oleh menantunya.


“Aisyah minta maaf atas kelancangan Aisyah. Aisyah hanya


takut hal buruk terjadi pada suami Aisyah.” ucap Aisyah dengan jujur.


“Baiklah. Ibu juga tidak berhak marah. Justru ibu sedikit


lega karna ibu bisa berbagi. Seharusnya ibu yang meminta maaf padamu. Semua ini


adalah salah ibu.” Ucap Nanik.


“Bu, semua ini sudah takdir. Jadi ibu jangan merasa


bersalah. Ibu akan semakin terbebani dan itu sangat mempersulit pengobatan


ibu.”


“Tapi ibu masih kesulitan mengendalikan diri ibu.”


“Aisyah tidak tau apakah ibu bisa sembuh atau tidak. Walau


kepribadian Nafik tidak bisa di hilangkan, setidaknya ibu bisa mengendalikan


Nafik. Dan itu sangat berguna untuk ibu agar tidak ada yang bisa meremehkan ibu


lagi.” Ucap Aisyah yang mampu membuat Nanik berderai air mata karna terharu.


“Terima kasih nak. Karna sudah menenangkan hati ibu.”


“Sudah menjadi kewajibanku, bu. Karna aku juga anak ibu.”


Nanik menangis mendengar itu, ia merasa sangat iba pada Aisyah. ia sudah sendari kecil tidak mendapatkan rasa kasih sayang dari ibunya. {a seharusnya bisa menjadi ibu yang baik untuknya. Dia hanya bisa menyesal dan memperbaiki diri.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2