Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Kebahagiaan setelah bersabar


__ADS_3

Kebahagiaan setelah bersabar.


Setelah berbicara dengan Aisyah. Suasana hati Nanik sangat


senang. Ia memutuskan untuk memberi tau Abdul dan Suaminya tentang keberadaan


Nafik dalam dirinya. Hal itu sangat mengejutkan keduanya.


Setelah konsultasi dan menerima keberadaan Nafik dengan


benar, kini hidup Nanik menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia bisa


mengendalikan Nafik dan Nafik sangat patuh padanya. Hal yang paling membuatnya


bahagia adalah, ia mengetahui kalau Aisyah sedang hamil. Itu tandanya ia akan


memiliki cucu.


Ia meminta maaf berkali-kali pada Aisyah karna kesalahannya


di masa lalu yang sudah sangat fatal, bahkan hampir saja merusak rumah tangga


anak sendiri.


Hanan sudah menyelesaikan urusannya. Sesuai dengan apa yang


sudah Hanan katakan, lelaki itu membuat sebuah rumah yang sudah ia idamkan


untuk di berikan kepada cucunya. Aisyah sudah bersikeras ingin tinggal dirumah


sederhana tapi Hanan masih saja pada pendiriannya.


“Papah membuat rumah ini untuk cucu papah, bukan untuk anak


papah. Jadi anak papah tidak bisa protes.” Ucap Hanan yang mampu membungkam


Aisyah.


Abdul sekeluarga awalnya sangat terkejut saat melihat Hanan


datang kerumah mereka dengan membawa mobil mewah. Mereka senang melihat Aisyah


masih memiliki seorang ayah. Namun juga segan dengan semua yang sudah Hanan


miliki.


Dorrr... Dorrrr.... Dorrrr.....


Suara letusan balon terdengar begitu keras dan mengagetkan


Aisyah dan Abdul sampai pegangan tangan mereka terlepas. Mereka sedang


menikmati hari mereka di taman yang cukup populer di kota itu. Tapi tiba-tiba


ada gangguan yang tidak terduga.


“SUPRIZE!!!....” ujar liya dkk serentak. Aisyah sangat


terkejut dengan kehadiran mereka. Ia bahagia sekali. Disana semua teman


sekolahnya berkumpul. Bahkan teman kerjanya juga. Ia tidak bisa menahan diri


untuk menangis karna ia sangat terharu dengan kehadiran mereka


“Ini adalah hari bahagiamu. Jangan menangis. Tiup lilinnya.”


Ucap liya sambil membawa sebuah kue lumayan besar. Di atas kur itu ada tulisan


angka yang tertera umurnya sekarang.


“Kalian,” ucap Aisyah dengan sesegukan. “Aku bahkan lupa

__ADS_1


dengan hari ulang tahun ku sendiri.” Ucap Aisyah sambil menghapus air matanya.


“Semua ini ide Cha-Cha. Kamu tenang saja. Aku sudah membalas


semua yang telah dia lakukan padamu. Dan dia sudah berubah sekarang. Ia sudah


menyadari kesalahannya. Jadi kau harus memaafkanya.” Ucap Liya.


“Apakah kau berbuat kasar padanya? Kau itu wanita Liya,


jangan bermain tangan.” Nasehat Aisyah untuk teman yang selalu membelanya itu,


walau caranya sedikit salah.


“Aku tidak kasar padanya, hanya sedikit mengancam.” Ucap


Liya tidak mau disalahkan.


“Liya benar Aisyah.” ucap CHA-Cha menjelaskan. “Justru aku


sangat berterima kasih pada Liya. Jika dia tidak menyadarkan ku, aku tidak akan


memperbaiki diri. Dan setelah aku mengejar cinta Allah, aku pun di kejar-kejar


sendiri oleh orang yang selama ini aku cintai. Entah bagaimana caranya dia


mencintai aku, tapi aku tau kalau ia sangat tulus padaku. Sekarang lihatlah,


aku sudah memiliki seorang anak. Jadi aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti


Liya. Yang masih mau menasehati ku. Bukan mengabaikan atau malah membenciku.”


Ucap Cha – cha sambil menangis. Ia merasa sangat bersalah pada Aisyah.


“Sudahlah, acara reuninya. Sekarang tiup lilin sayang ku.”


Ucap Abdul menengahi. Ia juga tidak tau dnegan acara dadakan yang diadakan


Aisyahpun menghapus air matanya dan meniup lilin – lilin


kecil itu.


“Terima kasih teman - teman. Kalian memang yang terbaik. Aku


bahagia sekali. Aku baru menyadarinya, ternyata masih ada banyak orang yang telah


menyayangiku sepenuh hati, seperti kalian.” Ungkap aisyah.


“Ini bukanlah apa – apa. Selamat, ya.” Seru cha cha sambil


memberikan sebuah kado untuk aisyah. cha – cha telah sadar akan kesalahannya


dan tidak akan mengulanginya lagi, biarlah semua yang terjadi menjadi pelajaran


berharga dalam hidupnya..


“Terima kasih.” Aisyah pun memeluk cha cha.


“Ih cantiknya, sini digendong tante.” Ucap Aisyah berusaha


mendekatkan diri pada bidadari Cha-cha dan yusuf.


#


Aisyah saat itu sedang sibuk merapikan semua pemberian dari


teman-temannya. Tiba – tiba sebuah tangan yang kekar melingkar di perutnya.


Memeluknya dari belakang.


“Perlu bantuan, sayang??” tanya Abdul.

__ADS_1


“ aku mencintai mu, mas.” Ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan,


isyarat kalau ia sudah mau selesai dan tidak butuh bantuan.


“ aku lebih mencintaimu, istriku yang paling cantik.” Ia berucap


sambil mencium kening Aisyah.


Aisyah terbuai akan perlakuannya itu. Sendari tadi


jantungnya marathon. Berdetak sangat kencang. Hening setelah itu. Mereka sama –


sama hanyut dengan pikiran masing – masing.


“ sayang.”


“hmmm..”


“ boleh aku minta ‘hak’ ku sebagai suami sekarang ?”


Aisyah mengangguk bahagia. Sangat bahagia. Entah gimana


caranya Aisyah sudah berada di atas kasur dan Abdul menindihinya. Malam itu, mereka


merasakan nikmat dunia yang luar biasa.


#


Masih jam 3 pagi. Aisyah terbangun tapi tak langsung


beranjak dari kasur. Ia menikmati wajah polos suaminya saat tengah tertidur. Ia


tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Entah kenapa semalam terasa lebih


nikmat dari pada sebelumnya. Apa karna dirinya yang sedang hamil?


Ia segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


walau dengan susah payah, karna kakinya terasa sakit sekali. tapi ia berhasil


mandi dengan selamat. Baru ia bangunin suaminya.


Aisyah mendekati ranjang. Mengelus – elus pelan pipi


suaminya dan berucap dengan sangat lembut.


“ mas. Tahajud yuk.” Setelah suaminya membuka mata, Aisyah


langsung mencium bibir suaminya dengan penuh cinta.


Kebiasaan bangun tidur ini selalu mereka lakukan semenjak


mereka bersepakat buat tidak berhubungan suami istri dulu. Karna takut


mengganggu kuliahnya Aisyah kalau hadir seorang anak. Aisyah merasa bersalah


kalau belum bisa melayani Abdul. Dan Abdul meminta untuk selalu di cium setiap


bangun tidur sebagai ganti jatah suami istri. Buat penyemangat pagi, katanya.


Pernah suatu hari aisyah nyiumnya di pipi tapi abdul nya


ngambek. Ngga nikmat katanya kalau ngga di bibir.


End..........


Selesai ya. Aku nulis cerita ini jaman sekolah. Dan beberapa


adegan aku tambah. Jadi Cuma sampai segini. Kalau aku tambah lagi, takutnya


bertele-tele karna memang aku tidak membuat tokoh yang jahat banget.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca.....


__ADS_2