
Sadarkan wahai manusia, sesungguhnya waktu berjalan begitu cepat. Banyak orang yang merasa begini "Perasaan aku baru lulus SMA, tak terasa sekarang sudah punya anak dua" misalnya seperti itu. Iya gak sih ?
Oleh karna itu teman, kita harus menggunakan setiap detik nafas kita dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat.
-Hanya sekedar mengingatkan, mari saling berlomba untuk mendekati Allah-
( Saya juga manusia biasa yang tak luput dari segala dosa. mohon maaf apabila dalam tulisan saya terdapat kesalahan )
Selamat menikmati 🙏
.
.
.
Pagi hari itu, manusia si mahluk perusak jagat raya ini tengah menjalankan Aktivitas nya masing-masing, siapa lagi kalau bukan manusia.
Didalam sebuah rumah sederhana, pagi itu seperti biasa Aisyah dengan senang hati menyiapkan sarapan pagi.
Setelah dirasa si ikan terlihat mau matang, dengan segera ia mentiriskan dan menata masakannya sedemikian rupa agar terlihat menarik.
Ditengah kesibukannya sebuah tangan kekar mengganggunya.
" Suamiku, sudah bangun. Apakah aku mengganggumu ?" tanya Aisyah.
"Hmm... Guling ku menghilang jadi aku cari." ucap Abdul sambil mencium pelipis Aisyah yang berkeringat.
__ADS_1
"Aku belum mandi." Aisyah menjauhkan wajahnya dan mengambil piring.
Abdul tak mau kalah dan langsung mengendus leher Aisyah dan meninggalkan jejak kiss mark disana. "Masih wangi." ucapnya.
Aisyah pun hanya bisa pasrah ketika sang suami sudah manja kayak gini. Takutnya kalau ia gerak terus nanti malah suaminya jadi kebablasan, apalagi semenjak meminta jatahnya si Abdul berubah jadi sangat mesum dan selalu ngga pernah puas hanya dengan satu ronde saja.
Mereka pun makan dengan khidmat untuk memulai Aktivitas seperti biasanya.
Abdul menjadi guru bahasa Arab di MA dan guru ngaji ketika sore, kadang ia juga di undang buat menjadi guru ngaji kitab kuning saat Ramadhan di pondok pesantren nya dulu dan ia dengan senang hati melakukannya walau bayarannya tak seberapa.
Sedangkan Aisyah mengabdi di pondok pesantren sebagai guru sekaligus penanggung jawab, dan semua bisnisnya Abdul dia yang pegang.
Soalnya Abdul sudah mengajar di banyak tempat juga sering diundang buat menghadiri majelis bersama tim hadroh sekolah sekaligus pondok yang ia bimbing yang membuatnya tidak ada waktu buat mengurus usahanya.
Malam itu adalah malam memperingati hari lahir nya nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Acara itu diadakan di lapangan sekolah Riyadlatut Thalabah yang luas.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga mengundang dua grup Hadroh yang cukup populer di jawa. Siapa lagi kalau bukan 'Syubanul Muslimin dan Az Zahir' dan disana lah tempat berkumpulnya majelis penuh cinta.
Bertepatan saat itu Abdul juga mau mengunjungi 'ndalemnya Abah' karna ada keperluan.
Tanpa sengaja mereka bertemu namun cuma melempar senyum karna di sana juga ada beberapa anak santri yang berlalu-lalang.
Tanpa Aisyah duga, ketika Abdul sudah dekatnya, Abdul memojokkannya Kedinding dan meremas benda padat di bawah pinggangnya.
Abdul segera melangkah pergi dengan senyum smirk nya, sedangkan Aisyah menggerutu dalam hati. "Mesum."
Aisyah mencuri pandang ke sekeliling nya, memastikan tak ada yang tau kelakuan mesum Abdul padanya.
__ADS_1
Dan beruntung nya mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing.
Aisyah menghela nafasnya, kemudian melanjutkan perjalanan nya yang sedikit tertunda.
Karna masih kurang fokus ia menabrak seseorang di depannya.
Brakkk
tabrakan tak dapat dihindari dan mereka terjatuh bersamaan.
"Maaf, maafkan aku." ucap Aisyah dengan menyodorkan tangannya membantu orang yang telah di tabraknya.
Wanita di depannya mendongak kan kepalanya ke atas dan betapa terkejutnya mereka.
'Cha cha'
'Aisyah'
Batin mereka bersamaan.
Cha cha pun berdiri dengan wajah masam. Ia masih marah karna merasa Aisyah telah merebut Yusuf darinya, bahkan sudah melakukan percobaan pembunuhan kepadanya. Hatinya sudah dibutakan oleh cinta yang mana telah merenggang kan hubungan persahabatan mereka.
" Cha cha." Aisyah memanggilnya sambil mengejar sahabat baiknya dulu tapi nihil Cha cha sudah tidak kelihatan lagi setelah berbaur dengan keramaian.
.
.
__ADS_1
.
to be continued-