Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Mati Suri


__ADS_3

🌷 Di balik ujian dari Allah 🌷


Derap langkah kaki mulai terdengar setelah sekian lama Abdul terbangun. Pintu kamar mulai terbuka dan nampak lah sosok lelaki kusut yang di wajahnya terdapat bulu bulu halus yang tak terawat.


" Abdul, kau sudah sadar?" tanya orang itu. Fahi Abdul berlipat, mencoba memastikan siapa yang kini tengah bersamannya.


" Yusuf?" ucap Abdul memastikan.


"Akhirnya kamu sadar juga setelah dua hari tak sadarkan diri."


"Aku?"


"Iya. Kamu pingsan di ruang operasi nya Aisyah." nafas Abdul terasa sesak mendengar itu. Ia menangis lagi mengingat tentang Aisyah.


" Aisyah baik-baik saja Abdul." ucap Yusuf menjelaskan.


"Apa... maksudmu ?"


" Aisyah mengalami mati suri. Ia dirawat diruang sebelah tapi ia belum sadar."


"Aku mau kesana Yusuf, aku mau melihat Aisyah."


"Tenanglah kamu harus di periksa dokter dulu."


"Tidak, aku mau melihat Aisyah, aku mau bertemu Aisyah."


"Tenanglah Aisyah tidak apa-apa, disana sudah ada orang tuamu yang menemaninya."


Setelah sekian lama memberontak dokterpun datang memberi pertolongan.


🌷🌷🌷🌷


4 tahun kemudian...

__ADS_1


drrtt... drrttt...


Aisyah merogoh saku gamisnya tempat dimana hp nya berada dan melihat nama dari si penelepon. Ia langsung tersenyum simpul melihat nama yang tertulis di dalamnya. Dengan semangat iapun menekan tombol hijau.


" Assalamualaikum, suamiku." sapa Aisyah. Namun, hening. Tak ada jawaban apapun dari seberang.


" Assalamualaikum wr wb." ulang Aisyah lagi.


Tanpa Aisyah duga, tiba-tiba ada suara dari belakangnya. ternyata Abdul sudah berada di belakangnya. Dan Abdul sangat marah ketika melihat nama kontaknya di hp sang istri.


"Sayang, kamu bicanda, ya." Aisyah menoleh, dan mendapati suaminya tengah menunjukkan wajah masamnya.


"Mas ?" ucap Aisyah.


"Aku ini suamimu. Dan nama nomor kontak ku di hp istri ku sendiri ngga ada istimewanya. bahkan nomor kontak mu ku namai bidadari malam." protes Abdul.


Ceritanya Abdul sudah sendari tadi berdiri di belakang Aisyah. Namun, karna iseng, Abdul menelponnya. Dan ia tidak terima saat melihat nama kontaknya di hp Aisyah yang cuma tertulis 'Abdul' saja. Cihh, ngga Ada romantis nya sama sekali.


"Ngga perlu." ucap Abdul yang terlanjur ngambek dan berniat berjalan pergi meninggalkan Aisyah. Namun Aisyah mencegahnya.


"Mas, aku mau ganti dengan nama apa? Suamiku ? cintaku ?" goda Aisyah dengan suara yang mendayu-dayu yang hampir saja membuat Abdul terlena.


Tapi Abdul harus kuat pendirian. Ia tak boleh dengan mudahnya dirayu. Abdul masih menunjukkan ekspresi sebalnya. Aisyah pun mencium pipi kiri suaminya.


" Rais sayang. Sayang." goda Aisyah lagi, ia menunjukkan kegenitannya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.


Kini suaranya terdengar sangat manja. Dan pertahanan Abdul runtuh sudah. Wanita nya ini pandai sekali membuat Abdul bertekuk lutut padanya.


Abdul tak dapat membohongi diri sendiri. Ia terlena atas perlakuan Aisyah. Bagaimana bisa ia marah kalau Aisyah selalu seperti ini.


"Baiklah. Hari ini ayo kita rayakan." ucap Abdul antusias.


"Apa?" tanya Aisyah karna menurut nya ini bukanlah hari yang spesial atau istimewa.

__ADS_1


"Bodoh. Kelulusan mu." Abdul mencubit hidung merah Aisyah.


Abdul menyelesaikan kuliahnya 1 tahun lebih awal dari pada Aisyah. Abdul menuntaskan kuliahnya dalam waktu tiga tahun saja. Itu semua hasil dari kerja kerasnya sendiri.


Ia telah menikahi Aisyah sejak kuliah masih semester 1 dan ia harus tanggung jawab atas perbuatannya itu. Seperti yang telah ia impikan dari awal, ia ingin menjadi suami yang baik untuk Aisyah.


Oleh karna itu ia belajar sambil bekerja setiap pagi dan malam untuk Aisyah, begitu pun dengan Aisyah. Setelah kondisinya membaik, ia membantu Abdul mencari nafkah. Sampai Akhirnya sekarang Abdul telah menjadi guru tetap dan Aisyah baru mulai mengabdi di pondok pesantren.


"Apa yang harus kita lakukan hari ini ?" tanya Abdul . Ia tak bisa menyembunyikan perasaan betapa bahagianya ia hari ini.


"Tentu saja bersenang-senang." jawab Aisyah bersemangat.


"Bagaimana kalau kita ke bioskop saja." saran Abdul.


"Nonton film ?"


"Ya. Dari beberapa film korea yang aku tonton, mereka biasanya kalau pergi kencan ke bioskop."


"Wah... sejak kapan kamu suka nonton drama Korea." canda Aisyah.


"Entahlah. Aku hanya penasaran kenapa kamu sangat suka pada mereka. Apa karna mereka tampan? tapi menurut ku aku juga cukup tampan untuk bersaing dengan mereka." ucap Abdul dengan percaya dirinya.


Aisyah hanya menjawabnya dengan anggukan karna memang ia mengakui suaminya sangat tampan.


-to be continued-


Mohon kritik dan sarannya ya 🙏


Maaf kalau kurang greget karna saya kurang pengalaman dengan yang namanya pacaran 🤭


Saya dulunya pernah sih menjalin hubungan tapi kalau mau ketemuan pasti bertiga sama bapak. Jadi maaf ya 🙏


Saya cuma tau adegan mesra cuma dari Novel.

__ADS_1


__ADS_2