
Tok tok tok
"kak periasnya dah dateng tuh di gedung, kakak siap siap ya! " Ucap cindi dari balik pintu.
"Iya ni udah mau turun kebawah." ucap Clara sambil membuka pintu dan keluar dari hotel menuju ke gedung yang jaraknya hanya beberapa kilo meter aja.
"Candra katanya mama resepsi kita dua kali ya." ucap Clara.
"Iya katanya jam 10 nanti acara resepsi adat Jawa, terus nanti malam jam 7 acara resepsi international." Jawab Candra sambil menyetir.
"Sumpah aku dek-dekan can kalau masalah adat." Sambil memegang dadanya.
"Gak usah takut kan nanti adat MC yang nuntun kita, tapi yang jadi masalah kenapa kamu masih manggil aku Candra gak sopan tau!" jawab Candra ketus.
"Terus aku manggil apa kan dah kebiasaan, emm panggil broo atau menn atau nyett hahahaha. " seketika Clara tertawa.
"Nyett emangnya aku monyet, coba panggil sayang atau suamiku kalau gak kayak biasanya kamu panggil aku honey."
"Emm panggil mas Candra gimana? "
"Kesannya kita kayak adik kakak tau kalau gitu, aku gak suka kalau dipanggil gitu."
"Ihh kamu aja yang norak, itukan juga termasuk nama kesayangan juga."
"Pokoknya aku gak mau, sudah banyak orang yang manggil suaminya mas. Pokoknya aku ingin berbeda dari mereka. "
"Yaudah aku panggil seperti biasa aja honey maneh chicken lemon. " ucap Clara sambil mencubit kedua pipi Candra.
"Nahh ya itu gapapa. " ucap Candra iku gemas dan menghentikan mobil ditengah jalan lalu ikut mencubit pipi Clara. Mereka saling mencubit sampat.
Tinnn.... Tinnn .......
"Jangan berhenti dadak dong, emangnya mau dicium mobil kalau gak sepeda motor!" Ucap seorang laki paruh baya.
"Ehh iya Pak maaf." Ucap mereka berdua dan mulai melanjutkan perjalanan ke gedung.
Ketika sampai gedung Clara pun langsung dimake up MUA perempuan jadi jadian ya kalian tau lah apa namanya.
__ADS_1
"Ehh kamu mau ngapain? " Ucap Candra ketika melihat perempuan jadi jadian itu memegang muka Clara.
"Ahh kenalin saya lilik saya perias disini, dan tadi saya mau mulai make up in mbk Clara." Sambil memperlihatkan tubuh yang gemulai itu.
"Jangan remehkan lilik honey dia itu MUA artis loh! " Sahut Clara.
" Iyhaa ra tapi aku gak rela kamu di pegang sama laki laki! " ucapnya sambil melirik perempuan jadi jadian itu.
"Ihh masnya aku ini perempuan loh lihat bodi ku kayak gitar sepanyol, apa masnya gak tergoda sama saya? " ucap lilik sambil memperlihatkan tubuhnya supaya Candra tergoda olehnya.
"Ihhh.... sudah sudah sana lanjutin make up istriku aku mau keluar dulu! " Ucap Candra sambil keluar ruangan karna dia jijik melihat lilik kayak gitu.
' kok bisa ada orang gitu, baru pertama kali gue di godaan sama yang kayak gitu ' Batin candra sambil bergidik geli.
Semua pun sudah siap, Clara sudah cantik memakai kebaya adat Jawa dan candra pun juga pakai beskap adat Jawa. Para tamu sudah banyak yang datang dan ingin melihat resepsi candra dan Clara.
"Honey kamu kelihatan gagah dan tampan pakai beskap." ucap Clara.
"Iya sih tapi aku susah bergerak ini sangat rapet sekali, kalau gini aku mending milih pakai Basofi dari pada ini!"
"Emm mas mbak apa dah siap dimulai acaranya udah pas jam 10 nih?"
MC pun mulai acara menggunakan bahasa Jawa dan menuntun kita untuk memulai ritual upacara pannggih atau temu manten. Acara yang pertama adalah tukar kembar mayang, yha yang jadi kembar mayang adalah cindi, bela, asisten doni, dan satria.
Setelah itu MC memerintahkan untuk balangan gantal ( lempar daun sirih) . Mempelai pria melemparkan gantal ke arah dada mempelai wanita sebagai tanda bahwa ia telah menaklukan hati sang pasangan.
Lalu mempelai wanita melemparkan gantal ke arah lutut mempelai pria sebagai tanda bahwa ia akan berbakti kepada sang suami.
Kemudian lanjut ke prosesi injak telur atau yang disebut ngidak endhog. Ngidak endhog merupakan prosesi dimana sang suami menginjak telur mentah, lalu sang istri membersihkan kaki suaminya dalam posisi berlutut. Ini mengartikan kesopanan istri kepada suami.Setelah itu, sang suami akan membantu sang istri bangkit berdiri yang memiliki makna penghargaan terhadap istri.
Setelah menginjak telur, prosesi pernikahan adat Jawa berlanjut ke mengenakan kain sindur kepada kedua pengantin yang berjalan menuju pelaminan sambil berpegangan tangan.Kain sindur biasanya berwarna putih dan terdapat renda merah di dalamnya. Kedua warna ini melambangkan keberanian serta gairah dalam menjalani rumah tangga.
Sesampainya di kursi pelaminan, kedua mempelai diarahkan untuk duduk di atas pangkuan ayah dari mempelai wanita.
Lalu sang ibu naik ke atas panggung untuk bertanya siapa yang lebih berat di antara kedua pasangan.Kemudian, sang ayah akan menjawab keduanya sama saja. Percakapan ini menandakan bila tidak ada perbedaan kasih sayang kepada kedua mempelai.
Prosesi pernikahan adat Jawa selanjutnya adalah kacar kucur, dimana mempelai pria mengucurkan uang receh serta biji-bijian kepada mempelai wanita sebagai lambang bahwa sang pria akan bertanggung jawab menafkahi keluarganya, serta menjadi tanggung jawab istri untuk mengelolanya.
__ADS_1
Setelah kacar kucur, kedua pengantin akan saling menyuapi sebanyak tiga kali. Prosesi ini menaruh harapan bahwa kedua pasangan bisa saling rukun, pengertian, dan tolong-menolong dalam menjalani kehidupan pernikahan.
Setelah itu muncullah anton sebagai bubak kawah. Prosesi ini biasanya menjadi acara yang paling ditunggu dan meriah. Hanya saja, bubak kawah ini hanya dilakukan pada saat mantu pertama. Merupakan rasa syukur orang tua atas pernikahan anaknya.
Setelah itu Acara sungkeman lah yang akan mengakhiri prosesi pernikahan adat Jawa. Kedua mempelai berlutut di hadapan orang tua dari kedua belah pihak sebagai bentuk penghormatan atas jasa orang tua yang telah membesarkan mereka sampai bisa menikah menjalani lembaran baru kehidupan.
Dan terakhir, kirab pengantin merupakan istilah yang digunakan saat pengantin meninggalkan panggung pelaminan untuk berganti pakaian.
Ketika ingin ganti baju Clara melihat Luna sedang sibuk menghitung souvernir untuk para tamu. Ya Clara memang meminta semua sahabatnya untuk ikut serta dalam acara itu.
"Sibuk amat kelihatannya." Ucap Clara sambil duduk di samping Luna.
"Ehh ehh pengantin baru, seru ya tadi ritualnya jadi pingin cepet cepet nikah." Jawab Luna.
"Pingin cepet cepet nikah emang dah ada calonnya?"
"Ada dongg tuhh lihat!" Ucap luna sambil menunjuk kearah satria yang sedang mengurus catering.
"Hahh jadi kalian......." Ucap Clara sambil matanya melotot. Candra yang tau Clara sedang menunjukan ekspresi kaget pun merasa kepo dan menghampiri Clara.
"Sayang matanya mau lepas tu, ada apa sih sampek segitunya?" Ucap Candra sambil mengusap muka Clara.
"Aahh jangan gitu dong nanti make up nya kan rusak. itu loh haney Luna sama satria sudah jadian!" Ucap Clara, Candra pun mulai kaget dan membuka mulutnya lebar lebar.
"Tutup mulutmu nanti dicium lilik lo tau rasa kamu! " Candra pun mulai menutup mulutnya.
"Jadi bener lun kamu sudah jadian sama satria jadian?" Luna pun mengangguk dan tersenyum.
"Wah aku turut bahagia ya lun, semoga kalian langgeng." Ucap Clara sambil memeluk Luna.
" Iyhaa Terima kasih ya ra."
"Wauww ternyata dunia ini begitu sempit." Ucap Candra yang masih sedikit kaget.
"Ohh ya sayang kamu di cari lilik lo tadi, kamu masuk aja sana aku jijik kalau lihat lilik." Lanjut candra.
"Yaudah aku ganti baju dulu ya. " Mereka berdua pun mulai ganti baju dengan kebaya yang berbeda dan empat yang berbeda.
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua kembali dikursi pelaminan untuk bersalaman dengan tamu dan foto.