
"Nona sedang berada di hotel xxx tuan" Ucap doni dengan tegas.
"Ok, kita kesana! daddy mau ikut?" Ujarnya tergesa gesa.
"Kamu ini ya apa sih, masalah kamu sendiri ya selesaiin sendiri kok pakai ngajak daddy segala." Kepala andri pun serasa keluar sungut nya sangking marahnya.
"Iya iya daddy maafkan anakmu ini, yaudah aku pergi dulu ya jemput clara assalamu'alaikum." Pamitnya sambil bergegas keluar bersama doni.
................
"Hmmm permisi, Saya mau tanya ruang kamar yang bernama nyonya clara dimana ya?" Tanya Riko kepada resepsionis hotel.
"Maaf, kalau boleh tau anda dengan siapa ya?" Tanya balik pegawai itu.
"Saya asisten pribadinya nyonya clara." Jawab Riko.
"Sebentar saya telpon nyonya clara dulu ya." Ucapnya sambil menelpon clara.
'Bukannya HP nona clara gak aktif ya, tapi kenapa dia mau nelpon nona clara?. Ohh iya kan ada ya telpon khusus dari hotel, begonya akuuu' Gumam riko dalam hati sambil memukul pelan dahinya.
"Selamat siang nyonya clara! disini ada yang sedang mencari anda, katanya asisten pribadi anda"
".................... "
"Hmm, sendirian nyonya tidak ada siapa siapa selain asisten anda"
"..................... "
"Baik nyonya Terima kasihh" Pegawai resepsionis itu pun menaruh kembali teleponnya dan kembali kehadapan riko.
"Tuan silahkan anda ikuti pegawai itu menuju ke kamar nyonya clara" Ucap pegawai resepsionis itu.
Riko pun mengikuti pegawai yang ditunjukkan dan segera menuju kamar clara. Ketika sampai riko kaget dengan tulisan di atas pintu kamar itu 'RUANG PEMILIK HOTEL'.
'Aku gak salah lihat kan.' Gumam doni sambil mengucek matanya.
__ADS_1
"Silahkan masuk tuan. " Ucap pegawai itu sambil membukakan pintunya. Doni pun langsung masuk dan dilihat pertamanya adalah clara yang sedang melamun di sofa.
"Siang, nona clara." Sapa doni tapi clara tak masih diam saja.
"Nona ada masalah apa? Mungkin setengah jam lagi tuan sampai kesini." Ucap doni agak canggung.
"Urus surat perceraian ku dengan candra dan jangan izinkan dia menemui aku!" Pinta clara sambil mengeluarkan air matanya.
"Hmm apa nyonya baik baik saja? Kelihatannya nyonya sakit karna terlihat muka anda sangat pucat." Tanya doni.
"Aku baik baik saja hanya tadi agak sedikit mual saja, kamu lupa ya panggil aku nona jangan nyonya aku gak suka." Jawab clara agak emosi.
"Apa perlu saya panggilkan dokter atauu...."
"Tidak perlu, aku hanya ingin sendiri. Sekarang kamu pergi!" Usir clara
"Emm sebelum saya pergi saya mau tanya, apa nona pemilik hotel ini?" Tanya doni dengan hati hati
'Huffhhh' Terdengar keras clara mengeluarkan ingusnya di tisu.
"Tanya aja dengan pegawai ini, sekarang kamu keluar kalau gak aku pakai kamu sebagai pengganti tisu" Ucapnya dengan matanya yang sangat sembab. Seketika doni pun memegang gagang pintu tapi ia membalikkan badannya lagi.
"Nona apa bener anda ingin cerai?" Tanya doni lagi.
"Aku bilang keluarr!!!👿" Teriak clara sambil menangis dan doni pun langsung lari keluar.
"Huhh nona doyan banget sih teriak teriak, untung aja pita suaranya terbuat dari Allah, kalau terbuat dari Cina sudah putus tuh uratnya." Celoteh doni dan tak berapa lama pun candra datang bersama doni.
"Mana clara?" Tanya candra panikpanik dan terlihat penampilannya sangat kacau.
"Nona ada di dalam kamar hotel tuan." Jawab riko.
"Antar aku kesana! aku takut istriku berbuat macam macam" Ucapnya sambil menarik tangan riko.
"Tapi tuan nona tidak mau menemui anda, dan saya ditugaskan untuk mengurus surat perceraian" Jelas doni
__ADS_1
Candra punyang tadinya panik sekarang berubah menjadi kaget, 'bagaikan Disambar petir bolong' ehh salah maksud author 'bagaikan petir di siang bolong' hehehehe😆😆.
"Jangan urus surat perceraian aku belum mentalak dia,lebih baik sekarang tugas kalian urus tes DNA anak yang dikandung angel. Aku gak percaya itu anakku, meskipun aku pernah berhubungan badan dengannya tapi dalam hatiku itu bukan anakku." Ucapnya dengan muka lesu.
"Baik tuan." Jawab serentak doni dan riko.
"Dimana kamar clara aku hanya ingin menjelaskan saja meski tak bicara langsung." Tanya candra kepada riko.
"Baik tuan ikuti saya, semoga saja nyonya mau bertemu dengan anda." Jawab riko dan mereka pun segera menuju ke ruang yang tadi ruko kunjungi.
"Apa ini hotel milik istriku? Kok aku gak tahu ya🤔" Tanya candra heran.
"Emm maaf tuan kalian semua tidak boleh masuk sebelum ada izin dari nyonya clara." Tegur sopan pegawai yang sedang menjaga ruangan itu.
"Tolong izinkan saya masuk menentukan istri saya." Ucap candra tegas.
.
.
.
Haduhh candra dan clara jadi pisahh atau gakk ya😱😱...
.
.
.
Untuk kalian adik, kaka, mas, mbk, ibu, bapak, budhe, pakdhe,emak,encing, uwak, abah, tante, om,opung, nenek, kakek, eyang siapapun itu dehh.
Komen yang banyak ya dukung clara supaya kuat mengatasi masalah ini dan gak jadi pisah.
Jangan lupa juga like, vote, dan star five untuk menyemangati candra yang sedang menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
SEE YOUUU❤