
"Tuan nona clara tuan." Ucapnya dari sebrang sana.
"Iya ada apa dengan istriku!!"
"Nona sekarang sedang berada di sebuah desa pelosok di jember bersama cinta. Sebenernya saya tidak boleh ikut tuan, tapi saya punya inisiatif untuk mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan nona. Sekarang nona berhenti di suatu rumah desa, kalau saya tanya tanya sih katanya itu rumahnya bude nona clara tuan."
"Bagus ikuti terus istriku sampai aku akan datang kesana, kau awasi terus clara jangan sampai dia kenapa kenapa!!"
"Ehmm sebelumnya minta maaf ya tuan jangan marah, yang jadi masalah nanti saya tidur dimana tuan kalau disuru awasi terus?"
"Ya tidur di mobil lah kalau tidak sementara nginap di rumah tetangga disekitaran sana."
"Baik tuan, apakah tuan ada yang ingin disampaikan lagi?"
"Hmm keadaan clara gimana sekarang bukannya tadi pagi kepalanya sakit?"
"Hmm kalau dari pengelihatan saya tadi nyonya agak pucat siih."
"Baiklah awasi terus!!aku akan menyelesaikan masalah ini dan segera ke sana dengan membawa bukti."
"Oke tuan cepat kesini yaa kalau gak nanti aku mati kelaparan."
"Maksudnya??"
"Tadi itu nona pinjam kartu kredit saya, dan sialnya lagi tadi saya bawa satu kartu kredit aja dan uang 200 rb."
"Jangan bilang sial apa kamu gak ikhlas kasih kartu kredit ke istriku, nanti setelah masalah ini selesai akan aku ganti kartu kredit mu berkali kali lipat. Sementara ini makan aja singkok kalau gak ketela, bukannya di desa banyak makanan semacam itu."
"Ish tuan meskipun itu mengandung karbohidrat tapi tidak mengenyangkan bagiku."
"Hmm terserah mau makan apa pokoknya selalu awasi clara!"
Tuttt..... Tuttt.... Tutt.
"Dasar tuan kadang baik, kadang jahat, kadang gak pelit, kadang tegaan orangnya melebihi sifat cewek aja😬.
Sekarang nginep dimana ya, perut laper lagi huhuhu mama anakmu disini sedang kesulitan ma.... Bukan kesulitan sih tapi disuliti.....yahh pokonya gitu lahh tolongin anakmu ini dong ma...." Gumam riko.
Flashback on
"Assalamu'alaikum nyonya dan tuan besar." Salam riko yang sudah sampai di depan teras.
"Waalaikumsalam." Ucap mereka berdua serentak.
"Maaf saya disini diperintahkan nona clara untuk membawa cinta jalan jalan."
"Ohh baiklah, bi ina tolong panggil cinta suruh kebawah bilang kalau mau di ajak bundanya jalan jalan." Ucap delisha dan bi ina pun segera menaiki tangga untuk memanggil cinta.
"Ehmm gimana keadaan clara? Sungguh aku sangat mengkhawatirkannya." Lanjut delisha.
"Mungkin sedih pastinya tapi semoga saja dengan adanya cinta sedihnya nona berkurang." Jawabnya.
__ADS_1
"Apa mereka akan berpisah? Hikss... " Seketika air mata delisha pun jatuh.
"Tuan candra tidak membolehkan nona untuk menggugat cerai sebelum bukti keluar."
"Haloo semuanyaaa." Teriak cinta yang melengking.
'Haduhh kelihatannya jiwa nona clara menular ke cinta, apa mereka tidak bisa gitu bicara tanpa teriak. Lama lama kuping guee jebol nii.' gumam riko dalam hatinya.
"Om riko mana bunda katanya mau ngajak jalan jalan."
"Bunda ada di hotel dan kita akan kesana sekarang."
"Yaudah ayo om aku kangen banget sama bunda. " Ucap cinta sambil menarik tang riko dengan penuh semangat.
"Okee tuan dan nyonya besar saya permisi dulu ya, assalamu'alaikum." Pamit riko.
"Wa'alaikumussalam." Jawab mereka serentak.
Riko pun segera menuju garasai dan mengambil mobil clara yang baru saja beberapa hari dibelikan candra...
Setelah mengeluarkan mobil clara, ia menyuruh salah satu satpam untuk membawa mobilnya sedangkan riko membawa mobil clara.....
"Om masih jauh ya om?" Tanya cinta yang mulai bosan di dalam mobil karena perjalanannya lumayan jauh.
"Sebentar lagi sampai kok."
"Emang bunda nanti ngajak aku jalan jalan kemana om?"
Setelah memarkirkan mobil riko pun menggendong cinta supaya turun dari mobil. Terlihat di sana clara sudah siap untuk pergi bersama cinta.
"Bundaa aku rindu bunda, kenapa tadi bunda pergi gak bilang ke aku dulu?" Cinta pun lari dan langsung memeluk clara.
"Haii sayang maaf ya bunda tadi ada urusan penting sampai sampai bunda lupa sama kamu."
"Huhh bunda tega ngelupain aku." Gerutu cinta.
"Jangan marah dong sayang, kalau marah gak jadi jalan jalan nii..."
"Bunda jangan gitu dong masak dari rumah sampai sini perjalanannya jauh, terus ujung ujungnya gak jalan jalan kan gak seru." Jawab cinta dengan mengeluarkan wajah imutnya.
"Yaudah kalau gitu kamu masuk mobil dulu ya bunda mau bicara sama om riko." Pinta Clara
"Siapp bundaa!" Cinta pun segera masuk mobil dengan semangat.
"Lilik alias riko kamu kenapa sih bawa mobil yang ini, kenapa gak bawa mobil papaku?" Protes Clara.
"Kan mobil papa nona dipakai nyonya cindi."
"Ckk ngapain tuh anak pakai mobil itu sihh. Yaudah aku lihat dompet kamu! "
"Ini nona, emang ada apa dengan dompet saya? " Ucap riko sambil memberikan dompetnya dan secepatnya Clara pun mengambil kartu kredit riko.
__ADS_1
"Aku pinjam ya nanti aku kembalikan, kamu jangan ikuti aku mungkin aku 1 minggu pergi ke suatu tempat." Ucap Clara sambil menuju ke mobilnya.
"Lohh nona mau kemana? Kok saya gak boleh ikut?." Tanya riko.
"Gak usah sok kepo, ingat jangan ikuti saya! " Clara pun langsung mengemudi dengan kecepatan tinggi.
'Kalau istriku kenapa napa urusanmu denganku.' Ucapan candra pun terngiang di kepala riko.
"Meski pun nona melarang saya mengikuti anda tapi saya tetap mengikuti." Riko pun segera masuk ke mobilnya karena tidak mau ketinggalan jejak Clara.
"Pak satpam pulangnya naik taksi aja ya ini urusan yang paling penting, assalamualaikum." Salam riko dan ia pun segera menyalakan mobilnya dan segera menyusul Clara dari belakang.
"Wa'alaikumsalam, huhh untung saja aku bawa uang." Jawab satpam itu.
Sebelum Clara memasuki plosok desa ia pun berhenti di suatu supermarket yang lengkap. Disana ia membeli baju banyak dan beberapa makanan untuk oleh oleh ponakannya di desa.
Setelah puas berbelanja ia pun kembali mengemudi mobil memasuki pedesaan pedesaan. Cinta sangat senang ini pertama kalinya ia pergi ke suatu desa dan melihat kebun dan sawah yang menyegarkan mata.
2 jam pun berlalu akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Terlihat di sana ada rumah joglo yang sudah tua. Clara pun mengajar cinta untuk masuk ke rumah itu.
"Assalamu'alaikum." Salam Clara dan cinta serentak.
"Waalaikumsalam salam ya ampun nak clara lama kamu gak kesini." Jawab perempuan paruh baya itu.
"Hehehe iya, bude kenalkan ini anak aku namanya cinta."
"Halo manis kenalkan namaku devi, manggilnya apa ya emm panggil uti saja deh kan aku adiknya ayah kamu."
"Baiklah uti."
"Yaudah kalian istirahat aja dulu di kamar kosong itu, pasti capek perjalanannya kan jauh."
"Oke bude aku mau istirahat sebentar ya, ohh iya ini makanan buat bude. Ada juga oleh oleh dari surabaya."
"Wah Terima kasih kamu selalu repot repot bude jadi gak enak."
"Gapapa bude kan aku gak merasa di repotin, yaudah aku masuk kamar dulu ya."
Flashback off
...........
Dilain tempat riko yang dari tadi di mobil pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobil. Ia mencari orang yang mau menumpangkan rumah untuknya.
Ketika asik berkeliling mencari rumah yang tepat, tiba tiba ada suara yang sedang memanggil riko.
"Heyy apa kau riko, ngapain kau kesini?" teriak seseorang dari belakang.
Degg.. Degg.. Degg..
**Haduhh Clara tah itu?...........
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya.🖤**