
"Honey hikss hikss kamu jangan gini kamu harus kuat hikss😭 " Jawab clara sambil membawa candra dalam pelukannya.
"Kamu apa apaan sihh kok malah nangis gini ayo kita pulang kasian mereka nungguin kita dirumah, kalian juga ngapain di sini ayo kita pulang!" Ujar candra.
"Tuan mas Edwin sama aziel sudah tiada mereka sudah pergi ke surga bukan ke rumah anda!" Ucap doni yang iba melihat bossnya seperti itu.
"Jaga omongan kamu!..." Teriak candra marah.
"Cukup! Kalian mau debat dan candra kamu harus Terima kenyataan bahwa mereka sudah meninggal,kamu jangan seperti ini kasihan orang tuamu." Teriak Abraham geram.
"Mas mas Edwin pangeran kecilku me.. mereka....." Seketika lutut candra pun serasa lemas dan terjatuh dilantai, clara pun langsung menenangkan candra yang begitu sedih dengan apa yang terjadi hari ini.
Jasad Edwin dan aziel pun dibawa pulang kerumah candra dan dimakamkan di kuburan terdekat. Ketika ambulan sampai dirumah ternyata di sana sudah banyak orang yang ngumpul untuk membacakan doa, dan mereka mengucapkan bela sungkawa untuk keluarga Wiranata.
Delisha ikut membacakan doa yasin tapi sesaat ia menatap kosong melihat jasad anak dan cucunya itu, tapi ia di dampingi Anandita yang berusaha mungkin untuk menyemangatinya. sementara candra ia memilih untuk di kamar karena ia tidak mau melihat apa yang terjadi sekarang, ia ingin menenangkan hatinya dan tentu saja clara pun mendampinginya karena takut terjadi sesuatu.
"Kenapa tuhan jahat sekali mengambil nyawa orang yang baik dan satunya lagi dia masih kecil!" Keluh candra yang sedang bersandar di dada clara dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Bukan jahat honey tuhan mengambil mereka karena Tuhan sayang mereka, tuhan sudah sangat merindukan mereka. Kamu harus kuat honey jangan seperti ini kasihan mami ia masih membutuhkanmu." Jawab clara sambil membelai rambut candra.
"Aku gak bisa hati aku hancur, ak..aku sangat sayang sama mereka, aku gak bisa Terima kenyataan ini aku gak bisa..." Seketika air matanya pun Menetes lagi tanpa izin.
"Kamu harus kuat haney kamu harus tabah jangan seperti ini, ingat masih ada mami sama daddy yang membutuhkanmu karena sekarang hanya kamu anak satu satunya dari mereka." Ujar clara tapi candra tidak menjawabnya.
"Honey kamu tidur baguslah biar besok kamu lebih tenang, tidur yang nyenyak ya suamiku aku tau kamu sedih aku juga sedih kehilangan mereka tapi aku harus tetap tegar demi menyemangati mu."
.......
Setelah memakamkan Edwin dan aziel mereka semua pun pulang, tapi ketika pulang candra dan clara melihat anak kecil berumur 5 tahun yang sedang menyebrangi jalan dengan melamun.
"Awas nak!..." Teriak candra yang lari menuju anak itu karena ada truk yang melaju begitu cepat, ia langsung menarik anak itu menuju pinggir jalan dan akhirnya anak itu pun selamat.
"Hati hati dong kalau jaga anak itu untung aja gak ketabrak! " Teriak sopir truk itu yang berusaha mengerem truk nya karena panik.
"Iya maaf Pak sekali lagi saya minta maaf." Ucap candra memohon dan sopir itu pun langsung pergi.
__ADS_1
"Yaampun honey huhh kamu ga papa kan?" Ucap clara ngos ngosan karena ia setengah berlari menghampiri candra.
"Gapapa kok, adik kamu gak papa kan?" Tanya candra ke anak yang memakai pakaian kotor itu dan badannya pun terlihat banyak sekali lumpur dan debu.
"Gapapa om makasih ya sudah nolongin aku." Ucap anak perempuan itu tersenyum melihatkan dekiknya, terlihat sangat manis dan itu membuat luluh hati candra.
'Kok anak ini seperti di mimpi aku ya.' Batin clara
"Nama kamu siapa cantik?" Ucap candra sambil menggendong anak itu menuju tempat duduk dipinggir jalan.
"Namaku Cinta Amalia putri om." Jawabnya.
"Namanya cantik kayak kamu." Ucap candra sambil mencubit pipi cinta.
"Emm Orang tua kamu dimana sayang kok sendirian? " Tanya clara sambil duduk di samping anak itu.
*J**angan lupa kome dan like yaaa*...
__ADS_1