
"Donii emangnya gak ada yang lain selain lilik!" Tanya candra sambil menutup matanya.
"Gak ada tuan menurut satu kantor ini dia sangat pintar dan cerdas tuan, juga dia bisa bela diri terus dia bisa semua bahasa pokoknya dia serba bisa deh. Maka dari itu saya dan sekantor ini memilih dia, karna ia cocok untung jadi asisten nyonya clara." Jelas doni.
"Kenapa sihh kelihatannya mas candra jijik banget sama saya?" Tanya lilik.
"Bukanya jijik lilik tapi ya gitu deh aku phobia." Ucap candra sambil memunggungi lilik dan doni.
"Nama saya bukan lilik tapi riko, saya tau anda jijik sama saya tapi sekarang saya sudah tobat kok. Buktinya saja saya pakai sarung nihh gak pakai gamis seperti pegawai perempuan disini." Jawabnya dengan tegas dan juga bicaranya juga beda dari pertama kali bertemu dengan candra.
Lilik memang sudah insaf sekarang karena ia sadar bahwasannya ia laki laki dan dalam agama Islam laki laki tidak boleh menyerupai perempuan itu pun sebaliknya. Maka dari itu ia sekarang belajar menjadi pria Jentelmen yang gagah, dan namanya kembali seperti dulu nama yang dikasih oleh orang tuanya yaitu Rico setiawan.
"Bener nih aku noleh ya kalau kami masih lembek kayak kemarin aku teriak!" Ujarnya sambil membalikkan badannya dan ia pun bernafas lega karena yang barusan yang dibicarakan itu benar.
"Tuan kelihatannya tertular penyakit nona clara sukanya teriak gak jelas membuat gendang telinga orang pecah tau gak!" Sindir doni.
"Aku ingatkan ya jangan maki dia dari belakang, karena dia pasti akan tau. Dan juga sampai dia tau kalau kamu membicarakan dia dari belakang masa depanmu pasti akan dipotong!" Ucapnya memberi peringatan.
"Emangnya nyonya bisa tau dari mana kan dia tidak disini, terus maksudnya masa depan saya dipotong itu apa?" Tanya doni yang masih belum tau maksud dari candra. Ketika candra ingin menjelaskannya hpnya pun berbunyi dan disana tertera tulisannya lovely kity mini swettyku.
"Iya halo saya ada apa?" Ucap candra.
"Honey sekarang juga kamu speaker HP kamu aku ingin bicara! " Teriak clara.
__ADS_1
"Iya sayang ini sudah aku speaker kamu mau bilang apa? " Tanya candra dan ketika candra bilang gitu doni pun panik seketika.
"Disana kamu sama siapa honey?"
"Disini ada doni sama lilik eh bukan namanya diganti Rico, emangnya ada apa sayang?"
"Kalian disana lagi ngomongin aku ya!"
"Bukan aku sayang tapi doni yang ngomongin kamu! "
"Kok aku tuan! "
"Mangkanya aku tadi keselek sendok, kalian jangan ngomongin aku dari belakang ya kalau berani ngomong aja dari depan. Emangnya aku gak tau apa kalau kalian sedang ngomongin aku!" Omel clara.
"Oke kali ini aku maafkan lain kali awas aja!" Ancam clara.
"Honey kamu sudah sarapan?"
"Ini mau sarapan sayang tapi aku mau bicara dulu sama asisten baru kamu nanti. "
"Asisten buat aku buat apa honey, terus kenapa kamu gak cerita ke aku."
"Ya buat mengawalimu saja apalagi sekarang butik kamu sudah ada cabangnya pasti kamu butuh bantuan. Mangkanya aku cari asisten buat kamu, terus kamu tau yank asisten kamu lilik loh tapi sekarang dia sudah insaf sekarang di jadi lelaki seutuhnya mungkin sihh."
__ADS_1
"Kok mungkin mas candra masih belum percaya ya perlu bukti untuk anda bisa percaya?" Sahut riko.
"Gak usah aku sudah percaya kok! " Jawab candra.
"Bagus deh kalau gitu, hmm kalau bisa mulai nanti sore dongg aku jadi rindu lilik ehh maksudnya riko."
"Sayang ingat dia sudah jadi lelaki seutuhnya jangan buat aku cemburu!"
"Hemm iya honey posesif banget sih, aku kan kangen karna dia pintar banget make up in aku dulu sampai istrimu ini menjadi cantik. Yaudah lanjutin nanti aja ya aku mau makan dulu kamu jangan lupa makan tadikan kamu belum sarapan, nanti kalau mau jemput jemput di mall*** ya soalnya aku nanti belanja sama adikku tersayang dahh assalamu'alaikum muahh." Cium Clara dari sebrang sana membuat doni dan riko terkejut akan sepasang suami istri ini.
"Waalaikumsalam muah juga." Jawabnya dan panggilan pun terputus.
Candra pun langsung meeting dengan klien sesuai perjanjian, dan setelah meeting candra pun memutuskan untuk segera sarapan karena perutnya sudah meronta tinta dari tadi.
" Ayo kita ke restoran sekarang aku laper." Ajak candra.
" Saya juga ikut mas candra?" Tanya riko.
" Iya kamu juga ikut." Jawab doni dan mereka pun langsung menuju ke restoran terdekat dan segera makan.
" Don kamu masih ingat gak sama angel? " Tanya candra yang sudah selesai makan
"Masih teman sma plus kuliah tuan dulu kan."
__ADS_1