Jodohku Teman Smp

Jodohku Teman Smp
48


__ADS_3

Andri pun melepas telepon dari genggamannya dan wajahnya pun berubah menjadi pucat. Semua pun ikut khawatir melihat ekspresi andri yang seperti itu


"Siapa dad?" Tanya delisha.


"Ed edwin ke kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit ****." Ucapannya dengan tatapan kosong.


"Apaa!....." Teriak mereka semua.


"Kalau gitu kita kesana sekarang!" Ucap candra bergegas menyiapkan mobil dan segera menuju rumah sakit.


Ketika sampai di rumah sakit ternyata di sana sudah ada para saksi yang membawa Edwin ke rumah sakit dan sudah ada polisi yang sedang menyelidiki kasus ini. Delisha pun sangat histeris melihat anak dan cucunya itu mengalami kecelakaan, untung ada Anandita yang bisa menenangkan delisha.


"Permisi apakah kalian keluarga korban yang kecelakaan? " Tanya salah satu polisi.


"Iya saya ayahnya dimana anak dan cucu saya sekarang?" Jawab andri panik.

__ADS_1


"Anak dan cucu anda masih di dalam ruang operasi harap anda tenang dulu!"


"Yaallah selamatkan anak dan cucu ku hikss...." Delisha pun semakin histeris dan tubuhnya pun lemas seperti tidak punya tenaga lagi.


"Mami sabar ya..." Ucap clara menenangkan delisha.


"Sabar ya jengg kamu harus kuat." Ucap Anandita.


"Bagaimana kronologisnya kenapa kok sampai kecelakaan seperti ini?" Tanya candra.


"Menurut kepolisian diduga mobil saudara anda remnya blong dan kami masih menyelidiki untuk lebih lanjutnya." Ucap polisi itu.


"Perasaan baru dua hari lalu mobil saya diperbaiki di bengkel dan saya juga memakainya gak ada apa apa, tapi kenapa sekarang kok remnya blong." Tanya clara curiga.


Krekkk pintu operasi pun terbuka dan dokter pun muncul dari belakang pintu. Seketika semua orang pun berdiri kecuali delisha yang tubuhnya masih lemas.

__ADS_1


"Dokter gimana keadaan anak dan cucu saya mereka baik baik saja kan?" Tanya andri cemas tapi dokter itu masih diam saja dan dengan muka lesu.


"Dokter jawab!!" Teriak andri sambil mengguncang badan dokter itu.


"Sebelum nya kami minta maaf korban mengalami kecelakaan parah sehingga membuat tulang rusuk adik aziel patah dan menusuk paru paru kirinya juga jantung, dan saudara Edwin ia mengalami gagal otak ditambah ia memiliki kangker otak stadium 4.kami para dokter sudah berusaha mungkin untuk menyelamatkan nyawa mereka tapi takdir berkehendak lain ,dan kami juga tidak bisa melawan takdir jadi kami meminta maaf sebenarnya." Jelas dokter dengan muka lesu.


"Ma..ma..maksud dokter?" Tanya clara yang masih belum mengerti.


"Maksud saya korban sudah meninggal dunia jadi saya harap kalian harus sabar dan tabah, jasadnya akan diurus oleh suster dan akan segera di bawa ke rumah anda." Jawab dokter dan dokter itu pun segera pergi.


Andri pun frustasi ia berkali kali mengusap mukanya dan rambutnya. Sedangkan delisha semakin histeris dia sama sekali tidak bisa berkata apa apa selain menangis.


"Enggak enggak enggak mungkin yang didalam pasti bukan mas Edwin dan aziel, sekarang mereka sudah pulang dirumah dan mereka di sana sendirian. Ayo sayang kita pulang kasian mas Edwin sama aziel sendirian dirumah!" Ucap candra yang masih belum menerima kenyataan.


***Hai gaes maaf ya up nya mesti telat karena aku akhir akhir ini sibuk. ikutin terus ya cerita aku jangan lupa like, komen dan vote yaa thankyou....see youu☺***

__ADS_1


__ADS_2