
Kringgg kringgg ponsel cindi pun berbunyi. Cindi yang dari tadi mengurus tamu pun mengambil HP yang ada di sakunya
"Halo iya ada apa?" Tanya cindi to the poin karena ia sangat sibuk.
"Maaf mbk cindi mengganggu anda saya Luna pegawai butik, apa anda bisa ke butik sebentar disini ada kerusuhan sedikit. " Ucapnya dari seberang jalan.
"Ohh ini Lina ada kerusuhan apa emangnya?"
"Ini ada orang yang ngotot mencari nona Clara, padahal saya sudah bilang kalau nona Clara urusan keluarga tapi dia masih ngotot ingin ketemu."
"Ohh yaudah saya akan segera ke sana, tolong tangan ni orang itu dulu jangan sampai pelanggan lainnya merasa terganggu!"
"Siap mbk cindi." Cindi pun segera memutuskan panggilan secara sepihak.
'Ckk apa lagi inii. ' Gumamnya sedikit emosi.
Cindi pun langsung menuju butik menggunakan sepeda kakanya, tapi sebelum sampai di butik dia membeli makanan untuk pegawai yang ada di sana. Ketika cindi sudah di depan butik terlihat jelas di dalam butik banyak kerumunan orang dan ia pun berlari menuju ke kerumunan itu.
"Maaf ada apa ini?" Tanya cindi tegas.
"Nona Clara sudah datang!" Ucap salah satu pegawai.
"Ohh jadi ini yang namanya Clara kharisma Wijaya dan sekarang menjadi Clara wiranata!" Ucap perempuan itu sambil menunjuk cindi.
"Bukan saya adiknya kak Clara, masak kalian lupa sihh!" Protes cindi kepada pegawai itu.
" Ehh mbk cindi ya maaf mbk saya kira nona Clara, soalnya mbk kalau pakai kerudung mirip kayak nyonya clara."
"Untuk pelanggan kita yang terhormat silahkan kalian bubar dan melanjutkan yang apa yang Anda inginkan, dan anda ikut keruangan saya kita bisa bicara dengan kepala dingin gak perlu emosi." Pinta cindi sambil beranjak pergi dan perempuan itu pun mengikuti dari belakang beserta satu pegawainya juga yaitu lina.
Setelah sampai di ruang cindi Lina pun segera membuka pembicaraan.
"Maaf ini mbk orangnya yang dari tadi ingin mencari nona Clara." Ucapnya pun disambut dengan tatapan sinis perempuan itu.
"Saya kan sudah bilang atasi masalah ini jangan sampai mengganggu pelanggan kita, kalau gini jadinya pasti kak Clara akan marah!" Ucap cindi sambil memegang pelipisnya yang agak pusing.
"Siapa anda ada keperluan apa mencari kakak saya?" Lanjutnya sambil menatap perempuan tadi.
"Aku Angel aku ingin bertemu Clara sekarang bukan kamu!" Ucap perempuan itu geram.
"Anda bisa bilang ke saya biar nanti saya sampaikan ke kakak saya." Jawab cindi.
"Ini urusan ku dengan Clara jadi kamu jangan ikut campur, cepat suruh kakakmu yang murahan itu kesini! " Teriaknya sambil menggebrak meja cindi.
"Jaga sikap Anda lebih baik Anda pergi kalau hanya ingin mencari keributan disini!" Teriak cindi yang tak kalah keras.
"Dimana tukang pelakor itu?" Tanya angel emosi.
"Apa mulut Anda tidak pernah di ajarkan sopan santun, lina panggil satpam bawa pergi perempuan ini!" Pinta cindi dan lina pun bergegas menelpon satpam yang ada di depan.
__ADS_1
"Siapa kamu yang seenaknya mengusir ku dengan gampangnya! " Teriak angel.
"Dan siapa Anda yang menghina kakak saya dengan seenaknya!!" Jawab cindi melototi angel.
"Permisi ada apa ya mbk cindi?" Tanya satpam itu.
"Usir perempuan yang tidak mempunyai sikap sopan santun ini!" Pinta cindi dan satpam pun segera menarik tangan angel.
"Lepas aku bisa jalan sendiri dan untuk Clara tolong beritahu dia kalau aku akan merusak keluarganya itu!" Ancam anggel dan ia pun segera pergi.
"Huuhh astagfirullahalazim...." Ucapnya yang masih emosi.
"Lina ini makanan untuk kalian bagikan ke semua pegawai, saya mau pulang dulu tolong jangan sampai hal ini terulang lagi."
"Siap boss! maaf kan atas kelalaian kami."
Cindi pun beranjak pulang
Tapi ketika cindi ingin pulang tiba tiba ada yang memanggilnya dari belakang dan dia mengenal suara itu.
"Cindi! " Teriak orang itu dan cindi pun sontak kaget.
"Fauzan kamu kok disini?" Tanya cindi dengan muka bete.
"Iya aku mau beli baju buat kado adikku, kebetulan ya kita ketemu apa kita jodoh y" Goda fauzan tapi disambut muka Clara yang datar.
"Ohh gituu." Ucapnya cuek.
"Kamu gak tahu kalau aku emosi!" Teriak cindi geram.
"Ohh lagi erosi kamu."
"Emosi bukan erosi!😡"
"Yaudah kalau gitu ikut aku sebentar " Fauzan pun menggandeng tangan cindi menuju ke tempat ice crime yang ada di samping butik itu.
"Ishh ngapain sih kesini aku tuh mau pulang biar mood ku lebih baik!" Protes cindi.
"Sudah duduk di kursi itu aja tunggu aku sebentar!" Ucap Fauzan dan ia pun langsung meninggalkan cindi.
Tak berapa lama pun Fauzan kembali dengan membawa 2 ice cream rasa coklat.
"Nah ini silahkan dinikmati nona cindi jangan emosi melulu." Ucap Fauzan.
'Glekk....' cindi pun menelan ludahnya sendiri.
"Biasanya kalau adikku marah terus aku kasih ini pasti dia sudah gak marah lagi." Jelasnya yak perlu waktu lama pun cindi langsung mengambil satu ice creamnya dan segera memakannya sambil tersenyum.
Fauzan yang melihat tingkah laku cindi pun ikut tersenyum dan gemas. Ia terus memandangi cindi yang sedang memakan ice cream. Tak butuh waktu lama satu cup ice cream pun habis dimakan cindi.
__ADS_1
"Hmmm enak satunya buat aku juga dong." Ucap cindi sambil tersenyum.
"Ambil aja." Cindi pun senang dan langsung memakan satu ice cream lagi seperti anak kecil.
"Kenapa kamu kok pakai baju serba putih?" Tanya Fauzan yang barusan ia sadari.
"Itu mas Edwin dan aziel kemarin meninggal dunia dan tadi barusan dikuburkan." Seketika Fauzan pun kaget.
"Inalilahi wanalilahi rojiun aku turut berduka ya." Ucap Fauzan yang agak sedih.
"Iya namanya juga takdir zan kita gak akan tau kedepannya seperti apa yang penting kita terus berusaha dan berdoa."
"Terus kamu tadi kenapa kok kelihatannya emosi banget?"
"Iya tadi itu ada orang yang membuat keributan di butik, masa iya orang barusan kenal langsung menghina kak Clara Itu kan gak sopan!" Jawabnya sambil menikmati ice cream.
"Ohh lain kali jangan sering sering emosi nanti struk di tempat lo." Ledek fauzan.
"Hmmm...." Hanya itu yang bisa cindi ucapkan.
" lNgomong ngomong kamu cantik kalau pakai kerudung." Goda fauzan.
"Emang dari lahir aku sudah cantik." Ucapnya santai.
"Hmm pede amat maksud aku itu kamu kalau pakai kerudung mirip kak Clara cantik bukan kamunya yang cantik!" Ledek fauzan.
"Isshh dasar menyebalkan untung sayang." Ucap cindi keceplosan.
Seketika fauzan yang mendengar itu pun hatinya berbunga bunga
"Apaa kamu bilang apa untung sayang?"
'Aduhh ni mulut selalu keceplosan.' Batin cindi.
"Emm iya sayang kan kalo kata sayang itu untuk semua orang tapi kalau kata cinta hanya untuk satu orang aja. Jadi aku sayang kamu sayang Kak Clara sayang keluarga aku sayang semuanya, mangkanya lain kali jangan ke geer an dulu!" Alasan cindi dan seketika Fauzan pun kesal dengan ucapan cindi.
"Hahaha satu sama." Tawa cindi yang merasa puas.
.......
"Sudah ya tawanya sekarang kita kebawah yuk kenalan sama keluarga om." Ucap candra.
"Ayo omm aku mau!" Jawab cinta semangat.
"Oke let's goo!" Sahut Clara dan mereka pun langsung turun menuju ruang tamu.
Ketika turun mereka senua yang ada di ruang tamu pun menatap tajam menuju anak kecil itu.
Semua orang terlihat tampak gemas dengan cinta, karena cinta sangat imut dengan rambut lurusnya yang di kuncir dua.
__ADS_1
"Imut nyaa...." Gumam Anandita sambil tersenyum.