
"Yaudah kita keatas dulu ya ma mau mandi sama sholat maghrib, ayo sayang kita keatas." Ucapnya.
"Nanti kalau sudah selesai turun kebawah ya kita makan malam bersama!" Teriak Anandita.
"Oke....👌" Jawab Clara sambil menaiki tangga.
Di kamar candra duluan yang masuk kamar mandi karena ia kebelet pup, jadi Clara mengalah untuk menunggu candra sampai selesai. Sangking lamanya candra dikamar mandi tanpa sadar Clara pun tertidur dengan pulasnya.
"Nak kami minta tolong asuh lah anak saya yang, sekarang ia tidak punya siapa siapa nak." Ucap Ibu paruh baya yang sedang memakai baju putih dan sampingnya juga ada bapak paruh baya yang dari tadi melihat kearah lain dengan muka sedih.
"Maaf saya tidak tau anak anda dimana?" Ucapku bingung.
"Itu nak yang sedang disana." Ucap bapak paruh baya itu sambil menunjuk ke suatu tempat, ternyata ada anak kecil perempuan yang sedang berjongkok dan menangis.
Aku tidak tau wajahnya karna aku hanya melihat nya dari belakang saja, aku penasaran siapa anak itu dan ketika aku ingin melihatnya ada suara teriakan dari belakang aku.
"Abi itu umi aku, umi aku rindu." Teriak Aziel yang sedang berlarian menuju perempuan yang tak jauh dari mereka.
"Siapa itu kenapa wajahnya bersinar aku tidak bisa melihatnya, dan kenapa mereka semua memakai baju putih?" Batinku.
"Mas Edwin aziel!" Sapa ku.
"Latu disini ya lihat Latu aku cekarang punya keluarga lengkap aku senang Latu, abi umi ayo kita kecana." Ucap Aziel senang.
__ADS_1
Disana mas Edwin hanya tersenyum saja dan seketika ia berkata kepada aku
"Tolong jaga mami, daddy sama candra ya." Ucapnya.
"Maksudnya? " Aku bertanya tapi malah semua hilang dan aku didalam kegelapan aku pun berteriak.
"Akhhhh......" Teriak ku tapi aku merasakan ada yang menepuk pipiku dan teriak memanggil aku, aku pun bangun dari mimpiku.
"Sayang Clara bangun kamu kenapa?" Tanya candra khawatir karena tadi ia melihat istrinya berteriak dan berkeringat dingin.
"Honey aku mimpi aneh tadi! " Clara pun menceritakan semuanya yang ada dalam mimpinya.
"Mangkanya sayang kalau mau maghrib jangan tidur pamali, Ya ini akibatnya kamu jadi mimpi aneh aneh. Udah sana kamu mandi aku tunggu jangan lama lama nanti waktu magribnya habis."
"Huhhh yaudah aku mandi dulu." Ucapnya.
"Nungguin lama ya." Tanya Clara gak enak karena semua orang sudah ngumpul disana.
"Nggak kok tenang aja." Jawab cindi.
"Yaudah ayo makan aziel dah lapel." Semua orang pun tertawa melihat aziel yang kelaparan.
Setelah selesai makan mereka pun langsung mencar deng sendirinya. Candra dan Clara memutuskan ke kamar karena mereka sangat capek, Orang tua Clara dan candra sedang diruang tamu entah membicarakan apa, Edwin dan aziel sedang di mushola untuk mengaji bersama sedangkan cindi sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"Honey kamu pakai sampo apa kok wangi banget aku sukaa sekali?" Tanya Clara yang sedang menghair dryer rambut candra yang masih basah.
"Aku kan pakai sampo kamu sayang, aku gak pernah pakai yang lainnya." Jawabnya yang sedang duduk di bawah lantai sedangkan Clara duduk di sofa.
"Masa sihh badan kamu juga wangi aku suka jadi pingin dipeluk." Ucapnya sambil mematikan hair dryer nya.
"Kamu kok manja sih." Candra pun menggendong Clara menuju ke kasur dan menyerbu semua muka Clara dengan ciuman
'muahh muahh muahh'
"Hehehe jangan gitu honey geli!"
"Kan kamu sendiri yang minta. "
"Aku kan minta dipeluk bukan dicium kayak gitu."
"Yaudah sini." Clara pun menyenderkan kepalanya di dada bidang candra dan candra pun memeluknya erat.
"Aku sayang banget sama kamu honey aku gak rela kamu disentuh perempuan lain!" Ucapnya sambil menggerakan jari lentiknya di perut candra seperti sedang menggambar. Seketika candra pun teringat masalahnya yang belum selesai dan ia bingung harus menyelesaikan bagaimana.
"Sayang aku mau cerita jujur sama kamu tapi kamu jangan marah ya." Ucap candra sambil membelai rambut Clara.
"Hmm iya." Jawabnya yang tidak mau merubah posisi nyamannya.
__ADS_1
"Huhhh jadi gini sayang aku punya temen perempuan dia mungkin menyukai ku tapi aku tidak menyukainya kan aku sudah punya kamu, dan disuatu saat aku dijebak olehnya aku tidak tau apa yang dia lakukan aku dibius olehnya dan aku tidak tau apa apa. Dan ketika aku sudah tersadar tubuh aku dan dia sudah tidak memakai sehelai kain apapun. Aku mohon maafkan aku kamu jangan marah ya sama aku karena aku pada saat itu dijebak. Kalau kamu marah ya gapapa sayang kamu hukum aku apa aja aku Terima, tapi janji jangan pisah dengan aku ya." Ucapnya keringat dingin.
Jangan lupa like dan komen😇☺