
"Assalamu'alaikum!" Sapa cinta tersenyum lebar.
"Waalaikumsalam MasyaAllah cantiknya." Jawab andri sambil membelai kepala cinta.
"Nah itu daddy om namanya andri, kamu panggil kakek aja." Jelas candra.
" Hallo kakek." Ucap cinta.
" Halo juga sayang kamu imut banget sihh." Ucap andri gemas.
"Nah kalau yang itu papanya tante Clara namanya Abraham dipanggil apa ni." Tanya candra ke Abraham.
"Haii cantik panggil aja yeyang aja kalau kakek ketuaan." Seketika semua orang pun tertawa.
" Hahaha papa ini sudah tua gak mau ngaku udah punya cucu juga." Celetuk anandita.
" Biarin napa pokoknya kamu panggil yeyang aja ya!"
" Hmm iya yeyang." Jawab cinta.
"Nah kalau yang disamping yeyang itu mama tante coba kamu kesana." Jelas Clara tapi cinta agak malu malu.
"Sini sayang jangan malu malu sama oma!" Ujar Anandita sambil membuka kedua tangannya agar cinta memeluknya, cinta yang dapat isyarat itu pun langsung lari dan memeluknya.
"Uhh kamu tau gak sesuai nama kamu oma juga cintaa banget sama kamu." Ucapnya sambil melepas pelukannya.
" Cinta juga sayang dan cinta sama kalian semua, kalian semua baik padahal kita gak saling kenal. Ibu dulu pernah bilang kalau ada orang yang baik sama aku nan.. " Ucapnya pun terpotong karena delisha keluar dari kamar dan berteriak.
" Aziel itu suara aziel kan?" Teriaknya sambil lari menuju ruang tamu sambil tersenyum.
" Mami mami sudah bangun? sini duduk sini dulu minum ya biar tenang." Ucap andri sambil memberikan air putih.
Mata delisha pun menuju ke arah cinta dengan raut muka yang bingung. ' Dimana aziel bukannya tadi aku mendengar suaranya? kenapa disini malah muncul anak ini, anak siapa ini? Kenapa ada disini? ' gumamnya dalam hati yang penuh dengan pertanyaan. Cinta pun yang ditatap begitu pun takut dan langsung lari dan bersembunyi dibelakang Clara.
Setelah delisha agak tenang andri pun menceritakan semuanya, setelah menceritakan semuanya delisha pun menerima cinta dengan ikhlas dan ia pun segera memeluk cinta sambil menangis.
__ADS_1
" Selamat datang di keluarga kami nak, kamu tau nenek sangat terharu dengan ceritamu itu. Semoga ketika kamu bergabung dengan keluarga kami kamu menjadi anak yang baik dan sholeha ya." Ucap delisha sambil menangis.
"Nenek kok nangis, jangan nangis ya!" Ucap cinta sambil mengusap air mata delisha dengan tangan kecilnya itu.
Tak berapa lama cindi pun datang bersama Rico yang kebetulan bertemu didepan tadi. Cindi yang masuk rumah pun kaget melihat ada anak imut di sana dan hatinya pun mulai bertanya tanya.
" Kak anak siapa itu kok imut banget." Tanya cindi sambil melongo.
" Anak kaka lahh nanti aja minta Rico yang ceritain soalnya ceritanya panjang, ohh iya cinta itu adik tante kamu panggil aja aunty." Jawab Clara.
" Halo, aunty! nama aku cinta." Sapa cinta.
" Halo cantik iya salam kenal ya." Ucapnya sambil duduk di sofa yang kosong.
" Ohh iya kak tadi ada kerusuhan sedikit di butik, tadi itu ada orang namanya anggel dia marah marah di butik. Terus dia itu minta ngotot ketemu kaka dan juga jelek jelekin kaka." Lanjut cindi.
' Anggel ngapain di ke butik Clara?' Gumam candra.
" Ohh mungkin saingannya kaka, sudah biarin aja kamu juga jangan terlalu di bawa emosi." Jawab santai Clara.
" Iya namanya bisnis ya gitu ada aja yang ingin jelekin kita, tapi selagi gak keterlaluan sudah biarin aja gak usah di ladeni." Sahut Abraham.
" Riko ada masalah penting kok muka kamu kayak tergesa gesa gitu?" Tanya candra.
" Iya tuan saya tadi dapat kabar dari kepolisian bahwa ada orang yang sengaja memutuskan selang rem pada mobil anda sebelum dipakai alm mas Edwin. " Jelas Riko sontak semua orang pun kagetm
"Apa kok bisa siapa yang sengaja memutuskan selang remnya?" Ucap candra.
"Kalau itu masih Desilidiki oleh aparat kepolisian tuan."
"Yasudah lah can serahkan saja kepolisi kamu jangan banyak pikiran, emm besok daddy akan memanggil teman daddy kerja satpam disini." Sahut andri.
" Bukannya disini ada CCTV ya?" Tanya cindi.
"Hmm kita sudah pasang tapi masih belum lengkap jadi CCTV masih belum dinyalakan" Jelas Clara.
__ADS_1
" Ohh iya satu lagi saya mengingatkan bahwa nanti ada resepsi teman nona Clara " Ucap Rico.
" Ohh iya sekarang kan pernikahan anton dan bela, haduhh dateng gak ya?..." Tanya Clara menepuk jidat.
" Udah datang aja! kasian mereka sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara itu tapi tamu yang diundang nya gak dateng." Sahut delisha.
"Yaudah nanti malam kita kesana, cinta kamu ikut ya nanti om kenalin ke teman teman om! " Ucap candra.
"Hmm emangnya boleh om?"
"Boleh dongg..... Emm mau gak mulai sekarang kamu panggil kita ayah sama bunda?" Tanya candra.
Cinta pun mengangguk sambil berkata " Ayah.....bunda....." Ucapnya sambil menunjuk candra dan setelah itu Clara.
"Aku senang punya orang tua baru!" Lanjut cinta sambil tersenyum gembira.
"Hahahaha." Semua orang pun tertawa.
........
Hari pun menjelang malam candra, Clara dan cinta pun sudah siap untuk menuju ke pesta dengan baju yang serasi. Mereka bergegas menuju ke gedung yang tertulis di kartu undangan itu dan tak butuh waktu lama pun mereka akhirnya sampai.
" Halo broo! selamat ya akhirnya nyusul kita married jjuga." Ucap candra memberi selamat ke anto dan bela.
" Haii makasih ya, kita juga mau ngucapin turut bela sungkawa ya atas meninggalnya mas Edwin dan aziel." Jawab anton dengan ekspresi sedih.
"Haii aduhh sahabat ku akhirnya nikah juga, sekarang tinggal dua sejoli tuhh jadi nikah atau enggak?" Sindir Clara sambil melirik luna yang ada disampingnya.
"Tinggal tunggu restu, kalian tunggu aja sampai kartu undangan tersebar." Jawab santai luna.
" Anak kamu imut ya ra udah imut manis cantik lagi, kapan kapan kamu main ke rumah tante ya dekk ihh gemes dehh." Ucap bela sambil mencubit pipi cinta dan cinta pun hanya tersenyum saja.
"Hehh ini bukan boneka main di cubit aja!" Protes clara
"Kelihatannya ada yang gak sabar tuh pingin punya anak." Ejek satria dan seketika muka bela pun memerah karena malu.
__ADS_1
" Hahahaha " Semua orang pun tertawa melihat pengantin baru itu.
jangan lupa like dan komen yaaa. see youu