
"Apa yang kamu maksud di jebak nak! Hikss ustru kamu yang menjebak clara dari belakang, kamu selingkuh dan di..dia ha..hamil anakmu... Kami kecewa dengan mu hikss!" Ucap delisha sambil terus menangis.
"Ma... Ma... Maksdunya?" Tanya cindi yang sudah di depan pintu masuk.
"Cindi kamu kesini!" Ucap candra kaget.
"Kak apa yang dibicarakan tante tadi benar?" Tanya cindi sekali lagi.
"Kamu duduk dulu aku akan menjelaskan semuanya!." Cindi pun langsung duduk sambil merasa iba melihat delisha menangis.
"Aku harap percayalah kepadaku itu bukan anakku dan aku tidak pernah selingkuhi clara! Aku sekarang hanya di jebak saja, aku sudah melakukan tes DNA dan hasilnya kita tunggu saja." Jelas candra. Sedangkan cindi masih mencerna perkataan candra.
"Apa kamu ingin mengelak! sudah jelas ada bukti video bahwa kamu bercinta dengan dia!" Ucap delisha dengan suara nada agak tinggi.
Cindi pun sudah menangkap inti dari semua masalah ini. Ia pun ikut kecewa dengan kakak iparnya itu, cindi menoleh kanan kiri untuk mencari clara tapi nyatanya tidak ada.
"Dimana kakak clara?" Tanya cindi agak emosi dan khawatir.
"Ehmm itu clara sedang ada di sebuah desa xxx." Jawab candra sedikit bersalah.
"Pasti kak clara di rumah bude. Lagian kakak kok tega sih membiarkan kakak berpergian jauh, bukannya tadi kaka cerita sama aku kalau badannya agak gak enak!. Aku sangat kecewa sama kaka candra, aku kira kaka baik dan bisa menjaga kaka clara tapi nyatanya... Kaka tega menyakiti kak clara!!" Omel cindi yang jengah dengan candra, dan tak berapa lama andri pun keluar dari kamar karena mendengar keributan.
__ADS_1
"Ada apa ini kok ribut ribut!" Teriak andri.
"Ohh kamu sudah datang, dimana clara? Apa kamu lebih memilih pelak*r itu dan MENCERAIKAN CLARA?" Lanjutnya dengan penuh penekanan.
"Sudah cukup! apakah kalian tidak bisa memberiku pendapat atau membantu menyelesaikan masalah ini! Aku kan sudah bilang bahwa aku di jebak! Apa kalian tidak ada sekecil apapun itu mempercayai ku?." Teriak candra dengan mata sedikit berkaca kaca. Sedangkan andri kaget melihat putranya menjadi cengeng, padahal pada masa kecilnya dulu hampir tidak pernah menangis.
"Aku tau aku salah, tapi aku tegaskan lagi bahwa aku yakin itu bukan anakku! Aku di jebak entah apa itu alasannya ia menjebak ku, aku sudah mengurus semuanya dan tak lama bukti itu keluar. Terserah kalian percaya atau tidak yang terpenting AKU TIDAK AKAN MENCERAIKAN CLARA SEBELUM BUKTI INI KELUAR!." Lanjutnya dan ia pun langsung masuk menuju kamarnya dengan emosi yang ada dalam dirinya.
'Brakkk' Candra pun membanting pintu sehingga membuat semua orang kaget dan melongo.
Di dalam kamar entah izin siapa air mata candra pun keluar. Pria itu meneteskan air mata sambil melihat foto istri tercintanya dengan berbagai pikiran yang berkecamukan.
Candra mencoba menelfon clara berkali kali puluh meskipun semua itu sia sia karena clara tidak mengangkatnya padahal berdering. Sampai pada keberapa kali candra menelfon akhirnya clara pun mengangkatnya. Candra pun senang dan langsung menghapus air matanya dan menyunggingkan sedikit senyum.
"........" Clara diam tidak menjawabnya.
"Sayang clara apa kamu baik baik saja di sana?" Tanya candra.
"......." Lagi lagi clara tidak menjawabnya.
"Clara aku mohon maafkan aku! Aku merindukanmu sayang, aku mohon jangan tinggalkan aku! Maaf kan aku sayang hikss..." Ucap candra dengan suara terisak isak karena air matanya tak bisa di bendung lagi.
__ADS_1
Clara yang mendengar isak tangis candra pun kaget. Ia sangat iba dengan suaminya itu ingin rasanya memeluk candra sekarang.
"Aku ngantuk ingin tidur, kamu tidurlah!"
'Tuttt...' Clara pun langsung menutup sepihak panggilan telepon.
Ada perasaan lega di hati candra ketika mendengar suara clara. Ia pun memilih memejamkan mata dan bersiap untuk besok menjemput clara.
..............................
Hari pun berganti dengan cepat sudah 3 hari candra dan clara terpisah. Dua hari kemarin candra sudah semangat dengan menjemput ara tapi sayang angel telah merengek dan membujuk candra untuk terus bersamanya selama sehari.
Lalu keesokkan harinya orang tua clara datang untuk meminta semua penjelasan kepada candra. Candra pun meyakinkan mereka dan tidak akan mengambil keputusan untuk menceraikan clara.
Dan sekaranglah waktu untuk candra menjemput clara. Ia segera menuju ke tempat yang sudah dikirim oleh riko.
'Sayang kamu harus pulang dann kembali kerumah, sungguh aku sangat merindukan mu clara!' Dialog candra dengan melakukan mobil diatas rata rata alias ngebut.
Setelah 3 jam melewati kemacetan dan jalan yang sempit dan naik turun, candra pun telah sampai tepat di depan rumah yang di tunjukan riko. Terlihat disana clara yang sedang melamun sambil memainkan rumput.
"Assalamu'alaikum Clara! Apa kabarmu sayang?" Sapa candra dengan perasaan bahagia karena akhirnya rindu telah terobati.
__ADS_1
Clara yang mendengar suara itu pun kaget. Ada rasa rindu di hatinya tapi juga ada rasa marah uang sangat meluap lupa. Clara pun membalikkan badannya dengan mata berkaca, terlihat di sana suaminya yang tepat ada di depannya dengan pakaian yang kacau.
"Ayahh ayah kesini!" Teriak cinta yang sedang bermain dengan temannya.