Jodohku Teman Smp

Jodohku Teman Smp
65


__ADS_3

"Jadi gimana hubungan rumah tangga kalian?" Tanya andri dengan nada yang tegas.


"Huahhh.... Hikss.... Hiksss...."


Seketika clara pun langsung menangis, ia bingung harus melakukan apa untuk menghadapi semua ini. Dari lubuk hati yang dalam ia sangat mencintai candra dan rela ikhlas untuk candra menikahi wanita lain yang terpenting ia masih terus bersama dengan candra. Tapi disisi lain ia takut kalau pada saatnya ia tak kuat dengan semua ini, ia takut candra nantinya lebih memilih angel dan ia akan terlupakan.


Sedangkan anandita yang melihat anaknya sedih ou langsung memeluk clara. Ia sangat kecewa dengan candra karna telah membuat anaknya seperti ini. Di lain sisi delisha sebagai orang tua candra pun sedikit tidak enak dengan anandita karena ia gagal dalam mendidik anaknya itu.


"Besok kita akan ke rumah sakit dan semua bukti akan terjawab besok. Aku juga nanti akan membawa orang yang ikut bersangkutan dalam masalah ini. Aku yakin kalau dia bukan anakku!"


"Jika itu sangat terbukti bahwa yang ada didalam kandungannya anakmu apa kamu masih mau mengelak. Jujur sebenarnya aku sangat kecewa samu kamu can! seumur hidup aku gak pernah buat anakku seperti ini, aku selalu ingin membahagiakan kan anak keluargaku dan sekarang kamuu melakukan hal ini!" Ucap abraham dengan nada yang sangat kecewa.


"Jika anak yang di dalam kandungan angel adalah anak candra aku tidak akan meminta cerai. Menikahlah demi anakmu itu aku ikhlas jika kau menikah lagi, dan justru aku akan belajar menjadi istri yang lebih baik dari sekarang!" Sahut clara dengan suara yang bergemetar dan mengusahakan agar dirinya berfikir dewasa.


Semua orang yang ada di sana pun terkejut dengan keputusan clara itu, terutama candra ia serasa sangat bersalah kepada clara.


"Nak kamu beneran mengambil keputusan itu?" Tanya devi sambil memuji ketegaran clara dalam hatinya.


"Iya aku sudah mengambil keputusan itu secara matang matang." Jawab Clara dengan menampilkan senyum palsunya.


"Hemm mama papa boleh kah aku tidur dengan kalian? Kepalaku sangat pusing dan aku ingin istirahat dengan kalian." Ucap clara sambil mengeluarkan wajah imutnya.


"Bolehh kok! , enggak boleh!" Dua jawaban berbeda dari mereka.


"Ihh papa kenapa sih aku tuh kangen tidur bareng kalian kenapa papa gak bolehi😟." Protes clara.


"Kamu kan sudah besar nakk, lagian kamu kalau tidur banyak tingkahnya papa kan sudah tau takut kalau tidur sama kamu punggung papa encok." Jawab abraham dengan sedikit penekanan.


"Braham kasihan anakmu itu, jadi orang tua jahat banget sihh!" Tegur devi.


"Hehehe iya iya kak Boleh kok, yaudah ayo kita tidur hari sudah malam." Ucap abraham pasrah.

__ADS_1


"Kalau gitu aku juga ikut tidur kalian satu kamar." Sahut cindi yang tak mau kalah. Abraham yang ingin menolaknya pun tak jadi karena sudah di pelototin devi terlebih dulu.


"Yaudah ayo kita tidur, mama juga kangen sama anak anak mama yang cantik ini😘." Ucap anandita dengan penuh kasih saya. Mereka pun langsung masuk kamar tanpa memperdulikan papanya yang masih diam.


'Yang bener aja satu ranjang 4 orang,mana sudah pada gerang lagi😵." Gerutunya sambil menyusul para malaikat perempuannya itu.


Setelah kepergian keluarga yang selalu heboh itu, orang tua candra dan devi pun juga ikut masuk ke kamarnya masing masing. Tinggalah hanya candra yang masih duduk di ruang tamu sambil bergulat dengan pikirannya.


"Tuan oh tuan!" Panggil riko membuat candra tersadar dari lamunannya.


"Hmmmm..." Hanya itu jawabannya.


"Cinta sudah tidur terus sayur mayur juga sudah saya masukkan ke kandang. Dan sekarang saya cuma mau bilang kalau saya mau pulang." Ucap riko.


"Ya sudah pulanglah, ohh iya jangan lupa ingatkan doni lagi agar besok membawa karina dan angel"


"Ohh oke nanti akan saya sampaikan, tapi ada satu hal tuan bolehkah saya pinjam uang 50.000 buat beli bensin😅."


"Ambilah uang seratus ribu di mobilku, gak usah dikembalikan dan besok juga kartu kamu yang di pakai clara nanti aku kembalikan sekalian aku isi gajian sebulan ini."


"Waalaikumsalam."


'Huhh alhamdulillah rejeki anak soleh bisa buat makan juga ni pas juga perut lapar. Isi bensin dulu terus beli makanan langsung pulang dehh." Gumam riko dengan perasaan bahagia.


Esok harinyaa...


Clara pun melakukan kegiatan seperti biasanya, bedanya ia sekarang lebih sibuk mengurus cinta untuk pertama kalinya ia sekolah. Mulai dari memandikan sampai menyiapkan bekal ia yang melakukan semuanya.


Setelah clara dan cinta sudah siap untuk menuju sekolahan, seketika semua orang pun ingin ikut dan sekalian langsung kerumah sakit. Mereka telah siap untuk nengantarkan cinta sampai sekolah. Dua mobil juga telah di siapkan untuk keberangkatan mereka.


Setelah melewati jalan yang sepi karena masih pagi akhirnya mereka pun sampai di depan sekolah taman kanak-kanak tanpa telat. Clara pun turun mewakili keluarga mereka untuk mengantar cinta sampai kelasnya.

__ADS_1


"Muahh... Belajar yang pintar ya nak." Ucap Clara dengan dengan kasih sayang dan mencintai pipi cinta.


"Siap bun!" Jawab cinta, dan setelah itu ia pun segera masuk kelas dan duduk disamping anak perempuan yang gak kalah imutnya seperti cinta.


Clara pun masih diam melihat cinta yang tak lama sudah bergaul dengan teman disekitarnya. Cinta memang sangat pintar dalam bergaul, ia sangat suka kalau banyak teman.


Skipppp...


Semua orang sudah berkumpul di sebuah ruangan di rumah sakit. Suasananya pun sangat canggung mereka semua tidak sabar menunggu hasil itu keluar. Terlihat juga wajah angel sedikit pucat dan keringat dingin sehingga membuat beberapa orang curiga terutama devi yang dulu ahli psikolog.


"Ehmm mohon maaf kenapa saya di ajak kesini ya?" Tanya karina.


"Kamu diam aja dulu!" Ucap candra ketus.


Beberapa menit kemudian akhirnya dr Rekza pun muncul bersama rekan kerjanya. Ia membawa banyak dokumen dan salah satunya adalah dokumen hasil tes DNA kemarin.


"Halo semuanya, wah ada pak andri! Apa kabar pak?" Sapa dr Rekza untuk bahasan basa basi terlebih dahulu.


"Alhamdulillah baik." Jawab andri.


"Hemm okelah kalau begitu. Kelihatannya kalian gak sabaran ya melihat hasil tes kemarin, lagian kemarin pas tes cuma tiga orang deh kenapa sekarang malah sekampung." Canda rekza dan seketika candra pun melototi rekza agar tidak terlalu basa basi.


"Hahaha gak lucu ya, yaudah kalau gitu saya jelas kan terlebih dahulu dari awal pertamanya. Jadi 5 hari yang lalu candra kesini meminta untuk melakukan tes DNA. Saya tentu kaget dan untung saja saya penerbangan ke Singapura besoknya jadi sekalian saja menentukan semua tesnya disana dengan teknologi yang canggih. Pada akhirnya tes ini pun keluar hari ini juga demi sahabat keras kepala saya. Show saya harap ketika kalian sudah membacanya tolong jangan histeris ya, karena ini rumah sakit takut kalau kalian histeris jenazahnya pada bangun semua. Jadi ini silahkan kalian baca hasil tesnya." Jelas rekza sambil memberikan amplopnya.


Clara pun dengan ragu mengambil amplop itu dan kembali duduk ketempat asalnya. Ia sangat grogi ketika ingin membukanya, ada rasa khawatir dan takut dalam dirinya.


"Ya pastilah hasilnya positif, anak ini itu beneran anak dia karena dia sudah menodai aku!" Sahut angel dengan percaya diri.


Clara yang sedikit panas dengan ucapan angel pun langsung membuka selembar kertas yang berada di dalam amplop itu. Ketika Clara membacanya ia pun menangis dan memberika kertas itu ke papanya. Seketika semua orang yang ada disana pun kaget dan langsung menatap abraham dengan ekspresi ingin tahu.


Abraham pun langsung membacakannya...

__ADS_1


Dan ternyataaaaa........


Apa yaa hasilnyaaa kenapa Clara menangisss.... 😱


__ADS_2