
"Ada apa sayang kok teriak teriak?" Ucap candra dengan rasa khawatir.
"Itu loh two cats ku sayur sama mayur kok bertengkar sihh, mereka kan saudara! " Ucap clara panik sambil mendekati kedua kucing itu dan memisah nya.
"Ada apa sihh kak malam malam kok teriak teriak!" Protes Anandita.
"Ini loh ma kucingku bertengkar nanti kalau ada yang luka gimana, hushh sudah jangan bertengkar kita itu harus hidup rukun!" Ucap clara sambil menggendong mayur biar tidak bertengkar lagi.
"Sayang biarin napa lepasin aja, mereka itu mau kawin biarin sudah kasian orang sudah mau nikmati kawin malah kamu pisah."
"Meongg......" Kucing itu pun mencakar tangan clara.
"Auww sakit mayur kamu itu, bunda gak ngajarin kamu galak lo ya. Gak aku kasih makan tau rasa kamu! " Gerutu clara sambil melihat tangannya yang dicakar.
"Hahaha mangkanya kalau kucing lagi kawin itu jangan diganggu, kualat kan kamu sama kucing! " Sahut Abraham yang sedang duduk membaca koran.
"Sudah duduk situ jangan kemana mana aku mau ambil obat P3K dulu." Ucap candra dan bergegas mencari obat p3k.
"Sayur mayur kalau kawin jangan berisik, kalau berisik kelihatan kalian seperti bertengkar bukan mau buat anak. Buat anak aja bangunin orang sekampung, dimana mana kalau buat anak itu dikamar ini malah didepan orang orang!" Omel clara yang melihat kucingnya meong meong gak jelas.
"Ya namanya hewan ia kan tidak punya akal, mangkanya jadi orang itu imamnya harus lebih kuat. Orang kalau ia sangat tulus dan setia kepada Allah imannya juga kuat, derajat kita akan lebih tinggi dari derajat malaikat. Dan sebaliknya kalau kita tidak pernah ingat Allah menyepelekan Allah, maka derajatnya akan sangat rendah dan bisa juga dibawahnya hewan." Nasihat anandita sambil mengelus rambut clara seperti anak kecil.
"Sini tanganmu biar aku obatin." Ucap candra yang barusan datang sambil membawa obat p3k dan clara pun memberikan tangannya.
"Kok bisa ya ma kan padahal malaikat itu makhluk ciptaan Allah yang sangat ia cintai, sedangkan kita hanya manusia biasa selalu membuat dosa? " Tanya clara serius.
__ADS_1
"Tanya aja sana sama ustadz, udah ayo ma tidur aku dah ngantuk! " Sahut Abraham sambil menarik tangan anandita.
"Hmm dasar papa mau tidur aja ngajak mama kayak anak kecil aja!" Sindir clara sinis.
"Papa gak bisa tidur kalau gak nyentuh kulit mama! " Teriak Abraham dari dalam kamarnya.
"Sudah bibirnya jangan di miripin kaya Bebek gitu, sekarang kita hari tidur aku sudah ngantuk besok aku kerja terus ngurus administrasi di rumah sakit! " Ujar candra sambil menggendong clara tanpa izin dari clara.
"Tidur apa tidur, kamu aja langsung tidur gak mungkinn. " Ledek clara.
Pagi pun tiba clara tidur sangat nyenyak sampai gak tau sekarang sudah pukul 8 pagi. Dan ini baru pertama kali candra bangun terlebih dahulu, dan ia serasa bangga karna ia bangun terlebih dahulu.
'Hmm enak banget bangun lebih dulu dari ' Gumamnya.
"Ahh honey masih pagi jangan mulai dehh!" Ucap clara yang sudah terbangun.
"Yaampun kamu telat kerja honey, sudah ayo kamu segera mandi sana keburu telat lohh." Omel clara kepada candra.
"Gak mau lima menit lagi yaa." Tawar candra dan seketika HP clara berbunyi, disana tertulis nomer kontak bela yang sedang menghubungkan video call.
"Honey bela video call ni, kamu berhenti dulu ya." Ucap clara yang menghentikan aksi suaminya.
"Gak mau biarin aku nikmati sebentar napa, kamu tutupi saja pakai selimut biar gak kelihatan!" Jawab candra dan clara pun segera menutupi tubuhnya dengan selimut dan langsung mengangkat video call nya.
"Yaampun kamu barusan bangun tidur, begadang apa semalam? " Ucap dari sebrang sana.
__ADS_1
"Bukan urusanmu, kamu jadi kesini gak kalau gak nanti aku pergi. Aku dari tadi nungguin kamu lohh." Jawab clara berbohong.
"Iya nungguin aku dari dalam mimpimu, emang ada orang nungguin teman sampai ada keteknya besar gitu." Celetuk bela dan clara pun langsung membersihkan matanya, dan ternyata emang benar disana ada ketek nya yang besar.
"Hehehe kamu kalau ngomong terlalu jujur tau gak." Ucap clara cengengesan.
"Candra mana kerja? " Tanya bela.
"Ini...." Jawab clara sambil melihatkan candra yang ditutupi selimut.
"Yaampun sudah siang masih nyusui baby besar, woyy rumah diurus jangan ngamar aja!" Teriak bela membuat candra menghentikan aksinya.
"Apaan sih sewot aja, mangkanya nikah ya itu akibat kelamaan jomblo jadi sering sewot." Sahut candra.
"Jangan ngejek calon istriku, kalau gk mau aku telen gak pakek dikunyah dulu!" Ucap anton yang ternyata ia sudah di samping bela.
"Tunggu calon istri maksudnya?" Tanya clara
.
.
.
.
__ADS_1
.
J****angan lupa komen dan like yaa* :')