
"Iya kemarin aku dijebak sama dia di hotel, dan ketika disana aku tidak tau apa apa bangun bangun tidur kita berdua sudah tidak memakai sehelai kain apapun." Ujarnya dengan muka lesu.
"Uhuk uhuk......" Doni pun terkejut mendengar cerita candra sedangkan riko menjadi pendengar setia karena ia tidak mengetahui apapun.
"Kok bisa tuan jangan sampai tuan berhubung badan dengannya?"
"Aku juga tidak tau don ketika aku sampai hotel aku terkejut kalau klien ku ternyata dia, dan ketika aku ingin pulang aku sudah tidak ingat apa apa bangun bangun sudah begitu." Ucapnya frustasi.
"Terus nyonya Clara tau tentang ini?"
"Aku gak berani cerita kepadanya, dan kamu riko jangan ceritakan Clara sebelum saya cerita sendiri kepadanya." Riko pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Semoga saja gak ada hal hal yang fatal aku ingin hidup bahagia dengan istriku!"
"Aminn......" Ucap mereka serentak.
Hari pun sudah mulai sore Clara dan cindi sibuk berbelanja di mall, Clara yang sibuk belanja pakaian dan juga kebutuhan rumah begitu juga cindi.
Ketika puas mereka pun duduk di tempat tunggu yang sudah disediakan didepan mall, dan tidak berapa lama mobil candra pun datang untuk menjemput mereka.
"Wauww ada banyak orang ya, aku duduk dipaling belakang aja deh kalau begitu." Ucap cindi dan ia pun duduk dikursi paling belakang karena didepan sudah diisi riko dan doni yang sedang menyetir, sedangkan Clara duduk di samping candra.
"Sayang kamu belanja jam alarm banyak banget." Tanya candra yang sedang melihat belanjaan istrinya itu.
__ADS_1
"Iya honey aku tuh sekarang tertular kamu tau gak kalau tidur telat jadi aku beli ini deh biar gak telat lagi. "
"Ini lilik ya halo ternyata kita ketemu lagi, ganteng ya kamu sekarang!" Ucapnya sambil mengulurkan tangan ke riko.
"Hehehe sekarang riko mbk bukan lilik." Jawab riko sambil memegang tangan Clara.
"Sayang kamu hanya milikku." Rengek candra sambil merangkul Clara dan Clara pun hanya menggeleng geleng kan kepalanya saja dan tersenyum.
"Manja amat Kalah sama anak kecil aja!" Ejek cindi.
"Biarin napa mangkanya cepet kawin tuhh sama fauzan jangan cuma pdkt aja wekk. "
"Sudah jangan berantem, ohh ya honey mas Edwin sudah pulang kan." Tanya Clara.
"Yaudah kalau gitu kita beli sate yuk tiba tiba aku ingin sate tapi yang bikin kamu ya honey."
"Kamu kok aneh sihh sayang gak biasanya kamu gini, dimana mana penjualnya yang bikin bukan kita nanti pasti kita dimarahi kalau kita yang masak."
"Pasti ngijinin kok pliss mau ya, kalau gak aku nangis nihh!" Ucap Clara sambil matanya berkaca kaca🥺.
"Ihh yaudah deh don kita beli sate di tempat kita biasanya nongkrong aja, sudah jangan nangis lagian permintaan kamu lucu dehh gak biasanya kamu gini." Ujar candra heran.
"Aku juga gak tau tiba tiba aja kayak gini." Jawab Clara ikut bingung juga.
__ADS_1
"Tuan sudah sampai." Mereka pun langsung turun dari mobil dan segera menuju warung sate.
Disana sesuai permintaan Clara candra akhirnya pun diijinkan untuk membuat sate sendiri. setelah sate sudah matang mereka pun langsung pulang kerumah masing masing. ketika sampai rumah candra disana terlihat sangat ramai sekali dan ternyata keluarga mereka sekarang sedang berkumpul.
"Assalamualaikum!" salam candra dan Clara.
" Waalaikumsalam! " Jawab mereka serentak.
"Kak cindi cudah pulang habis dali mana?" Teriak Aziel berlari menuju cindi.
"Ihh gitu ya sekarang sudah ada kak cindi pengeran sama ratu mu ini kamu cuekkin." Sindir Clara dan semua orang yang ada diruang tamu pun tertawa.
"Kok mas Edwin gak istirahat?" Tanya candra.
"Emangnya ada kamar buat aku?" Jawabnya yang berada di kursi roda.
"Ya adalah kak Edwin disini tuhh ada 10 kamar hebat kan, mangkanya rumahnya besar banget ternyata isinya kamar semua. " sahut cindi.
"Nah itu kenapa aku beli rumah besar ya fungsinya itu, biar kalau keluarga ngumpul ada tempat untuk mereka istirahat. " ujar candra.
"Yaudah le kamu istirahat aja ya, ingat kata dokter tadi harus banyak banyak istirahat." ucap mami sambil mendorong kursi roda Edwin.
"Aku mau tidul sama abi, aku janji akan jaga abi gak nyusahin abi nanti." teriak Aziel sambil berlari mengikuti abi nya.
__ADS_1
"Hmm kasihan ya Aziel." ujar Anandita yang iba.