Jodohku Teman Smp

Jodohku Teman Smp
53


__ADS_3

Setelah berpelukan mereka pun memutuskan untuk pulang kecuali doni yang masih mengurus kasus ini. Ketika sampai dirumah ternyata disana masih banyak orang yang ingin melayat dan berbela sungkawa.


"Om kok rumah om banyak orang?" Tanya cinta.


"Hmm iya saudara om barusan meninggal kemarin." Jawabnya Dengan muka lesu.


"Udah ayo kita masuk kamu harus mandi sayang lihat tubuh kamu kotor." Ucap clara yang sudah turun duluan dari mobil.


"Assalamu'alaikum! " Ucap mereka bersamaan sebelum masuk ke rumah.


"Waalaikumsalam ya ampun candra pelipis kamu kok berdarah?" Ucap Anandita khawatir.


"Clara anak siapa yang kamu gendong? " Tanya andri dan mata semua orang pun.


"Nanti aku yang jelasin, cinta kamu mandi ya sama tante biar seger badannya! " Ucap candra.


"Baiklah om gantengg. " Jawabnya yang masih dalam gendongan Clara.


"Yaudah aku ke atas dulu ya." Pamit Clara.


Candra pun segera duduk di sofa sementara tamu pun juga sudah pulang semua karena hari menjelang sore. Anandita dengan sigap mengambil kotak p3k dan langsung mengobati kening Candra, sedangkan andir dan Abraham duduk di depan Candra.

__ADS_1


"Mami kemana dadd?" Ucap Candra clingak clinguk cari delisha.


"Mami kamu tidur mungkin dia lelah dari tadi gak tidur malah nangis terus." Ujarnya.


"Ohh iya itu siapa yang kamu bawa kesini, kamu kan tau keluarga kita sedang berduka!" Tanya andri penasaran.


"Namanya cinta amalia putri Aku tadi bertemunya di sekitar pemakaman dan ia hampir aja celaka, untung aku menolongnya kalau tidak nyawa anak kecil itu melayang auww." Jawab Candra sambil meringis kesakitan.


"Emangnya orang tuanya dimana kok sampai anaknya berkeliaran dimana mana, itu juga pelipis mu kenapa sampai lebam begitu?" Tanya Abraham yang sedikit emosi.


"Kedua Orang tuanya sudah meninggal dan ia sedang diincar pamannya untuk dijual, tapi tenang mereka sudah ditangkap polisi dan sudah kita musnahkan."


"Astaghfirullah jahat banget anak kecil segitu mau dijual, coba kalau tadi mama tau mana habisin tuh orang sampai tulangnya patah!" Ucap Anandita terbawa emosi dan tanpa sadar menekan pelipis Candra yang lebam.


"Lebay diam kamu biar mama perban!." Ujarnya.


"Terus rencana kamu mau apain tuh anak? siapa namanya? " Tanya andri.


"Namanya cinta, aku tau keluarga kita sedang berduka tapi anak itu butuh sekali kasih sayang kedua orang tua. Jadi aku akan bersedia menjadi kedua orang tuanya, dan aku yakin dia akan membanggakan keluarga kita. Kalian setuju kan kasian cinta tidak memiliki keluarga satupun?"


"Kamu yakin siap menjadi orang tua, daddy kasih tau kalau peran seseorang ayah sangat berat kamu harus membimbing keluargamu dan menafkahi mereka. Selain itu juga kamu juga juga ikut menanggung semua kesalahan anak dan istrimu di akhirat nanti, jadi apa kamu siap menjadi tulang punggung keluarga." Ucap andri menatap lekat candra.

__ADS_1


"InsyaAllah aku siap daddy aku siap dengan semua itu." Ucap Candra tegas.


"Baiklah kalau gitu kita setuju nanti daddy cerita sama mami kamu." Seketika senyum mengembang sedikit di wajah Candra.


"Permisi mengganggu saya menemukan surat ini di kamar mas Edwin." Ucap bi ina ia langsung menaruh kertas itu dan segera pergi.


Andri pun segera membuka surat itu, ia membacanya dalam hati dengan sangat teliti. Ia mencerna semua kata kata dan seketika hatinya pun sedih, tapi ia berusaha untuk tetap tegar dihadapan banyak orang. Ia langsung menaruh kembali kertas itu dimeja dengan raut muka yang tak menentu, dan seketika suasana pun canggung.


*J**angan lupa like dan komen*


**Juga kalian harus baca karya pembaca tercinta ku


- Hasan alfatar


- Gigi


- Senyum anya


- Cinta apa adanya


kalau sudah baca kalian tinggal jejak disana ya..

__ADS_1


follow IG aku Lilla_02.24


Makasihh see youuu**


__ADS_2