
"Edwin sakit kangker otak stadium 4 dan sekarang sedang dirumah sakit." Ucap lirih delisha sambil menunduk.
"Kangker sejak kapan, kenapa mami gak bilang ke aku?" Tanya candra yng terkejut dan seketika ia cemas.
"Mami juga taunya 3 hari kemarin le, kemarin masmu main kerumah terus ia mengeluh kepalanya pusing dan mami pun menyuruhnya untuk istirahat. Tapi ketika mau ke kamar Edwin pun pingsan, dan ketika diperiksa dokter Edwin mengidap penyakit kangker otak stadium 4.Mami waktu itu ingin memberitahu kamu tapi mami gak mau ganggu kamu yang sedang bulan madu hikss hiks..." Tak terasa air mata delisha pun keluar begitu deras.
"Sabar ya mam, Edwin pasti sembuh kok. besok temen daddy yang dari Singapura kesini untuk menangani Edwin, dan diberi perawatan khusus." Andri pun memberi semangat kepada delisha.
"Aku ke rumah sakit sekarang, kenapa kalian membiarkan kaka ku sendirian di sana! " Ucap candra sambil mencari kunci mobilnya.
"Hikss hiks itu kakaku sendiri yang nyuruh mami sama dadi, dia juga tadi titip salam buat kamu." Jawab delisha dan tangisannya semakin keras.
"Yaudah aku mau ke sana sekarang, kalian istirahat saja disini." Ucapnya langsung bergegas keluar.
"Honey aku ikutt!" Teriak clara sambil berlari menuju mobil candra.
*****
Di dalam mobil sangat hening karena cemas, dan ketika jalanan sepi candra pun melaju begitu cepat diatas rata rata.
"Candra jangan kenceng kenceng bahaya, khawatir ya khawatir tapi jangan membahayakan dirimu sendiri!" Gerutunya Clara sambil menutup mata karna takut.
"Hmm iya maaf sayang, aku khilaf ini aku sudah pelani kok." Jawabnya sambil memegang tangan Clara.
"Lagian kamu ngapain sih khawatir banget, disana kan ada istrinya. Siapa ya dulu namanya lupa aku, ahh iya mbk sari." Ucap Clara sambil mengingat ingat.
__ADS_1
"Mbk sari sudah almarhum ketika melahirkan aziel, kamu gak tau ya."
"Inalillahi wa Inalilahi rojiun maaf aku gak tau." Ucapnya merasa bersalah.
"Sudah gapapa ayo kita keluar kita sudah sakit dirumah sakit!"
Setelah mereka sampai, mereka pun segera menuju ke ruang ICU yang sudah diberitahu resepsionis. Ketika ingin masuk keruangan ternyata dokter baru keluar dari ruangan itu.
"Dokter maysa! " Ucap Clara kaget.
"Hmm kebetulan dokter disini, jadi gimana dok keadaan mas saya? " Tanya candra.
"Keadaannya semakin melemah dan mungkin umurnya sudah tidak lama lagi, tapi kami berusaha untuk memberikan penanganan yang terbaik untuk pasien. Emm penanganannya adalah komentrapi rutin karena ini sudah stadium 4,dan kita hanya bisa menunggu mukjizat dari Tuhan." Jelas dokter maysa.
"Mas Edwin, mas sampeyan kudu komentrapi ini demi kebaikan sampeyan. Kasihan aziel nanti gak ada yang ngurus, pokoknya mas harus sembuh demi aziel!" Ucap candra dengan logat Jawa.
"Iyha mas aziel masih butuh kasih sayang orang tuanya, mas Edwin harus sembuh ya." Ujar Clara.
"Aku tau tapi umur sudah ditangan Allah, dan aku hanya ingin menghabiskan waktuku yang tak lama ini bersama anakku aziel. " Ucapnya lirih.
"Tapi..... "
"Mas mohon aku hanya butuh kita semua berkumpul, ada mami and daddi ada kamu dan ada aziel. InsyaAllah kalau Allah sudah menjemputku aku akan tenang disana bersama sari bidadari surgaku." Ucapnya sambil menangis dan candra kaget karena baru pertama kali ia melihat kakanya menangis di depannya.
"Oke mas pulang tapi dirumahku aja ya kita kumpul disana, nanti aku sewa dokter dan perawat untuk merawat mas setiap hari." Jawab candra sambil menghapus air mata kakanya itu.
__ADS_1
"Emm tapi jangan pulang sekarang ya, mungkin besok lusa aja karna kondisinya masih sangat lemah." Sahut dokter maysa.
"Mas denger kan kaka harus fit dulu biar besok mas bisa main sama aziel!" Ucap Clara.
"Oke yang penting aku harus bisa pulang secepatnya!" Ucapnya sambil tersenyum.
.
.
BERSAMBUNGG
.
.
.
🥰
😊
😇
Jangan lupa like dan komen yaa😊😇
__ADS_1