
..."Kau bisa lihat itu dibawahnya ada tulisan membaca berarti membayar " Ucap pegawai sambil menunjukkan dipapan tulis itu....
"Kecil amat, apakah ini yang dinamakan stratefi marketing! " Ucap cindi sedilit kesal.
"Bayar 4 orang ya, kalian kan juga ikut baca!" Ujar pelayan itu.
.
"Ehh enak aja kita buta huruf! " Ucap candra, clara, dan fauzan serentak.
"Masak sihh aneh anak jaman sekarang gak bisa baca, yaudah silahkan duduk mau pesen apa." tanyanya ketus.
"Soto sama es teh gak pakek lama!" Jawab serentak lagi.
"Yaampun kompak sekali kalian yaudah tunggu sebentar yaa." ucap pegawai itu dan langsung pergi.
"Kesel kesel kesel." Ucap cindi sambil mengigit tisu.
"Makan aja tu tisu gak usah makan sotonya!" Ucap clara.
"Permisi makanan sudah dateng silahkan menikmati, dihabiskan ya kalau gak dihabiskan nanti mubazir kalau mubazir dosa kalau dosa masuk neraka kalau masuk neraka dihukum panas kalau... " Ucap pegawai itu berhenti.
"Stoppp " Teriak clara dengan tatapan dingin.
"stopp stopp stopp Kau mencuri hatiku hatikuu, stop stopp stopp kau mencuri hatiku,hahaha sudahlah kalian silahkan nikmati makanannya yaa." Ucap pegawai itu sambil pergi begitu saja seperti orang gak punya dosa.
"Sabar sabar tarik nafas buang." Clara pun berkali kali menahan emosi dengan atur nafas dan itu diikuti juga oleh candra, cindi, dan fauzan.
__ADS_1
"Kak kalau aku ngelanjutin kuliah S2 di surabaya gapapa kan, lagian dijakarta kan sudah gak ada orang lagi mama sama papa sekarang sibuk keluar negri." Ucap clara.
"Yaudah terserah kamu aja, tapi katanya kamu mau ngurus butik kaka? " tanya clara.
"Yaya dongg aku masih mau, kan gak masalah kuliah sambil kerja, kan butik nya dipindah di surabaya kann." Jawab cindi.
"Bukan dipindah adekku yang cantik tapi cabang dari butik kaka yang di jakarta!" Jelas clara.
"Ohhh, tapi kak yang sekarang jadi masalah itu aku kuliah dimana. tolong cariin dong kak." Ucap cindi.
"Gimana kalau di kuliahku aja, besok lusa aku jemput deh untuk daftar kuliah. kamu mau di bidang apa?" Sahut fauzan.
"Hahh mauu dongg biar lebih deket sama kamuu!" Teriak cindi.
"Uhuk....... Uhuk....." Fauzan pun batuk karna kaget.
"Ya kamu dek teriak teriak orang kan kaget, untuk fauzan gak keselek ssendoknya! " Celetuk clara.
"Ciett itu kan minummu cin kok dikasih ke fauzan, wahh tu namanya ciuman secara tidak langsung tuhh." Goda candra dan seketika wajah cindi dan fauzan pun memerah.
"Ahh iya aku lupa sangking paniknya." Ucap cindi.
"Iya gapapa, yaudah besok aku jemput jam 9 ini kartu namaku kalau ada yang dibutuhkan telpon saja." Ucap fauzan sambil memberikan kartu namanya.
"Hemm bau bau PDKT nii...." Goda clara.
"Sudah ahh ayo kita pulang!" ucap candra.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pulang, tapi sebelum pulang clara menyuruh candra untuk berhenti di pasar tradisional. Clara membeli semua kebutuhan dapur, karna kebetulan dapurnya isinya banyak yang kosong dan setelah itu mereka pun pulang kerumah masing masing.
"Dek kamu yakin mau di rumah mama, kenapa gak sementara disini dulu aja kan disana kamu sendirian. kaka khawatir kalau kamu sendirian!" Ucap clara sedih.
"Ada temen aku SMA kok kak, kasian dia gak punya keluarga jadi aku suruh deh tinggal sama aku sekalian temenin aku." Jelas cindi.
"Laki laki apa perempuan jangan sampai laki laki lo ya!" Jawab clara.
"Ya perempuan lah. Itu lohh yang namanya putri dulu, yang sering kaka jailin dulu kalau main ke rumah kita. " Ujar cindi.
"Ohh kue putri salju itu! hmmm yaudah gapapa kamu hati hati yaa, sering sering main kesini jangan bergaul sama temen yang aneh aneh, terus jangan lupa sholat lima waktu. Ohh ya kamu diantar sopirnya candra aja ya pumpung orangnya di depan." Ucapnya dengan mata berkaca kaca dan mereka pun saling berpelukan.
"Ihh kayak ditinggal pergi jauh aja lebay tau gak!" Protes candra.
"Hiks hiks iya kak aku akan hati hati tenang aja, yaudah aku berangkat dulu ya assalamu'alaikum." Ucap cindi menangis dan mengabaikan perkataan candra.
" Wa'alaikumsalam hiks hiks " Jawab clara yang ikut menangis dan cindi pun beranjak pergi.
"Sayang kok nangis sihh, jelek lohh muka kamu." Ucap candra.
"Kamu tau aku tuh sedih campur senang tau, sedihnya karna cindi gak ada disini senangnya karna adikku sudah dewasa sekarang ia sudah belajar untuk mandiri. " Jelas clara.
"Yasudah kita berdoa saja supaya cindi jadi anak baik dan sholeha, dan juga supaya cindi dapet suami yang baik! " Ucap candra.
"Kayak saya ya tuan. " Sahut doni tiba tiba membuat mereka kaget.
Hai gaess jangan lupa like dan komen ya, biar author lebih semangat lagii 😊😇🥰
__ADS_1