Jodohku Teman Smp

Jodohku Teman Smp
03


__ADS_3

Rumah clara


Tok tok tok " Assalamu'alaikum " Salam andri dan semua keluarga.


"Waalaikumsalam silakan masuk, kenalkan saya cindi adiknya mbk Clara." Sapa cindi yang sudah siap siap di depan pintu.


"Wahh cindi sudah besar ya sekarang,tambah cantik mirip kayak kakakmu." Celetuk delisha.


"Yayalah te kan di kasih makan sama mama, terus kak Clara kan saudara kandungku mangkanya kita mirip hehehe."


"Halo apa kabar lama kita gk bertemu." Sapa Abraham ke andri.


"Allhamdulilla Baik broo seperti yang kau lihat."


"Alhamdulillah kalo gitu ayo silahkan duduk, santai aja anggap rumah sendiri. Oh ya cindi tolong panggilkan kakakmu suruh kesini bilang kalau candra sudah datang."


"Ah iyha pah." Cindi pun beranjak kekamar Clara.


Tok tok tok " Kak tamunya dah datang disuru papa ke bawah tuh, emang ada acara apa sih kak? " Tanyanya penasaran karena cindi masih belum tau apa apa.


"Dah dateng ya dek, yaudah ayo kesana! " Clara pun segera bergegas ke ruang tamu.


Clara pun melangkah melewati anak tangga secara perlahan. Ia memakai gamis batik dan pakai kerudung syar'i. Clara hanya memakai make up tipis tapi terlihat sangat cantik, sebenarnya ia tidak mau memakai make up tapi di paksa oleh mamanya jadi terpaksa deh.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum semua maaf nungguin lama ya." Clara menatap semua orang yang ada di sana dan menyapanya.


"Wa'alaikumussalam Subahanallah cantiknya calon menantuku." Jawab andri semua pun juga tertegun dengan kecantikannya terutama candra yang melihat tajam ke arah Clara.


' Subahanallah cantiknyq. Eh apa cantik kau ini bicara apa sih dia jelek gak cantik, pokoknya jangan sampai jatuh cinta kepada wanita sebelum karirmu lebih sukses dari sekarang.' batin candra sambil memasang muka cuek.


" Apa calon menantu kak Clara mau menikah?" Teriak cindi membuat semua orang kaget.


" Kamu apa apaan sih dek kumat deh kamu gak lihat ada tamu, perasaan punya anak gak ada yang benar semua." Jawab ketus anandita karna kesal dengan cindi.


" Ihh kakak lihat mama mulai ketus tuh, padahal kan kita kan anaknya tapi selalu diejek."


"Ahh sudah lah dek jangan mancing jiwanya kakak keluar, ini suasananya serius kamu diam aja duduk disini." Sambil menyisakan tempat untuk duduk adiknya.


" Jadi gini kedatangan saya disini dengan niat tulus untuk untuk meminta anak mas Abraham dan mbk anandita untuk menjadi menantu saya, jika kalian berkenan malam ini candra akan melamar Clara dan merencanakan kapan acara pernikahannya."


" Alhamdulillah saya dan sekeluarga sangat senang dengan kedatangan kalian dan kami selaku orang tua Clara sih setuju, tapi tergantung dengan Clara nya mau apa gak?"


" Bagaimana nak Clara kamu mau?" Tanya andri kepada Clara.


Terima, tidak...


Terima, tidak...

__ADS_1


Terima, tidak...


Clara pun menarik nafas dan " Bismillahirrahmanirrahim clara bersedia om" Jawab Clara dengan senyum terpaksa.


"Alhamdulillah" Serentak semua orang mengucap hamdalah kecuali candra.


Delisha pun menyuruh candra memasangkan cincin ke tangan Clara. Clara sungguh sangat grogi panas dingin, padahal ia biasanya gak punya malu tapi kali ini dia benar benar merasakan hal yang aneh ditubuhnya.


Begitu pun dengan candra jantungnya meloncat loncat tak karuan. Sepertinya jantung candra sudah mulai bosan meloncat loncat di dalam dan ingin mencoba untuk terbang ke luar hahahahaha bercanda yaa...


'Ckk jantung diamm.' Gumam candra dalam hati.


" Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Ayo semuanya kita makan bersama dulu." Ajak anandita sambil mempersilahkan menuju ruang makan.


Mereka pun membicarakan tentang pernikahan candra dan Clara besok. Mulai dari tema pernikahan sampai undangan pernikahan.


"Papa sama mama ini pintar sekali cari menantu, mas candra dah ganteng baikk pokoknya sempurna.nanti cindi kalau sudah waktunya carikan kayak mas candra ya pa ma. " Sambil merangkul tangan mamanya dengan tingkah laku sangat manja.


Semuanya pun tertawa melihat tingkah laku cindi yang gak beda jauh dgn Clara.


"Hahahaha aku baru tahu kalau Clara memiliki kembaran yang mirip persis dengannya." Celetuk delisha dan membuat semua orang tertawa.


Setelah selesai makan Clara pun memberanikan diri untuk izin bicara berdua dengan candra dan papanya pun membolehkannya.

__ADS_1


__ADS_2