Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[01] Transmigrasi Ke Dunia Fiksi


__ADS_3

Di suatu tempat tepatnya dihutan terdapat seorang gadis sambil menenteng dua buah durian hasil curian di kebun durian milik pamannya dan tas hitam yang digendong dibelakangnya.dia tengah mengendap-ngendap kearah pohon besar yang terlihat mengerikan dipandang bahkan hanya ada ranting tidak ada dedaunan yang menempel di salah satu ranting manapun terlihat seperti di film horor.


"Permisi mbak Kun,mas ruwo atau hantu apalah itu saya cuman mau makan duren meskipun hasil nyolong.saya ijin untuk duduk disini permisi yah,"ucap gadis itu sambil mendudukan pantatnya di salah satu akar yang paling menonjol besar.


Dia bernama Kanava Greysia Putri Gadis yatim piatu yang ditinggal orangtuanya saat kecelakaan terjadi sekitar lima belas tahun yang lalu disaat usianya masih menginjak usia dua tahun.nasib nya yang malang ditinggal kedua orangtuanya dan dititipkan di rumah pamannya yang selaku adik dari ayahnya.


Nasibnya semakin malang karena keluarga pamannya tidak mengakui dirinya sebagai keponakan atau seorang sepupu. dirinya hanya dianggap hanya pembantu dan pembawa sial oleh kakeknya cuman ingin cucu laki-laki dari anak pertamanya untuk penerus perusahaanya namun yang lahir adalah kanava.


Disaat perayaan yang kedua tahun yang dirayakan sangat mewah di hotel milik keluarganya saat pulang dari perayaan ulang tahun keadaanya sangat buruk.mobil yang ditumpangi olehnya dan kedua orangtuanya serta sang supir mengalami kecelakaan beruntun yang mengakibatkan banyak pengendara yang jadi korban.


Kedua orangtuanya dan supir meninggal ditempat kejadian namun tidak dengan Kanava yang hanya pingsan.keluarga kakeknya yang mengetahui kejadian itu sangat terpukul karena anak dan menantunya meninggal dunia kakek dan pamannya menyalahkan Kanava sebagai pembawa sial.oleh karena itu Kanava tidak dianggap keluarga sama keluarganya sendiri.


Balik keadaan sekarang,Kanava membuka satu buah durian menggunakan pisau lipat yang sering dia bawa didalam saku celananya.


"Susah banget buka ni durian,mentang-mentang hasil curian dirumah lelaki tua itu jadi keras,"orang yang dimaksud Kanava adalah pamannya.


Wajah Kanava sangat serius sedang membelah durian menggunakan pisau kecil.pantas lah tidak bisa orang pakai pisau lipat yang ukurannya cuman sebesar pensil. Dia tetap memaksakan dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk membukanya, kerja keras tidak menghianati hasil durian tersebut terbuka dan tercium bau khasnya yang menyengat.


Kanava memakannya sambil tersenyum senang akhirnya dia dapat merasakan lagi makanan kesukaannya.kanava baru memakanan durian selama seminggu lebih dia belum memakannya lagi.memang dari sebagian orang tidak menyukai durian yang baunya sangat menyengat tidak dengan Kanava yang sangat maniak dengan durian apapun yang berkaitan dengan durian pasti dia memakannya.


"Dwurian uwemang twerbaik,"ucap Kanava sambil sambil terus mengunyah durian bahkan sambil menjilat tangan serta biji durian.


Kanava terus saja memakan durian sampai lupa kalau hari ini dia harus bekerja di toko roti.hari sudah semakin siang tetapi dia malah santai memakan durian bahkan durian hampir habis.


Dia mengambil satu durian yang tersisa satu  dan memasukannya kedalam mulutnya belum juga dia mengambil biji durian yang berada di mulutnya dia sudah kejatuhan sesuatu diatas kepalanya. Dia reflex menelan biji itu sampai menyangkut di tenggorokan.


"Krook,krook uhhuk uhhuk,"Kanava terbatuk karena mencoba untuk menghirup oksigen.


Tangan kanannya dia mencoba untuk mengeluarkan biji dari mulutnya.dan satu tangan kirinya dia meraba keatas kepalanya dan yang membuat dia terkejut ternyata ada seekor monyet yang bertengger di atas kepalanya.


Kanava ingin menjerit dan meminta tolong tapi tidak ada seseorang Yanv terlihat dihutan itu bahkan nafasnya terasa sesak untuk berteriak"aaaa t-tolong in g-gue uhhuk m-monyet minggir l-lo,"


Belum lagi dengan keterkejutannya tadi dia lebih di kejutkan dengan seekor monyet itu yang memegang hidungnya bahkan mencolok lubangnya menggunakan kedua jari monyet tersebut.


'aaa monyet tolol gue gabisa napas anjing gimana nanti kalo gue mati,nikah aja belom apalagi kawin.gue belum cari duren ganteng masa udah koid sih,'batin Kanava.kanava berusaha menyingkirkan monyet yang berada di atas kepalanya.


"lo gaboleh ngelawan ini udah takdir Lo. Lo tahan aja cuman sakit sedikit kok tahan yah,"ucap tiba-tiba monyet itu dan semakin membuat Kanava terkejut bahkan matanya melotot.


'i-ini monyet kok bisa bicara?.sebenernya yang jadi malaikat maut gue siapasih?.masa monyet akhh gak elit banget sumpah gue masih punya banyak dosa yang belum dibayar ini aja gue makan durian hasil nyolong masa udah k.o mana yang nyabut nyawa gue monyet lagi,'Kanava ngebatin.


'Masa gue si cantik jelita di bunuh seekor monyet.emang bener-bener kata orang-orang 'sudah jatuh ketimpa tangga' tapi yang gue alamin sekarang malah 'sudah keselek duren ketimpa monyet' ampun deh gue janji gak bakalan nyolong lagi kalo gak lupa ,'sambung batin Kanava.


Setelah itu tidak ada pergerakan lagi dari kanava dan sekarang nyawanya sudah pergi. sungguh Kanava sangat-sangat menyesal karena sudah mencuri buah durian ini kalau saja akibatnya tidak se heboh ini pasti nyawanya tidak akan menghilang.


•••••


Seorang gadis terbangun dari tidurnya yang menyandar kan tubuhnya di pohon Yang sangat besar Dia mengerjapkan matanya berkali-kali nafasnya memburu seakan kehabisan pasokan oksigen.


"Hah hah hah anjing nyawa gue seakan hilang gitu aja,ini semua gara-gara monyet sialan itu udah keselek duren Idung gue malah di colok pake tangannya bener nasib nasib.,"ucap gadis itu.


"Atau itu hanya mimpi gue aja lagi diliat-liat gak ada monyet kok,kalo ada monyet tadi udah tentu gue isdet dari tadi, lah ini gue masih hidup,"gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dia bangkit dari duduknya menoleh ke sekitar dia ternyata masih berada dipohon besar yang tadi dia sempat duduki namun dia tidak menemukan bekas durian dan biji-bijinya atau mungkin monyet tadi beneran ada dan membawa bekas duren yang tadi dia makan.pikiran dia terus saja berputar mencerna kejadian tadi tetapi langsung dia tepis mana mungkin monyet bisa berbicara.


Hari sudah sore dan berarti dia sudah melewatkan kerja paruh waktunya di toko roti dan itu membuat dia merasa cemas gimana kalau dia di pecat bisa gawat.

__ADS_1


Gadis itu mengigit kukunya terlihat dari wajahnya yang keluar keringat dingin dia sangat susah untuk mencari kerja paruh waktu dan Sialnya dia malah melewatkan kerjanya malah menikmati durennya, ya gadis yang tadi itu Kanava Greysia Putri. Tanpa kanava sadari ternyata ada yang melihat nya dari atas pohon besar tadi.


"Anyeonghaseo Nava gimana keadaan lo udah baikan belum?"ucap seseorang dari atas pohon.


Kanava yang mendengar itu melihat sekeliling namun tidak melihat siapapun yang ada hanya angin yang menerpa tubuhnya.kanava mendongak keatas dan matanya langsung membola serta mulutnya yang menganga lebar. Kanava menggeleng-geleng kan kepalanya bahkan memukul kepalanya beberapa kali "tidak mungkin,"ucap kanapa tiba-tiba.


"Mungkin dong Nava mana ada yang tidak mungkin ini buktinya gue bisa ngomong bahkan suara gue deep voice lagi,"ucap seekor monyet itu, lalu tiba-tiba turun kebawah dan diam di hadapan Kanava yang membuat Kanava reflek langsung memundurkan tubuhnya.


Memang yang membuat Kanava melotot tadi seekor monyet yang sedang tersenyum kearahnya bahkan tangan monyetnya membentuk love kearahnya. Pantas lah membuat Kanava terkejut orang monyet Yang tadi sempat mengganggu acara makan duren dan ternyata itu bukan mimpi.


apalagi monyet itu memakai baju senada dengan celananya hijau marron bahkan memakai kalung entah kalung apa itu.


"J-jadi gue beneran udah m-mati dong,masa mati sih gue kan masih belum ketemu jodoh gue,"Ucap Kanava pada monyet itu.


"Hmm,Lo udah mati,"jawab monyet itu membuat Kanava ingin menangis.tidak mungkin kan dia meninggal fikir Kanava. Kanava menahan tangis yang akan keluar menunduk kebawah melihat kearah kakinya Beberapa detik dia melamun tetapi dia tersadar akan sesuatu.


"Aaaa gak mungkin anjing gue mati? Lihat nih kaki gue aja injak tanah,kalo gue mati dan udah jadi setan gak munglin bisa injek tanah. dodol Lo nipu gue monyet,"kesal Kanava menunjuk ke arah monyet yang tengah cekikikan tidak jelas.


"Ik ik gue gak nipu kok emang bener Lo udah mati, gini gue ceritain. Lo emang udah mati dan jiwa Lo bertransmigrasi ke sini ke tubuh ini,emang Lo gak liat sekeliling? ini tempat udah beda gak ada lagi kebun durian yang sempat Lo curi duriannya yang tertinggal  hanya pohon ini aja. baju yang lopake aja beda iyakan?"Kanava yang masih tidak percaya dengan penjelasan monyet yang tidak masuk akal langsung melihat baju yang dia pake Dan detik itu juga matanya membola.


Baju yang dia pake berbeda yang sempat tadi dia pake dan dia meraba ke arah punggung tidak ada tas gendong yang sering dia bawa pantas lah pundak dia tidak berat sama sekali.tapi tetap dia tidak percaya omongan monyet jadi-jadian itu mungkin saja dia yang tadi pulang dulu saat pingsan.


"Haha gue gak percaya sama Lo mungkin aja gue tadi cuman pingsan dan pergi kerumah Sebentar atau mungkin juga Lo kali yang gantiin baju gue,dan apaan transmigrasi? Maksudnya transmigrasi jiwa gitu? Haahaa mana mungkin itu nyata,"Ucap Kanava tetap dengan pendiriannya.


Monyet itu memutar bola matanya mendengar ucapan Kanava,"ck,kalo Lo gak percaya ama gue juga gak papa,tapi coba Lo liat dilutut Lo kalo Masih ada luka di sana Pasti Lo masih hidup di dunia nyata tapi kalo gak ada berarti Lo udah masuk du_ni_a fik_si dunia yang berada di dalam novel atau cerita yang dibuat oleh manusia," ucapan monyet itu membuat Kanava lagi-lagi diam pikirannya terlalu kecil untuk menampung ucapan aneh dari monyet jadi-jadian itu.


meskipun dia pandai tetapi dia tidak mungkin kan percaya dengan kejadian aneh yang menimpa dirinya.


"Udah Lo percaya ama gue,lihat gue aja bisa ngomong bahkan ngerti ucapan manusia dan yang bisa ngedenger suara gue cuman Lo doang kalo orang lain mah cuman denger gue ngomong uuaa uuaa. Dan mulai sekarang Lo Adalah majikan Dan gue adalah babu lo atau Juga sebaliknya.lo nanti juga yang akan ngurusin gue, popokin, mandiin, serta nyusuin gue, jadi Lo tenang aja Lo bakalan gue dampingi kemana mana tapi Lo harus kasih susu tiap hari," ucapan terakhir si monyet membuat otaknya Kanava Travelling kemana-mana.


Monyet itu mendatarkan wajahnya mendengar ucapan Kanava.kanava pikir dia akan nyusu lewat jalur miliknya ya pake dot lah.


"Woi gue nyusu bukan pake susu lo pake susu bayi lah anjing yang ada di minimarket. diliat liat dada Lo Kaya triplek datar,gak besar benjolannya gak enak banget pasti yang ada Nanti pahit,"


"Eee sekate kate Lo ngomong,mana ada dada gue tepos. eh tapi ini beneran loh gak ada Bekas luka di lutut gue jadi beneran nih gue bakalan hidup di dunia fiksi Ini,"ucap Kanava setelah melihat ke arah lutut yang seharusnya ada bekas luka akibat kecelakaan yang terjadi lima belas tahun lalu.


"Bukan bakalan tapi udah dari dulu dan sekarang gue tempatkan ke tubuh Lo di dunia ini karena tubuh Lo sebelumnya gak ada jiwanya,"


"maksudnya?"tanya Kanava yang bingung karena penjelasan yang kurang lengkap darinya.


"Ya tubuh Lo itu gak ada jiwa didalamnya jadi hidup tanpa jiwa Yang gak tau jalan untuk terus hidup,tubuh Lo sering di bully di maki-maki bahkan pernah di dorong ke kolam renang oleh orang-orang disekolah karena gak pernah ngomong padahal kan gak ada jiwa didalam tubuh itu. Sebenarnya gue mau ngisi tubuh Lo sama jiwa yang Laen tapi gue takut tubuh Lo di gunain yang gak bener lagi Ama mereka,"ucapnya membuat tangan Kanava terkepal dia tidak menyangka kalau tubuhnya sering dibully didunia fiksi ini.


"Jadi kalau gak ada jiwa yang ngisi tubuh gue lalu kenapa bisa jalan terus makan atau apalah yang dilakukan tubuh gue bisa terjadi?"Kanava bertambah bingung dengan yang ada di dunia ini bagaimana mungkin tubuhnya dulu bisa melakukan rutinitas seperti yang lain kalau gak ada jiwa didalam tubuhnya.


"Itu karena-"ucapan monyet itu dijeda karena dia melihat Kanava yang berdiri seakan pegal."mending sembari dengerin penjelasan  gue Lo duduk dulu sini disisi gue,"


"Oke,tapi Lo gak akan macem-macem kayak tadi kan?"tanya Kanava sembari duduk di akar disamping monyet itu.


"Gak akan paling juga satu macem doan-, bercanda aelah,"ucap monyet itu karena dia langsung melihat wajah jutek dari kanava,"yaudah gue lanjut lagi nih," Kanava mengangguk.


"Itu karena tubuh lo di kendaliin sama author pembuat cerita itu,maskipun si author yang ngendaliin tubuh kita tapi itu dia gak tau kalau tokoh yang dia gunakan bisa hidup di dunia novel. nasib Lo yang udah ditentukan sama author yang tidak bisa bicara atau dikatakan bisu didalam novel ciptaannya, selagi Lo yang gak ada jiwa dulunya,"


"ternyata Lo juga menjadi tokoh piguran didalam salah satu novel miliknya dan sifat atau karakter Lo didalam novel itu gak bisa bicara atau bisu dan karakter Lo yang cupu Juga bakalan jadi korban dari si antagonis wanita,"jelas monyet sambil menggaruk ketiaknya.kanava yang melihat monyet menggaruk ketiaknya seakan mau muntah namun dia urungkan karena penjelasan monyet itu memenuhi otaknya.


"Woww jadi gue ini disini tugasnya mengubah nasib atau mengubah alur novel itu aja ya,"ucap Kanava dengan mata berbinar pada monyet yang berada disampingnya.

__ADS_1


"Right ucapan Lo tepat sekali sister mengubah alur karena nyawa Lo nantinya bakalan diujung tanduk atau Lo bakalan mati karena di bunuh sama si antagonis wanita,"ucapan monyet itu mampu membuat Kanava melotot karena terkejut dengan ucapannya.


"Apaaa gak mungkin nyet gue dibunuh,"


"Itu memang alurnya banyak korban yang meninggal ditangannya bahkan nanti juga si antagonis wanita bakalan dibunuh sama protagonis pria karena di fitnah sama protagonis wanita yang katanya si antagonis mau ngeracuni nya padahal itu cuman fitnah belaka,"


"setelah si antagonis mati kebenaran terbongkar semuanya kalau si antagonis cuman di fitnah sama si wanita. Lo tau kan siapa yang fitnah si antagonis wanita tadi,jangan Lo bilang gak tau gue udah capek-capek jelasinnya,"Kanava memutar kedua bola matanya pada si monyet jelas-jelas dia tahu sedari tadi dia mendengarkan ucapannya.


"Iya tau,si protagonis wanita kan yang memfitnahnya, lanjut lagi lah nyet malah nanya yang udah tau,"


"Hehee yaudah lanjut nih.saat sudah mati karena dibunuh sama protagonis pria kan kebenaran terbongkar.dan ternyata si antagonis cuman di fitnah sama si protagonis wanita .setelah kebenaran terbongkar semuanya merasa kasihan terhadap si antagonis karena mati di fitnah tetapi tidak dengan si protagonis pria karena dia sudah di butakan oleh cinta,"


"Dia tidak merasa bersalah akan semuanya bahkan setelah lulus sekolah dia langsung menikahi si protagonis wanita. Saat itu si protagonis sangat senang karena usahanya berhasil untuk menjadi pendamping dari si protagonis pria,dia sudah berhasil menyingkirkan si antagonis selaku sahabat dari suaminya yang saat itu sudah sah menjadi miliknya,"


"Lo tau gak alasan si antagonis sering membunuh orang?"Kanava menggeleng karena dia mana tahu cerita itu baru saja denger ceritanya dari monyet jadi jadian.


"Di akhir cerita dikatakan sama si protagonis wanita kepada si protagonis pria di acara pernikahannya yang sudah selesai.si antagonis terpaksa membully si protagonis wanita dan membunuh orang bahkan salah satunya itu Lo. dipaksa oleh orang tuanya si protagonis pria kalau tidak sahabatnya itu akan di bunuh oleh ayahnya sendiri karena si protagonis wanita itu sugar babbynya orang tua pacarnya atau si protagonis pria,"penjelasan monyet itu membuat darah di dalam tubuh Kanava tiba-tiba mendidih.


dia tidak menyangka kalau nasib dari si antagonis begitu malang mau melindungi sahabatnya malah dirinya yang dibunuh sama sahabatnya sendiri.


"Bener-bener Medusa anjir dia sebenernya mau nya apa sih hah gue yang denger aja darting nih apalagi si antagonis yang mau melindungi malah dibunuh,"


"Kapan nih gue ketemu tuh orang anjim banget si protagonis wanita cuman PPB,"ucap Kanava membuat membuat monyet itu bingung.


"Apa PPB baru denger gue kata-kata gitu?"ucapnya.


"PPB polos-polos bangsat cih ternyata gak sekedar didunia nyata yang kayak gitu di dunia novel pun ada,btw nama Lo gue gak tau dari tadi cuman nyatnyet-nyatnyet  doang siapa nama Lo nyet?" Tanya Kanava kepada monyet yang sedari tadi menjelaskan sambil garuk-garuk ketiak.


"Gue gak punya nama.asem banget Hua enak,"Kanava yang melihat itu dibuat jijik sama tingkah monyet disampingnya.mana gak jijik kalau tangan bekas ketiak malah dihirup.


"Iuuhh jijik banget Modian Gue liatnya,eh Modian cocok juga nama itu sama lo.oke selagi gue majikan yang baik gue kasih nama Lo Modian monyet jadi-jadian cocok kan.gue itu emang baik,seharusnya lo bersyukur yang jadi majikan Lo itu gue,"


"Ya ya ya terserah Lo deh yang penting bahagia,"ucap Modian sambil memutar bola matanya malas.


(Sekarang panggil si monyet dengan Modian )


Setelah mendengarkan cerita dari modian sekarang Mereka berdua bercanda ria membahas dari kesukaan si Modian yang aneh serta kelakuannya dan semua tugas yang akan dilakukan oleh Kanava di dunia novel ini yang akan membelokan alurnya yang menurut sangat menguras emosi.


Kanava berfikir siapa yang sudah membuat cerita novel ini yang alurnya membuat si antagonis mati ditangan si protagonis pria padahal si antagonis mau menyelamatkan nyawa si protagonis pria.kanava ingin menanyakan itu pada Modian tentang siapa author dari cerita ini.


"Btw siapa sih yang buat cerita gaje ini? pengen banget gue pitek palanya geram banget gue,"tanya Kanava kepada Modian yang tengah menelungkup kan kepalanya ke paha kanava.


"Setiap hari Lo ketemu di dunia nyata bahkan satu rumah,"ucap Modian seraya mengambil tangan kanannya kanava ke arah kepalanya.


Kanava mengkerutkan alisnya tidak mengerti maksud dari monyet yang tubuhnya lumayan besar.'masa si mahen diakan cuman Penulis lagu,'fikir Kanava.


"Maksudnya si mahen gitu kok gue gak percaya sih diakan cuman Penulis lagu masa bisa bikin cerita beginian?"tanya Kanava sambil mengusap kepala Modian sedikit Kasar.


modian yang diusap Kanava nyengir menikmati usapan Kanava yang tidak ada lembut-kembutnya tetapi dia malah menyukai usapannya.'usapannya bakalan jadi candu gue nih kayaknya,'batin Modian.


"Emang bener itu kenyataanya kok!kalau gak percaya nih gue kasih bukunya,"Modian mengambil sesuatu dibalik bajunya tidak mengubah posisinya.dan benar itu sebuah buku novel! Modian memberikannya kepada Kanava supaya bisa membacanya dari judul alur karakter sampai authornya.


"Lah bener si mahen! tapi inikan-"ucap Kanava yang membaca setiap tulisan yang ada disana dan saat membaca judul dia menjeda ucapannya."NOVEL YANG LAGI VIRAL 'TERNYATA ISTRIKU KUPU-KUPU MALAM' ANJING PANTES CERITANYA GAK BENER ORANG YANG NULISNYA AJA BANGSAT!" Teriak Kanava seraya tiba-tiba bangun dari duduknya membuat Modian terjermbab jatuh nyungsep dilubang yang penuh dengan akar.


Gak Kebayang monyet yang badannya lumayan besar malah nyungsep masuk kelubang diantara banyaknya akar.bahkan pantatnya Menungging karena kepalanya yang paling awal masuk.'anjing nasib jadi monyet ya gini dasar asem punya majikan yang kayak monyet melebihi gue yang siluman monyet,'batin Modian kesal dia kira bakalan disayang-sayang sama Kanava malah dia yang sengsara.

__ADS_1


__ADS_2