Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[26] Mendengar Curhatan


__ADS_3

Kanava berjalan ke arah meja rias di sebelah meja belajarnya, dia mulai Mempercantik wajahnya dengan sedikit make up.


ERRRRRRRRRR


Setelah selesai memoleskan semuanya ke wajah seputih saljunya Memandang ponsel miliknya berdering Dengan lagu rok and roll menandakan ada yang menelpon dirinya. Disana tertera nomor sahabatnya yaitu Leanord dia mengangkat ponselnya.


"Hallo MBEB ada apa tumben banget Lo nelpon gue malem-malem kayak gini,"Ucapnya sambil memainkan kuku kakinya yang dia naikan ke atas meja rias.


"Beb Gue gak ada temen di kamar, Leonard pergi sama bonyok gue entah kemana gue gak tahu, tapi kata Leo mau ke kafe. Mereka bener-bener kejam Ama gue ka ninggalin gue gitu aja dirumah sendirian,emang bener orangtua gue masih belum Nerima gue dirumah ini lebih baik gue tinggal aja di panthouse,"Cerocos Leanord panjang kali lebar membuat Kanava yang mendengarnya mengusap dadanya pelan.


Sekarang Leanord kayaknya sedang dalam mode garang,pikirnya.


Memang benar Leanord sekarang tinggal di rumah kedua orangtuanya karena paksaan dari abangnya Kanava juga sudah mengetahuinya, tapi mereka malah pergi meninggalkannya dirumah sendirian kenapa dia disuruh tinggal disini kalau Leonard pergi.


"Lo harus Sabar aja le,"Ujar Kanava menenangkan Leanord yang terdengar gusar di seberang sana.


"Hem gue udah mulai tenang sekarang, huh makasih karena kehadiran Lo ngebuat gue semakin yakin masih ada orang-orang yang sayang sama gue,"ucapnya disebrang sana.


"Sama sahabat sendiri jangan merasa sungkan besti, kan gue udah bilang waktu pertama kali kita bertemu kalau kita akan selalu bersama kemana-mana,"terdengar suara tertawa diponsel Kanava.


"Haha kita besti dan akan selalu bersama, sekali lagi makasih Lo mau maafin kesalahan dan mau bersahabat sama orang munafik kayak gue,"


Kanava melihat ponselnya lalu mengembalikan lagi ke telinganya,"udah berapa kali gue ngomong sama Lo gue udah maafin Lo mantan Antagonis, gue juga kan tau kalo Lo itu terpaksa ngelakuin itu semua,"


"Hehe gue cuman merasa jadi orang paling munafik di dunia ini, gue dulu udah bully Lo yang bisu dan sekarang saat Lo udah gak bisu malah seakan gue yang manfaatin lo,"ucap lirih Leanord disana.


"Stt kan gue yang jadiin Lo sahabat, gue udah maafin semua kesalahan yang Udah Lo buat atas perintah orang lain, sekarang Lo gak boleh lagi merasa bersalah sama gue semua orang pasti ngelakuin kesalahan atas ketidak sadarannya,"Ujarnya bijak, Kanava yang mendengar dirinya berucap seperti itu tersenyum berbangga diri.


"Hem,"


"Oh ya tadi waktu gue berantem sama si mules,gue gak nemuin keberadaan kalian ******!"makinya, dia menepuk telapak kakinya karena kesal dengan semuanya yang meninggalkan dirinya bersana Raefan berdua.


"Haha Kalo dua curut kabur Duluan dan gue waktu itu diajak sama si anjing buat mengikutinya,"Jelasnya.


Kening Kanava mengkerut bingung si anjing? Siapa yang dimaksud Leanord? Tak lama matanya membola ketika mengingat seseorang.


"Haha Astaga le,sekarang Lo panggil si Arsean anjing?ajegile cok," Kanava memukul-mukul kaki kirinya itu.


"Iya ****** bener tuh orang, dia pikir dirinya itu siapa Cuh najis banget gue kalau inget dulu, dia sering manjain gue,"ucapnya ketus Membuat Kanava mendengar bingung, apa tadi ada yang terjadi diantara mereka berdua sampai-sampai membuat Leanord murka.


"Emang nya apa yang udah dia lakuin tadi siang ke elo?"Tanya nya sedikit khawatir terhadap Leanord, karena dirinya tadi dihukum bersama Raefan mengakibatkan tidak bisa bersama Lea sampai pulang sekolah.


"Tadi gue hampir aja Dipukul sama di-,"


Brak

__ADS_1


Kanava menggebrak meja riasnya dengan kuat membuat tangannya kebas sendiri,"APA LO DIPUKUL SAMA BAJINGAN ITU? DIMANA YANG LUKANYA BIAR GUE BALES LIMA KALI LIPAT FARI LUKA LO,"Deru napas Kanava tidak beraturan karena merasa kesal.


"ANJIR TELINGA GUE HAMPIR BUDEG GOB-Astaghfirullah,"balas teriak Leanord di seberang sana.


"Hampir ka hampir, untung aja tiba-tiba ada R-Raja di belakang gue dan dia langsung membogem Habis-habisan wajah Si ****** itu,"Kanava menghela napasnya lega.


"Huh untung lah gue kira Lo kena pukulannya,emangnya kenapa sih dia sampai bisa mukul Lo maksudnya hampir?"tanya kanava yang geram dengan Arsean.


"Gak tau anjir, saat dia Ngajak gue lemah lembut tapi saat udah di halaman sekolah dia langsung ngehempasin tangan gue gitu aja sampai-sampai tangan gue jadi merah, -terus dia ngomong kayak gini ke gue ekhem ,haha Berubah ke gua hah? Lo masih punya ide busuk buat ngancurin hubungan gua sama Azira? Inget ya gue bilangin sama Lo jangan lagi punya ide busuk buat gua sama Azira karena gua cuman anggep Lo adik gue gak lebih ingat itu,"ujarnya mengikuti gaya bicara Arsean tadi.


"Lo jawab dia bagaimana sebelum Ayang Raja Dateng?"tanya Kanava pada Leanord di seberang sana.


"Gue natap dia tajaam banget Sama kayak Lo waktu itu natap orang lain terus gue jawab gini, apa hah Lo masih gak percaya kalo gue itu udah berubah hah? Gue waktu itu udah kayak kembaran Lo tau sebelas dua belas... 'Emang bener-bener Lo ya. gue ganggu Lo salah nggak ganggu Lo salah, mau Lo apaan sih hah? Gue itu nggak cinta sama sekali sama orang kayak elo!, gue nunjuk wajah dia,"


Kanava senantiasa mendengarkan curhatan sahabatnya itu dengan gemas sendiri pengen tak cubit ginjal sahabatnya, Gimana tidak geli kalau Leanord berbicara seperti itu kepada Arsean.


"Pas gue ngomong kayak gitu dia teriak kayak gini, MAKSUD LO GUA COWOK APAAN HAH? dia tiba-tiba ngangkat tangannya dan yang ngebuat gue langsung terkejut dia mau nampar... Gue disana langsung reflek dong tutup mata, saat gue tutup mata gue denger suara Bogeman yang gede banget Di hadapan gue,"


"Pas gue ngomong kayak gitu dia teriak kayak gini, MAKSUD LO GUA COWOK APAAN HAH? dia tiba-tiba ngangkat tangannya dan yang ngebuat gue langsung terkejut dia mau nampar... Gue disana langsung reflek dong tutup mata, saat gue tutup mata gue denger suara Bogeman yang gede banget Di hadapan gue,"


"Dan itu adalah ayang raja kan,"ujar Kanava.


"Iya anjir! Lo tau gak kalau dia mukul cowok ****** itu sampe babak belur dong, gue aja shock karena R-Raja mukul dia sampe ngebuat si ****** gak sadarkan diri, gue langsung aja pegang tangan raja meskipun gue Takut sih,... tapi Dari pada dia mati gue lebih nurunin harga diri gue lagi ke Raja kan gue takut jadi tersangka kalo dia mati,"Jelasnya di seberang sana seakan tidak merasakan kering di mulutnya yang sedari tadi mengoceh.


Kanava sendiri dia mulai berdiri membenarkan dress yang yang sedikit bergaris,"kalo gue ada disana pasti yang bakalan ketawa paling kenceng karena ngeliat muka si arse-arse itu yang bonyok,"Ujarnya.


"Lo emang gak perlu kasian lagi sama orang kayak dia Beb, kalo perlu ketika nanti Lo berpapasan sama dia langsung aja tendang burungnya sampe terbang,"Titahnya yang tidak benar kepada Leanord.


Memang semua yang diucapkan Leanord kepada Arsean itu adalah titahan Kanava beberapa hari yang lalu di mansion Kanava, karena Leanord yang meminta di ajarkan oleh Kanava bagaimana cara menyahut orang lain dengan tegas terutama kepada Arsean.


Dan sekarang Kanava menitah Leanord melakukan yang pasti membuat orang itu rugi.


"Emang dia sering bawa burung yah kemana-mana? Dan juga apa dia punya burung ya? Setau gue nggak deh,"Yah sepertinya kanava lupa kalau leanord itu memiliki virus polos yang sudah melekat di tubuhnya, dengan sekarang virus itu tengah kambuh di dalam tubuhn Leanord.


"Ya bawalah malahan kemana-mana dia bawa,semua cowok juga punya ,"Kening Leanord menghernyit bingung.


Leanord menggaruk keningnya yang tidak gatal,"Jadi Raefan yang lain juga punya dong?"tanya Leanord polos.


Kanava menghela napasnya sabar dia meremas ponselnya," Iya Leanord kalo gak punya mana mungkin mereka bisa kencing egeee,"Geramnya.


"Kencing?" Mata Leanord membola ketika tahu apa yang dimaksud Kanava,"MAKSUD LO BURUNG YANG DI BAWAH PARA LELAKI KANA?"Teriaknya membuat Kanava lamgsung menjauhkan ponsel miliknya dari telinga supaya tidak terlalu berdengung.


"Yailah ogeb,"Geram Kanava.


"Hehe gue kira burung yang bisa terbang di langit hahaha,"Kanava menepuk dahinya ketika lupa kalau leanord itu spesies langka.

__ADS_1


Dari pada mulutnya semakin berbusa dia lebih baik berpamitan dengan Leanord,"udah kan curhatnya? Gue bentar lagi mau turun kebawah mau makan malam, oh iya Lo udah makan malam kan jangan bilang belum?"


"Udah ko tenang aja, besok kita main kuy kan libur sekolah,"ajaknya "yaudah bye-bye bestiku yang cantik emuach selamat Makan makan malam ayang mbeb,"


Tut


Bug


Sesudah telponnya di matikan oleh sahabatnya dia melemparkan ponselnya ke sopa yang berada di sampingnya.Dia menghela napasnya gusar mengingat ucapan Leanord tadi kalau dirinya sama sekali tidak dia ajak ke kafe oleh kedua orangtuanya.


Dia seakan merasa iba terhadap Leanord yang tidak di anggap oleh keduanya karena dulu sifat Leanord yang kurang ajar terhadap Azira membuat kedua orang tua si kembar benci terhadap Leanord, padahal Lea kurang ajar kepada Azira itu ada alasannya tersendiri.


Kanava menatap pantulan dirinya di cermin,"Gue bakalan merubah takdir Lo Lea, gue bakalan cari orang yang tepat nanti buat pemdamping yang cocok buat Lo, Tapi gue udah nemuin orangnya kan? Iya udah, lagian dilihat-lihat juga Raja kayaknya sayang banget sama Leanord,"ucapnya.


Memang benar ucapan Kanava itu Raja sendiri sudah mengklaim gadis itu sebagai miliknya setelah kejadian memalukan beberapa Tahun yang lalu terjadi, dia saja sering mengawasi pergerakan Leanord ketika menjadi antagonis di dalam buku itu.


Saat sudah sering mendapatkan luka dari orang terdekatnya Leanord akan pergi ke taman belakang sekolah menyendiri disana yang tidak tau diikuti Raja dan raja selalu menyimpan Satu kotak susu strawberry di sampingnya secara diam-diam.


"Gue bakalan deketin mereka berdua supaya lebih dekat nggak kaku kayak kemarin-kemarin, gue aja ngeliat Raja greget yang malah gugup di dekat Lea,... Ayang Raja gue bantuin Lo supaya Leanord menyadari kalo Lo itu perduli s bahkan sayang sama dia, "Ucapnya penuh semangat.


•••••


Kanava melangkah keluar dari lift dengan makan yang penuh dengan bolu duriannya yang sudah jadi, bolu itu di antarkan oleh salah satu maid ke kamarnya dan menyuruh dia untuk cepat kebawah karena tamunya sudah berada di mansion.


"Bwi emwang di mwana mWerekwa berada Sekarang?"Tanya nya dengan mulut penuh dengan bolu, tangan nya penuh dengan bolu bulan hanya itu piring yang di bawa oleh maid itu saja penuh.


Maid itu terkekeh kecil melihat aksi Kanava yang memakan bolu sambil bertanya."di ruang makan tamu nona,"


"Waudwah wanywein saya kweusana," Maid itu membawa langkahnya ke arah ruang makan tamu yang sering di gunakan ketika ada tamu di mansionnya beda lagi dengan ruang makan keluarga yang sering digunakan oleh mereka bertiga.


Kanava sendiri hanya mengikuti langkah maid didepannya lagi pula dia tidak tahu dimana letak ruangan itu,jadi dia hanya mengikuti saja.


Setelah beberapa menit berjalan dia capek sendiri karena tempatnya lumayan jauh ini mansion atau apa pikirnya. Dia memang belum berjalan-jalan Ketika di mansion karena sia selalu main bersama mamihnya dan Modian di taman depan mansion.


Ketika memasuki ruang makan Tamu Tatapan dia sangat kagum dengan pernak-pernik semuanya seperti di Cerita komik tentang kerajaan yang sering dia baca.


Dia memutar tubuhnya dan berjalan mundur karena sangat takjub dengan semua hiasan ini, dia terus saja memakan bolu yang ada di tangannya.tidak tahu saja kalau dibelakangnya semua orang terkekeh melihat kelakuan Kanava bak anak kecil yang makan sambil berjalan mundur.


"Woaah awnjay,"gumamnya.


Kanava sendiri masih dengan acara takjubnya tidak sadar dengan semua orang yang menatapnya, bahkan anak-anak yang berada disana tertawa lucu menatap nya tapi tidak dengan semua anak remaja yang menatap Kanava dengan was-was, takut kalau Kanava terpentuk meja mereka juga yang terkena akibatnya.


"Kana kalo makan itu sambil duduk jangan jalan kayak gitu gimana Kalo kamu jatuh,"


Kanava yang mendengar ucapan mamih tercintanya berbalik badan dengan senyuman yang mengembang namun senyuman itu langsung kandas begitu saja ketika melihat Rivalnya berada di salah satu kursi disana yang menatapnya tajam bukan hanya ada dia ternyata ada para sahabat pemuda itu juga.

__ADS_1


"Ewlo,"Tunjuknya dengan masih ada bolu ditangannya.


__ADS_2