
Pagi hari Kanava sudah memakai seragam warna birunya navynya,dia melihat kearah cermin dimana wajahmya sudah di poles bedak dan Liptin Tipis di bibirnya. Dia berjalan menuju ranjang dimana Modian masih tidur disana memang kanava dan Modian satu ranjang tidur bersama.
"Nyet bangun dah siang woy,"Kanava menepuk pipi monyet itu dengan keras,tapi Modian tidak terbangun.
"Lima menit lagi mom,"kamava melototkan matanya masa dia di panggil mom? Dia belum punya anak.
"Woy gue bukan emak Lo,bangun dah siang katanya Lo sering ada tugas tiap pagi,cepet bangun,"
"Ih Mom lima menit lagi,atau dua menit deh aku masih ngantuk,"Raefan sepertinya lupa kalau dirinya masih menjadi Modian dan tidur di kamar Kanava.
"Monyet gue bilang gue emak Lo! Bangun ******,ck, BANGUUUN WOY BANJIR,"Modian terkejut dengan lengkingan Kanava yang tepat di telinganya dia langsung berdiri.
"Aaa banjir,banjir tolong ada banjir Mommy ada banjir, Mommy tong,"tubuh Modian bergerak kekiri kekanan bak orang yang sedang panik membuat Kanava yang melihatnya menjewer telinganya.
Modian meringis karena telinganya jadi santapan tangan Kanava,"Sss kenapa Lo jewer telinga gue,Terus dimana banjirnya kok gak ada?"tanyanya.
"Banjir di rumah emak Lo,gue bangunin Lo karena ini udah pukul setengah tujuh kampret.katamya Lo sering ada tugas pagi-pagi gih gue udah bangunin Lo,"
Mata Modian melotot,"ini udah setengah tujuh?,kenapa Lo gak bangunin gue anjir?"paniknya.
Kanava memutar bola matanya malas," sebelum gue mandi juga udah gue bangunin Lo nyet elonya aja yang malah tambah ngorok,udahlah gue mau sarapan,"Kanava melengos pergi meninggalkan Modian yang masih berdiri di ranjang.
Brak
Kanava membanting pintu berwarna biru navy itu dengan keras membuat Modian shock. Modian mengusap dadanya yang jedag jedug didalam sana.
"Untung sayang, kalo enggak udah gue geprek tuh tangan,"ucap Modian.
Tubuh Modian keluar asap berwarna biru dia akan berubah kembali menjadi tubuh aslinya Raefan. Dia yang sudah kembali dengan wujud aslinya berjalan ke arah balkon kamar Kanava untuk pergi ke mansionnya hanya sekedar berganti baju dengan seragam sekolahannya, karena baju yang dipakai sekarang bukan seragamnya melainkan baju tidur yang sama seperti tadi saat menjadi Modian.
Wushhh
Dia pergi begitu saja dengan cahaya biru di sekitar tubuhnya,dia bak seorang penyihir yang sudah menghilang dari mansion Kanava dengan sangat cepat.Dia lupa untuk berpamitan kepada kedua orangtua kanava,biarlah dia juga sudah telat sekarang.
Ditempat lain sepasang setengah paruh baya dan seorang anak kecil Yang mungkin sekitar berumur empat tahunan dengan baju TK melekat di tubuhnya, tengah sarapan dimeja makan dengan tenang.Mereka adalah keluarga Luther Salah satu Keturunan pilihan.
"Mom Si Raefan belum balik juga?"Tanya pria setengah paruh baya itu yang tak lain adalah Archie Daddy-nya Raefan.
"Mungkin udah dikamarnya kalo gak ada palingan juga dia masih molor di kamar Kanava,"Jawab Istrinya itu yang bernama Clara. Clara adalah adik dari Calvin ayahnya Raja dan Raga keturunan Kavindra, Clara dan Calvin Bukan kembar lahirnya berbeda satu tahun.
"Aelah, Bukan molor Mom tapi Tidur, kata guru aku kalo ngomong kasar di depan anak kecil itu gak boleh, katanya juga yang ngomong kasar nanti masa depannya suram,"ucap adiknya Raefan.
Meskipun umurnya masih empat tahun akan tetapi kelakuannya bak orang dewasa apalagi sifatnya yang Julid katanya ingin menyerupai peran antagonis.
"Haha tuh dengerin Mom, Kalo ngomong tuh yang bener nggak malu di ceramahin Ama anak sendiri,"ucap Archie meledek istrinya.
"Udah lah ayo makan, kalian berdua sama aja gak tau malu sama anak sendiri,"ucap Rubby.
"MOM,DAD AKU BERANGKAT, BOCIL GUE GAK PUNYA DUIT ENTAR AJA GUE KASIH, BYE,"Teriak Raefan dari arah lift.
"KAMU PAKE APA KE SEKOLAH BOY?"balas teriak Archie.
Raefan yang tengah berlari menoleh kebelakang sambil memakai jaketnya,"YA PAKE BAJU LAH GITU AJA GAK LIAT BUTA MATANYA?, PAKE MOTOR DAD MOTOR!"Teriak Raefan yang tubuhnya sudah mulai menghilang dari pandangan semuanya.
"Sejak kapan anak itu pergi pake motor? biasanya juga kalo gak mobil ya langsung Melesat Gitu aja,"tanya Clara yang dibalas oleh Rubby.
"Ya sejak sekarang lah mom gak liat dia pergi bawa kunci motor,"ucap malas Rubby.Rubby menatap sinis kedua orangtuanya itu yang kelakuannya sama persis kayak Salah satu abangnya.
Archie menatap ke arah anak bungsunya itu yang tengah menatapnya sinis,"Kamu makin kesini makin mirip sama Reyhan astaga,"dia mengusap wajahnya gusar.
__ADS_1
"Yailah orang Babang yang selama ini ngajarin aku caranya berjulid,Keren tau dad wajah ku jadi ada unsur-unsur antagonisnya,"
Archie mengela nafasnya kesal,sudah lah otak anaknya ini tercemar penuh karena kelakuan Reyhan yang jahil, sifatnya semakin mirip keluarga Mattew yang suka berjulid kepada orang.
"Oh iya aku ingin ketemu sama kak Kana,belum pernah aku ketemu sama dia. Sekarang kan dia Sudah datang ke dunia ini,aku ingin ketemu sama kakak cantik itu,"ucap Rubby,dia memang mengetahui tentang semuanya.
dari siapa saja keluarga keturunan pilihan sampai dengan satu keluarga terpilih Yang dulunya berkhianat Dan sekarang keluarga itu menjadi musuh 'slayer of evil creatures'.
"Ya itu gimana nantinya,kalo kamu bertemu dia ingat Kamu harus layaknya seperti anak kecil biasa.segel dia masih tertutup jadi gak seharusnya dia tahu semuanya, sebentar lagi segelnya terbuka sendiri saat ulangtahunnya yang ke delapan belas,"ucap Clara.
"Iya lah aku pun ngerti mom,"
•••••
Kanava menjalankan motornya pelan tidak seperti kemarin yang ngebut karena Leanord tadi yang memaksa Kanava supaya jalanin motornya tidak cepat.dia lebih memilih telat dari pada Kanava ngebut kan itu bisa aja jadi kecelakaan.
"Waaah nah kayak gini ka bisa ngerasain angin segar, gak kayak kemarin angin yang bisa bikin gue pusing,"ucap Leanord merentangkan kedua tangannya.
"Enak si iya tapi nanti pasti kita bakalan telat kesekolah,"
"Biarin lah telat, mending gue telat sekolah dari pada nyawa gue nanti di cabut,"ucapnya.
"Gue bisa kali hati-hati,gue ini udah jago dalam Urusan ngebut-ngebutan,"sombongnya membuat Leanord menggeplak bagian belakang kepalanya yang memakai helm.
"Suomboung amat neng, sorry gue gak iri,"
"Idih siapa yang bilang Lo ngiri sama gue ******,Lo Kayanya semenjak kenal gue Berubah drastis deh,"
"Emang bener, oh iya ka gimana hasil obat yang Hampir di suntikan ke gue waktu itu,"Kanava menepuk keningnya dia lupa untuk memberitahu Leanord.
"Obat itu Adalah LSD,"
"LCD? Obat apaan?"tanya Leanord membuat Kanava melototkan matanya.
Kanava menarik napasnya Dalam dan mulai menjelaskan," LCD atau yang disebut Lysergic Acid Diethylamide itu ialah narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum sama biji-bijian,"
"Narkoba jenis ini juga disebut acid, sugar cubes, blotter dan lainnya,narkoba jenis ini yang paling ampuh buat ngubah suasana hati seseorang. Obat ini juga merupakan jenis halusinogen yang dapat memengaruhi mental seseorang,"sambungnya mbiat Leanord mengangguk.
"Apa Efeknya dari LSD kalo di minum atau di suntikan ke tubuh manusia ka?"
"LSD ini bakalan merangsang produksi serotonin di korteks sama struktur dalam otak, dengan mengaktifkan reseptor serotonin. stimulasi berlebihan akibat penggunaan LSD bakalan berdampak ke perubahan di pikiran, fokus, persepsi, sama emosi. Perubahan ini muncul sebagai halusinasi. Sensasi yang tampak nyata, tetapi diciptakan sama pikiran,"
"Perubahan suasana hati menyebabkan perasaan euforia, kebahagiaan, kedamaian, mimpi,kesadaran yang meningkat, keputusasaan, kecemasan, dan juga kebingungan. Lo ngerti Le?"
"Ehm dari penjelasan yang panjang ini sih,... Gue gak ngerti sama sekali ka,satupun gak ada yang nyangkut di otak gue,"
Kanava yang mendengar ucapan Kanava Frustasi sendiri dia capek capek ngomong panjang lebar tidak ada yang sampai di otak orang bego ini.
Kanava meremas stang motornya dengan keras, dulu dia punya kesalahan apa di dunia nyatanya sampai dipertemukan dengan seorang teman seperti Leanord.
"Heem huh, yang jelas LSD itu bahaya udah gak boleh lagi nanya kalo nanya gue hempaskan tubuh Lo ke aspal," Mutlak Kanava.
"Bahaya nya karena apa?" Tanya polos Leanord membuat Kanava frustasi.
"YA ALLAH HEMPASKANLAH TUBUH INI KE ASPAL, HAMBA SUDAH TIDAK KUAT DENGAN TEMAN SEPERTI INI,HAMBA MOHON YA ALAH. HEMPASAKAN SAJA "Teriaknya mendongak ke atas sana sehingga tidak Dia memerhatikan depan sana.
Mata Leanord membola ketika didepan sana Kanava hampir menabrak,karena Kanava yang Mendongak ke atas serta teriak bak orang gila.
"KANA AWAS,"Kanava melihat kedepan sana saat ingin membelokan stirnya tapi dirinya telat dan kecelakaan pun tidak bisa dihindari.
__ADS_1
BRAK!
Motor Kanava terjatuh karena menabrak seorang gadis berkerudung putih serta seragam SMA yang berbeda dengan seragam sekolahan Kanava.gadis itu tadi sedang berlari menyebarang jalan tidak lirik kanan-kiri. Tubuh gadis itu juga ambruk kebawah yang tengah meringis Menahan sakit ditubuhnya.
"Nah kan gue takut kecelakaan kayak gini astaga untung Lo gak ngebut coba aja kalo ngebut udah dipenjara kita karena nabrak orang sampe koid,"Ucap Leanord yang tubuhnya tertimpa motor gede milik kanava.
"Ka Teriakan Lo di ijabulkan sama Allah, Lo tadikan mau di hempaskan ke aspal nah ini udah kejadian, gue juga Yang ikutan kena lagi,"sambungnya.
"jangan ngebacot duku bantuin gue aelah,"ucapnya yang mencoba berdiri dari timpakan motornya.
"Iya-iya ehh,"mereka mendongak ke arah gadis berkerudung itu yang tengah membantu mengangkat motor sport gede milik kanava.
"Sorry ya gara-gara gue kalian jadi jatuh kaya gini,"ucapnya.
"Akh nggak, justru kita yang seharusnya minta maaf karena nabrak Lo,pasti sakitkan badan Lo sorry ya,"Kanava mulai menstandarkan motornya ke pinggir jalan.
"Lo kali yang salah gue mah nggak ya,"sarkas Leanord.
"Hehe maaf ya udah bikin Lo luka kayak gitu,"tunjuknya ke punggung tangan gadis itu.
Dia yang melihat arah tunjuk Kanava hanya tersenyum,"ya ini gapapa, gue juga sih yang salah karena gak liat kiri kanan pake nyebrang gitu aja,sebenarnya gue takut telat kesekolah jadi ya gitu,tangan sama lutut kalian juga luka kita duduk aja di sana,"
Mereka bertiga Duduk di pinggir jalan untuk membersihkan luka-lukanya kanava sama Leanord membuka helmnya Fulfacenya dan menyimpannya disamping.
"Untung gue selalu bawa P3K kemana-mana jadi kalo ada kejadian kayak gini bisa langsung dipake,"ucapnya mengeluarkan kotak dari dalam tasnya.
"Sini biar gue obatin kalian dulu, gue mah cuman luka ditangan doang,"dia mulai membersihkan luka-luka mereka dengan air putih di botol minumnya.
"Badan Lo sakit-sakit ga?, sorry ya temen gue nabrak Lo sampai bikin Lo jatuh kayak tadi,"ucap Leanord.
"Alhamdullilah gue beneran gak papa,"dia mulai meneteskan sedikit Betadine dilutut mereka,mereka meringis merasakan perih di luka itu,"perih ya? Tahan can perih dikit ko,"
Kanava mengangguk dia menatap wajah gadis itu fan matanya membola karena melihat ada darah di dahinya, "Eh dahi Lo berdarah,"
Gadis itu memegang dahinya dan memang ada darah di sana. Dia melanjutkan dulu kegiatannya dan sekarang dia sudah menempelkan Plaster diluka mereka berdua." Udah selesai,"dia menepuk-nepuk Tangannya.
"Sekarang Gantian biar gue aja yang ngobatin luka Lo,"ucap Leanord yang sekrang mulai membersihkan darah yang keluar dari dahi gadis berkerudung ini.
"Padahal gak usah, gue bisa sendiri,"ucapnya.
Kanava mengarahkan Plester ke tangan Leanord supaya di tempelkan ke dahi gadis itu.
"Nah sekarang udah beres, sekali lagi kita Minta maaf ya,"ucap mereka berdua.
"Iya-iya dari tadi maaf maafan Mulu,"gadis itu bangkit dari duduknya setelah tadi dia memasukan kotak P3K nya ke dalam tas.
"Yaudah bye ya gue Udah telat ini,kalian juga pasti telatkan," Kanava dan Leanord mengangguk dan bamgkit dari duduknya."yaudah kalo gitu gue duluan ya Assalamu'alaikum,"Gadis berkrudung itu pergi dengan berlari.
"Wa alaikumsalam,"jawab Singkat mereka berdua.
Kanava memakaikan helmnya dan naik ke arah motornya.dia melihat Leanord yang belum naik ke motornya.
"Kenapa?,"tanyanya kepada Leanord.
"Gue gak nyangka aja ka,"kening Kanava menghernyit heran.
"Gak nyangka apaan?"
"Ya gak nyangka aja doa Lo langsung terkabul gitu aja, yang ingin dihempaskan ke aspal, gue jadi pengen belajar Sama Lo supaya doa-doa gue biar langsung dikabulkan,"
__ADS_1
Plak
"Goblog Lo,"