
Sore hari Kanava berada ditaman yang lumayan jauh dari mansion keluarganya bersama Modian hanya untuk sekedar jalan-jalan. Dia mendorong troli bayi berisi Modian disana yang tengah merajuk karena diperlakukan seolah dirinya adalah bayi bahkan wajahnya di kasih bedak tabur.
"Nav Lo ngapain sih pake jalan jalan segala,"Sarkas monyet itu.
"Biar sehat lah Mod,"ia mendorong troli bayi membuat semua orang melihat ke arahnya ngeri.kanava sendiri hanya menghiraukan tatapan ngeri kepadanya dari semua orang.
"Terus ngapain bawa gue juga sih gue males pengen tidur,"Sewotnya.
"Tidur Mulu, Udah beruntung gue bawa Lo jalan-jalan daripada cuman di kamar terus gabut,"
"Maemunah, gue juga masih punya tugas lain kali bukan Lo doang yang gue urus anjir,"
"Bentar-bentar Lo manggil gue Maemunah? Kok gue berasa Lo adalah orang yang pernah gue temuin ya,gaya bicara Lo juga kenapa berubah?"Modian gelagapan sendiri dia lupa kalau dirinya sekarng jadi monyet dan malah berucap seperti biasa di wujud aslinya manusia.
Kanava maju kedepan dan memicingkan matanya ke arah Modian yang sedang senyum Pepsodent.
"Hehe suara gue emang sering berubah Nav mirip iguana,"bohongnya membuat Kanava berdecih.
"Cih iguana ya iguana,monyet tetep monyet kenapa jadi monyet mirip iguana,"geramnya kepada monyet itu membuat semuanya menatapnya geleng geleng kepala.
"Jangan berisik Anjay,Lo gak malu diliatin banyak orang,dikiranya Lo gila karena ngomong sama monyet,"
"Tapi kan emang bener gue ngomong sama monyet,didepan gue malahan apalagi monyetnya jelek,"Celetuk Kanava tersenyum ke arah Modian.
Raefan Hanya bisa mendengus sebal,kenapa juga dia berubah wujudnya jadi seekor monyet kan dia sendiri yang seakan dibully Kanava.
Kanava melototkan matanya kesal.susu yang diminum Modian bukanlah susu bayi yang di ucapkannya beberapa hari yang lalu melainkan susu Rasa Vanila kesukaannya yang di pindahkan kedalam dot bayi.
Modian yang ternyata adalah Raefan dia memimun susunya dan tidur menyamping setelah Tadi matanya tak sengaja melihat siluet aura hitam dari kejauhan.
Ya siluet makhluk dan jiwa jahat berada disekitar mereka seakan tengah mengintai Kanava karena auranya mengarah ke Kanava.
"Eh Lo mau ngindar daru gue mod?, Bener-bener kurang ajar Lo sama majikan, Gue buang Lo di sungai itu anjing males gue liat muka jelek Lo yang lagi begitu,"
Dia menurunkan penutup troli bayinya dengan kasar untung saja dia masih di beri kesabaran meskipun hanya sedikit kalau tidak dia sudah membuangnnya ke sungai didepan sana.
Kanava melanjutkan lagi mendorong troli itu dengan kesal, sudahlah hilang moodnya yang tadi bagus Menjadi rusak karena Modian.
"KANA"
Kanava menatap kesal tiga pemuda didepan sana yang barusan Raga dan Reyhan berteriak memanggil namanya, dia mendengus menambah Lah kekesalannya.
"Ada apa?"sewot Kanava.
"Gak ada apa-apa sih cuman nyapa aja, Lo lagi jalan-jalan ya?"tanya Raga yang sudah tahu malah nanya, merepotkan diri sendiri.
"Gak liat?"Matanya melirik mereka tajam.
__ADS_1
"Kalem dong, jangan marah lah emosi itu bikin kita cepet tua loh,"
"Idih, tua ya karena umur, bukan karena marah-marah anjir," ucapnya sambil menjurlingkan matanya.
"Loh,loh,loh ini didalam troli ada bayi Kah?" Tanya Reyhan yang melihat ada troli bayi di hadapan mereka.
Modian yang mendengar omongan sahabatnya itu mendengus kesal,sudah tahu malah nanya kan dirinya yang menyuruh mereka bertiga Dateng ke sini. Ya Raefan tadi saat membalikan badannya kesamping setelah melihat siluet aura hitam langsung memencet tombol yang ada dicincinnya.
Cincin untuk Memberi pesan satu sama lain kepada sahabatnya, ketika tombolnya di pencet akan muncul layar di atasnya,Tak hanya memiliki cincin mereka berempat juga memiliki kalung yang sama. mereka akan tahu dimana tempat dari masing-masing berada,dan mereka tadi yang mendapatkan pesan dari Raefan pun langsung cepat ke tempat dengan kekuatan masing-masing tak menunggu waktu lama cuman beberapa detik sudah sampai.
Entah untuk apa mereka disuruh kesana dan setelah sampai ternyata sebabnya adalah kanava supaya jiwa dan makhluk jahat yang ada disana tidak mengganggu Kanava,mereka juga melihat ada banyak aura hitam di kejauhan bukan hanya satu tapi banyak.
tidak ada yang menyadari kedatangan mereka bertiga yang tiba-tiba hanya keturunan SLAYER OF EVIL CREATURES dan makhluk makhluk jahat yang menyadarinya kekuatan yang menyelimuti mereka.
Semua orang tidak menyadari kekuatan mereka Kalau tidak ada hubungan spesial dengan keturunan pilihan akan tetapi kalau mereka saling mencintai dan menikah pasti orang itu akan bisa melihat segala hal.
Kanava yang keturunan pilihan juga tidak menyadari mereka yang datang tiba-tiba karena memang kekuatan kana masih disegel erat.
"Iya dia bayi,anak gue kerjaannya ngedot Mulu pengen gue slebew palanya,"
"Lo punya anak atau itu peliharaan lo?"tanya Reyhan biasa padahal di dalam hatinya dia tertawa keras karena pernyataan Kanava yang mengatakan Modian alias Raefan tengah ngedot membuatnya ingin sekali nyemplung ke sungai didepan sana.
"Oh dia silum- eh maksudnya bener monyet peliharaan gue, Modian namanya,"dia mengeluarkan Modian dari sana setelah membuka penutup trolinya.kalau saja Kanava tahu Modian itu Raefan dia bakalan buang begitu saja monyet itu.
Bisa dilihat Modian yang tengah ngedot membuat ketiga pemuda itu menahan untuk tidak tertawa, Bahkan Raja juga menggigit pipi dalamnya supaya tidak tertawa. hidung mereka kembang kempis membuat Kanava yang melihatnya heran. Apalagi dia bisa melihat kalau Raja si datar juga ikut-ikutan membuatnya terpana akan senyuman Raja yang tertahan.
"Kalian kenapa kayak lagi mau ketawa tapi di tahan? Emang ada yang lucu ya dari si Modi? Padahal gue makein baju dia bener kok gak ada yang kek gembel,"ucapnya sambil membenarkan gendongannya ke samping Modian bak anak bayi.
"L-lo mandiin monyet ini Ka?"Kanava mengangguk mendengar ucapan Reyhan.
"Lo bajuin dia, terus juga Lo bedakin juga dia?"lagi lagi Kanava mengangguk.
"Iya kenapa ada yang salah yah?.. gue emang mandiin monyet ini diakan peliharaan gue,"
Kedua pemuda itu menatap ke arah Modian yang tersenyum lebar seperti di iklan Pepsodent, Reyhan yang menatap mata Modian menangkap kilasan seperti ini.
'iya gue dimandiin sama dia,gimana iri yah mau dimandiin sama gadis cantik juga?kasian deh loh makanya punya kekuatan itu jangan cuman bisa baca pikiran sama ngelawan makhluk jahat doang kalo berubah demi keuntungan sendiri aja gak bisa, ah cemen,' itulah isi pikiran Raefan yang ditangkap oleh Reyhan.
"Dapet kilasan apaan Han?"bisik Raga tepat ditelinga Reyhan.
"Temen Lo Bener-bener jancok!"balas Reyhan dengan bisikan juga.
"Ehm Kana Lo dapet monyet jelek ini dari mana?" Ucap Raga kepada Kanava.Raefan yang tubuhnya menjadi Modian pun memutar bola matanya malas,dia tahu kalau sahabatnya itu sedang iri dengannya yang dimandiin seorang gadis.
"Dari kub_Eh eh bentar kok kayak ada yang kurang,Four R Cuman ada tiga nih? Pantes mulut gue gak berbusa sama perut gue juga gak mules orang gak ada Raefan ,"
Raga menggaruk tengkuknya,"O-oh dia lagi sakit perut jadi gak bisa ikut," gugupnya, Kanava ber-oh saja menganggap ucapan raga benar padahal itu bohong orang Raefan ada digendongan Kanava.
__ADS_1
"Raja Lo harusnya kalo main hati hatilah jadi sakit gitu," mereka bertiga menatap heran Kanava dari Raefan sakit perut apa hubungannya dengan Raja, mereka benar-benar tidak mengerti dengan Kanava.
akan tetapi berbeda dengan sahabatnya Raefan tau apa yang di maksud dari kanava itu untung saja dia sedang dalam wujud Modian kalau nggak udah di sleding kepala gadis yang menggendongnya.
Raefan memang tahu kelakuan Kanava seperti apa dari lama dia menemaninya meskipun sering menyamar menjadi apapun di dunia nyata yang Kanava tempatin dulu. Jadi dia tahu arah bicaranya ke Mana orang Kanava mulutnya tidak pernah disaring.
Raja menatap Kanava bingung tidak mengerti ucapannya,"Maksud lo?"ucapnya datar.
"Maksud Lo maksud Lo, Lo mainnya kasarkan sama Raefan?" Mereka bertiga semakin bingung dengan ucapan Kana.
"Ja Lo emangnya habis main apa sama Raefan?kok gak ngajak ngajak kita sih,"
"Iya gak setia persodaraan ja gue ini Ade Lo kenapa gak di ajak besok-besok ikutlah," Raja hanya diam menyimak tidak Tahu harus apa mengerti ucapan Kanava juga enggak untuk apa ikutan ngomong diam lebih baik pikirnya.
"Eh gabisa! kalian itu gak Bakalan di ajak si mules sama ayang Raja,"Kanava berusap sambil menggelengkan kepalanya dan jari telunjuknya kekiri kekanan.
"Lah kenapa gak bisa? kita kan juga sahabatnya iya kan ga, apalagi si Raga kembarannya Raja mana mungkin gak bisa?"
Raga melirik Raefan yang masih berada di gendongan membuatnya semakin iri saja,"Tau tuh,lagipula apa hubungannya Raefan sakit perut sama raja yang main kasar,"ucap Raga sambil menyenderkan tubuhnya di pembatas jalan.
"Ya ada lah, pasti Raefan sakit itu karena mungkin hentakan Raja yang terlalu keras dan Sp**ma nya raja dikeluarin terlalu banyak di ****** Raefan jadi dia sakit perut,"
Uhuk_uhuk
Semua orang terbatuk termasuk Modian,Ucapan Kanava tanpa disaring Membuatnya shock. Kanava memang mengikuti sifat Keyla ibunya mereka berempat juga tahu dari orangtua masing² kalau Keyla itu Ucapannya memang tidak pernah di saring. jadi yang dimaksud Kanava itu pantat Raefan yang ditusuk pakai jarumnya Raja yang terlalu dalam oh ****,pikir mereka.
"Uhuk Maksud Lo si Raja sama si Raefan itu punya hubungan terlarang begitu,jadi yang di ucapin lo di kantin tadi bener ka?"
Kanava mengangguk,"iya benar tadi pagi aja gue sama Lea ngelihatnya pake mata masing-masing,"ucapnya. "Yaiyalah kak pake mata masing-masing ada ada aja Lo,"balas Reyhan.
"Emang Lo ngelihat apaan tadi pagi?"tanya Raga. memang dia tidak tahu Kejadian selanjutnya karena saat mereka saling kecup dia sama Reyhan langsung pergi begitu saja.
"Gue ngeliat keganasan pasangan gay yang berbuat mesum di halaman belakang sekolah, gak tanggung tanggung emang, mereka pokpokan sampe berbelit lidah dong. Gue sama Lea aja sampe berdebat karena cuman mereka berdua,"ucapnya tanpa disaring.
"tapi entah kenapa kita berdua nagih banget liat keganasan mereka,sumpah gue gak bohong anjay apalagi saat si Raefan di atas tubuh Raja terus pegang-pegang pedangnya Raja Beuh mantap kali boss,"sambungnya membuat Raga dan Reyhan tertawa namun baru beberapa detik tertawa langsung mendatarkan wajahnya karena di tatap tajam oleh dua orang.
Raefan dan Raja melirik tajam Raga sama Reyhan,karena dua sahabatnya yang menyatukan Tidur mereka membuat mereka malu kepada gadisnya masing-masing karena disangka pasangan gay, membuat mereka ingin memakannya hidup-hidup.
Reyhan yang menyadari ada dua tatapan tajam jadi was-was sendiri,"O-oh gitu yah Ss,"
"Lo kenapa udah Kayak gadis diperawanin Aja, kayak Raefan dong santai aja meskipun tadi pagi aksinya dilanjut Di toilet dan diperawanin sama Raja disana," ucap Kanava kearah Fitnah.
Mata Reyhan dan Raja melotot Mendengar ucapannya, itu namanya pemitnahan mana mungkin mereka melakukan hal gila seperti itu.Tadi itu karena kelakuan sahabatnya yang keterlaluan membuat mereka melakukan ciuman atas ketidak sadarannya membuat mereka hilang kendali melakukan itu.
Kanava menurunkan Modian dan menoleh ke arah kanan karena ada banyak bebek di sungai itu yang tengah menggiring anak-anaknya, Kanava memang sangat suka dengan angsa. Mereka berempat melihat ke arah depan sana yang terdapat aura jahat yang tengah mengarah kuat ke arah Kanava para makhluk itu memang tidak menampakan diri akan tetapi mereka bisa merasakan kehadiran makhluk jahat.
Mungkin mereka bersembunyi di tubuh manusia normal karena ditaman Ini banyak orang yang tengah berjalan sore mereka tidak bisa melihat kehadiran mereka dengan jelas atau juga mereka memakai salah satu kekuatan Terlarang supaya tidak bisa dilihat oleh Four R.
__ADS_1
Memang incaran para makhluk itu adalah kanava yang merupakan keturunan langka Agnibrata yang hanya punya anak cuman satu dan itupun hanya perempuan sesudah dua ratus tahun nanti baru akan memiliki anak laki-laki. Kanava ialah keturunan yang ke 9 Dari turunan laki-laki yang ke dua, itu yang membuat semua makhluk jahat mengincar dan ingin membunuh Kanava sebelum nanti keturunan Agnibrata laki-laki lahir dari rahimnya.
bukan hanya keturunan langka Kanava juga keturunan orang berasal dari dunia nyata yang memiliki kutukan yang amat besar di tubuhnya. Karena Keyla yang menikahi orang didunia nyata membuat anaknya memiliki kutukan,Keyla juga membawa Rafka kedunia fiksi ini membuat para makhluk jahat murka.