Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[06] Menolong Pemeran Antagonis


__ADS_3

Kanava berjalan dan membawa Modian di gendongannya Membuat dua bodyguard yang menunggunya tadi terkejut bukan main.Kanava sudah berhenti menangis dalam diamnya.bodyguardnya bingung Berangkat ke kuburan tidak membawa apapun hanya membawa pisau lipat pulang-pulang membawa seekor monyet tentu saja kaget bukan main dua bodyguard itu.


Mereka berdua saling lirik dan mengangkat bahunya masing-masing tidak tahu dengan anak bosnya itu yang baru mengetahui kalau Kanava itu aneh bahkan mau membawa monyet itu kedalam mobilnya.


"Nona kenapa bawa seekor monyet, gimana nanti kalau monyet itu nyerang nona?"ucap bodyguardnya yang khawatir dengan nona mudanya gimana nanti kalau monyet itu mencakar muka mulus Kanava kan mereka juga yang akan mendapatkan akibatnya dari sang bos yang tidak bisa menjaga putri kesayangannya dengan baik.


"Akh dia baik kok om tenang saja ayo berangkat udah laper nih om,"ucapnya masuk ke dalam mobil karena sudah di buka sama mang Wardi. Setelah tadi mang Wardi melihat cengo ke arah Kanava yang membawa seekor monyet.


Mobil Kanava dan mobil bodyguardnya pergi meninggalkan area pemakaman iumun itu.Kanava membaca novel yang dikasih sama Modian yang belum sempat dia baca,dia ingin mengetahui seluk beluk alur yang dibuat oleh mahen ini.


Beberapa menit perjalan Kanava melihat ke arah Modian yang menggeliat kecil dalam gendongannya. Dia sudah membereskan separuh bacaannya yang terlalu mengarah ke Azira dan Arsean sedangkan Leanord yang sering dibentak sama arsean sahabatnya sendiri.memang yang menjadi pemeran di novel itu ialah Azira dan Arsean sebagai protagonis sedangkan Leanord sebagai antagonis yang malang.


Leanord yang niatnya menolong Arsean tanpa sepengetahuannya malah dibentak oleh Arsean,Leanord juga pernah dipukul habis-habisan sama arsean yang ketahuan mendorong Azira sampai jatuh ke kolam renang tanpa mendengar penjelasan langsung dari leanord,Leanord bahkan rela di budak sama ayahnya arsean yang membuatnya jadi membully orang lain.ya Leanord memang menolong Arsean dari ayah kandungnya sendiri yang ingin sekali membunuh Arsean karena istrinya meninggal gara-gara melahirkan arsean.


Ayahnya arsean memang bersekongkol dengan Azira yang ternyata juga membenci arsean,entah dendam karena apa.azira memang sengaja memacari arsean supaya lebih dekat dengannya setelah rencananya berhasil dia akan membunuh Arsean.mereka berdua juga sering melakukan hal menjijikan yang dilarang dalam agama Islam, berhubungan badan tanpa ikatan yang sah.


terus di akhir bab 30 yang Kanava baca tadi langsung Berubah menJadi badmood  karena Azira juga menyuruh preman itu untuk mencelakai Leanord bahkan menyuruh preman itu menyuntikan obat entah obat apa ke dalam tubuh Leanord karena tidak di tuliskan di dalam cerita.kanava tahu pasti itu obat yang akan membuat Leanord berhalusinasi dan membuatnya candu dan ingin membunuh semua orang termasuk dirinya nanti.


modian turun dari pangkuan kanava dan duduk di bangku sebelah yang terdapat ransel sekolah kanava yang dia jadikan dudukan.


"VA mau tau gak tugas pertama Lo apa?"tiba tiba Modian berucap membuat Kanava menoleh ke arah Modian yang sedang menaik turun kan alisnya Kanava menaikan bibirnya sebelah.


"Lo yang kayak gitu gue yang geli nyet,kayak monyet lepas kandang tau gak,"


"Lah kan gue emang monyet Nava,"Kesal Modian.


"Hehe pantes kayak gak asing muka Lo,kayak Doger monyet yang sering tampil di depan komplek perumahan gue dulu,"Kanava menabok lengan monyet itu dengan keras.


Modian mengusap lengannya yang barusan di pukul sama Kanava dia menatap jengkel manusia di sampingnya.untung saja dia majikannya sekarang kalau bukan udah di geprek sama dia.


"emangnya Tugas apaan mod?"sambung Kanava kepada Modian. Ucapannya menyerupai bisikan supaya mang Wardi tidak menganggapnya setres berbicara dengan monyet.


"Udah suruh aja supir Lo masuk ke Pertigaan di depan sana,"


"Ih buat penasaran aja sih,Mang belok ke Pertigaan didepan sana aku ada urusan sebentar,"mang wardi mengangguk,"siap non,"


Mang Wardi membelokan stir mobilnya mengikuti arah tunjuk kan dari kanava.kanava memang mencodongkan badannya ke depan.Tempat Didepan sana terlihat sepi Kanava menoleh ke belakang melihat Modian yang tengah memakan roti yang ada didalam ransel Kanava.

__ADS_1


Kanava seakan berbicara dengan Modian melalui telepati Modian yang melihat wajah kesal Modian menunjuk kearah sampingnya tepatnya keluar kaca mobil.


Kanava mengikuti arah tunjuk Modian,"mang udah stop,"mang Wardi menghentikan mesin mobilnya,"memangnya non mau ketemu siapa lagi?"


Kanava turun dari mobilnya dan didepan sana dia melihat seorang gadis yang memakai dress biru gadis itu tengah di ganggu oleh para preman berbadan besar bahkan salah satu pria mencoba untuk memegang badan gadis itu.dia memberontak dan berteriak terus mencoba untuk melarikan diri dari cekalan para preman itu. Kanava memang tidak melihat wajahnya karena gadis itu membelakanginya.


Kanava menggeram marah melihatnya dia berlari ke arah mereka dengan tangan mengepal kuat terlihat sangat marah.bodyguard Kanava yang melihat arah tujuan Kanava pun mengikutinya supaya bisa membantu orang yang di ganggu oleh preman itu.


Bugh_gubrak


Kanava menendang punggung preman yang mencoba untuk menancapkan suntikan di belakang tubuh gadis itu.untung saja waktu tadi,Kanava sudah berada disana jadi belum sampai suntikan itu mengenai tubuh gadis itu sudah jatuh duluan dari tangan preman itu karena tendangan Kanava yang mendadak membuatnya jatuh ke tanah.


"Heh gadis sialan Lo ngapain ganggu kita hah,"ucap kesal teman preman yang tadi jatuh.


"Om pukulin mereka sampe babak belur biar tau rasa mereka itu,gangguin anak orang lain mereka pikir mereka siapa,"ucap Kanava ke para bodyguardnya. kanava membiarkan anak buah papihnya yang melawan hama kecil kayak mereka supaya tidak mengotori tangannya yang mulus.


"Siap nona,"Ucap mereka mereka berdua.


Kanava maju ke arah gadis yang telihat ketakukan bahkan matanya terhat berembun.


"G-gue takut gue pikir gue gak akan selamat dari orang-orang suruhan wanita kejam itu,"gadis itu Masuk ke dalam mobil dan mendudukan pantatnya diikuti Kanava dibelakangnya.


Brak


Mang Wardi menutup pintu mobilnya setelah Kanava dan temannya masuk.teman? Mang Wardi fikir itu teman nona mudanya Yang di ganggu oleh para preman. padahal Kanava kenal saja enggak dia cuman ditugaskan sama monyet peliharaannya.


"Udah gak papa preman itu udah di urus sama bodyguard gue,"ucap Kanava menenangkan gadis disampingnya. Kanava melihat ke arah Modian yang ternyata sudah pindah posisi ke kursi depan di samping mang wardi.mang Wardi tadi juga saat masuk mobil terkejut karena monyet yang dibawa sama nonanya ada di kursi depan.


"G-gue sebenarnya malu sama Lo,"kening Kanava mengernyit heran dengan ucapannya.


"Malu? Emangnya malu kenapa? Lo kan pake dress Kalo pun Lo gak pake baju juga ngapain malu kita sesama cewek,"


"Gue malu karena Lo nolongin gue dari preman itu padahal gue sering bully Lo di sekolah,gue berterima kasi sekaligus meminta maaf sama lo.gue bener-bener malu,"Ucapnya menunduk,kanava mengerti dengan semuanya pantas saja tadi Modian menyuruhnya untuk membelokan mobilnya dan dia menemukan seorang gadis yang tengah di ganggu olehh preman.


Kanava menganggukan kepalanya mengerti,jadi gadis yang berada disampingnya ini ialah Leanord sang antagonis didalam cerita buatan adik sepupunya mahen.Meskipun Tadi Kanava tidak mengenali mukanya Leanord yang cantik tidak seperti didalam cerita yang bermake-up tebal.


"Udah Lo gak usah ngerasa bersalah kita sesama manusia pasti punya salah yang enggak diketahui langsung sama diri kita.gue udah maafin Lo kok jadi tenang aja. Lo ngebully gue atau orang lain juga pasti karena bukan kemauan elo sendiri, pasti Lo tertekan sama ego sendiri Yang ingin membahagiakan hati Lo supaya tetap tegar," ucap Kanava membuat Leanord meremas bajunya.dia tidak percaya dengan salah satu gadis yang sering dia bully di sekolahannya memaafkannya begitu saja.

__ADS_1


"Lo juga pasti berusaha untuk enggak ngebully orang tetapi gak bisa karena ego Lo yang terlalu besar ingin ngebuat hati Lo tetap terlihat tegar ketika sedang melakukan aksi perundungan atau Lo ditekan sama seseorang supaya Lo dikenal buruk oleh orang lain,mungkin juga kedua hal itu membuat Lo semakin kuat ingin melakukan perundungan itu,"Ucapannya Kanava membuat Leanord merasa yakin kalau dirinya sudah keterlaluan melakukan semua itu.


"Hiks ucapan Lo bener gue emang keterlaluan udah melakukan perundungan yang gue aja gak mau ngelakuin itu semua tapi ego dan tekanan yang ada di sekitaran gue yang ngebuat gue melakukan semua itu hiks,"tangis Leanord pecah mengeluarkan isi hatinya yang dia simpan sendiri dalam diam membuat Kanava langsung memeluk gadis rapuh di sisinya.


"hiks Gue yang berusaha nolong sahabat gue Malah gue yang di benci sama dia,Abang gue sendiri ikutan membenci gue karena kehadiran dia yang manifulatip hiks mereka semua gak nngertiin perasaan gue hiks gimana rasanya di katain anjing iblis sama orang terdekat.bahkan gue pernah di pukul habis-habisan sama Arsean hiks seharusnya gue gak nolong dia dan enggak selalu menarik perhatian sama dia huaaa ,"Leanord memeluk erat Kanava menangis dengan sangat kencang di bahu Kanava membuat Kanava menepuk nepuk punggung gadis itu.


Mang Wardi yang mendengar tangisan teman nonanya menoleh ke belakang,"aduh Enon Temannya kenapa nangis kayak gitu? Neng Gimana nanti kalo eumang beliin coklat deh biar nangisnya berhenti,"


mang Wardi panik karena tangisan gadis itu malah semakin kencang. Memang mobil yang di tumpangi Kanava belum berangkat lagi karena dua bodyguard itu belum kembali kalau dilihat juga Mereja tengah mengambil suntikan Tadi yang akan disuntikan teman nonanya.


"Udah mang biarin nanti juga berhenti sendiri nangisnya,"mang Wardi mengangguk dan melirik monyet disamping yang tengah memakan semua roti yang ada di ransel Kanava sampai Bungkusnya berserakan di dalam mobil.memang Kanava sengaja membawa roti yang banyak di dalam ranselnya ketika sudah pulang dari perpus tadi dan pergi ke kantin untuk membeli roti untuk monyet itu.


Mang Wardi heran dengan monyet yang di bawa nona mudanya ini suka dengan roti bahkan memakai baju serta celana.Mang Wardi melanjutkan lagi menonton drama ikan terbang di dalam ponselnya yang sempat terganggu


Tok_tok


Suara ketukan dari arah luar membuat Kanava dan Leanord menoleh diluar sana ada bodyguardnya yang sudah membereskan kuman kecil Kanava menurunkan kaca mobil itu.


"Nona ini suntikan tadi yang akan disuntikan ke teman nona,bisa dilihat bentuknya kalau ini adalah termasuk obat terlarang.apa nona akan mencari tahu tentang obat ini? biar saya simpan dan diberikan ke yang lain supaya diperiksa,"Kanava mengangguk mendengar ucapan Kevin.


"Ya om periksa obat apa itu,setelah selesai diperiksa besok tunjukan ke aku om apa benar itu obat yang ngebuat orang berhalusinasi,"dua bodyguard Kanava mengangguk dan menuju ke mobil yang dipakai Ama mereka berdua tadi.


Kanava semakin yakin kalau obat itu adalah obat yang membuat orang akan berhalusinasi untung saja dia tepat waktu datangnya kalau enggak pasti Leanord akan kecanduan obat itu dan berakhir gila.


Dia menjadi kasihan kepada Leanord tidak ada satu Pun orang yang perduli kepadanya bahkan Abang kembarnya sendiri.leanord yang baik berubah jadi pembully karena tekanan dari ayah sahabatnya itu.bahkan dia rela membully orang tanpa kemauannya sendiri supaya Arsean bisa selamat dari ayahnya.


Leanord sebenarnya tidak mengetahui kalau azira sama ayah sahabatnya itu bersekongkol. Dulu Dia cuman melihat Azira yang sedang berteleponan dengan orang lain ketika dirumahnya membicarakan tentang balas dendam kepada Arsean dan akan membunuhkan saat sudah Azira dinikahi oleh arsean.


Kalau dengan ayahnya arsean Leanord mengetahuinya ketika kelas satu sma karena melihatnya sedang bersama seorang wanita yang sama sekali tidak dikenalnya di salah satu kafe ketika dia tengah bekerja disana. Disana juga Leanord  mendengar bahwa Ayahnya arsean akan membunuh anaknya itu karena hasutan wanita didepannya.


"Lea Lo tenang aja gue bakalan jadi teman Lo, yang akan selalu ada buat Lea yang baik dalam keadaan susah maupun senang.besok pagi gue jemput ke rumah Lo buat kesekolah Bareng Kitakan sekarang jadi teman jadi bakalan kemana-mana secara bersama,"ucapan Kanava membuat mata Leanord berkaca-kaca lagi mulutnya sudah mau menangis tapi langsung di bekap oleh Kanava.


"Udah nangisnya nanti aja sekarang tunjukin dimana letak rumah Lo biar mang Wardi bisa nganterin Lo kerumah,"ucap Kanava seraya melepaskan bekapannya.


Leanord yang mendengarnya jadi teringat kalau dari kelas 3 SMP dia cuman tinggal sendirian di apartemen miliknya hadiah ulangtahun dari kedua orangtuanya.dia memang diusir oleh kedua orangtuanya setelah Leonard mengadu ke orangtuanya kalau dia mendorong Azira ke kolam renang.


"Gue Udah gak tinggal dirumah orangtua gue lagi,gue tinggal di apartemen milik gue. mang anterin saja saya ke jalan xxmawarmerah,"

__ADS_1


__ADS_2