Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[29] Katak Beradik


__ADS_3

Maksudnya sama kayak Bang Raja, Clairvoyance? Enak bener andai aja gue yang punya kekuatan itu lah malah ini bocil,"Ujar Jolicia.


Clairvoyance di ambil dari kata Perancis yang artinya ialah kewaskitaan,Clair sendiri berarti adalah (Jelas) dan voyance merupakan (penglihatan). Kemampuan yang mendapatkan informasi tentang sesuatu secara langsung.


Selisih dengan telepati, Clairvoyance menerima informasi atau objek kejadian secara langsung,Dimasa lalu, masa kini atau masa depan, jika telepati yaitu pengetahuan atau komunikasi keadaan daya seseorang.


Kekuatan Clairvoyance diturunkan dari garis keturunan Kavindra bukan hanya itu saja kekuatan yang dimiliki Kavindra.Telepati sendiri hanya dimiliki oleh keturunan Mattew.


"Emang Lo keturunan Kavindra jopret? Lo keturunan Mattew ******!"Maki Reyhan kepada sepupunya.


"Hehe bisa aja kan bisa aja gue tiba-tiba punya kekuatan dari Kavindra,cup,"Jolicia mencium pipi sepupunya lalu melompat ke atas sofa.


Reyhan sendiri melototkan matanya."akh ege pipi gue jadi najis ******. Dia mengusap-usap pipi kanannya yang sudah tercemar bakteri dari mulut sepupunya.


•••••


Disebuah rumah Yang terlihat sederhana, di ruang makan terdapat wanita dan seorang pemuda berambut gondrong yang sudah selesai makan malam.


Pemuda itu ialah Aslan yang tengah berada di rumah bundanya yang meminta dirinya untuk datang ke rumah setelah tahu kalau tadi putrinya bungsunya telponan bersama Aslan putra kandungnya yang jarang bertemu karena dia sudah berpisah dengan mantan suaminya.


"Alam apa perkataan bunda waktu itu kurang dipendengaran kamu? Kenapa mau menuruti semua ucapan ayahmu itu?,"Tanya wanita it


Shahina yang selaku ibu dari Frederick Aslan Alamsyah terlihat begitu marah terhadap anaknya yang semakin terpengaruh sama keinginan Narendra.


Bagaimana tidak marah kalau anaknya itu merencanakan sesuatu yang akan merugikan semua orang didunia ini. Dia hanya ingin anaknya kembali ke jalan yang benar karena nanti anaknya sendiri yang akan mendapatkan akibatnya.


"Darah Narendra mengalir didalam tubuhku!"Ujar Aslan tegas.


Shahina menghela napasnya gusar, "kamu bisa kan seperti adik kamu yang nggak terpengaruh apapun dengan semuanya meskipun dia keturunan Narendra,"


"Alam sama Alma beda bunda!"Teriak Aslan.


Dia menatap mata sang bunda,"Ini sudah takdir Alam, tidak ada yang bisa mengubah semuanya,"


Shahina mengusap punggung anaknya namun tangannya langsung di tepis begitu saja oleh Aslan, wanita itu menatap tangannya yang barusan di tepis kasar sama Anak kandungnya sendri.


Dia takut kalau anaknya semakin berbuat jahat kepada orang lain.


"Alam, kita melakukan semua hal dengan cara kita sendiri.kamu jangan terpengaruh sama keinginan keluarga Narendra. Kamu punya masa depan yang cerah tengah menunggumu, kamu sendiri yang sangat bersemangat menggapai masa depan itu kan?"


"Itu dulu,sekarang Alam sudah tidak tertarik, keluarga Narendra berencana menyingkirkan semua keluarga ith yang tidak setuju dengan metodenya,"


Aslan mengambil air putih di hadapannya,"dan hanya itu Yang Alam ingin lakukan menjadi yang terkuat di dunia fiksi ini,"Sambung Aslan menyeringai sambil meminum air nya setelahnya dia menyimpan gelas bekas dirinya kemeja.


"Astagfirullah nak,"Shahina mengusap wajahnya gusar, dia tidak habis fikir dengan jalan anak sulungnya.


Shahina menatap mata Aslan dengan tajam, "jika kamu terus memikirkan yang ada diluar kendali kita bukankah itu merepotkan? Alam, kamu lahir didunia dan di beri kekuatan itu untuk menyelamatkan tokoh dari jiwa jahat bukan untuk menghancurkan,"


Aslan memutar bola matanya malas mendengar ucapan bundanya.


"Jadi bunda menyalahkan kehadiran Alam begitu? karena Alam yang mau menyingkirkan semua keturunan pilihan itu bunda benci sama Alam?" Dada Aslan naik turun,matanya menatap bundanya penuh dengan kecewa.

__ADS_1


Shahina menggelengkan kepalanya tangannyadengan cepat menggenggam tangan milik anaknya,"Bunda tidak bermaksud seperti itu,"


"Bunda cuman gak mau kamu jadi makhluk jahat Alam, tolong ngertiin perasaan bunda,"Lirihnya.


"Sepertinya bunda tidak mengerti,Alam hidup untuk menghancurkan semua slayer of evil creatures,semua garis keturunan Narendra sudah terikat dengan iblis mau bagaimana pun aku gak akan bisa keluar dari Takdir ini,"


"Meskipun Alma sekarang gak melakukan apapun, tapi lihat saja nanti dia pasti akan sama dengan semua keturunan Narendra,karena darah Narendra mengalir ditubuhnya,"Jelasnya menyeringai.


Shahina menggelengkan Kepalanya tidak sanggup kalau nanti melihat kedua anaknya yang menjadi jahat akibat darah Narendra yang mengalir di Dalam tubuh mereka. Ini kesalahannya karena dirinya menikah dengan salah satu keturunan Narendra, dia sama sekali tidak mengetahui apapun tentang itu.


Dulu sebelum Narendra di tunjuk sebagai keturunan pilihan keluarga itu sama sekali tidak memiliki niat jahat kepada para keluarga yang lain akan tetapi setelah menjadi keturunan pilihan terkuak sifat asli Narendra yang egois, yang selama ini ditutup-tutupi supaya Narendra bisa terpilih jadi bagian dari slayer of evil creatures'.


Bahkan Narendra dengan tidak tahu diuntungnya setelah mendapat gelar, dia mengikatkan janji dengan iblis supaya dirinya menjadi yang terkuat dari para sahabatnya yaitu Louis, Agnibrata, Kavindra dan Mattew.


"Sudah tahu aku akan melakukan apa yang aku inginkan, jadi bunda hanya boleh diam saja"Ucap Aslan.


"Terserah kamu bunda sudah lelah menasihati kamu," Shahina bangkit dari duduknya,membawa semua piring kotor di meja sana ke arah wastafel.


Dia sungguh sudah pasrah menasihati putra sulungnya yang sering kekeuh dengan pendiriannya.ucapan nya Sama sekali tidak di terapkan didalam otak putranya.


Aslan melirik bundanya dan mendengus sebal" maafin alam bunda karena ini Udah takdir alam yang lahir dari keluarga Narendra, bukan hanya Alam Alma pun sama, dosa Narendra juga termasuk dosa kita berdua,"Gumamnya lirih.


Tak lama dengan keheningan di dapur suara teriakan didalam kamar berhasil membuat keduanya menoleh.


"BUNDA KERUDUNG BERGO PUTIH PUNYA ALMA DIMANA? KOK GAK ADA,"Teriak seorang gadis di dalam kamar sana.


Shahina menoleh ke arah pintu kamar dimana sang putri berada,"ADA DISANA CARI YANG BENER, KAMU INI SELALU SAJA CEROBOH,"Balas Teriak Shahina.


Wanita itu membuang nafasnya dengan kasar,"DI BAWAH KERUDUNG KAMU YANG LAIN, COBA CARI YANG BENER,"


"BUNDA BANTU CARIIN DONG,"Teriaknya.


Aslan menatap ke arah sang bunda yang akan membersihkan tangannya,"Biar Alam aja yang bantu cariin kerudung Alma Bun,"Shahina mengangguk.


Dia berjalan ke arah kamar adik kesayangannya yang terbuka. Dia berhenti di ambang pintu dan terlihat seorang gadis yang memakai Hoodie biru, kepalanya ditutup oleh kupluk Hoddie terlihat wajahnya yang bulat.


"Dek biar Abang bantuin ya?"Aslan menatap pergerakan adiknya yang menari-nari di menghadap lemari.


Keadaan kamar sungguh jauh dari kata baik, semua pakaian berserakan dimana-mana bak kapal pecah.


Gadis itu menoleh,"Abang masih disini aku kira udah pulang ke mansion,"


"Hem,"


"Kalo gitu sini bantuin aku cari kerudung bergo,"gadis itu menyuruh abangnya mendekat.


Aslan mendekati adiknya dengan wajah khasnya dingin.


Dia berjongkok di samping sang adik dan mencari kerudung yang dicari oleh Alma.


"Bang,"

__ADS_1


"Apa,"jawabnya sambil celingak-celinguk ke dalam lemari.


"Mmm Gak jadi deh lupa,"Aslan menatap Alma yang menurutnya tidak jelas sudah memanggil malah lupa, dia menyentil kening adiknya lumayan kuat.


Alma mencebikkan bibirnya kesal,"Ish, Abang sakit tau,"dia mengusap keningnya yang memerah.


"Makanya kalo jadi orang itu yang jelas,"


Alma melempar gamis yang dipegangnya ke wajah abangnya. "Masa gadis cantik kayak gini gak jelas sih bang? Kalo aku gak jelas bagaimana dong yang lain?"


"Dek jangan diberantakin terus kayak gini kamar kamu udah kayak tempat pembuangan sampah tau, emangnya gak kasian sama bunda yang beresin nanti,"Dia menyimpan gadis milik Alma ke dalam lemari.


Gadis itu memicingkan matanya ke arah abangnya. "Abang alam yang tampan tidak ada duanya, aku yang selalu beresin kamar ini kenapa jadi bunda yang beresin?"


"Siapa tau kamu itu pemalas,"Cibir Aslan.


"Enak aja,"


"Aku itu udah cantik, rajin, pinter, mandiri, gak menyusahkan orang lain, punya pendirian yang kuat gak kayak Abang,"Balas Alma yang tak kalah mencibir.


"Kamu ngatain Abang?,"


Alma menatap ke arah tumpukan baju,"iyalah Kan Abang mudah terpengaruhi gak kayak aku,"dia menepuk dadanya bangga."sangat kuat,"


Aslan berdecih dirinya di buat mati kata dengan adiknya, dia meneruskan mencari kerudung milik Alma,"itu karena Abang ditakdirkan seperti itu, hidup kita kan sudah ditentukan menjadi jahat,"jawabnya datar.


"Tidak ada hubungannya denganku!... Aku adalah aku Abang adalah Abang, Apa yang dilakukan ayah dan kakek kita tidak ada hubungannya dengan kita,"


"Haha sudah terlambat dek, semuanya akan dimulai sebentar lagi,"


Alma mengobrak-abrik semua bajunya dan melemparkan begitu saja ke arah belakang dimana tumpukan baju bersarang.


"Semua orang melakukan hal dengan caranya tersendiri,"


"Masa?"tanya nya bercanda.


Alma mengangguk,"iyalah, bang besok main ketaman yuk udah lama kita gak pernah kesana bareng,"


"Ya adiku sayang, nah ketemu! kerudung begini bukan?"Tanya nya sambil menjiwir satu kerudung bergo warna putih.


Mata Alma menatap tajam abangnya, kenapa harus dijiwir kan bisa di pegang biasa pikirnya."Abang! Emang dikerudung aku ada bakterinya apa hah!"


Dada Alma naik turun menandakan dirinya tengah marah kepada Aslan.


"Banyak,"Ucapnya enteng.


Bugh_bugh_bugh


"Abang sialan,Huft Astagfirullah ya allah kuatkan hambamu ini. untung kita katak beradik kalo enggak aku udah bikin Abang jadi manusia geprek,"


Kalau Tidak mau menunggu lama update ceritanya langsung baca aja di fizzo soalnya disana sudah tamat dan sedang menulis S2.

__ADS_1


__ADS_2