
Brumm
Ckit
Kanava memarkirkan motornya disamping warung yang berada di belakang sekolah, dia memang ditunjuk oleh Leanord untuk menjalankan motornya kesana. Warung milik istri pak bagas satpam sekolah,warung yang sering dikunjungi oleh murid ketika mau bolos atau telat masuk gerbang utama.
Mereka berdua turun dari motor dan melepaskan helm fulfacenya,bukan hanya ada motor milik dirinya saja ternyata disana banyak motor yang sengaja ditinggal disana yang rata-rata murid karena kesiangan.
"Woah ternyata disini ada warung juga nyatanya,"Ucap kanava.
"Hmm emang ada langganan murid yang lagi bolos,"jawab leanord yang menyimpan helmnya di jok motor Kanava.
"Kaki gue rasanya remuk le, apalagi si gadiis itu ya yang gue tabrak gue lupa minta nomer hapenya,"
"Emangnya buat apa nomernya? Lo naksir sama dia ka? Astaga gue gak nyangka ternyata Lo juga homo,"ucapnya terkejut.
"****** Lo, gue minta no dia buat tanggung jawablah siapa tau dia sakit biar gue bawa dia kerumah sakit ogeb bukan gue naksir, gue normal ya pecinta cogan enak aja Lo kalo ngomong,"geram Kanava memukul kepala Leanord.
Leanord mengusap kepalanya yang sudah mendapatkan dua pukulan hari ini dari orang yang sama pula. "Ye kan siapa yang tau kalo Lo juga ke cipratan sifat pasangan gay itu,"yang dimaksud Leanord Raefan dan Raja.
"Amit-amit Cok,"
"Yaudah lah gue ijin dulu buat nyimpan motor Lo disini ke BI Maya,"dia berjalan ke dalam warung untuk menemui istrinya pak bagas.
Kanava sendiri hanya diam di tempat sambil menoel-noel lukanya yang diplaster di tangannya."Sssakit juga ya dipegang kayak gini,"
Entah memang bego atau baru ketempelan otaknya Leanord, ya sakit lah kalau luka dipegang seperti itu. Kanava beberapa detik kemudian sadar akan kelakuannya yang menurutnya mirip leanord dia menepuk keningnya.
"Kenapa Lo jadi bego kayak gitu sih va anjir banget,kayaknya gue ketularan virus nya Leanord deh,"
"VA Come Here," teriak Leanord di ujung sana yang lumayan jauh dari kanava.
"Sejak kapan Lo ada disana? Lo mau ninggalin gue,"
Kanava mendekati Leanord dengan jalannya yang pincang,"njir Lo udah di mari aja,"
"Hehe gue lupa kalo gue kesini bareng Lo, pas gue udah di warung Maya gue malah jalan ke arah belakang bukan ke arah depan Lo. Karena gue lupa kalo sebenarnya tadi gue ijin nyimpen motor itu punya Lo haha,"dia tertawa yang membuat wajah Kanava menjadi datar.
Untung saja sekarang tubuh Kanava masih sakit-sakit kalau enggak sudah dia bikin tubuh Leanord babak belur karena melupakan dirinya.
Mereka berdua berbelok dan masuk ke dalam gang.mereka berdua menghentikan langkah kakinya dan saling pandang ketika mendengar suara para laki-laki yang berdebat di dekat gerbang belakang sana.
"Siapa?"
"Kayaknya murid yang lagi mau manjat dinding Deh,"jawab leanord.
"Kita samperin aja lah, biar kita juga bisa diangkat sama mereka ke atas dinding yang tinggi itu,"Kanava mengangguk,benar juga apa yang dibilang Leanord.
"Ck Lo yang jongkok lah badan gue lagi encok nih,"suara pemuda yang dikenal oleh kedua gadis itu.
"Kayak kenal ya,"ucap Kanava.
Leaonard mengangguk."Kayak siapa gitu,"jawabnya.
Mata Kanava memicing melihat ke arah pemuda itu,"Loh mereka bukannya Four R ya,"Cetus Kanava.
"Bener mereka kayaknya telat juga," Mereka berdua berjalan mendekati Four R.
"Lo taukan kekuatan gue lagi lemah-lemahnya karena kemaren malam,"ucapan raga yang dididengar oleh Kanava dan Leanord, mereka menghentikan langkahnya dan mengerjapkan kedua matanya.
"Kekuatan?"Ucap mereka berdua berbarengan membuat keempat pemuda itu menoleh kebelakang dan terkejut dengan kehadiran dua gadis itu.
"******,"
"Sejak kapan kalian berdua ada dibelakang kita?"Tanya Reyhan yang masih shock dengan kehadiran dua gadis itu di belakang mereka secara tiba-tiba.
__ADS_1
Mereka berdua mendekati Four R dengan kaki pincangnya, karena tadi yang ketindih motor sport Kanava,Raefan yang melihat jalan Kanava yang pincang melototkan kedua matanya,"Sejak Raga ngomong kekuatan gue yang lemah-lemahnya, emang kekuatan apansih?"
"Itu karena kekuatan cintanya yang melemah,"bohong Reyhan.
"Mas Asih, masasih,"ucap Kanava dan Leanord bersamaan.
"Kalian berdua habis ngapain jalan pincang kayak gitu?,terus juga kenapa tangan sama kaki diplester?" Tanya Raefan membuka suara karena gatal mulutnya ingin mengatakan itu dari tadi. sebenarnya dia ada rasa terhadap Kanava.
Kanava menunjuk dirinya dan Leanord secara bergantian,"Oh kita,"mereka mengangguk.
Hanya Raja yang diam ditempat tidak melakukan aksi apapun karena disana ada Leanord jadi jantung sedang berdisko.Memang setelah kejadian memalukan di perpus entah kenapa hatinya selalu menggila saat berpapasan dengan Lea apalagi berdekatan seperti ini.
Leanord sendiri tengah memandang Raefan juga sesekali mencuri pandang takut ke arah Raja,dia takut kejadian beberapa tahun yang lalu diperpus terulang lagi sekarang. Matanya saja sudah ternodai waktu itu karena dia jatuh di depan Raja yang celana olahraga dan sempaknya ketarik oleh dia.
apalagi kalau pemuda itu tahu kalau dirinya menyimpan video berisi tentangnya itu.kan dia yang tambah malu jadinya.
Sebenarnya dia mau menghapus videonya akan tetapi dia sayang karena di dalam video itu juga ada Raefan idolanya.
"Kita tadi diperjalanan dicegat dan terus di perkaos masal,jadi ya kayak gini jalannya ngangkang,"ucapnya menahan tawa karena mata keempat pemuda itu melotot tidak percaya.Raga memicingkan matanya dan menatap matakanava yang ternyata ada bumbu-bumbu kebohongan.
"Maksudnya kalian di,"Kanava mengangguk.
"Hmm perih banget tau,iyakan le?"ucapnya kepada Lea yang menunduk.
Leanord yang tidak mengerti ucapan Kanava Hanya mengangguk,pikirannya hanya menangkap satu kejadian tadi yaitu kecelakaan Kanava yang tak sengaja menabrak gadis berkrudung,"i-iya perih banget sampe ada bekasnya,"ucapnya sambil menatap mata Raja yang tiba-tiba melotot Kearahnya karena terkejut mendengar ucapan dari leanord.
Leanord yang tidak mengerti kenapa Raja Melototinya jadi takut sendiri,dia meremas jarinya sekali dia menggigit bibir dalamnya.
"Bilang sama gue siap yang sudah ngelakuin ini Ke Elo biar gue bunuh dia, ayo buruan siapa orangnya,"Ucap Marah Raefan yang membuat Kanava mengerjapkan kedua matanya Lucu.
Deru napas Raefan tidak beraturan sampai terdengar oleh ketiga sahabatnya. Reyhan sendiri dia hanya menahan tawa karena mereka bisa-bisanya dibohongi sama Kanava yang sifatnya amburadul itu.
Ya Reyhan tadi sempat membaca pikiran Kanava yang membohongi mereka termasuk dirinya,akan tetapi dia sudah tahu bahwa itu hanya akal-akalan Kanava saja.
"Oh itu, Beuh cakep banget orangnya, udah baik lemah lembut terus juga islami banget Masyaallah, emangnya Lo kenapa peduli banget Ama gue, inget ya kita itu rival jadi Blablabla," jelasnya.
Mereka berdua melihat ke arah Kanava yang tengah mengomel yang sama sekali tidak bermanfaat untuk telinga mereka, dan ternyata memang benar mereka cuman ditipu sama Kanava. Raefan dan Raja juga menoleh ke Leanord yang tengah cemberut entah karena apa tangannya saja di remas.
Raja yang melihat Leanord yang menurut lucu keceplosan terkekeh membuat ketiga sahabatnya menatapnya ngeri,dia menormalkan raut wajahnya menjadi datar karena kepergok memandangi wajah cantik Leanord.
"Eh ka stop ngomelnya, gue tau yang tadi bohong kan?' kalo bukan di perkaos lalu kenapa jalan kalian berdua ngangkang,"
"Hehe kalian udah tau rupanya,"
"Itu karena tadi gue abis kecelakaan ter-"ucapannya terpotong karena teriakan Four R.
"APPAH"
Leanord terkejut akan teriakan itu sampai terjatuh ke tanah karena dia tadi tengah melamun,Dia mengusap telinganya yang terasa berdengung.Raja yang berada di dekat Leanord jatuh ke tanah pun reflek langsung mengulurkan tangannya,Mata dia membola karena tangannya yang tiba-tiba saja mengarah ke gadisnya.
Leanord meraih telapak tangan itu membuat jantung Raja berdetak sangat kencang, dia sama sekali tidak tahu kalau itu tangan Raja karena dia tengah menepuk rok yang di atas pahanya.
Leanord mendongak ke arah Raja,"Makas- eh m-maaf gue Nggak sengaja,"dia menepis tangan Raja Membuat tangan Raja terpentuk ke dinding di sampingnya.
"Ah iya gak papa,"
"Sudah lah,sekarang gue minta kaluan buat naikin gue," mereka berempat menatap Kanava cengo karena ucapannya itu membuat otak mereka terkontaminasi.
"Naikin Lo? Maksudnya?"tanya Raga.
Kanava mengetuk kepala raga dengan kesal,"maksud gue tolong naikin gue ke atas dinding itu, gue mau masuk kedalam tapi gak bisa dindingnya terlalu tinggi,"jelasnya membuat Four R menghela napasnya lega.
"Kalo ngomong tuh yang bener jangan bikin orang ambeyen,"
"Ambeyen? Ctak, ambigu goblok," Kanava menjitak kepala Raga.
__ADS_1
Leanord melototkan matanya karena melihat Kanava yang terang-terangan menjitak mantannya itu, dia sama sekali belum pernah melihat ada orang yang berani dengan Four R,apalagi memukulnya yang ada sudah di bikin babak Belur duluan oleh Four R.
Dia saja sebagai mantan Raga sama sekali tidak berani dengan Raga Mau dekat dengan four R saja dia takut,tapi sekarang entah jenapa ketakutan itu sudah hilang saat sudah bertemu dengan Kanava dan juga dia masih takut kepada Raja Saja.
Kanava mendorong Raga supaya berjongkok di bawah sana."kenapa harus gue sih?gue ini lagi lemes tau,"ucapnya Melas membuat Kanava jadi merasa bersalah karena mendorong pemuda itu.
"Yaudah maaf, gue lepasin Lo deh,"Ucapnya lembut dan membantu supaya Raga berdiri.
"Nah RAEFAN sini Lo jongkok, si raga lagi sakit jadi Lo aja,"Ucapnya kasar tidak seperti tadi ke Raga.
"Ke Raga aja lembut lah ke gue mgomongnya kasar, ogah banget gue harus jongkok disitu, sebelum Lo mintanya dengan lembut,"dia bersidekap dada dan menatap sinis Kanava.
"Yaudah kalo gak mau, gue gak maksa masih ada yang lain,"
"Yayang Raja Come Here,"Ajaknya membuat Raefan Melototkan matanya.
"Enggak-enggak gue aja deh,gak usah si datar dia punggungnya lagi sakit,"bohongnya.
"Lah katanya tadi gak mau, Yaudah deh daripada punggung yayang Raja Makin sakit, btw Lo Perhatian banget sih sama Calon," Raefan yang dipuji Kanava jadi salting sendiri,jadi maksudnya dirinya sudah berada di list calon suami Kanava begitu.
Akh Raefan jadi dah Dig Dug ser begini jantungnya, jantungnya ini jadi lemah karena Kanava,ingin sekali dia mengarungi Kanava dan membuntungin nya sekarang juga.
"Tau aja Lo, gue ini emang calon suami yang Sholeh,bakal memperlakukan istri gue nanti dengan baik,bakalan memenuhi semua kebutuhan dia,gak ngedzoliminya, lemah lembut dan juga pemaaf," Raefan berucap dengan sangat pede membuat kedua sahabatnya menatapnya sinis.
"Wah, jinjja? Kalo nanti Lo udah nikah bakalan Di sayang sayang nggak bini sama anak Lo?""tanya polos Kanava.
"Ya tentu lah pasti,"ucapnya berbangga diri.
"Gue jadi iri begini sih, Sayangku Rajaku Cintaku Lo beruntung banget sih nanti bakalan punya suami yang baik kayak Raefan,Kan pasti kalian gak bisa punya anak nih gue yang bakalan nyalon jadi anak kalian biar klop satu keluarga,"
Doeng
Mulut keempat pemuda itu menganga lebar mendengarkan ucapan Kanava yang barusan, jadi yang di maksud Kanava itu Raja begitu bukan Kanava sendiri.
"Maksudnya yang Lo maksud calonnya Raefan Itu gue ka?" Tanya datar Raja menunjuk dirinya.
Kanava mengangguk,"Iya My Love, Mmuah," Kanava memerikan kiss jauh kepada Raja membuat Raefan Menggeram marah ditempat.
Saat Raefan ingin berbicara teriakan Leanord sudah mendahuluinya,"Huaaa ulet bulu Hush Hush,"
Set_Greb
Deg
Leanord meloncat ke Tubuh seseorang yang berada disampingnya Jadi sekarang Dia Sekarang berada di dalam gendongan pemuda itu dengan cara koala, Sedangkan pemuda itu hanya diam mematung merasakan ada hawa panas menjalar ke setiap inci tubuhnya bahkan detak jantungnya menggila didalam sana.
"Huaa My Raefan sayang gue takut ulet, Huaaa tolong buangin ulet itu di sepatu guee,"Rengeknya didalam gendongan Raja membuatnya langsung menahan tubuh Leanord supaya tidak terjatuh.
Ya orang yang dipeluk Leanord ialah Raja bukan Raefan. Tubuh Raja sendiri mematung karena ulah Leanord yang tiba-tiba nemplok dibadannya.
Tadi memang dia tidak menangkap tubuh Lea karena rasa shock yang sepenuhnya hinggap di otaknya tapi sekarang tangannya berada dipunggung Leanord supaya tenang di gendongannya kan berabe kalau ada yang terbangun disana.
Raja berdeheman supaya rasa panas ditubuhnya menghilang,"I-ni Ekhem ini gue Raja bukan Raefan,"ucapnya.
Jantung Leanord berdegup kencang mendengar suara orang itu dia mendongak dan menatap wajah pemuda itu dengan lekat, sudahlah harga dirinya jatuh lagi didepan pemuda itu.
Yang tadinya dia menghindari tatapan Raja lah sekarang dia malah nemplok ditubuh kekarnya Raja,dia serasa ingin pingsan sekarang. Leanord gelagapan dan bergerak kesana kesini di gendongan itu membuat Raja kewalahan sendiri karena harus merasakan tubuhnya yang semakin panas.
Kanava sendiri langsung memeluk tubuh Raefan karena harus melihat Raja yang memeluk seorang gadis lain,karena dia sudah sudah suka dengan kapal Fanja (Raefan & Raja). Raefan sendiri yang dipeluk Kanava tubuhnya mirip seperti Raja tadi mematung.
"Huh sakit hati ini,kamu harus sabar bang karena harus melihat calon istrimu itu memeluk seorang gadis lain betapa hancurnya hati mu ini., kamu sungguh jahat mas, lihat calon suami kamu jadi mematung seperti ini, dan juga kamu mentigakan jiwa gadis ini,Kamu harus sabar ya bang aku pun juga sama,"ucap Kanava mendramatis.
kesadaran Raefan mulai kembali karena ucapan Kanava yang selalu bikin darah tingginya semakin naik.
"Kok mentigakan Sih ka?" Tanya Reyhan kepada Kanava.
__ADS_1
"Iyalah orang gue yang ketiga kayaknya, yang pertama kan Raefan terus Leanord nah gue yang paling terakhir, emang bener pesona yayang Raja itu gak main-main, semua orang menyukainya mau cewek ataupun cowok tetep Raja yang jadi pemenangnya karena Menang banyak ftt,"
"Ini ceritanya gimana sih maksudnya hubungan kalian Harem?"