
Keesokan harinya disekolah Wijaya Kanava tengah kelimpungan sendiri di dalam salah satu bilik toilet, keringat dingin saja mulai keluar dari setiap sudut tubuhnya.Dia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya,seakan dirimbuni ribuan jarum didalam sana.
Kanava mencoba mengeluarkan kepalanya ke arah pintu siapa tahu ada salah satu siswi yang masuk toilet, tapi naas keinginan malah terhalangi karena bel masuk sudah berbunyi.
dia mengusap perutnya yang semakin sakit, hari ini adalah hari yang sial menurutnya.
"Akh dasar sial, gini banget nasib gue aws sakit banget astaga, kenapa harus hari ini sih menstruasinya,kalau besok kan gue bisa bawa pembalut di saku gue," ucap Kanava.
Memang Kanava hari ini tengah datang bulan,darah nya merembes ke rok sekolahnya mengakibatkan dia bersembunyi di bilik toilet, menunggu siswi supaya dia bisa meminta tolong kepada siswi itu.akan tetapi dari tadi belum ada yang masuk ketoilet selain hanya dirinya.
Mau menelpon Leanord pun tidak bisa ponselnya ada di dalam tas ranselnya, yang karena dia jarang menggunakan ponselnya lebih baik dia simpan di ransel pikirnya tadi. Tapi dirinya sendiri yang Kena sial Karena ulahnya sendiri menyimpan ponselnya di tas.
"Argh gue emang udah ketularan begonya si Leanord deh,"kesalnya.
"Gue gak bakalan lagi deh nyimpan ponsel di dalem tas,gini nih akibatnya, mana darah terus keluar lagi masa gue harus keluar dengan rok gue yang basah? Mamih,"
"LEANORD TOLONGIN GUE, TOLONG! SIAPAPUN TOLONGIN GUE!" Teriak Kanava yang keluar dari Bilik toilet dia berjalan ke arah pintu masuk sambil memegang perutnya yang sakit.
Dia sedikit membuka pintu itu dan melongokan kepalanya kaki nya dia silangkan supaya tidak bocor terus-terusan kan berabe.
"NYOLONG EH TOLONG, PARA GADIS MAUPUN JANDA AKAN LIMA TOLONGIN GUE PLIS,GUE LAGI BUTUH BANTUAN KAGAK ADA YANG MAU BANTU GUE? TOLONGIN BELIIN Eh ngapain gue teriak rahasianya para cewek bisa malu lah gue,"
"SIAPAPUN TOLONG BANTUIN GADIS CANTIK NAN JELITA INI!"Dia menggerutu kesal sudah teriak-teriak malah tidak ada yang menyahut.
"Ini orang udah pada masuk kah? Masa gue harus nunggu disini gak enak banget lah, ini juga gak ada pangeran yang mau nolongin Putrinya yang lagi kesusahan begitu. Diliat toilet cowok juga sepi,"
Sedangkan didalam kelas XI-IPS II Leanord gelisah dengan keberadaan Kanava yang menghilang begitu saja padahal bel sudah berbunyi guru saja sudah masuk. Kanava memang tidak bilang kepada Leanord kalau dia pergi ke toilet sebab sakit perut.
Bukan sakit perut pengen BAB melainkan rembes datang bulan,kanava juga sebenarnya tidak tahu kalau hari ini dia rembes.
Leanord memgambil ponselnya untuk menghubungi Kanava tapi dia sendiri yang terkejut sebab suara ponsel Kanava ada di dalam tas ransel. Semua murid menatap ke arah Leanord karena suara ponsel Kanava yang lumayan nyaring meskipun didalam tas.
Suara nada deringnya saja Rok and Rol,giman tidak semua murid menatapnya bahkan guru pun menatapnya.
"Kamu ada yang nelpon Leanord? Kalau penting jawab di luar kelas, kalau tidak penting buang saja sekalian ponsel kamu ke Luar jendela sana,"Ucap pak Ridwan selaku guru BK di SMA Wijaya guru yang sangat tidak suka ketika sedang mengajar terganggu.
__ADS_1
Leanord menatap ke arah pak Ridwan,"ah iya pak ini penting tugas melahirkan apa saya boleh ijin dulu saya sudah di chat ini," ia terpaksaLeanord menatap ke arah pak Ridwan,"ah iya pak ini penting tugas melahirkan apa saya boleh ijin dulu saya sudah di chat ini,"entah itu kebegoannya atau memang sengaja berbohong yang penting dia bisa dengan cepat menemukan keberadaan temannya.
"Yasudah cepetan kamu tolongin keburu brojol bayinya,"balasnya seakan mudah untuk ditipu padahal dia sering menangani murid yang sering berbohong tapi sekarang guru itu seakan percaya saja ucapan Leanord.
Semua murid menatap guru BK itu dengan mulut menganga,mereka semua tahu kalau Leanord tengah berbohong lagipula sejak kapan seorang siswi bisa menangani orang mau melahirkan.
Leanord berlari ke luar kelas,"Yasudah makasih pak,"ucapnya di dekat pintu keluar.
Mata pak Ridwan melotot seakan ingat akan sesuatu,"heh sejak kapan seorang siswi udah jadi bidan,"Semua murid dikelas itu cekikikan menahan tawa melihat wajah garang pak Ridwan.
Diluar sana Leanord terus saja berteriak mencari Kanava dimana-mana,"KANA OH KANA DIMANA LO, GUE KANGEN NIH YUHHU,"teriaknya di sepanjang koridor.
"KANAVA BLANCHE LIZZIE DIMANA KEBERADAAN LO SEKARANG PANGGIL PELAYAN LO INI KALO ADA MASALAH,"
Dia terus berteriak melihat keseluruh tempat sampai ke got siapa tahu Kanava berada di dalam got dan pingsan disana kan tidak lucu.
Leanord panik karena setelah beberapa menit dia berkeliling tempat disekolah bahkan juga dia masuk kesetiap kelas sebelas untuk sekedar menanyakan keberadaan Kanava akan tetapi jawabannya mereka tidak mengetahui keberadaan Kana.
"Kemana lagi gue harus cari Kanava astaga cuman satu kelas yang belum gue cariin, sebelas IPS 1, tapi gue malu disana kan kelasnya ayang bebeb Raefan yang alias juga kelasnya Raja,gimana ini,"Leanord memegang handle pintu kelasnya Raja dan para sahabatnya itu,dia menghela napasnya gugup.
"Assalamu'alaikum permisi Bu,"
Raja yang mendengar Bu citra berbicara kepada siswi itu dengan sebutan nama Leanord menatap ke arah pintu.dia menahan senyum melihat wajah imut gadisnya.
"Ah saya disini saja Bu, apa saya bisa bertanya kepada semua murid disini?"
"Tentu saja bisa nak," Bu citra tersenyum ramah ke arah Leanord.
Leanord mengangguk,"apa diantara kalian semua sebelum masuk kedalam kelas melihat keberadaan Kanava nggak, dari tadi dia ngilang gitu aja gue udah cari kemana-mana tapi gak ketemu,"
BRAK
"APA KANAVA HILANG?"teriak empat remaja setelah menggebrak meja dengan kuat,siapa lagi empat pemuda itu kalau bukan Four R.
"KENAPA BISA?"Teriaknya secara bersamaan membuat Leanord hampir oleng, Leanord itu memang sering sekali terkejut oleh suara yang besar apalagi seperti sekarang empat pemuda sekaligus.
__ADS_1
"G-gue juga gak tau kemana dia,"jawabnya gugup.
"Apa kita kecolongan?"ucap raga berlari bersama yang lain ke arah pintu, Four R berhenti tepat di depan tubuh mungil Leanord.
"Kapan Lo liat keberadaan terakhir Kanava,"Tanya Raja.
"Sejak masuk kelas dia masih ada tapi ketika udah nyimpan tasnya pas gue nengok kebelakang kanava udah gak ada, hiks g-gue gak tau keberadaan diaaaa,"Tangis Leanord pecah yang sudah dia tahan dari tadi.
Mereka berempat gelagapan sendiri melihat gadis itu menangis,Raga mengkode Abangnya supaya menenangkan tangis gadis itu akan tetapi Raja malah menggeleng kan kepalanya, ingat kalau Raja berada dekat dengan Leanord pasti jantungnya akan ber disco ria didalam sana.
Raga menghela napasnya sabar tak lama dia langsung mendorong tubuh Raja supaya dekat dengan Leanord,namun dorongan nya terlalu kuat akibatnya Raja memeluk tubuh mungil Leanord.
Greb
Deg
Jantung Raja berdisco di dalam sana apalagi ditambah Leanord yang membalas pelukannya membuat jantung nya tidak aman untuk di pakai.semua siswi Pun berteriak heboh melihat kemesraan dua insan di ambang pintu.
"Hiks Kanava Lo dimana gue kangeeen Sama Lo,"rengek Leanord didekapan Raja,dia memang tidak tahu kalau yang memeluknya Raja dia berfikir itu ialah Raefan sebentar lagi juga akan akan tahu.
Raefan menyeringai melihat wajah tegang Raja yang alias sepupunya itu ide cemerlang terlintas di otak jahilnya. Dia berdiri tepat dibelakang Raja membuat kedua temannya yang lain tahu apa yang akan dilakukan Raefan.
"Hmm Lea gue tau perasaan Lo tenang aja Kana pasti baik-baik aja,"Ucap Raefan mencondongkan kepalanya diatas bahu Raja supaya Leanord mengiranya beneran Raefan yang dipeluk Lea.
Memang wajah Leanord di benamkan di dada bidang Raja jadi dia tidak mengetahui siapa yang dia peluk.
"Huaa Ayaang Raefan Kanava hilaang hiks,"Leanord semakin memeluk erat tubuh Raja membuat kening raja bercucuran keringat dingin,apalagi wajah Leanord yang semakin ditekan di dadanya dan digesakan kesana.
'Lea astaga kenapa sih Harus Raefan lagi Raefan lagi yang sebut Lo ayang guenya kapan gitu loh,apa Lo gak sadar kalo gue itu udah lama su,' suara batin Raja terhenti ketika dirinya sadar kalau dibelakangnya ada Reyhan yang mulai cekikikan,dia lupa kalau Reyhan Cenayang.
Raefan sendiri melototkan matanya lupa kalau dirinya harus segera menemukan Kanava dia berlalu keluar dari kelasnya,"Raefan mau Kemana Lo?"
"Cari Kanava kalian juga cari lah gue khawatir sama dia,"Reyhan dan Raga mengangguk mereka berdua berjalan mengikuti langkah kaki Raefan.
Leanord menghentikan tangisannya karena suara Raefan yang tepat dibelakangnya,jadi kalau bukan Raefan idolanya yang memeluknya,terus siapa yang di peluk dirinya daripada penasaran Dia lebih mendongak.
__ADS_1
Deg
'kenapa harus dia lagi ya Allah, apa ini balasan buat hamba karena kesalahan yang pernah hamba lakukan kepadanya?"