Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[11] Kejadian Memalukan


__ADS_3

"mereka berdua homo?


Grep


Sett


Kanava yang baru saja menyeret Leanord supaya jauh dari sana dia membawanya ke semak-semak Untuk mengintip Raefan dan Raja yang tidur saling pelukan dan berciuman.


"Lo kenapa bawa gue ke semak anjir gimana kalo ada Ulet bulu disini gue takut nyet,"mereka berjongkok di balik semak-semak.


"Udah diem aja jangan sampe kita ngeganggu orang lagi kasmaran emang Lo mau jadi setannya,"Kanava duduk ditanah untung saja mereka berdua hari ini ada pelajaran olahraga dan kabur dari lapangan.


"Maksud?"


"Sstt,udah liatin aja kejadian langka inituh',, liatin cowok lagi ciuman sesama jenis,gue gak nyangka kalo Raefan si rival gue yang mulutnya lemes sama Raja ada hubungan terlarang tadinya gue mau jadiin Raja di list cogan gue,.. tapi setelah ngeliat kejadian ini kayaknya gak jadi deh,"Kanava berusap tanpa disaring sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Gue juga gak nyangka sama mereka berdua gue kira lakik ternyata belok,kok gue merasa jadi insinyur ya sama mereka berasa gak berguna jadi cewek,"ucapnya seraya melihat Raefan dan Raja yang masih dengan seperti tadi saling cium bibir.


Kanava mengarahkan ponselnya yang tengah berdering, "Mereka ini gak modal banget berbuat mesum di belakang sekolah, check in nya di hotel ke apartment ke atau ke mana lah,"


"Ka mata gue udah gak suci lagi, jadi dosa gak yah liatin orang yang lagi kasmaran?"


"Sama, tapi sayang kalo ditinggal gitu aja. mungkin saja nanti berdosa tapi biarlah dulu pulang sekolah kita langsung tobat,lumayan sekarang cuci mata,"Leanord mengangguk dan memvideo dua pemuda itu.


Kanava yang melihatnya mengerjapkan matanya lucu,"Hallo pak,"ucapnya karena sudah terhubung dengan pak hendery,ya dia tengah menelpon pak hendery.


"Ya, kamu kemana Kana! saya nunggu kalian berdua sampai karatan.kenapa lama hah,"Kanava menjauhkan ponselnya dari telinga suara pak hendery seakan ingin menulikan telinga.


Inilah kesukaan para siswi itu teriakan guru tampan yang menjadi minat untuk mengklaim guru itu sebagai cogannya.


Kana melihat ke arah depan sana,"Hehe aduh pak saya sama Sahabat saya kejebak macet pak di sini jadi nggak bisa ke lapangan lagi.suruh yang lain aja keranjangnya Sudah saya simpan di depan pintu gudang. saya ijin dulu ya pak udah gak kuat,makasih udah ijinin bye pak ganteng jangan lupa makan yah Tut,"


Dia menghembuskan nafasnya, sekali-kali lah dia berbohong kepada guru tampan itu.kanava melihat ke arah Leanord yang tengah memvideo dua pemuda itu.


" dapet gak?jelas?"tanyanya.


Leanord mengangguk,"Lumayan lah bagus videonya bakalan gue simpen buat nanti ditonton setiap malam," dia tertawa.


Kanava menyingkirkan dedaunan yang menghalangi pandangan didepan matanya.


Sedangkan didepan sana pemuda itu tengah saling ******* bibir mereka,mereka sama sekali tidak sadar dengan yang dilakukannya.memang benar yang di ucapan raga tadi memang benar kalau mereka berdua tidur udah kayak kebo susah dibangunin.


Raefan melepaskan tautan bibirnya, kepala Raja di letakan dilengannya kanannya dengan mata yang masih terpejam.


Kesadaran Mereka berdua memang belum kembali apalagi mereka seakan saling memberi kehangatan di atas tanah.


Raja menduselkan wajahnya di dada bidang Raefan dan mengigau," Lea Lo milik gue, gue akan ngeluarin jiwa Jahat ditubuh Abang Lo supaya dia gak akan lagi nyakitin fisik maupun batin Lo lagi,"


Tangan kiri Raefan mengarah ke arah wajah Raja dan jarinya merayap bibir pemuda itu," gue juga cinta sama Lo kana hehe, Lo maukan jadi pacar gue?'... Makasih sekarang kita sepasang kekasih,"


Dia menaiki tubuh Raja yang memeluk tubuh kekarnya dia mencium bibir raja rakus dan langsung dibalas dengan ******* ganas. Mereka membuka mulutnya dan saling membelit lidah didalam mulut mereka.


Mereka bener-bener gila,apa mereka tidak bisa merasakan Bedanya tubuh perempuan sama laki-laki? Dari wangi tubuh saja mungkin berbeda.apalagi mereka punya kekuatan untuk apa mereka memilikinya kalau tidak bisa membedakan antara batang sama lubang.


Kanava dan Leanord mengigit kukunya melihat adegan panas didepan matanya, mereka melanjutkan lagi aksi memidionya Di ponsel Kanava setelah tadi ponsel Leanord di telpon oleh pak hendery yang ingin penjelasan jujur darinya.dan dia melakukan hal yang sama seperti Kanava tadi.


Glek!

__ADS_1


Kanava menelan saliva dan menjilati bibir bawahnya. Karena melihat adegan Raefan dan Raja yang semakin ganas membuat jiwanya yang pecinta cogan jadi menggila.


"Astaga mereka makin ganas Le, Gue kok Jadi iri gini sama si mules (mulut lemes) dia bisa nyium bibir nya Raja. Gue pengen banget tau pegang wajahnya itu meskipun dingin tapi kalo udah senyum Beub bikin mata gue sehat,gue cemburu aduuh rasanya," Kanava berucap dan mendrama layaknya orang yang sedang tersakiti.


"Kalo gue mah malah sebaliknya gue iri sama Raja yang di tidurin Raefan, ih gue itu dari dulu ngefans banget sama Raefan tau. Dulu gue kira yang bakalan nembak gue itu Raefan lah malah kembarannya si raja,Raga... tapi gue beruntung gue bisa jadi pacarnya dulu Meskipun sehari,"


Kanava mengangguk mendengarnya,tak lama dia langsung menoleh ke arah Leanord."Lo pernah pacaran sama Raga le?"tanyanya.


"Pernah waktu naik kelas 4 SD itupun cuman satu hari,"Kanava melotot dia fikir pacarannya udah gede lah ini masih anak curut.


"Lea Lo Serius? Anjay gue aja belum pernah pacaran sama sekali le lah elo masih Segede curut udah punya pacar satu hari pula, ck,ck,ck,"


Kanava mengalihkan pandangannya yang tangannya masih memegang ponsel yang merekam kejadian ganas dua pemuda itu.


"Ini yang jadi ukenya siapa ya? Dua-duanya sama-sama ganas anjir," bisiknya dengan gemas.


"Gak tau, mungkin saling bergilir satu Minggu si mules dan satu Minggu si Raja dan mungkin sekarang Giliran si Raja,"ucapnya dan menoleh kearah Leanord yang juga menatapnya setelah mendengar ucapan aneh dari mulut Kanava.


Mereka berdua cekikikan bersama karena merasa lucu dengan ucapan aneh Kanava.Kanava melihat lagi kearah sana.


Raefan dan Raja masih ******* dengan ganas. Tangan Kanan Raefan turun kebawah sana dimana tempat burung Raja bersangkar.


Kening mereka berdua mengkerut, Raefan mengkerut karena berasa ada benjolan yang dipegang olehnya. Kalau Raja mengkerut sebab merasakan dibawah sana ada yang merayap dan badannya terasa berat seakan ada yang menindihnya.


"Euugh,"lenguh raja yang sudah menghentikan lumatannya bersama Raefan.


Raefan dan Raja menormalkan oksigennya yang seakan hilang begitu saja kesadaran mereka mulai muncul dan mencoba untuk membuka matanya yang terasa berat.


Mata mereka melotot saat matanya saling berpapasan,Raja menoleh ke arah bawahnya yang dipegang oleh Raefan dan matanya semakin melotot, Raefan Mengikuti arah mata Raja.


Saat kesadaran mereka sudah pulih.Betapa terkejutnya mereka saat tangan kanan Raefan di bawah sana tengah mmegang benda pusakanya tubuh mereka juga sangat intim dan jadi yang mereka cium tadi bukan gadisnya malah,... sahabatnya?.


Arrgghh


Argghh


"Cuih,cih jadi yang gue cium itu elo?ihh najis anjing,"Raefan menunjuk raja yang tengah mengelap bibir dan lidahnya dengan keras dan melepas Earphonenya.


"Uoek Lo fikir Lo doang yang jijik gue juga dodol,"


"Arrggh kenapa harus Lo yang ngambil first kiss gue anjir? Mana Laki lagi,"dia frustasi menjambak rambutnya kebelakang.


Raja menatap sinis Raefan yang tengah histeris dia fikir dia yang mau ngambilnya, first kissnya juga sudah hilang gara-gara teman dodolnya ini.


"Cuih, Lo fikir gue yang ngambilnya gitu,heyy Lo sendiri yang tidur diatas badan gue bahkan benda gue juga Lo pegang bastard,"sahut Raja membuat Raefan ingin sekali mengeluarkan cakaran monyetnya.


"Eh anjir mana gue tau ya,gue fikir itu lobang lah malah batang,anjing banget coba. kalo batang gue juga punya,"ucapnya sewot.


"Sok iye Lo anjing,"ucap raja datar,atapannya menyorot Raefan tajam.


Kanava dan Leanord yang melihat pertengkaran mereka cekikikan,"anjir mereka berantem gegara salah satu diantata mereka Gigit lidah pasti nih,... Lea kayaknya siapa yang salah diantara mereka berdua?menurut gue si Raefan karena maen pegang pegang dibawah sana,kalo menurut Lo?"


"Ehm menurut gue sih si raja dia brutal banget Sama Raefan,Lo tadi gak liat waktu si raja pegang tengkuknya si Raefan kencang jadi kan bibirnya si Raefan bengkak,"


"Lo Salah justru si Raefan tuh yang salah,maen pegang-pegang burung calon cogan gue,"sewotnya kepada Leanord.


"Anjing Lo, apa Lo gak liat tadi si raja.justru dia yang salah ya, kalo Lo belain si si raja udah lah gue males sama lo,"Leanord membalikan badannya yang memang sedang berjongkok Bak bebek, mana lagi bibirnya yang melengkung paslah sudah.

__ADS_1


Kanava menatap tajam Leanord Yang barusan berucap melas kepadanya.dilihatnya dia wajah Leanord yang kayak bebek itu dengan sinis.


"Lo jangan bujuk gue ka gue benci Ama lu,"sambung Leanord.


Kanava memutar bola matanya malas,tatapannya turun ke pundak Leanord yang Membelakanginya disana terdapat ada seekor ulat bulu yang membuat bulu kuduknya berdiri.


"Le jangan nengok kebelakang,"titahnya.


"Siapa juga yang mau nengok kebelakang idih banget,"ucap sewot Leanord.


"Ck, ah yaudah sih ngapain juga ya gue perhatian sama tubuh Lo yang di hinggap ul_et bu_lu,"ucapnya dengan penekanan diakhir kalimatnya membuat Leanord shock.


Leanord melirik ke bahu kirinya dan matanya melotot, dia berdiri dari jongkoknya.


"AAAAA KANA BUANG ULETNYA ANJIR HUAAAA KANAAA, DASAR ULET TOLOL LO FIKIR GUE DAUN APA HAH HUAAA,"Dia berteriak dan melompat lompat heboh membuat kedua pemuda yang tengah adu argumen melihatnya.


Kening Dua pemuda itu mengkerut sejak kapan Leanord berada disana,sendirian pula.mereka berdua memang mendengar kalau Lea menyebutkan nama Kana tapi mereka tidak melihat ada Kanava disana,karena Kanava masih berjongkok dibawah sana.


"HUAAA KANA CEPAT BUANG ULETNYA GUE TAKUT KANA,KANA WOY LO MALAH NGUPIL CEPAT TOLONGIN GUEEE,"Rengeknya membuat Kana mendengus kesal sudah dibilangin malah keras kepala,kan ini jadinya dia juga yang susah,dia berdiri membuat kedua pria disana melototkan kepalanya.


"Gue udah bilang sama Lo tolol malah Lonya malah ngeyel dasar tolol,"dia menggeplak kepala bagian belakangnya Leanord supaya berhenti dari lompat-lompat nya.


Kanava membuang ulat bulu itu dengan tangan kosong,"tuh Udah gue buang Makanya kalo orang ngomong sama Lo pake fikiran dulu jangan pake otak Lo yang bego,"ucapnya kesal.


"Kalian udah lama Berada disana?"


Mereka menoleh kaku ke arah Raefan dan Raja yang barusan berucap bersamaan. Kanava dan Leanord cengengesan menampilkan gigi putihnya.


"Eh kalian udahan ya ciporksss,"Leanord membekap mulut Kanava Dengan dua tangannya dia tahu lanjutan ucapannya Kanava.


"Hehe maaf ya gais ganggu kalian berdua, ucapannya Kana jangan di fikirkan dia emang Gadis kurang belaian jadi ucapannya ngawur,"Leanord menyeret Kanava yang masih dibekap.


Dia menghampiri dua pemuda itu yang seakan menahan malu.


"L-lo tadi liat kita berdua?"tanya Gugup Raja, dia bukan gugup seakan ketahuan tengah berbuat mesum melainkan gugup karena dipandang intens oleh Leanord.


Bahkan dalan jarak yang cukup dekat membuat jantungnya seakan party didalam sana.Dia takut kalau Leanord akan ilfil samanya karena kejadian tadi. Dia ingin memastikan kalau gadis itu tidak ilfil kepadanya.


dibalik sikap dinginnya Raja kecewa Karena first kiss nya sudah hilang seharusnya dia memberikannya kepada orang dia cintai, lah ini malah sahabatnya.


"Oh hehe maaf tadi kita cuman liat sebentar kok, jangan marah ya tenang gue sama Kana gak bakalan bocorin hubungan kalian kok,"


"I-itu cuman sal-"


"Udah tenang aja Lo gak usah gugup gitu gue gak akan bocorin semuanya,gue juga gak punya bukti kok,"Bohongnya,padahal buktinya ada dua di ponselnya sama di ponsel Kanava.


"Ehmm ehm bermmm ehmnmm vriemhmm mmmmm,"ucap Kanava yang sama sekali tidak dimengerti oleh semuanya,karena tangan Leanord masih dimulutnya.


"HHaha dia pasti ingin ketoilet iyakan Kana hahah dia kayaknya udah kebelet mau pipis,"tawanya canggung, dia masih merasa malu dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.


Lwanord juga mana mungkin jujur kalau dia menyimpan video pemuda itu yang lagi dalam adegam lumayan panas diponselnya, malu sudah dirinya.


"Yaudah yah bye udah mau keluar katanya,"Dia menyeret Kanava yang Tengah menunjuk-nunjuk ponselnya ke arah kedua pemuda itu.


"Emm ehmmm aehmmm,"Kanava mencoba memberontak dari pegangan dan bekapan Leanord.


Kedua pemuda itu menatap punggung Kanava dan Leanord yang mulai pergi dari hadapannya. Harga diri mereka Sudah tercoreng di depan kedua gadis itu Reafan dan Raja benar-benar malu.

__ADS_1


Andai saja tadi mereka menyadari kelakuan yang memalukan itu,Raefan dan Raja nanti akan menutup wajahnya kalau bertemu dua gadis itu. mereka juga tahu pasti ini kerjaannya Reyhan sama Raga yang gabutnya selalu tiada Tara.


__ADS_2