Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[20] Nasib


__ADS_3

Raefan dan yang lainnya tengah di tengah hutan yang gelap,meskipun gelap gulita mereka tidak takut sedikitpun dengan sekitar.suara hewan malam terdengar di pendengaran mereka sudah terbiasa dari kecil dengan sekitar seperti sekarang.


Seperti Kanava yang tidak takut dengan hal-hal mistis,justru Kana sering menantang semua setan untuk keluar ketika berada di kuburan saat tengah merenungkan pikirannya yang sering kacau waktu itu.Namun Kanava masih belum mengetahui jadi dirinya yang sebenarnya.


Mereka berada disini untuk bermain-main dengan mangsanya, siapa suruh coba jiwa itu kabur begitu saja meninggalkan mereka. Jiwa yang sangat pengecut mencoba untuk melarikan dari Four R begitu saja dia pikir mereka tidak akan bisa menemukannya, O-oh tentu bisa slayer of evil creatures' belum pernah gagal dalam membasmi jiwa jahat yang mengganggu cerita di sebuah novel.


"Haha jiwa jahat come here,"Reyhan berjalan santai dengan tangan disimpan di saku celananya.


"where are you?"Teriak Raga, tepat ditelinga Reyhan membuatnya langsung menempeleng kening Raga.


"Kalau teriak jangan tepat ditelinga gue ******, Lo pikir gue budeg apa,"kesalnya katena telinganya yang berdengung akibat teriakan Raga.


"Lagian gue benci liat wajah Lo itu yang jeleknya minta di geprek,"


"Gini gini gue juga punya pacar banyak kali dari pada Lo jomblo blee,"dia menjulurkan lidahnya ke Raga.


"Mending jomblo masih di segel lah elo,"tunjuknya.


"****** gue masih perjaka meskipun gonta ganti pacar gue punya pikiran sehat,"


Raga menatap kedepan,"kalo punya pikiran sehat mana mungkin mata Lo jelalatan liat cewek yang lewat didepan mata Lo, itu namanya Lo gak sehat,"


"Mata sama pikiran beda ya, yang penting pikiran gue sehat gak mikirin yang aneh-aneh,nah kalo mata gue gunain buat lihat cewek-cewek cantik supaya mata gue tetep sehat gak lesu kayak orang kurang tidur, lumayan mata gue jadi sehat ngelihat body para cewek yang aduhai,"


"Gak waras,"ucap datar Raja.


"Temen Lo emang gak waras semua gue aja bingung," ucap Raefan seakan mengatai dirinya juga tidak waras. Raja menatap sinis sepupunya untung dirinya saja yang waras tidak ketularan kebegoan para sahabatnya.


"Itu bukannya sehat malah bikin Lo," ucapan Raga terpotong karena ada bayangan di ujung sana.


Wushh


"WOI ITU DIA,CEWEK RUPANYA AYANG MBEB TUNGGU AYANG,"Teriak Reyhan.


Mereka melihat ada bayangan yang berlalu begitu saja didepan sana. Raefan menyeringai dan langsung mengejar bayangan tadi yang masih terlihat dari kejauhan. Mereka berpencar supaya nanti mereka bisa mengepung jiwa itu.


Raja berlari ke arah Utara,Reyhan dan Raefan ke selatan sedangkan Raga ke Arah Timur mengejar Jiwa itu berlari.


Dari tubuh Raga keluar cahaya putih yang bersinar membuat sekelilingnya terlihat dengan jelas.Tubuhnya bak senter yang menyenter seluruh hutan rimbun yang gelap. Raga melihat ke arah jiwa itu yang menoleh kebelakang yang tengah melihatnya. wajah yang penuh cahaya hitam menyelimuti tubuhnya yang mungil rambut panjang acak,acakan terlihat jelas di penglihatan raga.


Raga berjalan santai menatap kedepan sana memperhatikan gerak-gerik jiwa itu berlari menjauhinya dengan dibarengi pohon yang seakan ikut melancarkan aksi kaburnya.akar pohon itu menjalar ke arah Raga supaya tidak bisa mengejar jiwa itu, tentunya jiwa itu berlari sambil menempelkan tangannya ke setiap pohon agar akarnya menghentikan pergerakan raga.


Raga mengeluarkan pisau kecil yang tajam di dalam sakunya dia gunakan sebagai alat untuk memotong setiap akar yang menghalanginya.

__ADS_1


"Waw cerdik juga ni setan,"Dia Mengeluarkan asap putih yang semakin banyak keluar dari tubuhnya,dia meloncat ke atas serta menginjak ke setiap akar yang akan mengenainya.


Sret


Sret


Dia berlari di setiap akar yang berada di bawah kakinya dan juga memotong bagian akar yang berada di depan matanya supaya bisa dengan cepat dia mengejar jiwa jahat itu.


Tak menunggu waktu lama Raga melihat didepan sana sudah terdapat para sahabatnya yang menunggu kedatangan dirinya. Gelang miliknya menyala menandakan salah satu dari mereka dalam keadaan darurat,Dia membidik punggung targetnya dengan mata sleepy eye dari Atas sana dan melempar pisau itu tepat di bidikannya.


Set


Bruk


Nyusss


"Aargh,"


"Panas,"


"Aduh cantik-cantik mau aja jadi jiwa jahat dikasih apa neng sama makhluk itu, gak kasian apa sama tubuh Lo yang mungil terbakar ini sayang banget mana bohai lagi,"Reyhan melihat ke arah jiwa perempuan itu yang tubuhnya terbakar karena pisau Raga yang menancap tepat di punggungnya.


Raja menggeplak kepala bagian belakang Reyhan."Berisik,"ucap dingin Raja membuat bibir Reyhan melengkung,dia kan hanya ingin bicara pada jiwa perempuan itu sebelum jiwanya terbakar.


"Ngapain sih pake mencet tombol darurat segala? baru aja gue beraksi beberapa menit anjir," Kesal Raga.


"Lah ada apa gerangan dengan bokap Lo ja?"


"Bokapnya raja bokap Lo juga kali!"


"Wah masa sejak kapan dia jadi bokap gue?"


Reyhan melemparkan bubuk yang berada di genggamannya ke wajah Raga,"sejak Lo sama Raja dibikin ogeb,"


"Arrggh Lo lemparin bubuk apaan ke muka gue ******?Jangan-jangan itu bubuk buat mangsa lagi Arrgh bener bener kampret Lo Han,"Raga Berteriak karena merasakan perih dimatanya.


"Haha emang iya,"kepala Reyhan digeplak oleh tangan kanan Raja,sudah dua kali dia mendapatkan geplakan dari Raja, Reyhan mengusap kepalanya yang terasa sakit.


"Argh perih perih, bang tolongin gue dong perih nih," dia menghampiri abangnya Sambil mengusap matanya yang perih untuk meminta air supaya rasa perihnya hilang.


Raja yang melihat adiknya menghampirinya membuka tutup botol yang berada ditangannya mengguyurkan air itu ke wajah Raga. Raja sungguh sangat perhatian terhadap adiknya.


"Makasih bang, Han gue punya salah apaan sama lo ******?"

__ADS_1


"Banyak,"


"Setan!"makinya.


Raefan sendiri tidak memperdulikan mereka berdua sedari tadi hanya diam,dia fokus memerhatikan jiwa tadi yang hampir hangus terbakar di bawah sana,"Kita harus Selalu jaga kana dengan ketat jangan sampai kita kecolongan,"Tiba-tiba dia membuka suara membuat pandangan mereka bertiga teralihkan ke Raefan.


"Kenapa emangnya? Apa mereka sudah memulai permainannya setelah sekian lama mereka drop out?"tanya Raga sambil duduk di akar yang sudah dia tenangkan.


"Hmm kata Rubby,"


"Besok kita harus apa dong?,masa harus nyamar sih,"


Raja duduk disamping adiknya diatas akar yang masih melayang,"Gak perlu nyamar dia sendiri yang pindah ke sekolah kita,"


"What? Jadi keturunan itu pake anaknya si Alex? Gue pikir pake keturunan yang sudah dewasa lah pake yang masih sekolah,cerdik juga,"


"Hmm dia satu tahun lebih tua dari kita jadi mungkin kelas tiga,"Raga dan Reyhan semakin tidak percaya dengan jalan pikir keturunan itu.


Raga menepuk bahu Abangnya yang berada di sampingnya,"Wooh jadi bokap gue bunyiin alarm bahaya itu untuk ngomongin masalah ini,yaudah ayolah kita kemansion gue," Dia menyuruh akar itu untuk maju namun teriakan dari Reyhan menghentikannya.


"Tunggu ga, bukan ke mansion Lo!"Sikembar itu menoleh kearah Reyhan hang baru berteriak.


"Terus kemana dong?"


"Ke mansion nya Raja,"ucapnya tanpa dosa.


mansion Raja juga mansionnya Raga lebih tepatnya mansion kedua orang tua sikembar tidak indentik itu, membuat Raefan yang berada disamping Reyhan menggeplak kepala bagian belakangnya dengan kuat membuat Reyhan hampir tersungkur ke abu jiwa jahat yang berada dibawahnya,untung saja dia langsung berpegangan pada pohon disamping Kanannya.


"Ege gimana kalo gua jatuh ke abu itu, tubuh gua nggak mau kotor,"


"Tinggal mandi lah ngapain di bawa ribet,"Ucap sinis Raefan.


"Nah justru Itu gue jarang mandi malem,"Dua pemuda yang berada disana melototkan matanya sementara Raja menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Reyhan.


"Iuuh jadi Lo kalo udah ngebasmi jiwa sama makhluk langsung tidur gitu aja,jorok banget Lo Rey," Raefan menjauhi Reyhan.


"dingin fan kalian pada tahu kan gue itu alergi dingin,"Selanya.


"Alesan bilang aja lo gak mau mandi dasar jorok,"


mereka meninggalkan Reyhan sendirian disana,tidak mau berlama disana dengan orang seperti Reyhan. Gayanya saja yang paling utama lah mandinya mana? Gimana nantinya kalau para pacarnya tahu kalau Reyhan itu jarang mandi.


Reyhan yang melihat mereka sudah pergi pun mencebikan bibirnya kesal, dia lagi yang jadi bahan Bullyan para sahabatnya selalu saja korbannya dirinya.

__ADS_1


"Begini nih nasib calon punya istri yang banyak, jadi bahan Bullyan Mulu ck,"


•••••


__ADS_2