Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[24] Guru Pengganggu


__ADS_3

Leanord melangkah maju ke arah raja yang berada di samping Raga,di berhenti tepat dihadapannya."aku benci sama kamu! Gak Sudi dekat sama kamu,"


Raja mengangguk,"terserah,itu hidup kamu,"ucapnya datar.


"Lea jangan terlalu membenci nanti malah cinta loh,"Lea memicingkan matanya ke arah Reyhan,dia mengepalkan tangan kanannya kepada pemuda itu."diam,"


"Yayaya aku diam,"dia memundurkan langkahnya dan mengangkat kedua tangannya.


"Kamu diajarin sopan santun atau nggak sama kedua orangtua kamu hah?"tanya Lea sewot.


Raja menatap Lea datar tidak ingin membalas ucapan gadis itu namun dia tidak ingin di ganggu terus oleh Lea jadi dia terpaksa membalas ucapannya.


"Hmm,"


Leanord mendengus kesal mendengar deheman pemuda itu.entah kenapa dirinya tidak suka dengan pemuda dingin itu yang sangat cuek tidak seperti Raefan dan yamg lain.


Set


Leanord mencengkram baju olahraga bagian depan Raja, wajah mereka hampir bertemu karena Leanord yang sengaja memajukan wajahnya ke arah Raja. Raut wajah dia sangat mengesalkan di mata Raja,untung saja kesabaran Raja sangat banyak jadi dirinya tidak terbawa emosi.


Mata Mereka saling menyiratkan permusuhan satu sama lain,namun karena kelamaan seperti itu membuat Raja terpana akan bulu mata Leanord yang bulat indah,tidak seperti mata Leanord yang menatap Raja akan penuh benci kepadanya.


Jantung raja entah kenapa tiba-tiba saja langsung berdetak dengan sangat kencang ditatap sekian dekatnya dengan gadis itu,tidak seperti tadi dan kemarin kemarin. Apa dirinya terkena serangan jantung saat ini,pikirnya.


Reyhan yang tak sengaja melihat Kilasan di pikiran raja jadi bingung,emangnya sejak kapan Raja punya penyakit jantung? itu yang ada dibenaknya.


"Aku benci sama muka kamu yang jelek dan dingin ini iihhh,"Leanord pergi begitu saja setelah menghempaskan tubuh Raja dengan keras.


Raja mengerjapkan matanya menatap kepergian gadis kecil itu,Reyhan yang melihat Raja menepuk pundaknya,"kenapa ja?,"tanya Reyhan.


"Enggak,"jawabnya singkat padat dan jelas. Reyhan mendapat jawaban itu semakin bingung dengan Raja.


Raja memegang dadanya yang sudah tidak berjoget disana entah apa akibatnya?dia sama sekali tidak tahu. Mungkin saja dirinya tadi terkena serangan jantung,dan sekarang dia sudah sembuh. Iya pasti, Raja mengangguk memastikan pikirannya itu tidak salah.


Mereka berempat berjalan beriringan,"oh iya Fan tentang keadaan Kana di dunia nyata bagaimana?"


"Ah besok aja deh ngomongin dia aku lagi males sama kecerobohan nya. mending kita ke kantin aja lah makan udah laper ni perut,"ajaknya dan Raefan pergi mendahului para sahabat-sahabatnya.


"Em aku disini aja males lebih baik baca buku,"Bohongnya padahal Raja selalu mengikuti kemanapun sahabatnya pergi.


Reyhan dan Raga saling pandang dan hanya mengedikan bahunya acuh,"yaudah Kita gak maksa,"Mereka pergi ke arah yang berlawanan.


Raja melihat sekeliling untuk memastikan apa yang dia rasa beberapa menit yang lalu, sungguh itu membuat nya sangat penasaran dengan suasana hatinya yang berubah dekat dengan gadis kecil itu.


Dia menghentikan langkahnya ketika melihat Leanord yang sedang duduk di salah satu meja di depan sana, Tak ada orang lain selain mereka berdua di perpustakaan yang besar ini.


Hanya melihat gadis itu dari kejauhan membuat Jantung nya entah kenapa minta digeprek didalam sana.untuk sekedar menyapa nya saja dia ragu.Raja menghembuskan napasnya pelan.


"Leanord,"Ucapnya Ragu.


Lea menatap ke arah Raja didepan sana yang barusan memanggilnya keningnya mengkerut heran sejak kapan pemuda itu meyapanya,pikirnya.


"APA? JANGAN GANGGU DEH,"teriak Leanord,dia menyimpan buku bacaannya di atas meja.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu,"


"Ngomong? Sejak kapan kamu mau ngomong sama orang lain selain para sahabat kamu?,"Ucappnya seakan menyindir Raja.


Raja menggaruk alisnya yang tidak gatal ,"ini penting buat aku Leanord,"


"Tapi nggak menurut aku, lagipuls aku males banget ngomong sama ondel-ondel datar macam kamu bikin mulut aku gatal tau!"Mata nya sinis menatap Raja.


"Aku beneran mau ngomong sesuatu sama kam-," Ucapan Raja terpotong sama teriakan seseorang di depan perpus sana.


NORD KESINI DULU BENTAR


Leanord yang mendengar suara itu Semakin kesal dengan dirinya yang selalu bersampingan dengan orang bermuka datar,"Eugh muncul lagi satu Ondel-ondel,kenapa sih hidup aku selalu di kelilingi orang yang kayak gini semua,"frustasinya.


"IYA BENTAR,"


Dia mengalihkan matanya ke arah Raja ,"Tunggu dulu disini,entar dilanjut lagi mau ngomong apa, entah mau apa dia memanggil nama aku sebentar kok nanti juga aku datang kesini lagi,"


"Enggak kamu pasti akan lama kesini dan atau juga kamu nanti akan lupa ada aku di perpus,"Leanord mengusap wajahnya gusar mendengar ucapan Raja.


"Beneran aku nanti kesini lagi Raja ondel-ondel datar! Kalau kamu nggak percaya aku berjanji deh,"Raja menatap jari kelingking gadis kecil itu yang berada tepat di depan wajahnya, dia tahu pasti gadis itu akan lupa dengan dirinya yang berada disini.


Dengan terpaksa Raja menyahut jari kelingking itu dengan kelingkingnya,saat kelingking mereka bersatu di seluruh tubuh Raja seakan diselimuti hawa panas.


Glek


Raja menelan salivanya dengan kasar tak lama dia menyetujui ucapan Lea barusan,"Ekhm janji ya nanti kesini lagi aku tungguin kamu,"Leanord mengangguk dan pergi dari hadapannya.


Raja menatap punggung gadis kecil itu yang mulai menghilang dari pandangannya dia memegang dadanya yang serasa panas ketika berada dekat dengan Leanord. tidak mungkin kan kalau dirinya jatuh ke dalam pesona gadis itu? padahal dia masih sangat kecil untuk jatuh cinta baru saja masuk SMP beberapa bulan yang lalu.


Leanord berjalan ke luar perpustakaan dengan perasaan dongkol dia melihat keberadaan Arsean disana yang tengah menyenderkan punggungnya di pagar besi.


Dia berhenti tepat di hadapan pemuda itu,"ada apa Sean? aku lagi males,"sewotnya.Yap benar orang yang dimaksud ondel-ondel dingin oleh Leanord ialah Arsean sahabatnya.


"Kenapa gak ke kantin hmm? Sean nungguin Nord loh Kamu kan belum makan,kita kekantin yu aku udah pesenin seblak kesukaan Nord sayang Loh di sana,"dia berucap sambil mengusap Surai Leanord.


"Males! Aku lagi diet,"ucapnya bernada ketus.


Arsean terkekeh dan mencubit pipi tembem milik gadis kecil itu,"jangan diet dietan Mulu, lebih baik makan banyak supaya pipi kamu makin berisi,"

__ADS_1


"Enggak ya,aku maunya diet gak ada paksa paksaan,"tolaknya bersedekah dada.


Arsean menghela napasnya gusar,semenjak teman gadis itu pergi ke desa setelah lulus SD dia sering menyibukkan diri dengan membaca buku sampai membuat mereka lelah untuk menasihati gadis polos cerewet itu yang sekarang lebih pendiem dan juga jarang makan membuat mereka selaku sahabat Leanord khawatir, Apalagi Leonard dia sangat sayang terhadap adik kembarnya.


Srek


Arsean menyobek plastik pembungkus Roti yang sudah dia bawa di tangannya tadi,dia sengaja membawa roti ditangannya karena dia yakin kalau Leanord pasti tidak akan mau diajak olehnya ke kantin dan itu memang benar saja gadis itu menolaknya.


Dia menyodorkan roti yang sudah terlepas dari plastiknya kemulut Leanord,"nih makan dulu jangan mikirin Aubrey terus nanti Nord sakit kita juga yang repot,"


"Ya habisnya Aub nggak ngasih penjelasan yang jelas sama aku dia cuman pamit gitu aja, aku ada rasa kecewa sama dia,sebenarnya dia nganggep aku sebagai temannya gak sih,"


"Mungkin dia ada urusan mendadak yang mengharuskan dia pergi ke desa Nord, kamu jangan salah paham dulu ya,"Ucap Arsean lembut.


Dia mengusap puncak kepala Leanord Dengan sayang, dia sudah menganggap gadis kecil itu sebagai adik nya sama seperti Arga meskipun sering di ketusin oleh Leanord dia sangat menyayanginya selayak adiknya sendiri.


"Nih lebih baik kamu makan roti ini dulu, sekarang kita ke kantin makan seblak yang sudah aku pesenin,"Arsean menggenggam tangan mungil Leanord dan berjalan menuju arah kantin.


Leanord menyantap roti pemberian sahabatnya dengan lahap dia melompat-lompat bak anak kecil yang senang diberikan mainan oleh kakaknya, Arsean yang menatap Leanord melompat dengan tangan yang digenggamnya jadi terkekeh.


"Jangan lompat sambil makan nanti keselek loh,"Titahnya.


"Gak bakalan Sean sayang kakak ku yang paling jelek,"


"Kok jelek hmm?"


Leanord menghentikan lompatannya dan menatap pemuda itu dengan intens,"karena kamu termasuk ondel-ondel, kalian itu spesies sama Raja, Raja ondel-ondel bermuka datar nah kamu ondel-ondel dingin,"jelasnya.


"Emang ondel-ondel ada yang ganteng ya?"


Leanord mengangguk,"Ada contohnya Di Raja ondel-ondel datar itu,"ucapnya polos.


"Cie-cie panggil Raja ganteng, aduh adik kesayangan Sean ternyata udah besar ya, udah kenal cinta-cintaan rupaya," godanya, mereka memasuki area Kantin sekolah dengan masih berpegangan tangan.


"Maksud nya? Aku nggak ngerti loh sean,"matanya menatap polos Arsean.


Arsean menggeleng kan kepalanya,"nggak,"


"Ih gak jelas banget sumpah,"gerutunya.


Mereka berdua duduk di meja yang sudah ada Arga dan Leonard,Leo yang melihat kedatangan adik dengan sahabatnya jadi menghentikan memakan spaghetti miliknya.


"Nord kamu di perpus lagi? Kenapa sih kamu sering disana terus dan nggak ada waktu buat makan ke kantin? Kamu pikir Abang nggak khawatir sama keadaan kamu yang terlihat kurus ini karena kamu jarang makan. Apa keluarga kita kekurangan uang begitu?Mamah Papah kerja buat kita Tapi kamu malah jarang makan, seharusnya kamu makan yang bener jangan mau di nasihatin dulu Sama Abang,"cerocos Leonard panjang kali lebar.


Leanord menatap abangnya kesal,"ya-iya ini juga mau makan tapi sama seblak,"


"Nggak-nggak seblak itu pedes perut kamu aja kosong,gimana kalo nanti kamu sakit perut hah,"


"Emang bener Ar?"tanya Leo pada Sean.


"Hm,"


Leanord duduk di kursi yang sudah abangnya siapkan,dia menatap yang ada di mejanya,"mana seblaknya?"


Arsean mengusap puncak kepala Leanord,"Sabar cantik, lagi dibikinin dulu,"


Leanord hanya mengangguk mendengar ucapan sahabatnya yang seperti kakakya sendiri, dia menggaruk lehernya yang tidak gatal seakan ada yang lupa dengan sesuatu tapi tentang apa? dia tidak ingat sama sekali.


Untuk mengingatnya saja seakan pusing sendiri,dia hanya mengedikan bahunya acuh mungkin saja cuman urusan tidak penting.


Tidak menunggu waktu lama pesenan seblak milik Arsean sudah datang, Arsean mengambil nampan yang berada didepannya dan meminpannya di hadapan Leanord.


"Bi nasi satu porsi,"Ucap dingin kepada pelayan itu.


"Siap den saya ambilkan dulu,"jawabnya lembut.


Arsean menatap bibir Leanord mengerucut karena melihat seblak dihadapannya,dia menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan gadis kecil itu.


"Sean seblak nya kok gini sih?"Tanya sebal Leanord melihat seblak yang tidak terlihat menarik dimatanya, mau menarik bagaimana coba seblaknya saja tidak pedas sama sekali yang alias kayak untuk anak kecil.


"Iya Supaya Nord tidak sakit perut,"Ujarnya.


"Tapi nggak kayak gini juga dong Sean aku nggak mau makan!" Leanord memalingkan wajahnya ke kanan dan menatap Arga yang duduk disampingnya,matanya memicing karena ditatap sedemikian rupa oleh pemuda itu.


"Apa!"sewot Lea.


Arga tersenyum ke arahnya,"kalau kamu nggak mau makan gimana buat aku aja boleh kan?"


Mata Leanord membola,"Enggak ini pemberian Sean ondel-ondel dingin kakak ku yang paling jelek," Ucapnya sambil menjauhkan seblak itu dari Arga.


"Ih kok gitu , Kalo kamu gak mau ngasih itu ke aku kasih satu sendok aja deh,"


"Enggak mau ini milikku bukan milikmu wlee,"


Leanord memakan seblaknya pake nasi setelah pelayan tadi membawa nasi nya seporsi ke meja mereka. Dia sangat lahap memakan seblak itu seakan belum makan sebulan. Leonard yang melihat adiknya makan dengan cepat langsung menegurnya.


"Nord makan pelan-pelan jangan kayak gitu nanti kamu keselek loh,"tegurnya.


Leanord tersenyum kepada abangnya yang duduk di hadapannya,"hehe lapar pak bang,"


"Makanya kalau makan itu jangan setengah-setengah,"Ucap Leonard.


"Iya-iya lain kali nggak begitu lagi,"ia menjurlingkan kedua matanya.

__ADS_1


Matanya tak sengaja melihat tiga orang yang dikenalnya di belakang abangnya yang seperti sudah selesai makan siang, dengan cepat dia menyimpan sendok yang dia pegang ke mangkok seblaknya dan langsung meminum air putih yang sudah di siapkan oleh Arsean.


"Hey Kalian berhenti, dimana ondel-ondel datar sahabat kalian itu?" Tanya Leanord kepada Four R Tanpa Raja.


Mereka bertiga menghentikan langkahnya, "Maksudnya Raja?"Leanord mengangguk.


"Dia gak ikut ke kantin dan masih di perpus, emang nya ada apa Lea kamu ada urusan sama Abang?"tanya Raga.


"Perpus?"Mereka bertiga mengangguk.


Leanord seakan tengah berpikir memikirkan sesuatu yang sudah dilupa olehnya, membuat semua para pemuda disana bingung dengan tingkah laku aneh Lea. Apalagi sekarang mereka melihat Lea tengah mengetuk-ngetuk jarinya di dagunya.


"Perpus, perpus ,perpus, si ondel-ondel di perpus Janji,"Matanya melotot saat ingat janjinya kepada Raja yang akan ke Datang ke perpus lagi.


Dia bangkit dari duduknya sambil membawa satu botol berisi susu Rasa strawbery kesukaannya yang sering di bawakan oleh abangnya. Dia langsung berlari meninggalkan semua pemuda yang menatapnya heran,"NORD MAU KEMANA?"Teriak Arsean.


"KE TOILET KEBELET BANGET SEAN, "balas teriak Leanord di ujung Kantin.


Padahal teriakan tadi itu hanya bohong untuk mengelabui semuanya mana mungkin dia jujur untuk menemui pemuda ondel-ondel datar di perpus kan dia sendiri nanti yang diejek karena memakan omongannya sendiri yang tidak akan pernah mau berdekatan dengan raja.


Leanord berlari dengan sangat kencang menuju arah perpus untuk menemui Ondel-ondelnya maksudnya ondel-ondel datar yang membuatnya benci terhadap pemuda itu. Banyak murid yang menatap heran Leanord yang tengah berlari dengan kencang Membuat semua orang yang menghalangi jalan gadis itu langsung menepi.


"OY Minggir-minggir,"ucap Leanord disela larinya.


Dia berbelok ke arah kiri di mana gedung perpustakaan berada,kenapa dia baru mengingat Janjinya kepada Raja? Sungguh bagaimana kalau pemuda itu masih berada disana menunggui dirinya? Dirinya juga yang nanti yang akan merasa bersalah.


Sesampainya Leanord di depan pintu perpustakaan dia langsung mendobrak pintu itu dengan kaki kanannya. sungguh bar-bar meskipun itu bukan sifatnya tetapi sekarang dia mirip perempuan yang bar-bar.


Dia menatap Raja di ujung sana yang tengah duduk di meja seraya membaca buku yang di pinjam tadi olehnya yang belum sempat di kembalikan ke tempat semula.


"RAJA MAAF LAMA,"Teriak nya di tengah berlari menghampiri Raja.


Raja yang kenal suara itu langsung turun dari bangku menyimpan buku itu di tempat semula takut nanti gadis itu marah kan dirinya juga yang kena omel.


Dia menatap Leanord yang berlari menuju ke arahnya sambil mengangkat sebelah tangannya yang membawa sebuah botol susu berwarna pink.


Matanya melotot saat melihat ada sebuah benda yang sebentar lagi akan di pijaki oleh gadis itu,benda yang mungkin akan membuat semua orang akan terjatuh mau itu di tanah sekalipun benda itu sangat licin dipijak.


"LEA AWAS!" Dia maju untuk Membantu gadis itu tapi naas gadis itu sudah lebih dulu menginjak kulit pisang di bawah sana, ya kulit pisang lah yang tadi membuat mata Raja melotot.


Set


Greb,Tuing


Bruk


Mulut Raja menganga karena merasakan ada hawa dingin yang menyapa area bawahnya tubuhnya seakan langsung mematung merasa ada pergerakan dari adik tersayangnya.


"Aww dadaku sakit,"Ringis Leanord yang merasakan dadanya terasa terbentur sangat kuat dengan lantai. Dia tepat berada di bawah kaki Raja.


Dia ingin mendongak ke atas namun ketika matanya mau melihat naik keatas dia menatap sesuatu yang seharusnya tidak boleh di lihat oleh orang berbeda jenis tanpa ada ikatan pernikahan,Dia langsung menutup matanya dan membenturkan sekali wajahnya ke lantai.


"Arggh m-maaf Ondel-ondel aku gak lihat kok su-sumpah,"dia melepaskan celana milik Raja yang tak sengaja di Lorotin olehnya.


Raja mengerjapkan matanya menatap gadis itu yang menutup matanya,tak lama menatap gadis itu dia menolehkan pandangan ke arah sangkarnya yang terlepas karena tangan Leanord kiri Lea tak sengaja memegang celananya sampai kebawah.


"RAJAWALI!"Teriak Raja yang melihat adik nya tidur tanpa kasur ternyaman milik nya.


Dia dengan cepat langsung membenarkan celana olahraganya dan kasur milik adiknya ke tempat semula dengan cepat, dia celingak celinguk apa ada orang yang melihat kejadian ini selain gadis di bawahnya atau tidak ada dan syukurlah hanya ada mereka berdua di perpus itu.


Setelah selesai membenarkan celananya dia melihat gadis yang masih tengkurep di bawah nya,"ehm l-lea apa kamu tadi melihat R-rajawali?"Tanyanya gugup.


"S-siapa?"bukannya menjawab Leanord malah bertanya.Dia memang melihatnya namun dia pasti akan berbohong kepada Raja lagi pula dia juga tidak tahu kalau benda itu di kasih nama Rajawali oleh pemiliknya yaitu Raja. kepolosannya sudah direnggut oleh dirinya sendiri.


"D-di bawah sana,"


"E-nggak sumpah, aku gak s-sengaja tadi maaf,"dia mulai berdiri dari tengkurap nya dia menundukkan kepalanya kebawah tidak sanggup menatap wajah pemuda itu karena terlalu malu untuk melihatnya, gara-gara kecerobohannya dia mata nya menjadi tidak suci lagi.


Dia memberikan botol kesayangannya itu ke tangan Raja dengan cepat tanpa mengalihkan pandangannya di bawah.dia pergi begitu saja meninggalkan Raja yang memegang botolnya dia berlari dengan kencang ke arah pintu yang barusan dia lewati dengan perasaan malu yang mendominasi kepada Raja.


'Huaaa aku gak bakalan lagi mau berdekatan dengan ondel-ondel datar itu,meskipun nanti aku berpapasan dengannya lebih baik aku kabur. Aku harap dia bisa melupakan masalah ini untuk selamanya, Amin. Huaaa botol kesayangan ku ada ditangannya kenapa aku memberikan botol itu padanya. Mau mengambil lagi tapi malu, hancur lah sudah harga dirimu Lea,'batinnya disela larinya.


Flashback of


"Dan setelah itu gue gak mau lagi deketan sama Lo, kalau berpapasan di sekolah pun gue lebih milih melarikan diri dari elo,gue bener-bener minta maaf. Rajawali adik Lo jadi gak suci lagi karena udah gue lihat sebelumnya," mata Raja melotot mendengar ucapan Leanord yang menyebut nama adiknya.


"L-lo masih ingat?"


Leanord mengangguk,"Hmm k-karena itu gue mau lupain semuanya dengan cara minta maaf yang bener sama Lo,"Ucapnya lirih.


"Gue ud-"


"KALIAN BERENAM LAGI NGAPAIN HAH NGGAK IKUT PELAJARAN SEKOLAH?, KALIAN JUGA BEREMPAT LAGI APA DISEMAK-SEMAK?"Mereka berempat yang berada di semak-semak menoleh kebelakang melihat kearah guru Killer yang barusan berteriak di sana.


Kanava dan yang lain berdiri tersenyum ramah ke guru laki laki itu,"eh pak apa kabar?"tanya Reyhan.


"Baik eh kalian berenam Ikut saya ke ruang kedisplinan,SEKARANG,"mereka di buat kicep oleh bentakan pak Wawan.


Mereka merutuki keberadaan guru killer yang tiba-tiba datang bak setan di belakangnya yang hanya mengganggu aksi mengintip mereka.


Raja dan Leanord sendiri hanya mematung diam diri di sana,jadi mereka berdua tadi di intip oleh Empat  curut-curut itu dan mereka juga tahu dong masa lalu kelam mereka berdua karena Leanord yang menceritakan ceritanya di taman sana.


Leanord menatap Raja yang hanya santai seakan tidak ada masalah apapun di dalam hidupnya. Seakan nasib sudah menentukan jalan ceritanya bagaimana Leanord mengikuti gaya santai Raja yang berada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2