Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[18] Terkena penyakit Jantung Secara Mendadak


__ADS_3

Kanava menatap bingung Azira yang tiba-tiba tidak sadarkan diri toilet,dia menjadi panik sendiri bagaimana kalau orang lain mengiranya dia yang buat Azira seperti itu.


Kanava menepuk-nepuk pipi Azira yang kepalanya di taruh di pangkuan kanava,meskipun dia membenci Azira tapi dia masih punya rasa kasihan terhadap orang,apalagi yang membuat sifat asli Azira ya mahen sendiri sepupunya ,"Medusa bangun woy gue gak mau disalahin karena Lo,"


"Ini bocah pingsan apa mati sih,Woy bangun,"dia menepuk pipi azira dengan keras, sama sekali tidak ada lembut-lembutnya,Azira masih beruntung bisa di bantuin tidak di tinggalin sama Kanava meskipun dengan cara keras.


"Poto dulu lah biar jadi kenang-kenangan,lagian juga ngapain pingsan gak bilang-bilang,"sepertinya otak Kanava sedang bermasalah sekarang, mana mungkin orang yang pingsan bilang-bilang gak Aestetik dong.


Kanava mengeluarkan ponselnya di saku rok, dia membuka camera disana dan mulai mempoto wajah azira.setelah sudah selesai dengan memfotonya Kanava mulai membangunkan pingsan Azira.


mulai dari menepuk pipi hingga mencubitnya dengan kencang tapi nahas Azira masih dalam mode pingsannya membuat Kanava geram.


"Ish gue guyur deh sekalian biar tau rasa lagipun kata siapa dia pingsan gak ada yang nyuruh,"Kanava bangkit menuju ke arah wastafel dia mengisi air ke dalam ember hingga penuh.


Byurr


Dia dengan tidak santainya langsung menguyur tubuh Azira sampai membuat seluruh baju Azira basah dan itu membuat azira mengerjapkan matanya.


"Euggh kok basah,"


"Akhirnya Lo bangun juga,anjir Lo pingsan gue yang susah ****** gue kira Lo mati karena gak bangun-bangun,"ucap Kanava sambil memgimpan ember hitam itu ke tempat semula.


Dia bangun dari tidurnya dan menatap Kanava,"Kana Aku kok bisa disini?"tanya nya kepada Kanava.


"Kamu nanya,kamu bertanya-tanya,"Azira mengerjapkan matanya mendengar kalimat kanava.dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal,seakan bingung untuk bicara apa kepada Kanava.


Tadi dia ketika memasuki halaman sekolah tiba-tiba dia tidak bisa merasakan tubuhnya lagi seakan jiwanya itu telah diikat oleh sesuatu didalam sana,bahkan tadi saja dia tidak tahu kalau dirinya mengikuti Kanava Samapi ke toilet.


"Ehm sorry gu- aku tadi gak tau ngikutin kamu kesini sampai akunya pingsan dan ngerepotin kamu,"


"Ya Lo emang ngerepotin gue,yaudah sana ganti baju Lo di koperasi biar gue aja yang bayar bajunya gue entar telpon petugas nya,udah sana nanti Lo sakit gue juga yang kena,"titahnya.


"Makasih yaudah aku pergi dulu,"Azira keluar dari toilet meninggalkan Kanava yang tengah menelpon petugas koperasi supaya bisa membayar baju yang akan di pakai Azira.


Kanava juga mengatakan kalau Azira sebentar lagi akan keruangan koperasi,setelah selesai menelpon dia keluar untuk Pergi menuju kantin, dia sudah sangat lapar karena harus ketoilet terlebih dulu untuk sekedar membersihkan tangan yang tercoreng lipstiknya Lea.


Kanava melewati kerumunan para siswi yang tengah mengghibah di sepanjang koridor.Dia menatap ke samping karena melihat Anton yang tengah berjalan sendirian,Anton orang yang pernah mengobrol dengannya saat pelajaran Bu citra dia teman sekelasnya.


"Ton Lo tau keberadaannya si Lea gak?, gue tadi pergi ketoilet Bentaran dan sekarang gue gak tau dimana dia,"


"Oh si Lea lagi sama Leo di kantin kayaknya lagi makan bareng,"Jawab Anton.


"Oh yaudah makasih ya mas Anton ftt, entar kita main game lagi ya bye,"kanava berlari ke arah kantin untuk menemui teman nya itu sekaligus mau makan siang disana.


Kanava berlari menjauhi Anton yang menatapnya heran, bagaimana tidak heran orang Kanava larinya sambil nyanyi-nyanyi bak anak kecil,tak lama kemudian matanya melotot karena Kanava Yatuh  jatuh tak elegan sebab kaki kanannya berbelit dengan si kaki kiri jadi membuatnya jatuh dengan tidak Aestetik,Membuat semua orang tertawa.


•••••


"Kamu harus secepatnya deketin dia Boy supaya kamu lebih leluasa untuk membunuhnya karena dia sudah berada didunia fiksi ini beberapa hari yang lalu,ingat kamu harus hati-hati jangan sampai mereka semua tahu kalau kamu adalah keturunan keluarga Narendra,semua rencananya akan hancur kalau mereka menyadari keberadaan kita,"ucap pria yang lebih tua dengan pria muda disampingnya.


"Hem, lalu Apa aku sudah didaftarin ke sekolah itu?,"tanya pemuda itu kepada pria yang merupakan ayah kandungnya.


"Sudah,besok kamu bisa langsung masuk kesekolah wijaya dan kamu harus deketin dia sehalus mungkin bikin dia jatuh keperangkap mu,"ucapnya menyeringai kepada anaknya.


"Jangan sampai kamu tertangkap oleh mereka semua,"perintahnya.


"Ya aku tau Dad,"pemuda itu pergi meninggalkan sendiri Daddy-nya di ruangannya.dia memang berada di perusahaan milik keluarganya hanya untuk menanyai tentang kelanjutan rencana kepindahannya ke sekolah Wijaya.


Pria separuh baya itu menatap kepergian anaknya dari ruangan kerjanya,"haha kamu harus berhasil boy,supaya hanya keluarga Narendra saja yang paling kuat,jangan mengkhianati keluarga kita seperti paman mu nanti juga akan tau akibatnya kalau kamu seperti dirinya,"


Dia menoleh ke arah kirinya,lebih tepatnya ke sebuah laci dan langsung membuka laci tersebut disana terdapat satu foto keluarga yang lengkap,ada dirinya sang mantan istri yang memakai jilbab dan kedua anaknya yang berbeda gender.


Anak pertamanya waktu itu berumur dua tahun dan anak bungsunya perempuan bermur satu tahun,anak-anaknya terpaut satu tahun.


•••••


Kanava sekarang sudah berada di kantin untuk menemui temannya sekaligus untuk makan siang,dia masuk ke area kantin disebelah pojok meja yang kemarin.


Dari kejauhan di melihat keberadaan pasangan kembar itu dengan Four R yang satu meja yang dilihat Raga dan Leanord tengah berbicara serius. Dia mendengus sebal karena melihat keberadaan rivalnya disana yang tengah memegang ponsel entah sedang apa tapi yang terlihat seperti sedang main game bersama Raja idolanya.


dia harus menguatkan ucapannya jangan sampai seperti tadi di toilet yang tau-tau dia mengucapkan kata nyaman terhadap Raefan.


Brak


Langkah kakinya terhenti ketika mendengar gebrakan dari meja itu yang berasal dari tangan Raja.dia heran dengan Raja yang sepertinya terlihat amat marah dari wajahnya saja terlihat tekuknya yang masam.

__ADS_1


"Gak, Kalian gak bisa balikan,"Raga menyeringai karena ucapannya tadi membuat singa yang sedang tidur terbangun juga.


Dia memang sengaja untuk memanasi abangnya itu lagian siapa suruh sudah mencampakkannya begitu saja.


"Loh kenapa gak bisa? Orang Leanord aja gak nolak iyakan le," Raga menatap Leanord dan mengedipkan matanya berkali-kali supaya Leanord mengiyakan.


"I-iYa ja,"jawabnya kikuk karena ditatap tajam oleh raja yang sedang berdiri.


"Tuhkan gue masih punya kesempatan kedua buat jadi pacarnya Lea lagi, emangnya kenapa sih gak boleh,orang Lea nya aja baik-baik lah kenapa sama elo,"


"Ya karena gue gak suka kalian balikan,"ucapnya keceplosan membuat Leanord melihatnya dengan cengo. Raja yang sadar jika dirinya berbicara seperti itu jadi malu sendiri.


"Raja Lo gak sakit kan?"entah kenapa Leanord sangat gatel mengatakan hal itu,bukan karena apa dia hanya ingin bertanya kepada raja.


"Akh Gu-gue gak papa kok,"


"Alah gak papa apanya bilang aja Lo cembu- arggh kenapa Lo injek kaki gue bang?"Tanya Raga yang kakinya sakit diinjak sama Raja dengan keras,supaya adiknya itu tidak membocorkan perasaannya kepada gadis dihadapannya sekarang.


"Ada kecoa,"jawabnya datar, dia kembali lagi duduk.


"Kecoa apanya ogeb,dari setahun setengah gue sekolah disini gak pernah tuh ada kecoa di sekitaran kantin,"Raefan menyela ucapan Raja yang menurutnya hanya membual saja.


Kanava yang sedari tadi diam diri ditempat hanya mendengar ucapan mereka dengan mata bulatnya. Dia maju ke meja itu dengan luka di keningnya yang karena ulahnya sendiri.dia menutupi luka itu dengan sedikit poni,dia malu karena luka itu bisa-bisa dia di ejek sama semua orang karena kecerobohannya.


Saat dia jatuh keningnya mengenai batu yang berada dihadapannya untung saja yang kena hanya kening bukan mata.


"Kalian lagi ngomongin apaan sih kok serius banget?sampai ayang Raja aja ikutan marah marah tadi.Apa mungkin,"tunjuknya kearah Raga dan Leanord secara bergantian.


"Apa mungkin kalian berdua mau balikan?"


"GAK,"bukan mereka berdua yang menjawab melainkan Raja yang langsung menjawab begitu saja,membuat Kanava hampir oleng karena suara itu begitu bass dipendengarannya.


"Ayang Raja santai Jangan keluar khodam Lo bisa bahaya-bisa bahaya, gue cuman nebak aja jangan kayak gitu lah, Lo gak kasian sama gadis cantik ini hmmm, tega banget kamu bang,"ucapnya berdrama membuat semuanya kecuali Raefan yang menggumam sebal.


Kanava yang mendengar Gumaman Raefan menoleh kearahnya,"Oh ya selagi ada mules disini gue mau nanya sesuatu sama Lo,"Raefan mendongak ke arah Kanava yang tengah menatapnya intens.kanava duduk di dekat Leanord dan Menatap pemuda dihadapannya.


"Mau ngomong apa? gue lagi males,"


"Ish ini penting tau,"


"Penting?tapi menurut gue nggak Penting tuh,"ketusnya.


"Lebih baik Lo diem aja deh jangan nanya daripada bikin gue pusing,"


"Siapa juga yang mau bikin Lo pusing, gue najis kali,"


"Lo bilang gue najis? Anjim banget Lo jadi cewek,kalo gue najis berarti Lo haram,"


"Ih kok ngegas sih jadi cowok dasar mulut lemes udah kayak Uke aja blee,"Kanava menjulurkan lidahnya kepada Raefan.


"Menurut Lo Gue itu sama kayak Uke begitu? Kurang ajar banget kalo ngomong Lo pikir gue itu gay, hey Maemunah gue Raefan Luther Laskara Keturunan Louis cowok normal pecinta cewek semok mana mungkin gue seorang gay,"Kanava menatap sinis pemuda dihadapannya.


Kanava mengangguk-ngaggukkan kepalanya,"Oh, berarti penglihatan gue Sama lea waktu itu rabun begitu jadi menurut Lo kita berdua cuman halu ngeliat orang yang lagi pokpokan,iya begitu?"


"******,gue waktu itu hilap karena gak sadar ogeb kalau gue sadar gue aja gak sudi begituan sama cowok,"


Balasnya Sengit sambil menimpuk kening Kanava dengan roti sampai membuat orang yang ditimpuk merasakan denyutan Yang lumayan kuat disana.


Raefan sama sekali tidak tahu kalau disitu ada luka karena kening Kanava ditutupi oleh poni,dia malah ketawa karena sudah sukses menimpuk kening rivalnya itu dengan roti.


Bibir Kanava melengkung dan bergetar menahan tangis yang akan keluar,sungguh dia sudah menahannya dengan kuat supaya tidak menangis,Tapi entah kenapa dia seakan ingin sekali menangis dengan kuat dan teriak-teriak,yang membuat dirinya shock adalah kenapa dirinya akan menangis didepan orang.


Padahal Dulunya dia sama sekali belum pernah menangis didepan orang lain, Meskipun dicaci maki oleh pamannya sendiri bahkan juga pernah dipukul Dia sama sekali tidak merasakan akan kesedihan. Tapi kenapa dengan sekarang hanya dengan ditimpuk roti dia jadi bersedih padahal itu tidak sakit sama sekali,pikirnya.


Mereka semua yang melihat bibir Kanava melengkung dan bergetar menjadi panik,gimana kalau orangtua mereka tahu kalau Kanava menangis pasti Four R akan di omelin tujuh hari tujuh malam.


"Hiks kening gue,"


Raefan sendiri yang tadi tengah ketawa langsung menghentikan tawanya ketika melihat Kanava akan menangis dan bahkan dia lebih panik dari pada ketiga sahabatnya.


"Huaaa Lo jahat anjir,"


"G-gue gak sengaja VA sumpah,"dia berdiri dan berjalan mendekati Kanava yang menangis.


"Ah Lo sih fan,gimana nih Kana jadi nangis kayak gini,"Reyhan mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.

__ADS_1


"VA Gue minta maaf,"dia menjewer kedua telinganya disamping Kanava,Membuat semua murid yang melihat kemeja itu mulutnya menganga lebar. belum pernah melihat seorang Raefan Luther Laskara meminta maaf kepada seseorang apalagi ini seorang gadis.


"Gak gue maafin lo huaaaa kening darah,"Tangisan Kanava semakin menjadi serta ucapan terakhirnya yang tidak di mengerti oleh semuanya.


"Kana gue kasih permen punya gue nih asalkan Lo berhenti nangisnya,"Reyhan menyodorkan permen miliknya kepada Kanava.


"Enggak mau Huaaa, ******,"Makinya membuat Leanord yang berada disampingnya terkejut.


"Lea udah nangisnya ya kan cuman di timpuk pake roti dong kenapa jadi mewek kayak gini udah ya cup,cup,"Leanord mengusap punggung gadis disampingnya.


'ini tangisan gue kenapa gak berenti Anjay gimana ini gue malu huaa mamih tolongin anakmu yang cantik ini,luka dikening gue juga gak sakit tapi kenapa malah nangis ajegile. perasaan gue juga udah gak beraturan lagi nih. Masa iya gue nyaman sama Raefan ih ogah ogah mana mungkin gue cinta sama rival gue Big No, ehm bau apa lagi nih di tubuh gue, tadikan gue mandi masa iya gue kesurupan jin penunggu kantin,"batin Kanava.


Reyhan menatap cengo ke arah Kanava jadi ini alasannya kenapa Kanava menangis bak anak kecil, tadi dia sudah panik lah pas Kanava membatin malah dirinya sendiri yang seakan terkena prank dari Kanava,'astaga jadi ini alasannya pantesan aja kelakuannya bak anak kecil, segelnya mulai kebuka dong,' ucapnya di dalam hati.


Raga menengok kearah abangnya yang sama seperti dirinya panik,"Bang ini gimana Kanava nangisnya malah makin kejer,kalau para orangtua tahu bisa berabe lah tubuh kita, gue gak mau.badan gue bonyok,"ucapnya.


Raja mengedikan bahunya, dia sama seperti yang lainnya panik dengan tangisan Kanava itu. Dia menolehkan kepalanya kepada Reyhan yang tenang-tenang saja karena sudah tahu alasan Kanava menangis.


"Ada apa dengannya?"


"Haha udah tenang aja,di keningnya terdapat luka akibat jatuh kena batu saat menuju kekantin,dia nangis bukan karena luka dikeningnya melainkan karena Perasaannya kepada Raefan yang terasa nyaman akan tetapi dia langsung menepisnya dan juga dia tidak tahu dengan dirinya yang seakan merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya,"


Raja mengangguk dan menghembuskan nafasnya lega,sekarang dia sudah bebas dari perkiraannya tadi yang akan mendapatkan hukuman dari para orangtua.


Meskipun dia datar dan dingin kepada orang lain dia akan sangat takut kepada kemarahan orangtua mereka kalau Four R berbuat salah, karena mereka semua menghormati para kumpulan orangtua.


Kedua orang tua mereka berempat juga dia hormati karena sudah di anggap orangtuanya sendiri, Sama seperti sahabatnya juga mereka sangat menghormati para orangtua namun itu kalau dalam keadaan yang genting seperti tadi.


Seperti hari-hari biasa mereka akan bertingkah kepada orangtuanya layaknya kepada sahabatnya,Four R tidak segan untuk mengomeli balik para orangtua kalau orangtua mereka berbuat salah.


"Oh jadi dia mulai merasakan akan kekuatannya? Syukur lah kalo begitu,"Raga meminum jus orangenya yang berada di tangannya.


Mata dia membola akan Ingat ucapan Reyhan,"Han kata Lo tadi si Kana mulai nyaman sama Raefan,"Reyhan mengangguk.


"Ya benar,gitu sih yang tadi gue dengar dari batin kanava gue juga merasakan ada bau segel yang mulai kebuka,ulang tahun dia kan bentar lagi,"


"Wah menarik ini,"


Leonard menatap heran mereka bertiga yang tengah berbisik-bisik tanpanya,"kalian pada bisikin apaan sih? Gak ngajakin gue pula, ini juga kenapa bocah malah nangis-nangis kayak gitu udah kayak bocil aja,"


"Kepo Lo,"


Raefan menatap Kanava bingung harus apa dia sekarang dia tidak kuat melihat Kanava yang menangis seperti ini, yang dia tahu Kanava bukanlah orang yang cengeng seperti ini.dia aja sering berada disamping Kanava pas Berada di dunia nyata Meskipun sering menyamar jadi benda dan hewan-hewan kecil.


"VA coba gue lihat kening Lo kalo berdarah gue tangung jawab deh,"Tawarnya.


"Huuh hiks gue kening berdarah Huaaa," Ucapannya yang kebalik membuat Raefan mengusap dadanya sabar,ingin memarahi gadis itu tapi tidak tega.


"Kalo ngomong yang bener anjir, ucapan Lo typo,"


"Sini gue lihat,"mata Raefan melotot ketika melihat ada darah dikening Kanava.


"Astaga darah kenapa Lo gak ngomong anjir,"


"huh,perih yah? Maaf gue nggak sengaja tadi,gue tiupin lagi supaya perihnya hilang, lagian kening Lo kenapa bisa kayak gini,apa lo ceroboh lagi?, gue kan udah bilang dulu jangan bertindak ceroboh huh,"Raefan meniup luka dikeningnya dan tiba-tiba tangisan Kanava berhenti membuat dirinya semakin bingung dengan reaksi tubuhnya yang seperti anak kecil.


Kanava yang mendengar ucapan Raefan dibuat bingung,kapan Raefan berbicara seperti itu baru saja maereka beberapa hari bertemu. akan tetapi dia seakan dejafu dengan seorang anak kecil yang pernah dia temui di dunianya dulu yang menceramahinya layaknya orang dewasa karena dirinya Yang bertindak ceroboh.mirip sekali ucapannya dengan Raefan seperti tadi.


Dia menatap mata pemuda itu yang terlihat indah apalagi wajahnya yang sangat tampan,Kanava selaku penyuka cogan memang mengakui kalau Raefan ini sangatlah kece bahkan lebih dari seorang pangeran berkuda yang sering dia impikan di hayalannya.


Kanava dibuat terpana oleh ketampanan Raefan dia menatap mata Raefan yang fokus dengan luka dikeningnya,"lain kali jangan ceroboh lagi inget itu,"mata bulat kanava mengerjap lucu ketika tatapannya di balas oleh Raefan.


Mereka berdua saling pandang di jarak yang sangat dekat beberapa senti lagi wajah mereka akan menempel membuat semua murid yang melihatnya menahan napas secara mendadak, hanya karena melihat adegan yang menurut mereka sangat lah romantis.


"Ekhem Jika Benar ini cinta, mulai dari mana?"Reyhan menyanyi karena melihat mereka berdua saling pandang.


"Oh dari mana?"sahut Raga yang ikut-ikutan.


"Dari matamu, matamu Ku mulai jatuh cinta,"jawab Reyhan setelahnya dia menyodorkan minumannya yang dia pegang ke arah mulut Raga.


"Ku melihat-melihat ada bayangnya,"mereka berdua berdekatan dan saling pandang.


Tangan Reyhan di letakan di rahang tegas Raga dan juga sebaliknya tangan raga disimpan didada bidang milik Reyhan.Mereka berdua seakan mendalami peran masing-masing saat bernyanyi. "Dari mata, kau buatku jatuh,Jatuh,terus jatuh kehati (Oh jatuh ke hati),"ucap Reyhan dan Raga berbarengan.


Kanava mulai sadar ketika dirinya tengah Jadi bahan ejekan oleh mereka berdua bahkan di nyanyikan lagu, dia jadi salah Tingkah sendiri pipinya saja memerah bak kepiting rebus. Entah kenapa jantungnya seakan mau copot ketika di tatap oleh Raefan.

__ADS_1


Raefan menegakkan tubuhnya dan berdeheman supaya rasa canggung di dalam tubuh dirinya hilang dengan cepat. Ini sungguh tidak baik dengan jantungnya yang begitu lemah melihat wajah gadis cantik itu.


Mereka berdua seakan terkena penyakit jantung secara mendadak,apalagi bersamaan seperti ini. Sudah fiks mereka tidak bisa lagi disatukan seperti ini lagi karena hanya akan membuat mereka berdua jantungan, lebih baik jadi rival dari pada dekat seperti tadi,pikir mereka berdua.


__ADS_2