
Kanava sekarang tengah berada di toilet perempuan setelah tadi bel istirahat berbunyi,kanava dan Leanord memang berbolos saat pelajaran pertama akan tetapi dia masuk ketika pelajaran kedua berlangsung.
Kanava sekarang tengah membersihkan tangannya di wastafel yang terkena Lipstiknya Leanord tadi. Saat Leanord tengah memakai lipstiknya tadi tiba-tiba Leonard muncul dari belakang tubuh mereka dan langsung memeluk Leanord bak orang yang sudah tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun.
Yang membuat Kanava dan Lea terkejut ialah sifat Leonard yang berubah drastis kepada Leanord dari yang tadinya kasar sekarang jadi lemah lembut kepada sahabatnya itu.
Dia jadi semakin penasaran dengan semua yang menurutnya terjadi begitu cepat dari buku novel itu, yang seharusnya Leo berubah ketika Leanord sudah meninggal nanti,tapi ini sifatnya sudah cepat terjadi.
"Oh iyaya gue kan punya gelang ini, bisa sambil dicoba aja apa bener gelang ini ada kekuatannya. Tapi kenapa gue gak percaya ya as tau mungkin ini cuman prank si Modi lagi! Tapi mana mungkin dia ngelakuin hal itu bisa-bisa udah gue jadiin monyet geprek,"dia memegang gelang pemberian Modian.
"Hmm kekakuan si Raefan kenapa kayak gitu ya aneh banget haha," Ucapnya yang tidak tahu kenapa kata itu keluar dari mulutnya dengan gampangnya.
Kanava menggeplak bibirnya sendiri karena merasa terkejut dengan dirinya yang mengucapkan nama itu,"gue kayaknya beneran ketularan virus nya si Lea deh,"
"Bener-bener udah katro nih otak, Masa gue ngomong ngomongin nama si Raefan sih. Tuh kan sekarang aja gue ngomongin dia, apa karena gue udah nyaman yah sama perdebatan yang sering terjadi di antara kita berdua?" Mata dia melotot karena barusan mengucapkan itu.
"ISHH GAK MUNGKIN YA GEB- HUH MANA MUNGKIN GUE NYAMAN SAMA DIA, IHH AMIT AMIT GUE SUKANYA CUMAN SAMA AYANG RAJA YANG DINGINNYA TIADA ADA DUANYA,.. Huh Tenang Kana Lo harus tenang, Orang tenang-"
"Giginya ompong,"
Kanava menoleh kebelakang dan dia melihat seorang gadis yang baru saja masuk dan menyela ucapannya,gadis yang sering berpura-pura polos didepan semua orang. Dia menatap sinis Gadis itu, Gadis? maksudnya bukan gadis tapi wanita,karena Kanava tahu kalau orang didepannya itu sudah bukan lagi perawan.
Orang yang mengambil mahkota dia juga Kanava tahu, Arfan Ayahnya Arsean yang mengambilnya. Dia memang sudah membaca cerita novelnya sampai tamat. Dan ada yang sama persis Dengan kejadian dua tahun lalu yang di ceritakan oleh Leanord yang dia jadikan budak oleh Azira dan Arfan.
"Eh ada induk ulat bulu nih yang nyamperin gue,"
"Di depan sekolah aja yang sifatnya pura-pura polos padahal kelakuannya udah kayak tante-tante girang yang cuman pengen duit duda aja, UPS lo kan emang lebih dari seorang Tante girang lo itu ****** eh bukan-bukan lebih mirip Pelacur,.. eh apa bedanya ****** sama pelacur? mereka itu kan sama,"Disaat dia meledek Azira dia malah bertanya ke pada dirinya sendiri.
"Ck,diam Gara-gara Lo sifat Leo jadi Berubah Sama gue, bahkan dia Deket lagi sama adiknya itu, gue udah bersusah payah menjauhkan dia sama Lea malah Lo yang hancurin," Ucap Azira yang mengeluarkan sifat aslinya.
"Oh ya, masasih? Setau gue, gue gak ngelakuin apapun deh masa iya itu salah gue sih?.. ada-ada aja Lo,"
Azira maju kehadapan Kanava,"ini semua karena Lo, andai aja Lo gak berubah kayak gini semuanya gak ada yang ikutan berubah ******,"tunjuknya dengan kesal kepada Kanava.
"Ahh gue ngerti sekarang maksud Lo, intinya itu Lo gak mau diganggu ya sama rencana busuk Lo yang mau bales dendam sama si arse-arse itu kan? Haha,"
"Lo!"
"Why?, Gue dari tadi cuman bales omongan Lo kok gak main tangan,"ucapnya menyenderkan tubuhnya ke wastafel sambil mengangkat tangannya seakan tidak tahu apaapa.
__ADS_1
"Lo tinggalin Leanord atau Lo gue bunuh,"Kanava tertawa hanya karena ucapan Azira yang menurutnya seakan mengocok perut .dia memukul bahu Azira dengan keras membuat Azira hampir oleng kekanan.
"Haha Anjay maksudnya Lo ngancam gue nih, gue gak bakalan takut sama orang yang ngancam gue kayak gith,kalo gue diancam gue Bakalan ngancam dia balik besti, eh sorry Lo bukan besti gue,"
Azira menggeram marah Karena ancamannya hanya dianggap hal sepele Dimata Kanava.
"Sekarang Lo pergi aja deh dari hadapan gue,dari pada gue bikinin lo babak belur, ini peringatan kalo Lo gak mau badan Lo gue bikin memar sekarang pintu ada disebelah sana, ya kalo Lo mau disini berarti pintu sudah tertutup dan nantinya bakalan ada darah yang keluar dari sudut badan Lo,"
"Cih gue bukan pengecut yang kabur gitu aja,"Azira mendorong tubuh Kanava dengan telunjuknya.
Kanava yang di dorong menyeringai,"jadi Lo lebih milih diam disini ya dan tubuh Lo bakalan gue bikinin karya Yang bagus supaya makin keren,"ucapnya.
"Kana seharusnya Lo sadar kalo Lo itu cuman di jadiin babunya aja sama dia, Lo gak lupa kalo dia sering bully siswi termasuk itu juga Lo. Dia itu antagonis Kana,Orang yang akan membunuh siapa saja yang menghalangi semua kemauan dirinya,dia itu manusia licik yang sering malakukan hal curang," Ucap Azira seakan yang menghipnotis dirinya.
Kanava entah kenapa dia sadar kalau Azira ini mau menghipnotisnya dan yang anehnya dia tidak Terkena sama sekali dengan itu,seharusnya orang yang akan di hipnotis akan menurut lah ini dirinya bukannya menurut malah aemakin muak dengan aksi Azira yang semakin menjadi.
Dia hanya diam memperhatikan Azira yang melakukan aksinya, dia berpura-pura seakan terkena hipnotis oleh nya,padahal dia geram ingin sekali dia langsung membabak belur tubuh Azira.
"Kana Lo harus ikutin semua ucapan gue,"ucap Azira tepat di telinga Kanava.kanava hanya mengangguk saja.
"Gue Kanava mau menuruti semua keinginannya Azira Maudy sheren untuk ngebantu Lo menjadi yang tercantik di SMA Wijaya,"Kanava mengikuti ucapannya meskipun malas dia harus sedikit bersabar untuk tidak memukul wajah yang sangat songong didepannya.
"Oke Lo mulai sekarang jadi anak buah gue Kana,karena tubuh Lo udah dalam kendali gue hahaha,"Azira tertawa membuat Kanava menghentikan aksi purapuranya.
"K-kok elo?"
"Lah Kenapa? Gak bisa ya? Surprise, gue ini orang yang Solehah jadi gak bakalan kena sama yang ke gitu-gitu,"Ucapnya,sebenarnya dia juga tidak tahu dengannya dirinya yang tidak terkena hipnotis Azira.
Azira memundurkan langkahnya kebelakang,dengan kaki yang mulai bergetar,membuat Kanava yang melihatnya bingung. Apa ada yang salah dengan wajahnya sampai membuat perempuan itu Takut dia saja langsung berbalik dan mengaca tetapi tidak ada yang salah dengannya.
'a-apa dia Salah satu keturunan pilihan? Karena orang yang gak terkena sama ilmu sihir hanya orang-orang piliihan, tapi sebenarnya siapa Kana? Dia juga semalam gak ada kok disaat aksi mereka ngeluarin jiwaku ditubuh Leo, aku harus pergi dari tubuh Azira supaya dia gak membunuhku,lagian ngapain juga aku tadi pagi masuk ke tubuh Azira? Lebih baik aku pergi sekarang,"
•••••
Leanord sekarang tengah kebingungan dengan sifat Leonard yang tiba-tiba berubah itu yang membuatnya heran. Apalagi sekarang dia tengah berada di samping Leonard yang tengah menyuapi dirinya, dia hanya pasrah disuapi Leo.
Memang mereka sekarang tengah berada di kantin,dengan semua murid yang menatap Leonard bingung dengan perubahannya. Bukan hanya kepada Leo saja sudah tiga hari ini mereka di bingung kan dengan perubahan tiga orang sekaligus mulai dari kanava yang tiba-tiba bisa berbicara.
Dihari kedua mereka melihat kedekatan Kanava dengan Leonard apalagi sifat Leanord yang kemarin berubah drastis dari sifatnya yang kejam kepada para korbannya menjadi seekor kucing hanya di hadapan kanava.
__ADS_1
Dan hari ini hari ketiga mereka di buat terkejut dengan perubahan dari seorang Leonard yang membenci adiknya menjadi penyayang pada Leanord.mereka juga melihat kecerewetan Leo kepada Lea, Mereka berpikir siapa lagi besok yang akan berubah sifatnya.
"Nord makan yang bener dong, nih makan ya,"Leonard menyodorkan sendoknya kemulut Lea.
Leanord memakan seblak yang disodorkan Di sendok Leonard.
"Inget Nord Lo nanti harus makan dengan bener,gue gak mau ngeliat adik gue sakit, apa luka Lo perih biar gue bawa kerumah sakit ya, nanti kalo Lo mau berangkat kesekolah Bareng gue aja biar Lo gak kecelakaan kayak gitu Kana kan lutut Lo jadi luka,"cerewetnya membuat Leanord ingin sekali menyumpal mulut dia.
"Leo gue,"
"Bang Nard, panggil gue dengan sebutan itu kayak dulu lagi kan gue tadi udah minta maaf sama Lo emang Lo gak mau maafin gue.gue sadar sebenarnya kalo kesalahan gue itu memang gak bener udah keterlaluan sama Lo,... Tapi gue mohon Nord maafin gue, gue bersalah, maafin Abang Lo ini yang sering pukul Lo, Karena saat gue ngalakuin itu gue gak sadar," Leonard menggenggam tangan adiknya itu Dengan sayang.
"Maksud Lo?"
"Gue gak tau dengan reaksi tubuh gue saat ngeliat Lo waktu itu, dulu gue ingin banget meluk Lo tapi tubuh gue seakan menolaknya untuk dekat sama Lo. Hanya sekedar mau menyapa Lo aja gue gak bisa,malah kata-kata kotor yang sering keluar dari mulut gue,"jelasnya.
"Gue nggak ngerti sumpah,"Ucapnya polos.
Leonard tertawa karena ucapan polos yang dikeluarkan dari mulut adiknya itu,apalagi saat dia melihat melihat wajah polosnya yang ternyata itu memang masih ada.
Dia jadi mengingat dulu bagaimana adiknya itu yang disogok raga sama cilok supaya menjadi pacarnya dan adiknya itu mau-mau saja menerima cilok pemberian Raga alhasil adiknya itu terkena jebakan maut Raga yang berakibat menjadi kekasihnya.
"Udah kalo nggak ngerti gak papa, sekarang makan lagi aja gue sudah susah payah ngantri di tempat bi inah buat beli ni seblak,"ucapnya.
"Tapi gue dah kenyang b-bang,"jawabnya dengan gugup.
"Nah gitu gue suka panggilan Lo yang kayak dulu lagi,"dia mengusap Surai adiknya dari samping karena duduk mereka yang berseblahan.
"Jadi Abang udah di maafin nih?"
"Ah iya bang,"
"Gemes banget sih adiknya siapa sih ini,"Leonard mencubit kedua pipi Leanord dengan gemas.
Leanord menatap sinis abangnya itu,"ish sakit tau bang, gimana nanti kalo pipi chubby gue makin lebar kan berabe nanti ayang Raefan gak lirik-lirik Nord karena makin lebar nih pipi,"kening Leonard menghernyit.
"Loh loh bukannya pacar Lo itu Raja ya,kemarin Lo ngomong kalo dia pacar Lo sendiri,bahkan teriak² ayang ke Raja, atau kalian ada masalah ya,jangan-jangan dia nyakitin tubuh Lo lagi,mana tubuh yang dia sakitin," Cerocosnya sambil memeriksa tubuh Leanord membuat tubuh Lea sedikit oleng.
"Jawab Nord apa dia nyakitin tubuh Lo? Biar gue bikin dia babak belur berani-beraninya dia nyakitin adik gue,"Leanord melototkan matanya.
__ADS_1
"Bang jangan sakitin dia lah, dia gak salah apa-apa. Justru gue malu Ketemu sama dia bang,"
"Haha gue gak nyangka Nord,ternyata setelah macarin adiknya sekarang Lo macarin abangnya. Pesona adik gue emang the best,Nord Lo masih inget saat lu ditembak sama Raga hanya dengan sebungkus cilok, haha gue masih inget sih waktu itu,"Leanord menatap abangnya.