
Kanava terbangun di ruangan yang penuh dengan warna biru navi serta hitam dia merasa asing dengan tempat yang dia lihat bahkan tempat tidur itu berwarna hitam. Semua seisi ruangan terlihat sangat mewah dengan adanya kerlapkerlip lampu yang menempel di seluruh ruangan.
Kanava ingat kalau dirinya diantar oleh seorang pria yang tidak dikenalnya sama sekali karena Modian yang hilang entah kemana saat dia berteriak karena terkejut dengan fakta bahwa yang membuat cerita novel itu adalah sepupunya mahen.
Dia bersungguh-sungguh untuk memaki dan memarahi Modian yang meninggalkannya sendirian.untunglah dia bertemu sesorang dijalan yang mengaku adalah tetangganya namanya pak mahmud.namun dijalan dia pingsan dan diantarkan langsung kerumahnya oleh pak Mahmud karena kecapean.
Kanava ingat Sebelum pingsan dia tertawa karena merasa lucu dengan nama Pak Mahmud kalau di dunia nyata yang artinya mamah muda. tidak sesuai dengan badannya yang kekar ada tato dimana-mana dan dia ingin sekali menampol kepala botak pak Mahmud karena suaranya kayak banci yang pake kata Eike bahkan tangannya kalau bicara digerak-gerakan seperti banci dipinggir jalan yang mau mangkal.
Kanava yang mengingat itu tentu saja ketawa Sambil memukul-mukul kasurnya."astaga haha pak Mahmud kemaren lucu banget sumpah mana pake sendal jepit Hello Kitty hahaa,"
"Nanna sayang kamu udah bangun cepat turun nanti kamu kesiangan loh,"suara lembut perempuan Diluar kamarnya membuat aksi kanava terhenti.
"Si-siapa?"tanya Kanava kepada orang itu.'Apa itu nyokap gue ya didunia ini astaga jadi bener kata Modian kalau Bonyok gue reinkarnasi ke dunia ini?'sambung nya di dalam hati.
"Astaga kamu lupa sama suara mamih sendiri,mentang-mentang trauma kamu udah hilang sekarang ingatan kamu yang hilang gitu? Cepet ini udah pagi anak perawan bukannya bangun pagi-pagi malah ketawa-ketiwi gak kesurupan kan,"cerocos wanita itu dibalik pintu kamar.
"I-iya mih,"kanava menyibakkan selimutnya dan bangun dari tidurnya berjalan menuju ke kamar mandi."trauma? Emangnya disini gue juga pernah kecelakaan yah,apa si Modian lupa ceritain itu? Entar gue samperin aja deh ke tempat kemaren meskipun inget-inget lupa jalannya,"guman Kanava.
Beberapa menit kemudian Kanava sudah selesai acara mandinya dan keluar dari kamar mandi sekaligus sudah rapih dengan baju seragam yang melekat di tubuhnya memang walk in closet nya ada di samping kamar mandi jadi memudahkan untuk dia mengganti langsung bajunya.
Kanava berjalan ke arah cermin untuk menata rambutnya Dia mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.
__ADS_1
"Waw muka gue makin cakep aja sih ini, apa orang-orang yang ada disekolah bakalan terkejut melihat perubahan gue yang dulunya bisu jadi bisa ngomongg.pastinya gue bakalan terkenal nih hari ini,"ucap Kanava seraya menaburkan bedak diwajahnya serta mengoleskan sedikit Liptin di bibirnya yang terlihat pucat pasi.
Dia memakai jam tangan Warna navy blue ditangan kirinya yang terlihat cocok untuk dia memakainya. Menyemprotkan parfum yang tertera di depan cermin.
"Gue bakalan memulai kehidupan baru ini dengan senang hati,tugas gue apaan ya kok jadi penasan sih,"
Kanava melihat penampilannya di cermin rambutnya yang panjang sampai pinggang di gerai dengan bebas sangat cocok dengan kulit putihnya yang seputih susu.apalagi seragamnya yang warna biru,warna kesukaan dirinya. Di Dunia nyata dulu maupun didunia novel yang sekarang kesukaannya sama seperti ditubuhnya yang ditempatinya sekarang.
Dia jadi kepikiran omongannya Modian kalau dulu jiwa yang pernah memasuki tubuhnya ketika lahir yang entah kemana perginya sekarang membuat otak Kanava ingin pecah rasanya.karena katanya jiwa itu ingin menghancurkan keluarganya.
"Akh mending makan Daripada mikirin yang gak jelas dan ketemu bonyok gue,apa benar mereka orangtua asli gue yang ada di dunia dulu,"ucap kanava sambil membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah tangga.
Kanava turun dari tangga dan melihat kesembarang arah matanya berbinar melihat semua interior rumah yang mewah bahkan terlihat sangat mahal.
Dia memegang penyangga dan mengelusnya." Ini kalo dijual harganya pasti mahal mana ada berlian kecilnya lagi,apa gak sayang duit yah ni orang buat cuman beginian doang pake emas sama berlian the real sultan eemag beda,"
"Nanna ngapain kamu ngelamun disana sini turun cepat makan ini udah hampir telat sekolahnya,"ucapan seseorang membuyarkan rasa terpananya Kanava.
Kanava melihat ke bawah tepatnya ke arah meja makan yang terdapat dua orang berbeda jender sedang melihat ke arahnya dengan senyuman yang hangat. Kanava yang melihat mereka tiba-tiba matanya terasa panas dan berair hawa aneh serasa memasuki tubuhnya.
"Jadi kata Modian benar kalau mereka ada dunia ini hiks akhirnya gue bisa melihat mereka secara langsung,"
__ADS_1
Kanava mengingat dia pernah menemukan album Poto digudang rumah milik kakeknya yang berisi poto-poto tentang keluarganya disaat dia masih lahir sampai umur dua tahun kurang dan Poto pernikahan kedua orangtuanya.dia masih mengingat wajah kedua orangtuanya didalam benaknya dan ternyata dia sekarang bisa melihat wajah mereka dengan jelas bahkan menyapanya.
Dulu dia sering membayangkan bahwa kedua orangtuanya masih berada disisinya dan menyayanginya tetapi dia sadar bahwa itu tidak mungkin terjadi karena orangtuanya sudah meninggal disaat dia masih membutuhkan kasih sayang keduanya.
Kanava berlari dan turun di tangga membuat kedua orang yang berada di meja makan terkejut. Mereka berdua berlari kearah Kanava karena takut kalau anak kesayangannya Tiba-tiba tergelinding ditangga.
"Huaaa akhirnya Aku bisa melihat wajah kalian,aku kangen kalian hiks,"ucap Kanava saat tiba di bawah dan langsung memeluk kedua orangtuanya.kedua orangtua Kanava menghela nafasnya lega anaknya tidak jatuh ditangga.
"Udah cup-cup princess, gak usah sedih kamu kemarin cuman hilang enam jam aja udah kangen sama mamih papih,"ucap pria itu yang selaku ayah dari kanava.
"Iya Jangan nangis gimana kalo suara kamu hilang lagi, sekarang ayo kita makan dulu gimana kalo sekolah kamu telat,"ucap lembut ibunya Kanava mengusap punggung sang putri.
"Hiks yaudah,"mereka bertiga berjalan kearah meja makan.
"Kenapa kamu lari-larian Hm gimana kalo jatuh kan ada lift sayang.pake aja liftnya biasanya juga sering pake lift,"ucap ayahnya Kanava.
"Hehe gapapa kok cuman mau olahraga pagi aja sih biar sehat,"Kanava menggaruk kepala belakangnya. Lagipun Kanava mana tahu ada lift dirumah ini baru aja tinggal sebentar disini.
Kanava duduk dikursi dan mereka bertiga memulai acara sarapan pagi dengan kidmat dan hening.kanava melihat kearah kedua orangtuanya yang sedang menikmati sarapannya.dia merasa bahagia sekarang bisa ketemu dan memeluk mereka dengan senang hati.
Tidak seperti dulu yang hanya bisa memimpikan kehadiran kedua orang tuanya. Kanava tersenyum hatinya sangat gembira untung dirinya bertransmigrasi ke tubuhnya yang ada di dunia ini.
__ADS_1
Kanava ingin sekali berterima kasih kepada Modian sebagai hadiahnya dia akan membawanya kerumah ini dan merawatnya. pasti itu akan membuat Modian ngelunjak kepadanya Tapi dia akan bersabar untuk itu.
Acara sarapan sudah selesai dan sekarang dia akan pergi ke sekolah bersama dengan papihnya.setelah berpamitan kepala mamihnya ayah dan anak itu berjalan ber iringan tangannya saling genggam.kanava seperti anak TK yang akan di antarkan ke taman anak-anak tangannya mengayun-ayun.