Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[25] Suara Tikus Kejepit


__ADS_3

Mereka berenam keluar dari ruangan kedisplinan setelah pak Wawan memberi siraman rohani kepada mereka selama tiga jam yang membuat telinga nya seakan ingin membludak. Untung saja bel istirahat sudah berbunyi menolong telinga mereka yang terbebas dari amukan pak Wawan karena membolos di jam pelajaran.


Kanava mengusap keringat di dahinya karena terasa sangat gerah di dalem sana, dia melirik ke samping dimana Raefan tengah menatapnya.


"APA gue cantik ya? Terpesona?" Raefan mengerjapkan matanya karena kepergok tengah menatap gadis itu.


"Sorry gak minat,"Jawabnya lempeng.


Kanava berdecih menatap kedepan sana,mereka berjalan bersamaan di bagi dua baris Leanord Kanava dan Raefan di depan sementara yang lain dibelakangnya.


"Ya gak papa juga mau Lo minat Ama gue apa enggak, gue gak perlu diminatin sama cowok yang sifatnya random udah Mulut lemes, cabul, dan juga yang paling penting Lo itu seorang gay yang mana mungkin juga tertarik sama cewek,"Ucapnya Ketus.


Raefan menghentikan langkahnya membuat semua juga menghentikan langkahnya,dia sangat geram dengan ucapan terakhir Kanava, dia berdiri tepat di depan Kanava.


"UDAH GUE BILANG GUE ITU BUKAN GAY ANJIR, GUE UDAH MUAK SAMA LO YANG SERING BILANG GUE SAMA SEPUPU GUE PASANGAN GAY. GUE NORMAL ANJING GUE NORMAL,"Teriaknya di hadapan kanava.


Kanava yang di bentak Raefan mencebikan bibirnya kesal,dia mendongak menatap pemuda itu,"BIASA AJA DONG JANGAN TERIAK DI DEPAN MUKA GUE LO PIKIR GUE BUDEG HAH,"Dada Kanava naik turun menatap Raefan tajam.


"KARENA GUE UDAH BOSEN SAMA OMONGAN LO YANG SERING FITNAH GUE,"


"TINGGAL AJA LO JANGAN MASUKIN KE DALEM HATI, ******!" Kesalnya kepada Raefan di tidak menyangka kalau ucapannya tadi membangunkan singa ganas yang tengah tidur.


Kanava menunjuk wajah Raefan,"Lagi pula emang bener kan kalau Lo itu seorang gay?, Haha Mau ngeles apa lagi Lo sama gue, Ayang Raja aja waktu itu bales ciuman Lo kan? kalian saling *****-***** Menikmati indahnya kebersamaan di tanah,"ucapnya.


Raja yang di bawa-bawa menatap Leanord was-was jangan sampai gadis itu juga ikut-ikutan mau mengungkit kejadian memalukan dua hari yang lalu itu hanya akan membuatnya Malu.


"ITU SEMUA KARENA KEUSILAN DUA CURUT YANG PADA GABUT ANJIR,"Memang benar kejadian itu diawali oleh Raga dan Reyhan yang menjahilinya.


Raga dan Reyhan yang melihat percekcokan mereka saling pandang, mereka berdua memundurkan langkahnya tidak mau kena karmanya karena sudah menciptakan masalah yang membuat Raefan marah besar, Mereka lebih memilih kabur.


"Kesalahan? Leanord aja punya bukti di ponselnya, iya kan Lea?"Kanava menatap Leanord yang gugup karena ketahuan akan menyimpan video yang menurutnya ganas.


Deg


Raja yang mendengar ucapan Kanava langsung menatap Leanord yang menatap dirinya dengan senyuman canggung. Jadi kejadian waktu itu dirinya divideoin oleh gadis itu di handphone miliknya,Astaga dia sungguh sangat malu.


Set


Aarrgggh


"LEPASIN RAMBUT GUE NAVA,"


"Nava?"guman Kanava yang aneh mendengar ucapan Raefan yang memanggil nya dengan sebutan Nava. hanya dua yang memanggilnya dengan sebutan Nava yaitu Modian Sama Violet alias Rubby.


Semua murid yang melihat aksi mereka berdua menatap cengo ke arah mereka, Raja sendiri dia mengikuti langkah Leanord Secara diam-diam dibelakang gadis itu karena tadi Leanord yang di ajak pergi oleh Arsean entah kemana.


Raja sangat tidak suka dengan pemuda itu yang memegang tangan gadisnya,gadisnya? Dia memang sudah mengklaim Leanord dari SMP sebagai miliknya. Dia tidak ingin gadisnya kenapa-napa oleh pemuda itu, jadi dia mengikuti mereka berdua.


Lagipula dia was-was kalau nanti tiba-tiba pemuda itu main tangan kepada leanordnya.


•••••


Seorang pemuda berambut gondrong tengah berjalan santai di sepanjang koridor sekolah, wajah tampannya membuat semua siswi yang dilewatinya menatap pemuda itu kagum. Mereka semua tidak batu kali ini melihat pemuda itu,mungkin dia murid baru pikir mereka semua.


Pemuda tampan bername tag Aslan itu menyimpan tangannya di saku celananya. Para siswi pada berbisik satu sama lain membicarakan akan ketampanan pemuda itu yang setara dengan Four R.


'ini beneran gila dia ganteng banget sumpah,pasti bakalan masuk jajaran primadona sekolah pasti,'


'Hm mana keren lagi rambutnya gondrong,'


'gak dapet Raefan dia boleh kali,lagi pula Raefan udah ada yang punya,"


'siapa?'


'siapa lagi kalau bukan Kanava kan sekarang mereka sering berantem nah kalau yang kayak ujungnya sering jadi cinta tau,'


'iya juga ya sekarang gue bakalan jadi penggemar baru siswa baru ini aja deh,siapa sih namanya?'


'Lo gak lihat dia bername tag Aslan,"


Bisik-bisik mereka hanya di hiraukan oleh pemuda berambut gondrong nan tampan itu,dia berjalan dengan wajah dingin nya. Tangan kirinya dia masukan ke dalam saku sementara tangan kanannya dia memainkan ponselnya.


Dia hanya fokus ke ponselnya dia tidak melihat kedepan bahwa disana ada seorang gadis berpipi chubby yang tengah membawa buku-buku banyak, wajahnya terhalang oleh buku itu jadi dia hanya berteriak.


"Minggir, minggir gue mau lewat,"Teriaknya..


"Permisi minggir, minggir,"


"Ming-Arrgh,"


Bruk

__ADS_1


Mereka berdua bertubrukan membuat gadis itu terjatuh dengan buku yang menimpa tubuhnya, sementara pemuda menatap gadis itu datar seakan tidak merasa bersalah dia langsung meninggalkan gadis yang terduduk dilantai sambil mengusap-usap pinggulnya yang terasa remuk.


Dia menatap kepergian pemuda gondrong itu dengan wajah Julid nya,"WOY KALO JALAN TUH LIAT NYA PAKE MATA BUKAN PAKE HAPE, WOY YOUR CRAZY,TULI ******,"Teriak Gadis itu.


Pemuda gondrong itu seakan sengaja menulikan pendengarannya tidak menjawab maupun menoleh ke arah gadis chubby itu.


"Sebel banget sama tuh orang, untung aja badan gue gak Remuk-Remuk amat, kalian ngapain cuman ngeliatin doang bantuin," Ucapnya kepada para siswi disana yang hanya menatapnya.


Seakan tidak mau kena semprot oleh adik kelasnya mereka membantu mengumpulkan setiap buku yang berceceran dimana-mana.


Gadis yang terjatuh itu bangkit dari rasa sakit di seluruh tubuhnya,"Sss sakit banget pinggul gue,"ringisnya.


Dia menatap para gadis yang sudah membereskan buku nya," Siapa pemuda goblok tadi?"tanya nya pada Kakak kelasnya yang tidak dikenalnya.


"Murid baru, kakak kelas baru kita,"kening gadis itu mengkerut heran mendengar jawaban dari para gadis dihadapannya.


"Emang bener Laki-laki gila udah mau lulus aja pindah sekolah dasar aneh,"Ucapnya sambil membawa keranjang yang penuh dengan buku tadi.


"Makasih ya gais,"mereka mengangguk dan menyingkir dari hadapan gadis itu, gadis berpipi chubby itu berjalan ke arah tujuannya tadi yaitu perpus untuk menyimpan semua buku yang ada di dekapannya.


Seakan ingat dengan sesuatu dia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dimana tadi keberadaan pemuda gondrong masih di sana.


"Apakah dia laki-laki itu, Astaga ini bahaya, apa mereka bersama kak Kana gak ya?" Matanya melotot saat mengingat siapa pemuda berambut gondrong tadi.


Sementara pemuda tadi masih dengan Kesibukannya yaitu main dengan ponselnya, entah sedang melakukan apa dia diponselnya author pun tidak tahu.


Seakan tidak terganggu dengan suara teriakan di depan sana dia berjalan dengan santai namun ketika mendengar suara bisikan Siswi lain yang mengatakan nama seseorang dia jadi melihat ke depan sana.


Ketika dia melihat didepan sana ternyata terdapat para dua musuh bebuyutan keluarganya yang tengah saling Jambak,dia menghentikan langkahnya dan menatap mereka berdua dengan bibir penuh seringai.


•••••


Kanava sekarang tengah berada di dapur bersama mamihnya untuk memasak bersama karena mamihnya mengatakan kalau malam ini mereka kedatangan para sahabat mamih dan papihnya.


Tidak hanya ada mereka berdua disana,Mereka juga dibantu para maid membuat semua pasakan yang nanti akan dihidangkan untuk makan malam mereka.


"Mih terigu ini buat makanan penutup kan?mau di jadikan makanan apa?"tanya Kanava menjinjing tinggi-tinggi tepung terigu Yang masih di dalam kantung putih.


Keyla yang tengah memotong tempe Menoleh ke arah anaknya,"Iya, mau di buat Bolu lah,"


"Bolu? Mih gimana kalo bolunya di pakein durian pasti enak,"Matanya berbinar mendapatkan idenya, masih ingat kan kalau Kanava itu maniak dengan BUah beraroma menyengat yang alias durian. Makanan yang mengandung durian pasti akan dia makan dengan senang hati.


Keyla mengangguk,"Terserah kamu yang penting kamu Bahagia deh,"


Kanava memasukan tepung terigu yang kantungnya sudah di gunting ke baskom kecil sambil mengobrol ria dengan mamihnya,"Mih sahabat mamih itu siapa saja sih? Aku taunya cuman Tante Clara mommynya Violet doang, Terus juga ceritain asal usul sahabat mamih dong semuanya,"


"Oke,sahabat mamih ada banyak dari Clara, Archie, Calvin, Noah, Nelly, dan yang paling terakhir paling muda diantara kita ialah Alfred,"jelas Keyla yang masih dengan kegiatannya memotong bahan masakan nantinya dibantu para maid.


Sahabat Keyla bukan lah orang sembarangan melainkan keturunan pilihan sama seperti dirinya, yang sudah dari kecil mereka bersama sama seperti leluhur mereka yang sudah bersama-sama sewaktu awal ketika mereka terpilih menjadi keturunan Pilihan.


namun waktu itu juga ada satu keluarga yang berhianat yang bersekongkol dengan para makhluk jahat dan menjadi kan keluarga itu musuh bebuyutan mereka,keluarga yang berkhianat itu ialah keluarga bermarga Narendra.


"Tante Clara sama paman Calvin itu dari keluarga Kavindra adik kakak an lebih tua Calvin satu tahun dari Clara, paman Archie yang alias adalah suaminya Clara adik kakak an bersama paman Alfred yang lebih muda dua tahun darinya mereka berdua dari keluarga Louis. Tante Clara dan paman Archie mempunyai dua anak," Keyla yang tengah menjelaskan asal usul sahabatnya menjeda ucapannya,dia mengambil air putih yang berada meja itu karena mulutnya terasa kering.


Kanava sendiri yang melihat mamihnya minum dengan antusias menunggu ucapan selanjutnya mamihnya.


Keyla menyimpan gelasnya dan mulai melanjutkan lagi ucapan yang terhenti tadi, dia sengaja menceritakan semua sahabatnya kepada Kanava supaya waktu ulang tahun Kanava Nanti anaknya itu tahu siapa saja keturunan yang terpilih dari slayer of evil creatures.


"Paman Calvin mempunyai dua anak kembar tidak identik dia memiliki istri bernama Katty, Paman Alfred memiliki satu putri berumur sepuluh tahun bersama Gisella istrinya," Kanava mengangguk nganggukan kepalanya mendengar penjelasan Keyla.


"Kalau yang dua lagi?"potong Kanava.


Keyla mengangguk,"Paman Noah, dan Tante Nelly dia dari keluarga yang sama yaitu keluarga Mattew, mereka berdua sepupuan. umur mereka sama seperti mamih Paman Calvin Dan Paman Archie,"


"Noah memiliki satu anak laki-laki dan istrinya bernama Vera, Tante Nelly sendiri dia janda anak satu karena ditinggal suaminya saat kecelakaan mobil sepuluh tahun yang lalu mengakibatkan dirinya jadi janda sampai sekarang,"


"Sebenarnya sahabat mamih masih banyak dari semua keluarga tadi yang mamih ucapkan sih tapi cuman segitu doang yang bisa mamih jelasin," Memang benar hanya mereka yang sering bertemu dengannya cuman keturunan utama saja.


Kanava mengangguk mengerti,"Mm mih apa Tante Nelly gak mau nikah lagi gitu?"Tanya Kanava mengambil durian untuk dimakan olehnya. Dia memang tengah memisahkan daging durian dari bijinya.


"Katanya belum ada yang cocok sama dirinya, atau mungkin juga masih belum Bisa melupakan Almarhum suaminya itu," Kanava ber oh ria saja mendengar ucapan Keyla.


Dia berjalan Sambil membawa wadah berisikan durian yang sudah dia pisahkan dari bijinya ke arah salah satu maid,"Bi ini duriannya,"


Maid itu mengangguk dan membawa wadah dari tangan nona mudanya.


Kanava berjalan ke arah mamihnya,"mih aku ke atas mau mandi mandi dulu udah bau durian ini,"


"Iya mamihnya juga mau mandi motong-motong nya hampir sel-" ucapan Keyla terpotong karena mendengar suara bass seseorang dari arah masuk pintu dapur.


"Papih cariin kalian berdua dari tadi rupanya Kalian berdua disini,"ucap Rafka di ambang pintu dapur

__ADS_1


Ibu dan anak itu berjalan menghampiri Rafka setelah tadi mereka mencuci kedua tangannya,"hehe iya pih aku sama mamih lagi bantu-bantu bibi yang lagi masak buat nanti,"ucap Kanava.


"Kamu mana ada bantu-bantu orang kamu cuman makan duren doang,"Ujar Keyla.


"Eh mih gak liat apa tadi aku tuh misahin daging duren dari bijinya tau,"Ucapnya memanyunkan bibirnya.


"Udah-udah kalian berdua sama saja, sekarang kalian berdua mandi gih udah pada bau asem,"ucap Rafka.


"Iyadeh sipaling wangi,"Ucap mereka berdua secara berbarengan.


Kanava mengusap hidungnya yang gatel,"Yaudah aku ke atas dulu mau mandi biar wangi kayak papih,"Rafka terkekeh mendengar ucapan anak semata wayangnya.


Cup,cup..


Kanava mencium pipi kedua orang tuanya Dan pergi begitu saja meninggalkan keduanya. Kanava berbalik badan menatap mereka berdua dengan jalan mundur, dia dadah-dadah tidak jelas membuat Rafka dan Keyla terkekeh melihat anaknya.


Rafka dan Keyla menatap tubuh Kanava yang mulai menghilang karena terhalang tembok.


"Anak kamu makin kesini makin mirip kamu tau,"ucap Rafka menoel hidung istrinya gemas.


"Dia juga benih kamu,"


Sepasang suami istri itu berjalan bergandengan tangan bak pasangan muda,"Hehe iya deh iya, aku gak nyangka dia sudah tumbuh jadi gadis yang baik dan kuat tanpa adanya kita berdua disana,"


Keyla menatap suaminya dengan bangga,"anak siapa dulu dong anak Aku gitu loh,"ucapnya berbangga diri.


"Aku sebenarnya masih sangat kecewa sama keluargaku di sana, ayah dengan tega membunuh anaknya sendiri dengan begitu kejamnya, yang karena aku memiliki anak perempuan bukan anak laki-laki membuat hatinya menjadi mirip iblis," Keyla yang melihat suaminya seakan bersedih jadi merasa bersalah.


Memang benar kecelakaan lima belas tahun yang lalu adalah ulah dari anak buah ayahnya Rafka yang tidak menginginkan cucu perempuan dari rafka melainkan ingin cucu laki-laki, Kanava yamg mengingat itu manatap suaminya dalam.


"Maafin aku, karena aku membuat kamu jadi kembali bersedih seperti ini,"


Rafka memegang pipi istrinya lembut dengan tangan kirinya karena tangan kanannya masih berpegangan dengan tangan milik Keyla,"Kenapa kamu menyalahkan diri kamu, kamu nggak bersalah soal itu,"


Keyla mengerucutkan bibirnya,"ya karena aku yang hanya bisa memiliki anak cuman satu dan itupun hanya perempuan,"Rafka terkekeh melihat mulut istrinya yang mirip bebek.


"Aku justru beruntung memiliki istri kayak kamu, udah baik cantik kuat dan yang paling penting kamu itu beda dari yang lain,"Keyla tersipu malu mendengar suaminya yang memuji dirinya.


Wajahnya saja merah bak kepiting lembut, Keyla terlihat seperti seorang gadis yang tengah malu akan pacarnya yang menggoda dirinya. Dirinya mungkin lupa kalau dia bersikap seperti itu nanti akan ada singa yang melahapnya Dengan ganas.


"Ih lihat pipi kamu merah kayak gitu jadi pengen mau makan kamu deh,"Mata Keyla melotot karena dengan tiba-tiba suaminya itu menggendongnya ala karung beras.


Dia benar-benar lupa kalau suaminya itu imannya kurang kalau berhadapan dengannya. Dia memberontak keras di atas sana menendang-nendang dada bidang suaminya, sementara Rafka dia tersenyum dengan seringai khasnya yang sering di tunjukan kepada istrinya.


Dug_Dug_Dug


"AAHH ENGGAK PIH LEPAS PAPIH TAU SENDIRI KAN KALO NANTI BAKALAN ADA MEREKA KESINI,"kaki Keyla menendang keras dada bidang Rafka.


bukannya melepaskan istrinya Rafka semakin cepat berjalan ke arah lift supaya bisa dengan cepat masuk kedalam kamarnya dan akan memakan habis istrinya itu.


"MASA KITA MAIN SIH!... PAPIH LEPAS HUAAA... TOLONG SAYA MAU DI PERAWANIN SAMA OM-OM,"Teriak Keyla di gendongan suaminya sambil memukul-mukul punggung kekar itu.


"Haha Makanya kalo punya pipi itu jangan menggoda kan kamu tahu sendiri kalau aku itu imannya lemah saat bersama kamu, Hahaah Ranjang IM Coming,"Tawa lepas Rafka bak orang yang baru saja mendapatkan mangsa.


Rafka membawa tubuh istrinya masuk kedalam lift, dia memencet tombol lantai Tiga menuju ke arah kamarnya bersama sang istri.


"HUAA ENGGAK HARI INI, GIMANA KALAU MEREKA SEMUA SUDAH DATENG, AKU GAK MAU PIH KEMARIN JANJINYA GAK AKAN KASAR TAPI APA KAMU MALAH MAIN DENGAN KASAR. KAN ATIT PUNYA DEDE.."


"Itu karena kamunya yang terlalu menggoda Babby girl, sekarang kamu kan belum mandi nanti kita mandi bareng setelah selesai haha,"Ucap Rafka tersenyum miring


Mata Keyla semakin membola mendengar suaminya yang akan mandi bareng bersamanya, bisa-bisa makin parah nanti di kamar mandi.


"HUAA AMPUNI SAYA OM SAYA NGGAK BERSALAH, NANTI SAYA KASIH PERMEN DEH, HUAA... PIH UDAH TURUNIN ISTRIMU YANG CANTIK INI, BESOK AJA MANJAH NYA,"


"Tapi sekarang papih yang mau di manja sama kamu, sudahlah terima saja resikonya punya suami yang tampan kayak papih,"Keyla mencebikkan bibirnya kesal.


Ting


Pintu lift terbuka membuat Keyla semakin memberontak disana,habis lah sudah dirinya nanti.Rafka berjalan dengan senyuman yang menghiasi bibir nya, dia melewati kamar bernuansa biru navy yang alias adalah kamar putrinya,Keyla yang melihat itu mulai berteriak lagi.


"KANA TOLONGIN MAMIH KANA, BUKA PINTUNYA NANA SAYANG MAMIH MAU DI MAKAN SAMA PAPIH KAMU KANA TOLOONGG!"


Rafka tertawa melihat istrinya yang semakin menjadi di dalam gendongannya.Tak lama dia berjalan dia berbelok dan menaiki anak tangga yang lumayan panjang menuju ke arah kamarnya.


Memang mansion ini terdapat lima lantai dan hanya tiga lantai yang memiliki lift jadi yang dua lantai lagi hanya memakai tangga.


"Sstt Babby jangan ganggu Kana nanti Papih kasih tambah yang nya deh yang banyak buat kamu jajan,"Ujar Rafka kepada istri tercintanya.Keyla menggeleng dan menggigit bahu suaminya dengan keras.


Sementara Kanava yang baru keluar dari kamar mandi yang sudah menggunakan dress indah jadi bingung karena seakan mendengar samar-samar suara teriakan dari arah luar kamarnya tadi, dia hanya mengedikan bahunya acuh.mungkin saja suara tikus kejepit,pikirnya


Kanava tidak Tahu saja akan ada orang yang menjepitkan dirinya sendiri,karen tidak mau semakin bingung Kanava hanya berjalan santai karena dari tadi dia tidak bisa menemukan monyet jeleknya itu.

__ADS_1


"Si Modi kemana sih? Padahal dia mau gue mandiin biar nggak jelek kalau nanti gue kenalin sama anak-anak sahabatnya mamih, terus gue kasih dia makeup biar cantik eh dia cowokan? Haha masa gue mau makeupin dia sih,"Cerocosnya sendiri.


Kanava berjalan ke arah meja rias di sebelah meja belajarnya, dia mulai Mempercantik wajahnya dengan sedikit make up.


__ADS_2