
Sore hari Kanava diajak oleh mamihnya untuk bertemu dengan sahabat mamihnya,dia sengaja mengajak Modian bersama supaya nanti kalau mamihnya mengobrol dengan sahabatnya dia tidak bosan,dan mengajak mengajak main Modian.
Sekarang mereka tengah di perjalanan dengan duduk berdampingan di kursi belakang,Modian di simpan di pangkuan kanava,yang mengemudikan mobilnya supir keluarga mereka akan tetapi itu bukan mang Wardi yang sempat menjemput Kanava di sekolah.
"Mih masih jauh gak mansion temen mamih?"
"Sebentar lagi Kana,"
"Aku pingin pipis mih udah gak tahan,"
"Jadi kamu pingin pipis tahan dulu sayang nanti juga kita sampai,"Kanava mengangguk sambil memegang dot yamg berada di mulut Modian.
Tak menunggu waktu lama mobil yang ditumpangi mereka berdua sudah sampai di halaman mansion yang tadi gerbangnya sudah di buka oleh pengawal disana.
Mereka turun dari mobil dengan Kanava yang menahan pipisnya.modian menatap Kanava."Lo udah gak tahan VA?"
"Kamu nanya?udah tau gue pingin pipis malah nanya,"ucapnya berbisik,bisa dianggap gila nanti oleh mamihnya.
tanpa Kanava tahu sebenarnya mamihnya juga bisa mendengar ucapan Modian hanya keturunan pilihan yang hanya bisa mendengar Modian berbicara layaknya manusia.sementara orang biasa hanya mendengarnya seperti Monyet biasa.
"Kana ayo katanya mau pipis ngapain diem disana,"ucap Keyla yang melihat Kanava masih di samping pintu mobil.
"Oh iya mih,tunggu,"
"Sahabat mamih itu cewek apa cowok?"tanya Kanava.
Keyla menatap Kanava,"cewek sama cowok mah sekarang mamih,nah sekarang mamih mau ketemu sama Tante Clara yang pastinya cewek,"
Pintu dibuka oleh para pengawal yang berada di dua sisi pintu."silahkan masuk nyonya,"ucap salah satu pengawal.
Keyla mengangguk,sementara Kanava dia menatap kagum pengawal yang barusan berucap, ingat Kanava itu pecinta cogan kalau ada cogan dihadapannya pasti akan menggodanya.
"Om kok ganteng sih? Om tau gak bedanya om sama durian?"pengawal itu menggeleng.sementara Modian menatap tajam pengawal itu yang membuatnya menciut takut.
"Kalo durian berduri tajam nah kalo jenggot om itu berduri tipis yang membuat hati ku berdenyut sakit karena malihat ketampanan om,"ucapan Kanava membuat Keyla mendengus sebal. Dia seakan melihat dirinya waktu muda yang setiap hari kerjaannya menggoda para pria.
"Astaga,sudah lah ayo,"Ucal keyla mendahului Kanava.
Kanava yang melihat mamihnya masuk kemansion itu langsung menyusulnya,"mamih kok ninggalin aku sih,aku lagi deketin om itu tau,biar jadi suami aku nanti,"
"Kana, masa mamih punya menantu yang seumuran mamih,"
"Ya biarin lah orang aku yang nikahnya bukan mamih,"Modian memutar kedua bola matanya malas.
"Hai key udah lama gak ketemu,aku kira kau lupa sama ku,"ucap wanita cantik yang baru turun dari arah tangga dengan menggandeng seorang anak yang mungkin berumur empat tahun.
Kanava menatap mamihnya dan wanita itu secara bergantian,awet muda yang dia lihat dari dua wanita dihadapannya.
"Ya enggak lah cla kau kira aku ini sahabat macam apa,"
Wanita itu tertawa dan tak lama matanya melotot karena keberadaan seekor monyet yang berada di dalam gendongan Kanava.
"Modus,"gumamnya membuat Keyla terkekeh dia tahu maksud dari sahabatnya itu,sementara Kanava hanya diam karena sudah tidak kuat ingin pipis.
"Maaf nih Tante bukannya aku lancang,aku ingin pipis sudah tidak tahan jadi apa boleh aku ijin minta ketoilet,"
Wanita itu mengangguk,"bolehlah cantik,"
"Bi antar nona Kana ke toilet,"ucapnya kepada Salah satu maid yang berada disana.
Kanava berjalan bersama satu maid dibelakangnya. Mata Clara melotot ketika masih ada monyet di gendongan Kanava.Yang Alias adalah anaknya Raefan yang menjadi monyet itu. Ya wanita itu adalah Clara mommy dari Raefan dan Rubby yang berada disamping Clara.
"Kana biar monyet itu bersama Tante Dulu kan kamu mau ketoilet,masa iya kamu mengajak Monyet kamu ke toilet,"Sarkasnya yang sengaja agar Modian tetap disini.
"Oh iya-ya Tante aku lupa,emang Tante mau pegang monyet jelek ini?dan apa gak marah aku titipin monyet ketante?"
"Nggak kok,"Kanava mengangguk dan memberikan Modian kepada clara,"makasih ya Tante aku pergi dulu ketoilet,"
Clara menatap monyet yang berada di gendongannya dengan sinis,"Kamu mau modus?"
"Ih apaan sih mom gak jelas banget,"
__ADS_1
"Udahlah cla biarin namanya juga anak muda, namun nanti kalau ada apa apa dengan Kanava baru kita nikahin mereka berdua,"
Mata Modian melotot,"eh apaan sih mih aku nggak apain anak mamih,ngapain juga aku harus dinikahin sama Kana,"
Mereka berjalan ke arah ruang tamu,"Alasan,kakak pikir kita bertiga nggak tau kalau kakak itu sering modus ke kak Kana,"
"Heh bocil, Lo kalo ngomong jangan fitnah gue,"protesnya dengan ketus. Padahal ucapan adiknya itu benar dia bahkan kalau berada digendongan Kanava sering menyimpan kepalanya di dada Kanava.
Mereka duduk disopa,"Emang kenyataannya begitu kok, Babang Reyhan aja sering ngomong ke aku,"
"Reyhan itu cuman bicara ngasal, mamih jangan percaya sama omongan mereka berdua itu semua hanya fitnah,"ucapnya kepada Keyla yang tengah meminum air yang sudah disiapkan di meja.
"Mau kamu apain juga hlgak papa kok asalkan kamu tanggung jawab,oh ya kata yang lain tadi waktu Kanava di kantin segelnya mulai kebuka? Tapi mamih kenapa gak Bisa merasakannya,"
"Aku juga gak bisa merasakannya,tapi tadi kata mereka bisa merasakannya bahkan baunya saja sudah keluar,"jelas Modian yang mereka maksud ialah Reyhan Raga dan Raja. dia sekarang menoleh ke arah Clara.
"Apalagi Mommy,"
"Aku bisa kok merasakannya,hanya saja baunya tidak menyengat,"Rubby menyela ucapan mommynya. Mereka menatap ke arah Rubby yang barusan berucap dan menunggu lanjutan ucapannya.
"Segel itu hampir terbuka sebelum waktunya karena besok Keluarga Itu akan memulai aksinya kepada kak Kana,"Mata mereka melotot.
"Jadi permainan mereka sudah di mulai?"tanya Clara kepada Rubby.
"Hem pakai anak pertamanya dari Alex,Keluarga itu berpikir kalau kita gak akan cepat tahu akan permainan mereka. Mereka mungkin lupa kalau disini ada anak yang cerdik dan cantik keturunan Louis gitu loh,"ucapnya dengan berbangga diri.
Raefan menjitak kepala adiknya dengan tangan monyetnya,"Sombong amat neng,"
"Raefan,besok kalian berempat harus menjaga kana dengan ketat,"Titah Keyla,sebagai seorang ibu tentu Keyla sangat khawatir dengan anaknya.
"Iya Mih,"
Mereka semua diam berkutat dengan pikiran masing-masing membuat Kanava yang baru masuk ke ruangan itu mengernyitkan dahinya bingung.
Kanava duduk disamping mamihnya yang tengah melamun, Kanava yang melihatnya jadi heran kenapa dengan mamihnya ini."Mih Tante kok pada melamun,ngelamun apa hayo? ngelamunin suami masing-masing nih pasti, kalian tenang saja suami kalian lagi kerja bukan selingkuh,"
"Gak ngelamunin apa-apa kok cantik, oh iya panggil tante mommy Sayang biar kita tambah akrab,"
"Iya kak boleh aku aja panggil Tante Keyla dengan mamih,"ucap Rubby.
Kanava mengangguk lalu menyodorkan tangannya ke arah anak kecil berumur empat tahun itu,"kenalin nama kakak Kanava Greysia put- eh maksudnya Kanava Blanche Lizzie,nama kamu?" Dia hampir saja keceplosan menyebutkan nama yang didunia nyatanya dulu.
Kanava tahu nama barunya itu dari modian beberapa hari yang lalu, dia tidak tahu dari mana Modian mengetahui namanya didunia ini padahal Modian aja baru ketemu dengan dirinya.
"Nama ku Violet Rubby Lakeisha,panggil aku violet, aku manggil kakak kak Nava aja ya,"Modian Melototkan Matanya itukan panggilannya terhadap Kanava kenapa adiknya memakainya,kalau dia bukan menjadi monyet ini dia akan menyogok adiknya dengan cara belanja ke mall supaya tidak memanggil Kanava dengan Nava.
"Oke,sesudah kalian berkenalan Rubby ajak kak Kana ke kamar kamu atau juga bisa ajak berkeliling mansion,mommy mau ngegosip dulu bareng mamih Keyla,"Titah Clara.
"Emm gimana kak kalau kita ke kamar aku aja,akan aku kenalin kak Nava sama boneka bebek aku,"
"Kamu juga suka sama bebek?" Rubby mengangguk.
"Iya sangat sangat suka apalagi anak bebeknya yang imut,"mata Kanava berbinar,Kanava Rubby dan Modian yang digendong Kana berjalan menuju lift di ujung ruangan itu.
"Waah Kita punya selera yang sama ternyata,"
"Aku tadi Mengira kakak nggak suka dengan bebek,"Kilahnya padahal dia suka bebek juga karena para orangtua yang mengatakan kalau Kanava suka dengan hewan yang berkaki dua apalagi dengan bebek dan juga suka warna biru navy.
Sejak saat itu dia menyukai bebek dan warna biru navy Seluruh yang berada kamarnya saja bernuansa biru.bukan tanpa alasan dia menyukai yang bersangkutan dengan Kanava, dia sangat mengidolakan Kanava karena kekuatan yang dimiliki Kanava beda dari semua keturunan pilihan yang lain.
Darah langka keluarga Agnibrata menikah dengan darah orang didunia nyata yang membuat kanava memiliki kutukan dan kekuatan yang amat besar. Apalagi Orang di dunia nyata dengan orang yang berada didunia fiksi dilarang menikah karena Nantinya Akan memiliki kutukan yang membuat calon anak mereka akan mati.
Tapi tidak dengan Kanava ketika lahir kedunia dia tidak meninggal sebab darah yang mengalir ditubuhnya adalah darah keturunan Agnibrata darah langka yang memiliki anak cuman satu dan memiliki anak laki-laki setelah duaratus tahun sekali.
"Oh ya apa kamu punya Kakak?,pasti tampannya orangnya mommy kamu aja cantik,"
"Ehm punya sih tapi kakak jangan terkejut ya dia itu sangat jelek tau kayak monyet yang digendongan Kakak,"Raefan yang di hina oleh adiknya itu merasa kesal masa dia yang tampan di samain sama monyet,tapi dia sadar diri karena dirinya juga menyamar jadi monyet.
"Wah benar kah? Tapi kenapa Kaka gak percaya ya sama ucapan kamu,"
"Kalau Kakak gak percaya liat aja monyet yang Kakak gendong dia itu mirip banget sama Abang jelek aku yang kelakuannya bikin orang lain kesal,"
__ADS_1
Raefan ingin sekali menimpuk kepala adiknya itu dengan dot yang dia pegang untunglah dia masih menjadi Modian kalau enggak sudah pasti adiknya itu di tempeleng.
•••••
Malam harinya four R tengah berada di kamar salah seorang pemuda Yang tengah tidur nyenyak diranjang, tugas mereka sekarang membasmi jiwa jahat yang berada ditubuh tokoh novel yang lain yang berjudul 'your my wife' pemuda ini tokoh piguran dinovel tersebut.
"Novelnya ini bergenre romansa kan?"tanya Reyhan yang melihat sekeliling ruangan pemuda itu.
"Ya,kenapa emangnya?"
"Nggak papa aja, gue pengen tau jadi pemeran didalam sebuah novel kalo gak jadi tokoh pertama jadi piguran juga gak papa sih asalkan guenya jadi rebutan para cewek cantik dan yang sering muncul di novel itu jadi yang paling terkeren Disana,wah pengen banget gue jadi pemeran di sebuah novel,"Jelasnya kepada Raga.
Otak Reyhan Mungkin sedang bersemedi di hutan rimbun mana mungkin pemeran piguran sering muncul di Dalam cerita mimpi mungkin.
"Woilah gak papa gak masuk cerita novel yang penting kita keturunan pilihan, lebih enak mana coba punya kekuatan sama orang biasa yang di gunakan sebagai pemeran di sebuah cerita, gue mah lebih milih jadi keturunan pilihan lah,"Ucap Raga dengan sewot.
"Biarin lah diri-diri gue, gue pengen aja dirimbuni cewek sexy,cantik, bahenol, apalagi yang bikin gue tegang Beuh mantep kali,"ucap di si playboy karatan yang mulai tidak normal lagi otaknya.
"Astagfirullah ber taubat lah wahai manusia hina gue doain Lo berjodoh Sama cewek Sholehah yang anti Sama cowok modelan kayak Lo,supaya Lo bisa bertaubat dan hilang pikiran kotor yang selama ini Berada di otak Lo itu," Reyhan mendengus sebal mendengar raga berucap seperti itu kepadanya.
"Amin,"ucap Raefan dan Raja secara bersamaan membuat Reyhan semakin kesal.
"Temen ******,"
"Berarti Lo juga ******,mau-maunya temenan Ama kita yang ******,"Raefan tertawa Karena ucapan Raga.
"Mulai,"Ucap datar Raja mengembalikan pandangan mereka ke arah pemuda yang tidur di ranjang.
Reyhan dan Raga berjalan ke arah ranjang itu sambil menatap pemuda itu.
"Sekarang langsung kita cabut nyawanya,"
"Ogeb Lo pikir kita malaikat maut? Kita cuman mau nyabut jiwa jahat ditubuh ini Bukan jiwa bocah ini kampret,"Raefan menggeplak bagian kepala Reyhan.
"Ye siapa tau tugas kita diganti,"
Raja tidak menghiraukan ucapan mereka dia hanya sibuk dengan aksinya,dia mengambil Sesuatu di dalam jaketnya terlihat cairan berwarna putih di dalam botol kecil yang diambil dalam jaketnya.
Dia membuka penutup botol dan meneteskan Sedikit cairan itu ke leher pemuda yang tengah tidur, cairan itu untuk mengekspresikan reaksi jiwa Jahat didalam tubuh sesorang.
Raja memasukan kembali botol kecil kesaku jaketnya. Mereka berempat tidak melihat reaksi apapun ditubuh itu,mereka harus sabar untuk memastikan reaksi seperti apa yang akan dikeluarkan jiwa itu. Memang semua jiwa yang akan dibasmi memiliki reaksi berbeda-beda di tubuh pemeran novel.
"Euuggh Hhaaaa, "tubuh pemuda itu mengelinjang hebat dadanya naik keatas, kedua tangannya mencengkram selimut dengan kuat,mata yang melotot seperti kucing berwarna hijau tua di selimuti.
"Kayaknya masih lama deh,langsung aja si Fan ngapain juga nunggu keluar sendiri,dilihat juga gerak-gerik nya pelan,"Ucap Reyhan.
"Kalo elo banyak bacot gue yang bakalan ambil jiwa Lo,"Raefan menatap tajam Reyhan.
"Santai bang gue masih pengin merasakan enaknya dunia,"Tolaknya sambil memeluk tubuhnya dengan kedua tangan.
Mereka berempat menatap ke arah pemuda itu dengan tatapan yang tajam tidak seperti biasanya yang sering saling bercanda.
Pandangan mereka teralihkan dari menatap reaksi jiwa itu ke belakang sana ketika mendengar suara seseorang di depan pintu sana,Reyhan menggeplak kepala Raga dengan kuat.
"Kata Lo tadi semua penghuni rumah ini sudah tidur Lo nipu kita?"geramnya.
"Sumpah beneran gue udah lihat semua kamar mereka beneran udah tidur,"
"Serius,"
"Bener ****** udah gue cek dan udah tidur semua, eh bentar sebenarnya tadi ada satu kamar yang belum gue cek sih,"Reyhan menggeram kesal mendengar pernyataan Raga.
Krekk
Wusshhh
Raefan menoleh kearah jendela yang terbuka dan melihat jiwa itu kabur melalui jendela. Mata Raefan mengerjap lucu jadi mangsa mereka kabur begitu.
"Woilah kabur,"Mereka bertiga menatap ke arah jendela yang terbuka dan di seluruh sisi jendela yang terbuka ada aura yang tertempel disana bekas jiwa itu lewat.
mereka semua dikelabui oleh mangsanya sendiri, mereka saling pandang dan TAk lama mereka saling menyeringai Pertanda mereka akan bersenang senang sebentar lagi.
__ADS_1
"Wah seru nih bakalan main kejar-kejaran dihutan,"