Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[30] Terbakar Api Cemburu


__ADS_3

Kanava menaiki tangga dengan tawa gembira karena sudah berhasil membuat Raefan babak belur olehnya, dia menepuk sapu yang sudah dipakai senjata untuk memukul Raefan.


Dia menoleh kebelakang dimana Raefan berjalan sambil merintih merasakan sakit di seluruh tubuh pemuda itu. Memang Kanava tadi tidak main-main memukul Raefan dibawah sana sampai membuat semua tubuh pemuda itu biru-biru.


"Gitu aja Cemen,"Cibir Kanava.


Raefan menatap sinis Kanava,"Ini semua karena Lo ******! Gak kira-kira Lo mukul gue Aws,"


"Halah bilang aja Lo lemah,"


"Enak aja Lo bilang gue itu kuat,"Kanava melihat ke depan sana sambil terus melangkah menginjak anak tamgga yang dilewatinya.


"kuat kok ngeluh,"Sindirnya kepada Raefan.


"Gue bukan ngeluh, ini badan gue emang sakit banget, mana pada biru-biru lagi rambut gue juga rontok ege,"


"Masa?"


Raefan sangat kesal dengan gadis dihadapannya ini, sudah membuat dirinya babak belur dia malah santai seakan tidak bersalah.


"Tau ah kalo Lo bukan cewek bakalan gue bales pukulan Lo,"Ujar Raefan.


"Kenapa gak Lo Bales?Bales aja kok gue gak papa dipukul,"


Raefan mendengus,"kalo gue pukul Lo yang ada nama gue sebagai cowok sejati tercoreng karena mukul seorang gadis,"


Kanava memutar kedua bola matanya malas mendengar bualan Rivalnya,"idih, bilang aja Lo lemah! Lagian nama baik Lo kan Sudah tercoreng Dimata gue bulan hanya elo ayang Raja pun udah,"


Raefan mendatarkan wajahnya, "Ck, kalo Lo bahas itu lagi lihat aja nanti malam,"


"Mau ngapain nanti malam? Mau jualan martabak Lo di simpang sana,"


"Mau buntingin Lo biar gak ngebacot terus mulut Lo itu,"Raefan menyamakan langkahnya dengan Kanava.


Kana menatap ngeri ke arah Raefan yang barusan berucap mau menghamili dirinya,sebelum disentuh Raefan yang ada dia sudah mematahkan burung milik rivalnya itu.


"Lo mau buntingin gue?"


Raefan menatap mata Kanava yang bulat,kulit yang seputih susu itu mampu membuat Raefan mengiler. Dia memang selalu terpana kalau tengah berdekatan dengan gadis cantik disampingnya ini.


Dia menggelengkan kepalanya imannya jangan sampai tergoda karena Kanava si gadis setres, dia tadi hanya asal bicara kepada Kanava supaya diam.


"Gak Sudi banget gue harus hamilin Lo, yang ada punya gue jadi najis punya kena Lo,"Kanava menyeringai mendengar jawaban pemuda itu.


Mungkin sekarang otaknya masih dalam mode jahil,"Serius Lo gak mau berduaan sama gue gitu,"Kanava mengedipkan kedua matanya ke arah raefan.


"Gamau lah, punya gue Bakalan gatel dan juga gak mungkin mau sama modelan kayak Lo,"tunjuknya.


"Lah padahal kan gue hari ini mau berdekatan Sama Lo,"Ucapnya menyeringai.


Raefan yang melihat seringaian Kanava menelan salivanya dengan kasar, apa gadis itu masih dalam mode jahil kepadanya.tubuh dia saat ini tengah sakit-sakit dan yang membuat tubuhnya begini itu kan Kanava masa gadis itu semakin membuat dirinya menderita.


"Gur gak Sudi,"


"Ayolah Raefan sayang yang ganteng Nya bikin rahim gue berasa, Lo hamilin gue sekarang ya atau nanti malam deh hmm,"Ucapnya memonyongkan bibirnya.


Mungkin ini sudah menjadi hari sial bagi pemuda itu yang harus menerima kejahilan dari kanava,kejadian ditoilet Tadi pagi yang didorong dengan kuat oleh Kanava sampai membuat pantatnya berdenyut sakit.


Terus juga saat dikoridor sekolah, mengakibatkan dirinya dihukum membersihkan taman belakang sekolah dengan kanava juga, kalau saja tidak ada Kanava disana Pasti dirinya akan menyuruh salah satu peliharaannya tidak membuat dia kecapean.


Dan malam ini dirinya dibuat babak belur oleh gadis itu, dia sungguh sangat sial harus menghadapi Kanava yang tengah menstruasi.


"Gue kan udah bilang kalo gue gak mau Sama Lo,"


"Raefan masa gue yang cantik ini Lo tolak sih,"dia menyelipkan rambutnya ke telinganya.


Raefan bergidik ngeri membayangkan harus berduaan dengan kanava di ranjang, kalau dirinya menjadi Modian sih masih mending, lah ini tubuh aslinya yang harus tidur berduaan dengan kanava yang ada nanti tubuhnya jadi hidup tanpa tulang dong karena terjatuh ke bawah lantai.


"Sorry gak level,"Ucapnya berjalan di akhir tangga.


"Ayang raefan ayo dong gue pengen di Elus Sama Lo tau, Aku pengen dimanja lagi pengen dimanja pengen berduaan dengan dirimu Raefan,"Nyanyinya menahan tawa dia merasa geli dengan kelakuannya yang mirip Seorang penggoda.


Apalagi dia melakukan hal yang menurutnya gila kepada rivalnya.


Raefan menatap kesal Kanava yang tengah menarik-narik ujung kaosnya.

__ADS_1


bukan nya menarik baju dengan pelan gadis itu malah menariknya dengan kuat sehingga pundak kekarnya terekpos dengan jelas.


"Lo mau perkosa gue karena gue gak mau sama Lo?dan sekarang Lo mau nganuin gue?"


Kanava menggeplak bagian belakang kepala Raefan, bukan hanya itu dia menendang kuat pantat pemuda itu sehingga Raefan tersungkur dengan pantat menungging ke atas sementara wajahnya bertemu Sama lantai.


Semua orang yang berada di sofa tertawa ngakak melihat nasib Raefan yang terjatuh dengan tidak Aestetik nya. Sedari awal Kanava dan taefan masuk kesana mereka sudah tertawa duluan karena melihat banyak memar di seluruh tubuh pemimpin Slayer of evil creatures' itu.


"Haha Anjai fan Lo ngapain makan lantai? Udah gak di kasih uang sama bokap Lo jadi sekarang Lo mau makan lantai hahaha ajegile,"Reyhan memegang perutnya yang terasa tergeliti melihat Raefan seperti itu.


"Bang kamu malu-maluin keluarga aja tau cih,"Ujar Rubby dengan wajah Julid nya menatap Raefan.


"Haha Tau tuh Untung Abang ganteng, kalo enggak udah gue kirim Lo ke Antartika,"Ucap Jolicia.


Raefan mengusap wajahnya yang berdenyut sakit, matanya menatap sebal semua orang disofa sana bukannya menolong malah menertawakan.


"Ini semua gara-gara Lo maemumah wajah gue makin sakit,"


•••••


Pagi hari yang cerah di hari Minggu semua orang melakukan kegiatan Bebas hari ini,seperti Kanava sekarang dia tengah menyanyi tidak jelas di depan cermin dengan tingkahnya yang amburadul.


Dia berpakaian yang pas untuk berolahraga karena memang niatnya sekarang akan lari pagi bersama dengan Leanord yang sudah berjanji, mereka akan pergi berdua untuk bersenang-senang nanti.


Kanava menatap pantulan dirinya di cermin dia terpana dengan wajahnya yang seputih salju dia menghentikan nyanyiannya.


"Wohow gue cantik banget ajegile hahay, neng geulis Bade kamana mau ikut kerumah Abang, di sana banyak duren loh,"Ucapnya kepada dirinya sendiri.


Ucapannya menirukan suara laki-laki yang sering menganggu dirinya di komplek milik pamannya dulu.


Tubuh Kanava menyamping ke arah kiri dan menyelipkan Rambut nya ke dalam,"Ah Abang tau aja kalo aku ini gadis cantik,"Ucapannya malu-malu kucing.


Dia berbalik lagi dengan wajah yang sok cool dan berdeheman,"Eneng mau abang ajak nikah tidak? kalo mau ayo kita ke KUA langsung biar sah,"


Kanava menyodorkan tangan kanannya seakan tengah mengarah ke orang yang dihadapannya.


"Mau dong bang,"


"Gimana kalo kita langsung aja yuk, langsung bikin anak Biar kamu bunting dengan cepat,"


Kanava terus saja berbicara kepada dirinya seakan disana ada dua orang yang tengah saling menyahut, pantas lah Raefan sangat gemas dengan gadis itu,orang sisi lain Kanava seperti ini mirip orang setres.


Seakan tidak menyadari dengan kelakuannya yang tengah berperilaku bak orang gila berbicara bertanya menjawab dan tertawa sendiri tidak sesuai dengan wajahnya yang imut.


Tok_tok_tok


Kanava mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamarnya yang di ketuk tiga kali oleh seseorang di depan sana.


"Modian buk-eh dia kan gak ada disini,"Kanava memakai topi hitamnya dan berjalan ke arah pintu karena memang Modian masih belum pulang ke sini.


Bukan belum karena memang sengaja,Raefan sendiri badannya masih sakit-sakit ulah Kanava mau berubah bagaimana lagian dia sangat kesal dengan Kanava jadi mungkin untuk saat ini Raefan belum bisa menyamar jadi monyet itu.


Kana membuka kenop pintu dan terlihat seorang pemuda yang sangat tampan tengah menatapnya, pemuda itu orang yang tadi mengetuk pintu kamar Kanava.


"Eh ada ayang Raja mau suruh gue turun buat sarapan ya?"Tanya nya dengan genit.memang benar pemuda itu ialah Raja si datar namun wajahnya gemesin.


Raja disuruh oleh Raefan untuk memanggil Kanava supaya turun karena Raefan tidak ingin melihat wajah Kanava yang minta ditabok itu.


"Hm,"Jawabnya singkat padat dan jelas membuat Kanava yang mendengarnya hampir pingsan.


"Gue gak mau sarapan hari ini karena mau joging ditaman biar gak mumet pikiran gue Ayang kuh,"


Raja melangkah meninggalkan Kanava dan hanya menjawab singkat ucapan Kana,"Hem gak maksa,"


Kanava mengerucutkan bibirnya melihat Raja meninggalkannya di ambang pintu kamar, dia menutup pintu dengan rapat dan langsung mengejar menyamakan langkahnya dengan kaki raja.


Mereka berjalan beriringan ke arah pintu lift, Kanava mengambil telponnya yang berbunyi di Dalam celana joger miliknya.


Disana ada pesan dari leanord yang mengatakan sudah sampai di depan mansion Kanava,dia mengetikan sesuatu di ponselnya.


Ting


Pintu lift terbuka dan Mereka berdua memasukinya dengan keadaan yang hening Raja yang hanya fokus dengan bulu ditangannya sedangkan Kanava yang cekikikan tidak jelas melihat ponselnya.


Kalau Didalam lift yang mereka berdua tumpangi sangat sunyi tidak Seperti keadaan di lantai satu lebih tepatnya di ruang makan tamu yang sangat berisik karena kehebohan dari empat anak remaja yang tengah berebut makanan membuat semua para orang tua hanya menghela nafasnya sabar.

__ADS_1


"Bang paha itu punya gue, lepasin gak,"Ujar Jolicia merebut paha ayam goreng yang berada di tangan Raefan.


"Enak aja Lo Jo gua duluan yang paling duluan ngambil ni paha,"Ucap Raefan yang mengangkat tangannya tinggi-tinggi supaya Joli tidak bisa merebutnya.


Jolicia mencoba menarik paksa tangan Raefan dengan kaki yang berjingjit karena tubuhnya lebih pendek dari pemuda itu. Bukan hanya mereka berdua yang saling rebut ada anak yang lain juga tengah saling rebut.


Semua anak remaja itu bak anak kecil yang berantem dengan temannya seakan saling berebut mainan, sementara dua anak kecil disana menatap mereka dengan mulut mencibir semuanya.


Kan seharusnya mereka yang bertindak layaknya anak kecil lah ini malah kakak kakak nya yang menyerupai bocil komplek.


"Han itu nugget udah jadi punya gua kenapa malah Lo yang makan,"Kesal Raga yang melihat nugget miliknya harus jadi santapan buaya rawa seperti Reyhan.


"Sejak kapan ege! Lo dari tadi cuman diem Bae, gua yang duluan ngambil jadi ini udah sah punya gua,"Sewot Reyhan memeluk piring berisi Nugget yang jadi bahan rebutan mereka berdua.


"Tadi Dari dalam hati gua udah jadiin nugget itu milik gua si Raga yang Hebat,"Ucapnya Membual.


Reyhan menggulir matanya," sejak kapan gua aja tadi gak denger suara hati dari Lo, jangan ngebual gua gak bisa dibohongi sama siapa pun jadi Lo cuman bohong ******, ini seutuhnya udah jadi milik Reyhan,"


"Reyhan mana mungkin suka sama kayak beginian Lo kan sukanya cewek boh-,"Ucapan Raga terpotong karena Reyhan memasukan satu nugget ke dalam mulutnya.


Dia memasukan nugget ke mulut sahabatnya Bukan karena kasihan kepada Raga melainkan dia kasihan kepada dirinya sendiri, kalau saja raga meneruskan ucapannya itu bisa jadi ada bucan (bunda cantik) yang akan mengamuk kepadanya.


Bunda Raefan sendiri yang berambut sepinggang menatap heran kedua pemuda itu yang tadi saling rebut nugget itu malah sekarang terlihat Reyhan menyuapi nugget yang berada di dekapannya memasukan satu persatu nugget itu membuat raga hampir tersedak.


"Astaga kalian ini udah pada gede malah kayak bocil epep yang sering nangkring di komplek, mau jadi apa coba nereja,"Ucap Katty ibu dari sikembar tidak identik istri nya calvin.


"Namanya juga masih anak-anak Kat, biarin lah luangkan waktu masa muda dengan tenang,"Ujar Gisella ibunya Aysa si gadis kecil berumur sepuluh tahun.


Keyla tertawa melihat para keturunan sahabatnya itu," haha bener kata sella selaku belum nikah mereka harus meluangkan waktu bersama seperti ini,biar jadi kenangan buat nantinya,"


Memang anak-anak harus merasakan masa muda yang sangat seru untuk mereka lakukan di hari ini supaya nantinya mereka punya kenangan tersendiri di masa depan yang akan datang.


"Wow rame banget ini, kalian berdua pada rebutan apaan sih?"Tanya seseorang di belakang mereka.


Mereka semua menoleh ke arah belakang dimana suara itu Datangnya berasal, tanpa terkecuali Jolicia dan Raefan yamg tengah merebutkan paha ayam pun ikut menoleh.


Mata mereka semua melotot melihat keanehan di depan matanya sekarang bagaiman tidak aneh orang di datar nan dingin Raja tengah tersenyum lebar ke arah meja makan sambil menggendong Kanava di punggungnya.


Orang yang barusan bertanya ialah Kanava yang berada di belakang tubuh Ayang idolanya,lebih tepatnya digendong.


"Astaga anak papah kamu apain Kana, kenapa jadi seperti itu?"Tanya khawatir Calvin Kepada Kanava, melihat Salah satu anaknya yang dingin berbeda tentu membuat ayah beranak kembar itu cemas.


"Oh Raja? aku santet Dia pake cintaku pah, dan ternyata memang ampuh santet nya the best lah dukunnya,"


Raefan yang sedari tadi melihat Kanava di gendongan Raja memegang erat paha ayam itu, kenapa tubuhnya terasa sangat panas melihat Kanava yang digendong Raja dia saja belum pernah merasakan menggendong Kanava, malah dirinya sendiri kan yang di gendong gadis itu.


"Emang dukun nya ada di mana kana biar Mimih bisa kesana kan bisa menggaet duda keren yang kayak raya,"Ujar Nelly si janda kembang.


"Mih jangan bikin malu deh,"Ucap Jolicia sebal melihat mimihnya yang sedang kumat dalam mode sasimo.


Raefan dan Jolicia duduk dikursi masing-masing.


"Dukunnya belum pulang mih kalo udah pulang nanti aku hubungi Mimih, aku sekarang mau ijin mau apel Sama ayang raja, Ayok sayang kita apel pagi,"Titahnya kepada Raja yang masih tersenyum dengan lebar.


Raja mengangguk,"iya ayok, let's go!,"Ucap gembira Raja.


Mungkin ada sesuatu yang sudah terjadi dengan mereka berdua didalam lift yang tadi sunyi itu hingga membuat Raja menampilkan senyuman bahagia.


Senyumannya Sama Sekali tidak pudar malah Semakin berkembang membuat semua orang yang menatap ke arah mereka berdua dengan Mulut menganga sangat lebar tapi tidak dengan satu orang yang menatapnya Dengan Wajah jutek.


"Kayaknya sebentar Lagi keluarga Agnibrata dan Kavindra akan menjadi besan deh kayak Kavindra sama Louis yang udah jadi besan dari lama,"Ucap Vera bunda dari Reyhan si buaya rawa.


"Bener haha,"Balas Noah suami Vera.


Raefan menulikan pendengarannya karena kesal dengan para orangtua yang membahas Kanava dan Raja dia menggigit paha ayam itu dengan kesal mengunyahnya tidak beraturan.


Entah kenapa dia tidak suka dengan kedekatan keduanya yang membuat tubuhnya seakan terbakar oleh api, pemandangan tadi seakan membutakan matanya saja.


Raefan mengambil bolu didepannya yang belum dipotong terlihat masih utuh, Bolu yang di penuhi dengan coklat dan dia menggunakan tangannya sebagai sendok dan langsung mamasukannya ke dalam mulutnya hingga penuh.


Dia sangat menyesal karena harus menyuruh raja untuk memanggil Kanava untuk kebawah,seharusnya dirinya yang memanggil Kanava bodohnya dia malah menyuruh Raja yang dia tahu sebagai idola Kanava.


Mulut Mereka yang tadi menganga akan keanehan dari Raja sekarang mulut mereka menganga lagi karena melihat keanehan dari satu pemuda itu yang alias adalah Raefan si mulut lemes.


"Fan kalo laper makan bolunya jangan langsung pake tangan ******, mana bolunya berwarna coklat udah kayak itu aja gue jadi gak nafsu makan deh,"

__ADS_1


"Kenapa para dua BangBang tampan gue jadi kayak gini Semua, kavindra dulunya punya masalah apaan sih kok keturunannya makin kesini makin setres Aja deh,"Celetuk Jolicia membuat semua para orang tua tertawa mendengarnya.


__ADS_2