Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[17] Jahilnya Raga


__ADS_3

Leonard mengingat waktu itu Bagaimana dulu dirinya di bodohi oleh Raga dan berakhir menjadi kekasihnya hasil gabut.


Flashback on.


Leanord kecil yang polos dan imut tengah berjalan dengan Abang dan para sahabatnya yaitu Leo,Arsean,dan Arga.Mereka berjalan beriringan masuk ke lorong sekolahan sambil berpegangan tangan.


Mereka berempat berhenti di depan kelasnya Leanord. Lea menatap mereka bertiga secara bergantian, bibirnya melengkung kebawah menandakan bahwa dia tengah bersedih."aku nggak mau pisah sama kalian Huaaa,"Rengeknya membuat ketiganya tertawa.


"Aduh udah Nord nggak boleh sedih kita kan cuman berbeda ruangan saja, kelas kita juga bersebelahan jangan sedih lah masa gadis kecil kita menangis kan jelek,"ucap Arsean.


"Sean Aku nggak mauuu,"


"Astaga Nord kelas kita bersebelahan tuh disana,"tunjuk Arga ke pintu di sebelah kelasnya Leanord.


"Tapi nanti akunya nggak ada temen hiks,"ucapnya polos.


"Ya kamu cari teman baru lah, atau mungkin teman lama kamu juga ada yang dipindahin kekelas kamu sekarang,"Jelas Leonard.


"Nggak ada bang Nard,kan semua muridnya baru nggak ada yang dikenal sama aku,"Sarkasnya.


Leonard menghela napasnya,"Astaga, huh ada adekku sayang," geramnya.


"Ish Abang gak percaya sama aku orang dibilang nggak ada ya nggak ada,"kekeuh Leanord.


"Kalo kamu dibilangin itu jangan terlalu kekeuh Nord lihat tuh nama daftarnya,"tunjuk Arga ke pintu kelas leonard.


Leanord mengikuti arah tunjuk Arga, dia membaca satu persatu nama yang akan menjadi teman sekelasnya. Diantara nama mereka dia sama sekali tidak ada yang kenal diotaknya.


"Cuman satu, itupun laki-lakinya aku nggak mau kelas disini aku maunya sekelas sama kaliaaan,"Leanord merengek membuat ketiganya menghela napasnya.


"Tapi udah gak bisa di pindahin Nord,"Terang Leonard.


"Akh pokonya gak mau,"Leanord duduk dilantai sambil merengek membuat ketika tiga anak lelaki itu melototkan matanya.


"Nord jangan duduk disana lantainya kotor,"


"Aku gak bakalan berdiri sebelum aku dipindahin ke kelas kalian ingat itu,"mereka menghela napasnya sabar.


Dibelakang mereka semua terdapat seorang gadis kecil berhijab putih sedang menunggu untuk masuk kedalam,dia celingak celinguk melihat ke arah depan sana entah ada apa disana tetapi dia mendengar suara rengekan dikerumununan sana.


"Ekhem permisi,"Gadis berhijab itu menyelinap masuk di kerumunan.


"Aduh-duh maaf ya kak, aku nggak sengaja,"ucapnya ketika tidak sengaja mendorong bahu anak laki-laki.


Anak laki-laki itu mematung melihat gadis kecil berhijab yang telihat cantik dimatanya,dia mengangguk,"Iya nggak papa kok cantik,"gadis kecil itu tersenyum dan mulai berjalan lagi ke depan sana.


"Assalamu'alaikum,ada apa ya kok nangis disini?"Leanord serta Arsean dkk menoleh kearah gadis berhijab itu.


"Waalaikum'salam,"ucapnya berbarengan.


"Huaaa aku nggak mau disini nggak ada teman,"ucap Leanord setelah Tadi menjawab salam kepada gadis berhijab itu.


"Hey kamu kenapa menangis?"tanyanya.


Tangis Leanord mereda ketika di tanya gadis cantik di hadapannya,"Hiks aku nggak ada temen di kelas ini,"


"Oh yaudah Gimana kalau kita temenan aja aku juga nggak punya temen,"Tawar gadis berjilbab kepada Leanord.

__ADS_1


Leanord mengerjapkan kedua matanya melihat tangan gadis kecil itu, Tubub gadis itu memang terlihat lebih kecil dari tubuh Leanord. Leonard yang melihat adiknya itu melamun menghela napasnya gusar. Untung saja dia abangnya Leanord kalau bukan sudah di buang dari tadi, adiknya itu benar-benar polos.


"Dek dia mau kenalan sama kamu, katanya nggak ada teman nah sekarang sudah ada temen perempuan yang mau berteman sama kamu, jabat tangannya,"titah Leonard.


"Beneran kamu mau berteman sama aku?"tanyanya dengan nada polos.


"Iya, kenalin nama aku Aubrey Alma Anastasia panggil Aubrey ,nama kamu?" Dua gadis kecil itu berjabat tangan.


Mulut Leanord mengangga mendengar nama gadis kecil itu,"Bentar, Nama depan sama nama belakang kamu dari A semua?" Gadis yang bernama Aubrey itu terkekeh dan mengangguk.


"Iya,"


"Ohh,nama aku Leanord Hattie Betsy salam kenal ya,"


"mereka bertiga sahabat aku yang satu sih kembaran aku biar aku kenalkan kamu sama mereka,"Leanord bangkit dari duduknya.


"Ini kembaran aku namanya Leonard Harvey Bertnan yang ku sebut bang Nard sifatnya baik bangeet, yang muka datar ini bernama Arsean Alfatih Hasan kalau kamu tau mukanya ini bener-bener datar kepada orang lain tapi tidak kepada orang yang dia kenal dia sangat sangat baik,"jelasnya.


"Dan yang terakhir tidak usah kamu tau namanya dia sangat jahat,"mata Arga membola karena ucapan sahabatnya itu,hanya dia yang tidak diperkenalkan dengan teman baru sahabatnya.


"Kok kamu gitu sih,cuman aku yang nggak dikenalkan sama Teman Baru kamu,"ucapnya.


"Yaudah kenalan sendiri aja gitu aja direpotin,"ucap Leanord dengan nada ketus.


"Ck, kenalin aku Arga Silas Fajar panggil aja Arga,"dia menyodorkan tangannya.


Aubrey menangkupkan kedua tangannya di depan dada tidak menyambut tangan anak lelaki didepannya.


Mereka tertawa karena melihat wajah Arga yang murung,"udah Ar kamu sendiri yang salah, kalian bukan muhrim so-soan Mau jabat tangan sama temen baru aku,ayolah kita masuk ke dalam kelas aja disini banyak setannya,"mereka berdua meninggalkan sahabatnya di depan pintu kelas 4 B.


"Leanord ih kata bunda aku jangan ngomongin orang lain kayak gitu,kita gak boleh hina mereka,"


Set


Langkah Mereka berdua di hentikan oleh seorang anak laki-laki yang tiba-tiba berdiri dihadapan mereka, anak itu bergigi ompong tetapi wajahnya sangat tampan,tidak ada kata jelek di sana. Anak laki-laki yang dikenal olehnya anak yang tadi di bicarakan oleh Arsean dkk.


"Leeaa, kamu mau nggak cilok dari aku, kalo kamu ambil ini cilok nanti aku jajanin seblak deh,"ucapnya kepada leanord yang berwajah cantik nan polos itu.


"Nggak ah nanti Raga jahilin aku lagi kayak kemarin kan aku Nya nggak mau,"ucapnya polos kepada anak lelaki itu, anak bergigi ompong itu Cassius Raga Enoch kembaran Carrius Raja Ernest.


"Ah kok gitu sih aku udah siapin cilok ini buat kamu Loh, nih ambil nanti aku kasih uang buat jajan kamu beli cilok,"Raga kecil tersenyum dan memperlihat kan gigi ompongnya.


"Beneran kamu gak bohong sama aku? Gak jahilin aku lagi kan?"


Raga mengangguk dan tersenyum ketika rencananya berhasil sebab Leanord mengambil cilok dihadapannya dengan senang.


"YeeeY, akhirnya aku punya pacar juga,Lea hari ini kamu duduk sama aku karena kamu sekarang udah jadi pacarku,"ucapnya dengan girang membuat kedua gadis di hadapan Raga melototkan matanya terkejut.


"APAA,"


"Ma-maksud kamu cilok ini dijadiin bahan buat nembak aku Raga?"


"Ya mulai sekarang kamu jadi pacar ku,tapi tenang aja nanti setelah pulang sekolah kita putus kok,"jelasnya dengan santai seolah-olah tidak berbuat dosa.


"Kamu apa-apaan sih? Aku gak mau ya nih ambil lagi,"tolaknya sambil memberikan cilok itu kepada Raga lagi.


"Barang yang sudah dikasih gak bisa dikembaliin lagi kepemilik Aslinya, karena itu sudah milik kamu,"

__ADS_1


"Iya Lea kamu memang sudah gak bisa ngembaliin barang yang sudah menjadi barang kamu kepada orang yang memberikannya,"ucap Aubrey,Raga kecil bergigi ompong itu mengangguk membenarkan Ucapan gadis berjilbab disamping Leanord.


"tapi kamu juga salah karena nembak perempuan Gitu aja pacaran itu termasuk dosa tau,"sambungnya kepada Raga.


"Kamu temen barunya Lea kan? Kamu tenang aja aku bisa jaga jarak kok sama pacar baru aku,karena dia sudah menerima cilok itu sama aja dia menerima tembakan aku, aku juga nembak Lea karena gabut jadi gak ada perasaan sama sekali kepadanya,"jelasnya membuat Aubrey tidak habis fikir dengan anak laki-laki yang berada di hadapannya.


"Lea kan kamu ngidolain sahabat aku jadi nanti kamu bisa berfoto dengannya.kamu juga yang beruntung kan?nanti aku bakalan mutusin kamu waktu pulang jadi tenang aja,"ucapnya untuk menyakinkan pacar kecil nya ini.


Leanord berfikir sebentar,"Mmm yaudah deh,demi my idola,"Ucapannya dan berjalan menggandeng tangan Raga menuju mejanya.


Gadis kecil berkrudung itu melihat keduanya dengan mulut mengangga,"Astagfirullah, ya allah maafkanlah dosa mereka karena sudah menjadi pasangan kekasih diusia muda apalagi pacaran itu dosa, hamba mohon ampunilah mereka berdua, Amin," Ucapnya setelah berdoa ditempat yang sma seperti tadi.


Flashback Of.


Leanord tertawa mengingat semua kejadian itu yang di jahilin oleh Raga, dulu dia memang sering dijadikan bahan jahilan Raga.


"Haha Astaga gue waktu itu bener-bener botol bocah tolol Anjir,kelakuan gue kenapa bisa gitu ya?GUw juga jadi kangen sama Aubrey sekarang kabarnya gimana ya setelah lulus SD dia pindah ke desa,"dia menabok lengan abangnya yang berada disampingnya.


"Aws kenapa Lo tabok?"


Brak


Mereka berdua menoleh kearah empat pemuda yang barusan duduk di kursi depannya.


"Ikut duduk lah woy semua kursi penuh,Lagi pada ngomongin apaan nih kayaknya seru banget,"ucap Reyhan setelah duduk bersama ketiga sahabatnya.


Leanord menatap Reyhan,"nggak ngomongin apa-apa kok,"Ucap dia sambil menginjak sepatu kakaknya karena Leonard tadi akan berbicara namun langsung diberi peringatan olehnya.


"Wah kalian udah baikan nih kayaknya, bareng-bareng lagi makannya dikantin,"ucap Raga yang sebenarnya tahu kalau Leonard sudah terbebas dari jiwa jahat itu,karena Four R tadi malam beraksi mengeluarkan jiwa jahat itu tetapi mereka tidak membasminya karena titahan Raefan. Padahal mereka ingin sekali membunuhnya.


Dan tadi pagi mereka melihat jiwa itu masuk ke tubuh Azira untuk mendekati Leonard. Mereka hanya membiarkannya begitu saja karena jiwa itu sudah berjanji tidak akan menyakiti Leanord lagi,kalau jiwa itu mengingkari janjinya Four R akan menghukumnya habis-habisan.


"Han Lo pikir mereka berdua musuhan? Ajegile masa saudara kembar musuhan kayak gue sama Raja dong adem ayem iya kan Ja,"Ucapnya merangkul bahu Raja yang hanya fokus pada ponselnya tidak memperhatikan sekitar.


Raga mendengus kesal karena kembarannya itu hanya menghiraukannya begitu saja, Dia meminum minumanannya yang tadi mereka bawa kemeja itu.


"Haha emang enak di datarin sama kembaran sendiri, kalo gue udah malu anjir karena gak di saut ucapannya,"


Raga melempar bekas kuaci ke wajah Reyhan yang tadi mengejeknya. Dia menatap ke Leanord yang tengah di suapin oleh Leonard bukan hanya dirinya yang menatap kakak beradik itu banyak murid yang melihat heran ke arah Leonard.


"Brother Lo gak cemburu?"bisiknya kepada Raja.


"Jealous For Who?"Ucapnya dingin, Raja tengah bermain game online bersama Raefan.


"Ck, ****** gue nanya baik-baik Lonya malah dingin,"


"Ja maju Kearah kiri cepat musuh sembunyi disana, gue lagi sibuk ini,"Ucap Raefan yang tengah asik memainkan gamenya.


"Lo nya kemana ******?" Bingung Raja yang Tidak bisa menemukan keberadaan pemain yang di mainkan Raefan didalam sana.


"Guenya lagi nyantet yang namanya Bima,"Raga memutar kedua bola matanya melihat mereka berdua yang tengah main game.otak dia berfungsi untuk mengerjai kembarannya itu mulutnya saja menyeringai. dia menatap ke Leanord yang bercanda ria bersama kakaknya.


"Ekhem Lea gue mau ngomong sesuatu,"Ucapnya membuat Leanord mendongak ke arah Raga bukan hanya Lea yang melihatnya Leo pun menatapnya heran.


Pendengaran Raja masih bisa mendengar ucapan kembarannya yang ingin bicara sesuatu dengan Lea jadi dia menajamkan telinganya supaya bisa mendengar apa yang ingin di ucap kan Raga itu.


"Ngomong apa? Lo sekarang aja lagi ngomong,"

__ADS_1


"Lo mau gak balikan sama gue?"Ucapnya menahan tawa.


Brakk


__ADS_2