Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
22: ganti sendiri atau gue gantiin


__ADS_3

Leanord berjalan beriringan dengan Raja setelah tadi dia tahu yang meluknya adalah Raja mereka berdua melepaskan pelukannya dan mulai mencari keberadaan Kanava.


Dia melirik was-was Raja yang berada disampingnya,tangan dia memegang erat ujung jas sekolah warna biru navynya.jantungnya entah kenapa berdetak begitu kencang berada di dekat Raja.


Leanord merutuki keberadaan Kanava yang entah berada dimana mengakibatkan dirinya sekarang mencari Kanava berdua bersama Raja di taman sekolah. Sungguh ini sangat menyiksanya untuk sekedar melangkah saja rasanya lemas dia ingin pingsan, tapi dia sadar kalau nanti dirinya pingsan sama saja dia menyerahkan tubuhnya di pegang oleh Raja.


Sama seperti Leanord jantung Raja pun bisa dikatakan tidak baik-baik saja namun dia tidak sejelas leanord yang terang-terangan gugup Raja masih terbilang dingin dan kaku apalagi wajahnya yang tetap datar berbanding terbalik dengan hatinya yang gugup.


Leanord celingak-celinguk kedepan sana siapa tahu didepan sana ada teman-temannya Raja yang lain tengah mencari Kanava, biar dirinya tidak berduaan seperti ini dengan Raja ini sungguh canggung.


"R-raja Kanava dimana sih gue takut dia kenapa-napa,"Raja menoleh ke arah sampingnya,lebih tepatnya kebawah sana karena Leanord yang lebih pendek darinya.


"Dia gak akan terluka Lo tenang aja,"


"Tapi ini udah lama ja, gue gak bisa lihat dia ngilang gitu aja, Kana udah gue anggap sebagai Kakak sendiri dia udah nolong gue keluar dari jalan sesat,"Memang benar setelah kedatangan Kana di hidupnya Sifat Leanord Berubah polos Lemah didepan Kana waktu dia diselamatkan oleh para preman saja dia langsung nangis dipelukan Kanava.


Dia sekarang bukan lagi antagonis si Ratu bully disekolah ini,melainkan si polos yang kembali setelah dulu sifat itu hilang setelah kedatangan Azira di kehidupannya.


"Hm kita pasti bakalan nemuin dia kok,"Ucap Raja,Sebenarnya dia tidak pasti Ucapannya itu,dia juga bingung kemana Kanava berada sama sekali Tidak merasakan keberadaannya tidak seperti biasanya.


Kalau mereka tidak bisa merasakan keberadaan seseorang berarti orang itu Tengah mengeluarkan darah atau terluka yang menghambat reaksinya untuk menemukan keberadaan orang itu.


Raja menggelengkan kepalanya dia harus berpikiran jernih siapa tahu Kanava cuman mimisan dan pingsan ditempat itu bukan di celakai keturunan itu.


Leanord yang melihat raja menggelengkan kepalanya jadi bingung apa pemuda itu sakit kepala pikirnya.


"Ja e-lo sakit?"Tangannya entah kenapa melayang begitu saja ke depan wajah Raja dan mendarat di dahinya Leanord sangat terkejut dengan reaksi tubuhnya.


"G-g ekhem gue gak papa,"


"Ah gue pikir Lo sakit kalo sakit bilang aja biar gue anter ke UKS siapa tau Lo pusing karena nyariin Kanava dari tadi,"Raja menggulum bibirnya menahan senyum,baru kali ini dia terasa hatinya dihinggapi ribuan kupu kupu menghangat tidak seperti tadi yang jedag jedug.


Jadi leanya ini menghawatirkan dirinya begitu ah Raja serasa ingin melayang ke atas awan sekarang juga.


"Gue bukannya khawatir sama Lo tapi gue gak tega aja kalo elo pingsan disini gak ada yang nolong Lo,"sambung Leanord membuat Raja semakin mendatarkan wajahnya.


"Kan ada Lo yang bisa anterin gue ke UKS,"tidak seperti biasanya Raja menjawab ucapan orang lain,sepertinya mulutnya sekarang akan berbusa karena terlalu banyak bicara.


"G-gue kan cewek mana mungkin bisa angkat tubuh Lo yang Gede,"


Skakmat


Raja menatap wajah Leanord malu untung saja sipat peremupan itu polos kalau saja tidak mungkin saja raja sudah melarikan diri karena berbicara ke Lea seakan memintanya untuk mengantarkannya ke UKS kalau dia pingsan.


"I-iYa ya lo kan cewek haha mana mungkin bisa ngangkat tubuh gue,"Tawanya canggung, membuat Leanord yang berada di bawah sana meanatap raja terpana sama tawa Raja yang baru dia lihat baru kali ini dia melihat Raja tertawa meskipun sebentar.


'Anjir gila-gilaa kenapa dia kalau senyum menggoda banget masya'allah, kenapa gak dari dulu gue lihat dia tertawa seperti tadi.pantes aja Kanava mengidolakan dia gue juga pen- eh astaga enggak-enggak sadar Lea sadar,'batin Leanord.


Raja yang melihat Leanord berjalan sambil melamun menggerakkan tangannya di depan wajah Leanord siapa tahu dia kesurupan setan penunggu taman, meskipun tidak mungkin orang disini ada keturunan pilihan.


"Lea Lo gak papa?"khawatir Raja,Leanord mengerjapkan matanya.


'anjir malah ngebucin,'ucap seseorang dibelakang sana.


'sama aja kayak sahabat Lo tadi yang ciuman di toilet,'


Plak


'****** lo' mereka berdua menoleh kebelakang sana karena mendengar suara geplakan di arah sana,karena tidak menemukan siapapun Mereka berdua bertatapan lagi.


"Iya gue gapapa,"Leanord menatap Raja yang terdengar helaan napas lega dari mulut Raja.


Apa ini adalah kesempatan untuk Leanord berbicara kepada Raja untuk meminta maaf atas kesalahannya dulu? Dulu dia bahkan berbohong kepada raja.kalau ini kesempatan untuknya dia akan berterima kasih kepada Kanava yang menghilang,supaya dia bisa dimaafkan oleh Raja dan Dirinya tidak selamanya dalam keadaan yang canggung seperti kemarin kemarin dan hari ini kepada Raja.


Leanord menghentikan langkahnya dan berjalan ke hadapan Raja."Ehm Raja G-Gue mau ngomong sesuatu sama Lo,"Ucap Leanord.


Deg


Raja menghentikan langkahnya dan menatap mata Leanord yang serius kepadanya,apa Leanord punya perasaan juga kepadanya?pikiran Raja menerawang jauh ke langit di atas sana,sungguh detak jantungnya tidak baik untuk didengar oleh semua orang dia terlalu lemah untuk berhadapan dengan gadis dihadapannya.


"B-boleh,"Raja berdeheman untuk menghilangkan rasa canggung di tubuhnya.


"Pertama-tama gue mau minta maaf sama Lo,"kening Raja menghernyit heran,untuk apa gadis itu meminta maaf kepadanya.


"M-maaf untuk apa?"tanyanya.


"G-gue minta maaf ka-ka-kar ehkm karena dulu gue Merosotin celana Lo sampai ****** Lo juga ikutan ketarik gue juga sempat melihat pedang Lo gue bener-bener minta maaf hiks gue waktu itu berbohong, sumpah gue nyesel lari-larian di perpus,"ucapnya dengan lantang setelah dia berbicara gugup, matanya saja tidak kuat untuk menatap raja dia menundukkan kepalanya ke arah kakinya.


Doeng


Mulut Raja menganga lebar mendengar ucapan Leanord yang mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun yang lalu,jadi selama ini Leanord itu berbohong kepadanya begitu? Pikirnya.


Leanord menceritakan semua masa lalu mereka berdua kepada Raja,dengan wajah polosnya. Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi terdapat empat orang yang tengah mengintip dibalik semak-semak yang siap mendengar cerita Leanord.

__ADS_1


•••••


"KANAVA LO DIMANA?"Teriak Raefan yang tengah mencari keberadaan kanava bersama dua curut yang mengikutinya.


"Kanava jangan bikin gue khawatir lah, gue gak mau Lo kenapa-napa,"ucapnya Lirih membuat kedua sahabatnya tertawa.


"Kinivi jingin bikin gii khiwitir lih, gii gik mii Li kinipi-nipi,"ejek dua sahabat Raegan berbarengan.


Raefan menatap malas keduanys yang mengejeknya,ini lagi dalam keadaan genting mereka berdua malah bercanda. Memang mereka bertiga sudah mencari ke tempat yang berada di sekolah dari Rooftop sekolah sampai gudang belakang.


Mereka sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Kanava bahkan sudah berkali-kali melacaknya dengan kekuatan masing-masing tapi naas hasilnya selalu zonk.


"Kalo kalian gak mau cari Kanava lagi LEBIH BAIK DIAM,"mereka berdua langsung kicep karena bentakan dari seorang Raefan Luther Laskara.


"Iya-iya gitu aja marah, kita juga sama paniknya kayak Lo jangan kayak gitu lah,apa jangan-jangan Lo emang beneran cinta sama Kana,"Raga langsung berlari karena melihat wajah sebal dari Raefan.


Dari tangan Raefan keluar asap biru yang menyerupai singa langsung berlari mengarah ke Raga, Raga menoleh ke belakang karena merasakan asap dingin dibelakang yang mengikutinya. Dan matanya melotot saat Fagan tengah mengejarnya,Fagan ialah asap biru yang menyerupai Singa jantan milik Raefan.


Bruk


"Kampret Lo Gan,lepasin gak Kaki gue,"Kaki Raga digusur oleh Fagan dengan cara digigit.Fagan membawa Raga ke arah Raefan Dan Reyhan yang tertawa melihat nasib Raga yang digusur oleh Fagan.


"Aw Lo tega banget Fan,mentang-mentang nggak ada Abang gue seenaknya aja Lo sama gue, Lo lagi Gan gue pitek pala Lo main gusur-gusur aja,"Fagan hanya menatap Raga malas dia menjulurkan lidahnya mengejek ke arah Raga.


"Udahlah ga jangan banyak alasan mending kita cari Lagi Kanava iya kan gan,"ucap Reyhan ke arah Fagan.


Roarrrr


"******,"makinya.


"Ck,nggak pemiliknya enggak anak buahnya dua-duanya sama-sama ******,mending kita cari Kanava lagi disuatu tempat yang belum kita cari,Tapi dimana ya?"Reyhan melamun.


Raga dan Raefan Saling lirik,"TOILET CEWEK,"


"ANJING,"Reyhan mengusap dadanya yang terkejut oleh teriakan mereka berdua.sudah dua kali Dia Shock karena orang didekatnya,pertama oleh asapnya Raefan sekarang Raefan dan Raga.


Dirinya kenapa sering sekali jadi samsak di dekat para sahabatnya,dia tidak tahu apa Yang Bundanya makan ketika dia di dalam perutnya.mungkin dari itu dirinya jadi samsak oleh saudaranya bahkan Kanava juga pernah menggeplak kepalanya ketika di perpustakaan waktu itu.


"Iya kita belum cari ke toilet fan,"mereka berdua berlari meninggalkan Reyhan yang melihat kepergian mereka dengan cengo.


Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah Fargan,"gaaan Fargan, tolongin gue lah gan gue males berlari cepatlah kalo pake kekuatan gue yang ada para murid yang melihatnya bakalan shock,ya entar gue kasih satu pacar gue deh satu gimana,"dia menaik turunkan alisnya ke Fagan.


Fargan berfikir tak lama dia langsung mengangguk,"yaudah naik,"


"Tapi janji ya satu cewek,"


Reyhan naik ke punggung Fargan si singa asap biru,"iya mau dua pun gue gak masalah, haha ada untungnya juga kita sefrekuensi penyuka cewek bohay,kita cari Bu boss let's go," Ucapnya Di atas punggung Fargan yang berlari menyusul tuannya.


Sedangkan ditoilet perempuan Kanava sudah sangat lemas hanya sekedar untuk berteriak dia sekarang tengah berad di wastafel menatap pantulan dirinya.


"Nasib-nasib,ini di bawah udah becek banget astaga,"


memang dari tadi kaki Kanava memamg dilipet takut semakin bocor, dia melihat jam tangannya yang melingkar di tangan kirinya.sudah pukul delapan yang alias dia sudah mengurung diri di toilet selama jam lamanya.


"Apa Leanord gak nyariin gue ya dari tadi rasanya nggak ad yamg nyariin gue deh,terus gue harus gimana disini satu jam aja udah sumpek apalagi harus nunggu sampai jam sepuluh,bisa matilah gue disini,"


"Tolong anjir lah dari tadi gue teriak minta tolong gak ada yang denger suara gue aja udah serak Eeerrg tuh kan,"memang benar suara dia sudah serak habis dipakai untuk berteriak minta tolong.


Kanava mengerucutkan bibirnya,"ini gak ada pangeran yang cariin gue gitu yang panik karena nyariin princess nya gitu aja,nasib jomblo,"


"Hey cermin gue harus apa sekarang masa gue harus maksa sama Lo sih supaya ada yang nolongin gue,"Ucapnya ke arah cermin bak orgil.


"Kalo ada orang yang ngajak ngomong tuh jawab,sebel banget gue sama Lo cermin,ck apa gue minta permintaan tanpa disuruh sama Lo yaudah deh,"


Kanava menatap ke arah pintu masuk dari arah cermin,dia menujuk pintu itu dengan tangan kirinya.


diputarlah jarinya itu,"wahai prince datanglah kau aku sebagai princess mu tengah menunggu kedatanganmu,siapapun Dirimu nanti saya akan mencium mu tepatnya di bibir. pim pim pom,"Ucapnya diakhir kalimatnya mengikuti gaya bicara di pilm Upin-ipin.


Cklek


Kanava tersenyum ketika mendengar suara pintu terbuka kan pangeranmya datang setelah memintanya.


"KANAVA,"Teriak seorang pemuda diambang pintu,yang tengah berlari kearah Kanava.


Kanava menoleh dengan senyuman mengembang namun itu sebelum tahu siapa pemuda itu,senyuman nya langsung sirna ketika melihat wajah pemuda itu.


"Nava Lo gak papa kan?Lo Aman gak ada yang luka-luka? Kenapa Lo Diam disini hah? Pintu toilet aja gak dikunci!"


Pemuda itu mengecek seluruh tubuh kanava membuat nya terguncang kekiri kekanan. Pemuda itu ialah Raefan rival Kanava,memang setelah tadi Raefan langsung mengecek ke dalam toilet perempuan.


Raefan menatap rok biru Kanava yamg terlihat basah, tangannya meraba rok itu dari bawah membuat Kanava langsung menelan salivanya kasar.


"Ka rok Lo kok basah kayak gini," Kanava gelagapan karena Raefan mau menyingkap roknya itu.

__ADS_1


Mata Raefan menatap ke arah bawah sana Tak lama Matanya melotot Karena melihat ada banyak noda darah di paha mulus Kanava, "KANA KENAPA PAHA LO BANYAK DARAH? APA LO UDAH DIPERAWANIN SAMA DIA HAH, KENAPA LO GAK BISA JAGA DIRI BANGKEEE?"


Dada Raefan bergemuruh hebat menandakan dia tengah kesal kepada Kanava,matanya saja menatap mata Kanava dengan tajam.


Plak


Bugh


Bugh


Kanava menampar dan meninju dua kali pipi Raefan membuatnya langsung menoleh ke kiri karena pukulan dan tinju dari kanava.


"LO PIKIR GUE CEWEK APAAN BANGSAT GUE MASIH GADIS,"Teriaknya.


"KANA,"Kanava menoleh ke arah Reyhan dan raga yamg barusan berteriak ke arahnya.


"APA ANJING MAU FITNAH GUE JUGA KALIAN SINI FITNAH GUE SINI,DASAR BANGSAT KALIAN,"mereka berdua saling lirik mereka memilih mundur kebelakang dan menutup pintu itu dengan pelan jangan sampai membuat gadis itu semakin marah.


Mereka berdua tahu pasti Kanava tengah marah besar kepada Raefan.


Bugh


Bugh


Bugh


"RAEFAN LO BAKALAN MATI DITANGAN GUE KARENA LO YANG UDAH FITNAH GUE,"


Raefan kelimpungan sendiri karena tinjuan Kanava yang tidak main main pada tubuhnya,benar benar sakit pasti nanti mommy akan marah karena akan melihat luka di wajah tampan anaknya.


Bugh


Bugh


Greb


Dia menangkap tangan Kanava dengan cepat,"kalau bukan Karena diperawanin terus darah itu karena apa?,"tanyanya sengit.


"Ya karena gue Datang bulan ogeb,"


Mata Raefan menatap ke arah langit-langit toilet terus menatap mata Kanava,"Nav- Kana ini masih pagi ya?"


Kanava mengangguk,"hmm pukul delapan, emangnya kenapa?"tanya balik Kanava.


"Emang pukul delapan bulan udah muncul ya?"tanya polos Raefan.


"Ya enggak lah dodol,"dia mendorong kening Raefan karena terlalu kesal dengan semua pertanyaan pemuda dihadapannya.


"Pasti Lo ngiranya datang bulan dilangit,gue yang datang bulan ege alias menstruasi,OleH karena Lo yang ada disini gue minta tolong dama lo,"


"Apa?katakan cepetan,"


"Meskipun gue malu gue minta tolong sama Lo beliin pembalut, celana dalem,sot, kiranti dan juga rok gue ke koperasi,"ucapnya.


Raefan mengangguk,"oke tunggu disini gue mau beliin itu semua buat Lo,"ucapnya sambil mengusap kepala Kanava dia pergi meninggalkan Kanava yang melongo karena melihat keberanian Raefan.


"Dia beneran cowok asli kan? Bukan jadi-jadian, atau Raefan sering beli begituan buat dirinya atau ayang Raja sampai membuat dirinya udah biasa,"Kanava hanya mengedikan bahunya.


Kanava lebih memilih menatap pantulan Tubuhnya di cermin, dia ingat permintaan nya tadi sebelum Raefan datang apa dia Harus melakukan itu kepadanya, Big No.


Ceklek


Pintu toilet terbuka dan memperlihatkan Raefan dengan bag besar di tangannya. Kanava melongo melihat Raefan yang berjalan ke arahnya,Raefan kan baru pergi beberapa detik yang lalu.


Raefan menyodorkan tas besar itu ke wajah Kanava,"nih udah kumplit semuanya yang tadi Lo ucapin udah ada di kantong,"Raefan Yang melihat Kanava yang terbengong pun mengambil tangan Kanava dan menyeretnya ke arah bilik toilet.


Ceklek


Set


Raefan mendorong tubuh Kanava masuk ke bilik toilet dia menyimpan tas itu Tepat di bawah kaki Kanava.dia menatap Kana yang masih melamun,"ganti jangan ngelamun,"Ucapanya namun tidak di balas.


Raefan menyeringai dia masuk ke dalam sana Dia berdiri di hadapan kanava dan membisikan sesuatu tepat ditelinganya,"mau ganti sendiri atau gue gantiin,jangan salahin gue kalau gue ngeliat semuanya,"bisiknya.


Bruk


Kanava tersadar dia langsung mendorong tubuh Itu dengan kuat sehingga pantat Raefan mencium lantai dengan kuat, dia meringis kesakitan merasa ngilu di bawah sana.


"COWOK MESUM KAYAK LO EMANG GAK COCOK BUAT BERADA DI DEKAT GUE, LEBIH BAIK LO SUSUL AJA PACAR LO SANA SI RAJA PASTI DIA NYARIIN KEBERADAAN LO,PASTI DIA KANGEN PENGEN DI *****-***** SAMA LO,"


Brak


Raefan menatap pintu yang baru di saja di tutup dengan kuat oleh Kanava dengan mulutnya yang menganga Lebar, dirinya memang masih berada di lantai jadi menatap kanava dengan mendongak. Sebejat itukah dirinya Dimata Kanava,sampai mengira dirinya seorang gay Masalah itu lagi yang dibahas oleh Kanava kepadanya.

__ADS_1


yang penasaran dengan lanjutannya mampir dulu ke Ig@ikaclasaw dan baca bionya.


__ADS_2