
Bel Istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu seluruh siswa-siswi sudah keluar dari kelas untuk melakukan aktivitas lainnya yang paling banyak siswa-siswi pergi ke kantin untuk makan disana.
Berita tentang Kanava yang sudah berubah pun sudah menyebar luas diseluruh sekolah bahkan ada yang menolak untuk percaya itu karena mereka tahu kalau itu mana mungkin terjadi.
Tidak seperti siswa-siswi yang kekantin Kanava lebih pergi ke perpus untuk membaca karena untuk apa kekanti kalau dramanya belum mulai. Si antagonisnya tidak sekolah jadi dia memilih untuk tidak kekantin kalaupun dia kesana pasti hanya ada PPB si ratu drama dan si protagonis pria yang sedang bucin.
Bagaimana Kanava tau kalau antagonis di cerita itu tidak sekolah? Karena dia satu kelas dengannya.
"Mending gue baca komik daripada harus ngeliat orang yang pada bucin,nasib jadi jomblo ya gini sendiri,"
"Disini ada komik yang bagus gak ya? Ya pastilah pada bagus -bagus perpus gede gini ya kali ga ada yang bagus,"cerocos Kanava memilih buku-buku yang menarik dimatanya.
Kanava mengambil salah satu buku komik tentang pahlawan Hero dia berjalan dan melompat-lompat kecil menuju meja sambil bernyanyi.dia melihat komik itu sembari menyanyi tidak melihat kanan kiri.
KINI TERBANG JAUH HILAANG
ASMARAA KINI TELAH MENYAKITKANKUU
CINTA MENUSUK JANTUNGKUU
DAN MERUSAK HIDUPKUU
OOOO
ASMARAA KURANG APA KU PADAMUU
SAMPAI KAU TAK KENAL AKUU
HINGGA KU TERLUKAAAA
HUOOOOO
Gubrak
Arrkhh
"Shhh pantat gue,kenapa dihadapan gue ada dinding sih, woy dinding Lo ngapain ngalangin jalan gue hah eh,"Kanava mendongak dan bukan dinding yang dia lihat melainkan tubuh seorang pria.
"Lo ngapain ngalangin jalan gue woi,Lo pikir ini jalan nenek moyang Lo apa?seenaknya aja Lo diam ditengah jalan,"Kanava melihat wajah tampan itu dengan nyalang sedangkan pria itu memutar bola matanya dan berdecih.
Kanava mengambil buku komiknya dan berdiri dari Ingin menjajarkan tubuhnya dengan pria itu namun itu sangat beda jauh dia setara dengan pundak pria itu.dia menatap wajah tampan yang melihatnya songong dia merasa tidak asing dengan wajah itu.
"Lo tu yang ngapain nyanyi nyanyi di perpus berisik,ganggu orang yang lagi baca noh,"tunjuknya ke arah belakang tubuhnya.kanava melihat ke arah belakang pria itu dan dia melihat Sekumpulan pria yang tengah dadah ke arahnya.
"Ye Somad biarin mulut-mulut gue ngapain Lo yang sewot lagipun mereka gak keganggu kok,iyakan? Noh mereka aja ngangguk Lo doang kali yang pengen cari masalah Ama gue,"Kanava bersidekap dada sambil menatap pria itu sinis.
"Kalo sekolahan ini punya bokap Lo ya gue fine-fine aja tapi ini bukan ya pantes lah gue kegini ke elo.Lo kira gue gak akan marah apa? lihat wajah gue gak ada muka marah gitu nih,"
Kanava memicing kan matanya ke arah pria dihadapannya bahkan kepalanya mendongak dan mendekatkan ke wajah pria itu membuat pria itu terkejut dengan posisi sepertinya.
"Diliat-liat enggak kok malahan kayak monyet nahan berak,"ucapnya mengundang gelak tawa oleh orang-orang dimeja depan sana.
"Haha si Ian lagi nahan berak cuy,fan sejak kapan Lo jadi monyet mau berak? Haha ,"
"Diem anjing Lo gak usah ikut nimbrung dodol Lo gak diajak,"ucap Kanava membuat raga seolah-olah sedih.
"Yee kita kan juga mau ikutan Kana,Lo gak kasian Ama gue gitu hhmm,"ucap Raga memonyongkan bibirnya seakan tengah bersedih.
"Lo yang kayak gitu gue yang jijik,"ucap Reyhan menabok kening raga yang berada dihadapannya
__ADS_1
"Lo miripin gua sama monyet hah kurang ajar banget Lo,"ucap pria dihadapan Kanava seraya menunjuk-nunjuk wajah Kanava.
"Iya kenapa mau marah? Tinggal Marah aja gampang kok,"dia menaikan dagunya tinggi-tinggi menatap sinis pria dihadapannya.
"Ck cewek kayak Lo gak ada anggunnya sama sekali sebenarnya yang kayak monyet itu Lo bukan gua, lihat gaya Lo aja kayak monyet mau ke pasar harusnya Lo bawa payung kemana-mana biar klop gayanya,"
pipi Kanava merah padam mendengar ucapannya.kalau didunia komik pasti hidung dan telinga nya keluar asap terus kepalanya muncul tanduk merah itu yang menggambarkan Kanava sekarang.
"Maksudnya gue gacocok sekolah gitu dan pergi ke pasar?" Hidung kanava kembang kempis menahan anarah yang hampir memuncak.
"Hmm Lo pasti laku jadi tontonan orang-orang dipasar," pria itu semakin memancing amarah kanava lihatlah sekarang Kanava sudah maju untuk menyerangnya.
Kanava memutar tubuhnya dan kakinya siap untuk menyerang wajah tampan pria itu.namun sebelum kena dengan wajahnya pria itu malah menangkap kaki jenjang Kanava membuat Kanava terkejut karena roknya jadi kesingkep.
"Arkh ternyata bukan mulut Lo doang yang lemes ternyata Lo juga mesum anjing. lepas, sot gue jadi kelihatan dodol nih paha gue jadi kebuka lepasin," pria itu menatap rok Kanava yang kesingkep dan dia melihat paha kanava yang putih mulus didepan matanya hawa di sekitar tubuhnya menjadi panas karena hanya melihat paha kanava bahkan pipinya terlihat memerah.
Setelah itu matanya membola sadar dengan kelakukan nya dia gelagapan sendiri dan langsung mendorong kuat kaki Kanava yang ia pegang. Dia dengan cepat merubah raut wajahnya biar tidak kelihatan salah tingkah.
"Gua beneran gak sengaja super deh, Lo duluan yang mau nyerang,gua mah cuman nahan doang biar gak kena muka jadi jangan salahin gua,"
"Ah modus Lu Bambang,bilang aja kalo Lo mau liat kesemokan Badan gue kan semua cowok emang sama saja lirik sini lirik sana contohnya itu lu,"Kanava bertolak pinggang ke pria itu.
"Anjing diliat-liat badan Lo tepos ye, kagak ada isinya gak minat banget gue modus sama cewek modelan tiang bendera kayak Lo gini, arrgh Lo ngapain Jambak Rambut gue," teriak pria itu tiba-tiba karena di Jambak oleh Kanava meskipun tadi Kanava sangat susah karena tubuh pria itu yang lebih tinggi darinya.
Aksi Kanava itu tidak lepas dari penglihatan teman-teman pria dihadapannya di meja sana.mereka bertiga ternganga dengan aksi berani Kanava kepada sahabatnya belum pernah mereka melihat seseorang yang berani dengan sahabatnya atau pun mereka. maupun cowok sekalipun sahabatnya selalu menghiraukan mereka dia terkenal cuek ke orang-orang.
"Guys kayaknya bener deh si efan itu cinta sama Kana liat aja diakan gak pernah ladeni orang-orang apalagi ini cewek,"ucapan Reyhan membuat dua pria Kembar yang duduk dihadapannya saling lirik.
"Maksudnya si efan lagi jatuh cinta gitu? Wah bagus sih biar gak dikira gay terus sama orang lain," ucap Raga.
"Hem dari tatapannya aja beda gitu sama kana,tapi ya gua mah gak tau isi hatinya bagaimana jadi biarin ajalah suka sama siapa aja gua bakalan dukung dia,"Reyhan tersenyum melihat ke dua orang berbeda gender yang tengah saling Jambak.
"Menurut Lo gimana ja si efan?"tanya Reyhan kepada Raja.
"Menurut penglihatan gua,si efan kayak gamau jauh-jauh Ama dia,didalam matanya tersirat rasa kagum yang amat besar sama Kana,"ucapnya.
"Kagum?" Raja menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari kembarannya.
Memang selama ini raja baru melihat akan kekaguman seorang Raefan kepada orang lain apalagi ini kepada seorang cewek sungguh membuat dirinya tidak percaya kepada sahabatnya itu.
"Kagum karena apa? Gua baru denger seorang Raefan Ananta yang anti cewek bisa kagum juga.apa Lo gak bisa mendengarnya Ga kan pendengaran Lo tajam?"tanyanya ke raga."kalo gue sih bisa merasakannya,"Raga terkekeh tidak habis fikir dengan pria yang tengah saling Jambak dengan Kana.
"Enggak,gue kan gak bisa dengernya dodol.tapi diliatliat dia bahkan nyentuh kulit Kana biasanya kalo ada yang pegang bakalan ngamuk lah ini dia sendiri yang pegang kulit cewek gua juga Herman sama ,"ucap Raga menunjuk mereka berdua yang tengah asik bergelut.
kanava yang melihat raga menunjuknya menghentikan aksi gilanya dan menatap sinis pria bername tag Raefan yang sempat bergelut manja dengannya.dia duduk di samping Reyhan menyimpan buku komiknya di atas meja, moodnya sudah hancur untuk membaca buku komik itu.
"Ini semua karena temen kalian gue jadi gak jadi baca ni komik,"
"Yee ngapain nyalahin gua?"Raefan menggeser tubuh raja dan duduk disampingnya.
"Karena muka Lo jelek jadi gue jijik liatnya,"Kanava memperagakan ingin muntah membuat semua orang tertawa tetapi tidak dengan Raefan yang terlihat kesal.
"Kalau primadona sekolah yang kayak gini aja udah dibilang jelek terus bagaimana nasib yang Laen?"ucap Raga yang masih melihatnya cengo.
Kanava menatap sinis pria dihadapannya dia akan menambahkan pria itu di list rivalnya. baru sekolah sehari saja dia sudah mendapatkan satu rival apalagi nanti. Kanava memang bisa mengatakan ketampanan Raefan itu pari purna dilihat dari sisi manapun kelihatan keren tadi aja dia mau menambahkan dia di calon cogannya tapi sepertinya sekarang dia akan membatalkannya.
dia langsung menggeleng kan kepalanya jangan sampai dia ketipu sama wajah tampannya dilihat dari cara bicaranya aja Kanava ingin sekali menabok bibirnya itu.
"Kalian itu sahabat atau Ade kakak sih,nama kalian sama semua awalannya dari huruf R,"tanya Kanava yang melihat name yg Para pria didekatnnya.
__ADS_1
"Masa Lo gak tau kita siapa.kita ini four R pemberantas keja-hatan,"jawab Reyhan membuat Kanava menelempeng kepala bagian belakangnya.
"Pemberantas kejahatan?"semuanya mengangguk kecuali Raefan yang tengah membaca buku.
Raga mengangguk,"hmm,Menghilangkan semua penjahat dari dunia yang kejam ini.four R power ranger Tampan berubah kiyyaaa shhuuuu,"Raga berdiri memperagakan gaya khas Ronaldo membuat semua sahabatnya mendengus sebal.
Sedangkan Kanava menatap cengo Ke arah Raga Dia tidak menyangka dengan empat sekawan ini seakan tidak ada yang benar kelakuannya apalagi Raefan si mulut lemes, yang paling anteng Daritadi hanya Raja seorang.
Dia menatap raja yang tengah geleng-geleng kepala seraya membaca buku.kanava lihat,Raja seperti sudah biasa dengan keadaan absurd teman-temannya,"Ja Lo harus ekstra sabar deh punya sahabat kelakuannya kayak monyet semua.tenang ja sekarang ada gue disisi Lo jadi tenang aja,"ucapnya.
Raefan mendongak ke arah Kanava."Maksudnya lo bakal Deket sama Raja gitu?"Ucapnya dengan sedikit ketus. Raja yang mendengar nada ketus Raefan terkekeh, "mulai fossesif,"gumam raja menggelengkan kepalanya.
Kanava memicingkan matanya,"Bapak ini cemburu yah?"tanyanya membuat semua orang terbahak.
"Wah pak,jadi orang jangan cemburuan Napah gue cuman Jadi temen Rival baru Lo aja kali,"sambung Kanava.
"Siapa yang cemburu ya, gua cuman gak mau temen gua jadi banyak beban karena ditempelin Lo,"sanggah Raefan membuat semua pria disana memutar bola matanya malas.
Kanava mendecakkan lidahnya malu sudah harga dirinya yang salah sangka.
"Alesan Lo fan, bilang aja kee kalo suka entar gua embat si Kana nangis dipojokan. lumayan juga nambah satu koleksi pacar gua,"ejek Reyhan menaik-turunkan alisnya ke Raefan. Raefan tidak memperdulikan ucapannya dia melanjutkan membaca bukunya yang tertunda.
Suasana seketika hening para remaja lelaki tengah membaca buku sedangkan Kanava sedang memikirkan cara untuk nanti ketika bertemu dengan pemeran antagonis di cerita 'ternyata istriku kupu-kupu malam' dia juga sepulang sekolah nanti akan pergi ke hutan yang kemarin untuk bertemu dengan Modian.
Kanava akan membantu antagonis wanita malang itu yang sama sekali tidak bersalah dia hanya membantu sahabatnya supaya tidak terjerat dari rencana jahat protagonis wanita.kalau saja Kanava bertemu dengan mahen akan pastikan dia membabak belur wajahnya itu menulis cerita dengan tokoh yang salah seharusnya yang menjadi antagonis bukan gadis itu melainkan Medusa si ratu drama.
•••••
Seorang gadis bernama Azira memasuki Area Kantin dan menghampiri Perkumpulan para remaja laki-laki yang menatapnya dengan senyuman lembut.
Dia duduk disamping salah satu pria yang menatapnya dengan senyuman mengembang,pria itu bernama arsean."kok lama sih kamu kemana dulu tadi? Sampai keringetan begini,"tanyanya lembut sembari mengusap keringat didahi gadis itu.
"Aku tadi ketoilet sebentar kak,"jawab polos gadis itu.
"Kamu gak digangguan dia lagi kan kalo diganggu lagi, kamu tinggal bilang sama kita ya,"ucap pria bernama Arga tersenyum ke arah Azira.
"Kak Leanord gak sekolah kak,katanya dia sakit aku juga nanti pulang sekolah bakalan jenguk dia,"ucap Azira menunduk.
"Jangan percaya Sama dia zira pasti itu cuman akal akalannya doang biar bisa nyakitin kamu lagi,aku gak mau nanti dia nyakitin kamu lagi"ucap arsean mengusap Surai sang kekasih.
dia sangat tidak suka memanggil nama Leanord yang keluar dari mulutnya karena dia sudah sangat membenci sahabat kecilnya itu. Aresan hanya menganggap dia sebagai temannya saja tetapi Leanord seakan berlebihan menganggap dirinya lebih.
"Kak jangan salah sangka dulu gimana kalo kak lea sakit beneran hiks kasihan dia pasti sendirian diapartmennya gak ada yang nemenin dia,"ucapnya lirih.
Ketiga pria remaja disana tersenyum kearah zira.
"kamu itu terlalu baik Ra sama dia bahkan kamu sering di kasarin malah berbaik hati memerhatikan keadaanya yang sifatnya kayak iblis macam dia,"ucap Leonard kepada Azira.
"Kak gaboleh bicara kayak gitu sama kak lea. kakak itu kakaknya seharusnya kakak lindungin kak lea,kalau kak lea mendengarnya pasti dia akan sakit hati,"ucap Azira sedikit keras kepada Leonard selaku kakak kembarnya Leanord.
"Haha kamu ini lucu banget zira,Emangnya orang kayak dia punya hati? enggak Ra,kalo dia punya hati mana mungkin sering bully orang apalagi kamu sering dibully juga,"Leonard sangat membenci adiknya bahkan dia tidak menganggap dia sebagai adiknya karena Leonard malu mempunyai adik yang sering membully orang.
Apalagi dia sangat merutuki kebodohan adiknya yang sering membully Azira gadis cantik dan polos yang selalu bersikap baik kepada Leanord yang sering membully nya bahkan dulu Azira pernah didorong ke kolam renang sampai tenggelam untung saja arsean menyelamatnya tepat waktu ketika dia belum berpacaran dengannya.
Pada waktu itu juga mereka semua membenci Leanord yang karena dia tidak mau melihat kedekatan azira bersama arsean. Bahkan sekarang sifat dan kelakuan Leanord sangat berbeda dengan dulu dia berpakaian seksi serta bermake-up tebal dan sering mengganggu kedekatan azira kepada arsean.
Membuat semua orang jijik kepadanya.
'leanord kenapa Lo sering ganggu Kedekatan gue sama dia.ck, gue Jadinya kan Playing victim sama Lo,karena Lo menganggu rencana gue bangsat buat bales dendam. untung semuanya gak ada yang percaya sama omongan Lo itu hahaha,'
__ADS_1