Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[28] Clairvoyance?


__ADS_3

Kana menatap tajam pemuda yang barusan memaki dirinya dengan sebutan setan,siapa lagi pemuda itu kalau bukan rivalnya yaitu Raefan,dia menatap nyalang pemuda itu.


Dada Raefan naik turun karena tubuhnya Yang jadi sasaran empuk lemparan Kanava yang seharusnya terkena ialah Aysa malah terkena ke arah nya.


Reyhan menatap waswas ke arah dua orang berbeda gender yang akan mulai lagi dengan acara ributnya itu, dia langsung berdiri dan menyeret tangan mungil Aysa supaya menjauh dari mereka berdua.


Kanava maju ke arah Raefan dengan kedua tangan yang mengepal erat.saat sudah berada di hadapannya dia menatap Raefan dengan pandangan penuh arti dan tersenyum miring yang membuat tubuh Raefan langsung menciut dibawah sana.


Glek


Raefan sendiri dia menelan salivanya dengan kasar seakan ada yang berbeda dengan gadis dihadapannya.


Kanava menjambak rambut Raefan dengan kuat.


"Aww Kana sakit ******,"Ringisnya.


"Lagian siapa yang suruh Lo samain gue sama setan anjir, "dia semakin kuat menjambak rambut pemuda itu.


Raefan bangkit dari duduknya dan mencoba melepaskan tangan Kana dari rambutnya yang sudah rapih." Ya karena elo lempar bonekanya ke arah tubuh gue!"


"Woy Gitu aja marah lagian tubuh Lo kan kekar begitu mana mungkin bisa sakit?, Cih dasar lemah,"Kanava melepaskan jambakannya, dia bersidekap dada menatap Raefan sinis.


"Lo udah gila, atau setengah tidur? Badan gue kekar kayak gini Lo bilang apa tadi? Lemah? Buka tuh mata Lo,"Tunjuknya pada mata Kana.


"Mata guee terbuka lebar nih dan benar-benar sadar,"Kanava melototkan matanya biar Raefan tahu kalau matanya benar-benar terbuka lebar.


"Oh kirain buta, udah dulu bisu Kan gak mungkin kalo tibatiba Lo sekarang buta,"Jawab Raefan tak kalah tajam dari perkataan Kanava tadi.


Kanava ingin maju melangkah namun dia langsung melirik ke sampingnya dimana Rubby dengan tiba-tiba menyodorkan sapu kearahnya, jangan lupakan juga senyuman Rubby yang menyeringai. Kanava membalas seringai an Rubby dengan senyuman yang mengembang.


Raefan sendiri melototkan matanya, kenapa adiknya Itu malah membela Kanava kan seharusnya dirinya sebagai kakak gadis kecil itu.


dia memundurkan langkahnya karena Kanava mulai berjalan ke arahnya dengan membawa sapu yang di elus-elus di tangannya.


"Raefan oh Raefan, kesini ganteng, tampan nya yang kayak monyet punya gue sini,"Ucapnya sambil berjalan perlahan ke arah Raefan yang tengah mundur.


Raefan sendiri dia mulai menghalangi langkah kana dengan barang yang dibuangnya ke arah Kana dia mengambil semua benda yang berada di dekatnya, mau itu remot Tv atau bantal pun dia lemparkan ke arah Kanava.


Sungguh Kanava malam ini sangat menakutkan dimata Raefan apalagi tatapannya itu yang mengarah ke arahnya tajam bak belati yang sering di pakai olehnya ketika membasmi para makhluk jahat.


"Raefan sayang sini nak ibu tak gendong Hwahahahaaahaaa,"Tawa Kanava bak iblis yang tengah bahagia.


Set

__ADS_1


Bug


Raefan mengambil bantal yang berada dikursi dan melemparnya ke arah Kana, kanava sendiri langsung menggunakan sapu itu supaya benda yang dilempar Raefan tidak mengenai wajahnya yang cantik.


"Gak kena blee,"


"Kana jangan macem-macem lah badan gue gak mau sakit,"pintanya.


"Menyedihkan, sangat tidak lucu gais seorang cowok yang punya badan kekar malah kaya gini takut Ama gue,letoy! ck gak nyangka gue kalo Lo itu bukan hanya mulut lemes doang nyatanya badan Lo juga sama-sama lemes," Kanava geleng-geleng kepala tidak habis fikir dengan pemuda dihadapannya itu.


Set


Krek


Raefan menggeser sebuah kursi ke hadapan Kana.


Syut


Kana gadis itu menendang keras kursi yang berada dihadapannya.Raefan berlari karena Kanava semakin dekat dengannya daripada badannya pada memar dipukul oleh gadis itu lebih baik mending kabur.


Kana yang melihat Raefan kabur ikut menyusulnya dengan seringai yang sangat menyeramkan, untung lah dirinya tidak gemuk jadi memudahkannya untuk mengejar rivalnya yang kabur darinya.


Padahal Kan pemuda itu akan disayang sayang olehnya menggunakan sapu pemberian Rubby.Dia tidak menyangka ternyata amukannya didukung sama gadis berumur empat tahun itu.


"Kak Kana ayo kejar bang Rara,"teriak Aysa yang tengah berada di pangkuan Reyhan, Setelah tadi Reyhan menggusurnya dia langsung duduk dipangkuan Reyhan.


"Lo kenapa sering banget ngerusak nama orang egge, gue Raefan cil bukan Rara,"geram Raefan disela larinya menjauhi Kanava. Raefan Lari menuruni tangga dengan cepat disusul Kanava.


seharusnya Kan dirinya Yang mengejar gadis itu karena menimpuk tubuhnya dengan boneka besar kenapa sekarang jadi Kanava yang marah kepadanya


Aysa sendiri hanya menulikan telinganya seakan tidak mendengar ucapan Raefan dia lebih memilih memakan bolu durian yang berada di tangannya.


Raja yang melihatnya langsung berteriak kesenangan membuat yang berada di sofa mengalihkan pandangannya heran ke Arah pemuda dingin itu.


"Haha inget ga taruhannya ya haha yes,yes,yes,"Raga sendiri hanya mendengus sebal karena kalah dari taruhan isengnya tadi.


"Ja Lo kesurupan?"Tanya cengo Reyhan.


Plak


Seorang gadis yang tengah makan Snack nya santai memukul bahu sepupunya. "Mana mungkin orang kayak Raja kesurupan yang ada udah takut duluan setannya,"Kilahnya.


"Iya juga ya,"

__ADS_1


Raja sendiri hanya menghiraukan ucapan dua orang itu, wajahnya berseri-seri menatap ke adiknya.


"Iya-iya nanti gue deketin kalian berdua,"Ucap Raga pasrah.


Raja menabok lengan kiri adiknya. "Nah jadi adek gue itu harus baik sama abangnya,"ucapnya dengan senyuman mengembang, tidak seperti biasanya yang dingin dan datar mungkin karena perasaan ke gadis itu yang akan dibantu adiknya.


Raja bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar tamu dengan sesekali dia tertawa membuat semua orang menatapnya cengo, Raga juga yang selaku adik kembar Raja menatap kelakuan aneh abangnya mulutnya menganga sangat lebar.


Belum pernah dia melihat Raja seperti itu hanya kepada kedua orangtuanya saja bersikap manja.


"BangBang kayaknya beneran deh kalo bang Raja itu kesurupan,"Ucapnya ke dua pemuda itu.


"Kan udah gue bilang Joli-jolipret kalo dia itu kesurupan,"jawab Reyhan, sementara gadis di samping Reyhan mengangguk membenarkan ucapan sepupunya itu.


Gadis itu bernama Callista Jolicia Cainsley anak dari Nelly si janda kembang alias adik dari ayahnya Reyhan Yaitu Noah, sifatnya judes mirip Reyhan Bukan hanya judes dia juga pemarah kalau saja ada yang mengganggu dirinya pasti akan mengamuk.


"Oh iya tadi gue ketemu sama anak nya si Alex itu tau disekolah,"Ucap Jolicia Membuat kepada empat orang yang tersisa disana menoleh ke arahnya, siapa lagi kalau Reyhan Raga Rubby dan Aysa.


"Masa? gue gak tau aura nya Bagaimana jadi mana bisa tau wajah nya kayak gimana, mungkin karena dulu leluhurnya mengikatkan janji dengan makhluk Jahat. mengakibatkan semua garis keturunan nya Gak akan kecium atau terlihat auranya,"Jelas Raga.


Raga mengambil Jus Tomat miliknya di meja dekat dengan Snack milik Jolicia."Terus kenapa elo bisa tau kalo dia anak si alex? Kan kita semua gak bisa merasakan auranya,"sambungnya menatap Jolicia yang santai memakan kripiknya dari tatapan pengen dari Rubby didedapan sana.


"Ahahaha gue sebenarnya cuman nebak aja sih,"


"Ck, dasar kak Jojopret aku pikir beneran dia orangnya,"Ujar Rubby yang tengah berjoged di atas sofa single.


Aysa menatap lantang bocah berumur empat tahun itu yang berjoged ria,"Heh bocil kalo jatuh entar jangan nangis,"


"Kalo Lo cuman nebak ngapain ngomong Anjai,"Geram Reyhan.Joli merangkul Leher sepupunya dengan gemas, bukannya lembut dia malah seakan mencekik sepupunya membuat Reyhan mendorong tubuh Aysa di pangkuannya.


Jolicia melepaskan pelukannya. "ya gue gak nebak dia bagaimana coba? Orang cowok itu siswa baru kelas tiga yang pindah ke sekolah kita,"jelasnya.


Mereka semua terdiam ketika mendengar penjelasan Jolicia yang mengatakan siswa itu adalah murid baru apalagi kelas tiga fiks jadi memang benar pemuda itu Keturunan Narendra.


Cring


Aaww


Mereka menoleh ke arah Rubby yang barusan berteriak di sofa, dan mereka melihat kalau Mata Rubby bersinar.


"Ada apa Rubby,"Ucap semuanya berbarengan, mereka semua dengan cepat berlari mendekat ke arah Rubby yang menutup matanya.


Terlihat mimik sakit di wajah Rubby yang semakin membuat mereka cemas akan kondisi bocah berumur empat tahun itu.

__ADS_1


Rubby Mendongak menatap Satu persatu orang disana dia menggeleng kan kepalanya," gak apa apa, cuman kayaknya Aku dapet kekuatan itu deh,"ucapnya polos sambil tersenyum penuh arti.


"Maksudnya sama kayak Bang Raja, Clairvoyance? Enak bener andai aja gue yang punya kekuatan itu lah malah ini bocil,"


__ADS_2