
Kanava tadi setelah mengantarkan Leanord ke apartemennya langsung pulang mansion kedua orangtuanya membuat Keyla mamih Kanava terkejut dengan seekor monyet yang datang bersama putri kesayanganya.
Hari sudah malam dan membuat mereka bertiga menuju ke ruangan keluarga untuk berbincang-bincang.Kanava mendudukan pantatnya di tengah-tengah kedua orangtuanya setelah tadi mereka makan malam dengan kidmat tanpa gangguan, mereka juga ingin membicarakan tentang Modian monyet yang di bawa Kanava kemansion ini tentu saja kedua orangtua kanava merasa heran dengan tingkah laku aneh Kanava ini.
"Princess sebenarnya monyet yang kamu bawa itu dapet dari mana?,kamu jangan ambil bawa hak yang bukan milik kamu kalo pemiliknya marah gimana monyetnya diambil. kalo kamu mau peliharaan biar papih menyuruh anak buah papih yang belinya untuk kamu atau kamu mau semua hewan yaudah biar papih beli sama toko hewan peliharaannya langsung biar kamu puas ya,asalkan kamu kasih lagi monyet itu kepemilik aslinya,"ucap Rafka selaku ayah dari Kanava.
"Pih Modian itu monyet milik aku,dia udah lama aku rawat di hutan dan baru kesempatan hari ini bawa dia kerumah,papih tau sendiri kan aku sering pergi kehutan,"ucap bohong Kanava karena kalau dia jujur tentang semuanya yang ada dibilang halusinasi,sebenarnya Kanava tidak semuanya berbohong hanya kalimat terakhir yang benar, Kanava juga tahu alasan Kanava tanpa jiwa sering kehutan itu untuk apa.
Rafka memang tahu kalau Kanava yang dulu sering kehutan itu dari anak buahnya yang sering memantau putrinya dari kejauhan.Karena Kanava dulu tidak mau diganggu ataupun diikuti siapapun jadi Rafka hanya menyuruh anak buahnya memantau dari jarak jauh.
"Yaudah kalo monyet itu milik kamu papih gak akan ngelarang kamu buat rawat dia,tapi apa kamu mau hadiah sesuatu dari papih? kamu belum pernah menerima hadiah semenjak kecelakaan itu,"Kanava berfikir mendengar ucapan papihnya.
"Beneran nih pih mau ngasih hadiah?"tanya Kanava mengangkat alisnya,"iya sayang,pasti papih kamu mau ngasih apa aja buat kamu dia kan kaya kamu rampas aja semua hartanya terus bagi dua deh,"bukannya Rafka yang menjawab malah Keyla.
Ucapan Keyla membuat Kanava terbahak,tidak diduga panteslah kelakuan dia begini kalau mihnya aja lebih dari dia," haha mih astaga mamih mau ngerampok papih? kapan, ayo kita laksanakan haha,"
"Astaga kalian mau ngerampok papih nih ceritanya supaya papih bangkrut,"ucapnya Melas kepada istri dan anaknya.mana mungkin seorang pengusaha tersukses di Indonesia bangkrut begitu saja karena cuman di rampok sama anak istri mau di rampok sama seluruh kota pun perusahaannya masih banyak.
"Oh iya pih aku mau sesuatu apa papih mau ngabulin kemauan aku itu,"ucap Kanava pada sang papih.
dia sebenarnya dari pagi ingin sekali memakai motor kesekolah dan tidak di jemput oleh supirnya tapi dia takut papihnya tidak mengijinkan dia menggunakan motor.
"Iya princess apa yang kamu mau apa akan papih kabulin,"ucap dia mengusap puncak kepalanya pelan.
Mata Kanava berbinar mendengarnya tidak seperti tadi yang terlihat murung."serius?" Rafka mengangguk.
"Iya Kana papih kamu pastilah bakalan kabulin kemauan kamu,mau itu pesawat pribadi buat kamu dia akan membelinya uangnya gak bakalan habis tujuh turunan,"Keyla terkekeh melihat mata Kanava yang penuh binar.
"Hemm mamih kamu aja tau kalo uang papih gak akan ada habis-habisnya pengusaha tersukses gituloh," ucapnya bangga menyombongkan diri.
"Yaudah kalo gitu kalian gak boleh marah,"
"Iya kita gak akan marah sama putri cantik kita,mana bisa marah sama putri kesayangan papih,kemauan kamu akan papih kabulin asalkan itu enggak akan membahayakan diri kamu,"
"Janji gak akan marah ya,jangan larang-larang kalau sudah janji,harus kabulin permintaan aku cuman satu kok,"ia menyodorkan dua jari kelingkingnya ke arah papih dan mamihnya.
"Iya janji,"
Kanava tersenyum ke arah kedua orangtuanya,"aku ingin membeli motor sport pih," mata kedua orangtuanya melotot,Kanava yang melihatnya berdiri dan berkacak pinggang,"ingat kalian udah janji dan gak akan larang-larang,besok udah harus ada warna biru navy buat aku berangkat sekolah ingat ya harus udah ada,makasih mih pih cup_cup,"
Kanava langsung langsung berlari setelah mencium pipi kedua orangtuanya,dia sudah lelah dan akan tidur sekaligus melihat apa kamarnya berantakan apa tidak karena Modian ada disana.
Keyla menatap kearah putrinya yang akan menaiki tangga ,"Kana kamu kenapa pakai tangga pakai lift biar gak capek nak,terus jangan lari-lari"teriaknya yang langsung dibalas oleh Kanava.
"Gapapa mih sekaligus olahraga malam, kaliankan olahraga malamnya kan di ranjang kalau aku ditangga sambil lari,"ucapnya membuat keduanya melotot.
"Kana kamu belajar kata itu dari mana hah,"Keyla menatap punggung Kanava yang mulai menghilang di atas tangga.
"Gak dari mana-mana,Tapi emang bener kan! Suami istri itu sering kelonan terus bik_"teriak Kanava yang suaranya sudah hilang karena badannya sudah tak terlihat lagi dimata kedua orangtuanya.
Mereka berdua tahu apa omongan terakhir Kanava apa,"astaga anak kamu kenapa jadi gitu kelakuannya,"
__ADS_1
"Itu anak kamu makin kesini makin mirip kayak kamu dulu kalo ngomong gak pernah disaring,dulu aja kamu sering ngeluarin kata-kata jorok disekolah,"frustasi Rafka kepada istrinya.
tapi memang benar kalau Kanava itu kelakuannya mirip sekali dengan istrinya pas masih muda sampai-sampai membuat hatinya kepincut dengan Keyla yang barbar. mereka saling membenci satu sama lain Rafka ketua osis yang kejam dipertemukan dengan Keyla yang Sering keluar masuk ruang BK membuat keduanya jadi rival,namun karena sering bertemu membuat keduanya terjerat perasaan cinta.
"Halah lo kenapa bawa-bawa masa lalu! dia kan bibit lo kali!"Keyla berdiri dan menatap tajam Rafka.
"Heh Lo yang ngandung dia marinem,"
Keyla menunjuk muka Rafka dengan perasaan dongkol kepadanya.
"Iya Tapi Lo kan yang ngadonnya gue mah jadi wadah nya,kalau Lo gak mau anak Lo gak kayak gue harusnya dulu Lo ngadonnya yang bener biar anak kita kelakuannya gak mirip gue ,"
Rafka ikut berdiri dari duduknya,"iya itu semua karena waktu malam pertama Lo tidurnya gak bener jadi gue salah ngadonnya!"
Mereka diam saling pandang cukup lama hanya karena Kanava yang mirip Keyla membuat keduanya jadi ribut. Mereka tertawa karena sadar akan kelakuannya ini Yang mengingatkannya pada masa sekolahan yang selalu saja ada drama.
Pasangan suami istri itu berpelukan bak anak remaja yang tengah kasmaran Rafka menangkup pipi istrinya dengan gemas dia menggigit pipi tembem itu membuat Keyla meringis sakit dan langsung menabok lengan kekar suaminya.
.
.
Keesokan harinya Kanava sudah berdiri di depan motor sport yang sudah ada dihalaman mansionnya.dia akan berangkat kesekolah dengan setelan celana hitam panjang serta jaket, dia nanti akan mengganti dengan seragamnya di toilet sekolah. Matanya berbinar saat melihat motor barunya Yang terlihat keren dengan ukurannya yang besar dan warna biru navy kesukaannya.
Dia menaiki motor itu dengan gembira di juga sudah membawa helm di jok belakangnya buat nanti Leanord.sekarang dia akan menjemput dulu Leanord ke apartemen gadis itu.
Kanava menggulung Rambutnya ke dalam tanpa karet dan memakai helm fulfacenya dia terlihat seperti anak cowok.
Dia menjalankan motornya melesat meninggalkan halaman luas tadi.papihnya sudah berangkat lebih dulu kekantor dan mamihnya pergi ke kafe untuk bertemu dengan teman-temannya.Kalau Modian Kanava tidak tahu monyet itu ada dimana sekarang tapi tadi malam katanya Modian berbicara kalau setiap pagi dia akan pergi entah pergi kemana Kanava tidak tahu.
"Waah akhirnya gue bisa kebut-kebutan juga, terakhir seminggu yang lalu gue pegang motor mahen,"gumamnya.
Kanava Menjalankan motornya mengebut menyalip semua kendaraan didepannya membuat semua orang meneriakinya.
Di depan sana dia melihat ada mobil yang berdekatan dengan mobil disampignya,Kanava melewati jalan diantara dua mobil itu membuat pengendara itu terkejut.
"Woy kalo berkendara itu yang bener,"teriak bapak-bapak yang barusan dia salip.
Kanava mengangkat dua tangannya dan menangkupkan ke atas kepala seakan meminta maaf kepada pengendara itu.DiA melanjutkan lagi motornya supaya bisa sampai ke tujuan.
Tak Terasa dia sudah sampai didepan panthouse milik Leanord memang gedung ini pemberian kedua orangtuanya,jadi Leanord tidak susah lagi untuk mencari Uang.kanava melihat Leanord yang sepertinya sedang menunggunya Leanord mungkin tidak tahu kalau yang mengendarai motor sport itu Kanava karena dia belum membuka helmnya.
"LEA INI GUE KANA,"Teriak Kanava membuat Leanord menoleh ke arahnya dan berjalan.
Mata Leanord mengerjap lucu melihat ke arah Kanava,"Lo Kana?"Kanava mengangguk."gue gak percaya ternyata Lo bisa naek motor juga,tadi aja gue ngira Lo cowok. Lo dulu yang terlihat cupu nyatanya suhu,"
"Iya dong gue gituloh, calon bininya Cha Eun woo dilawan, suhu gue tuh cantik lagi,"
"Ck,kumat tingkat kepedean Lo,"Leanord menggeplak paha kanava.memang mereka sudah semakin dekat kemarin sebelum sampai di panthouse nya Leanord mereka mengobrol ria layaknya sudah bersahabat sejak dulu.
"Shh ngehalu jadi bininya dia bolehlah,daripada enggak samasekali,"ucapnya membuat Leanord memutar bola matanya malas dia tidak menyahut ucapan Kanava,dia hanya memasangkan helmnya dan menaiki motor tinggi itu.
__ADS_1
"Widih Ini motor gede banget baru pertama kali gue naik motor kayak gini,motor biasa juga gue belum pernah,"ucap Leanord yang sudah duduk di belakang Kanava.
Kanava menoleh kebelakang,"Masasih Lo gak pernah naik motor sama sekali?"
"Hem asli gue juga sempat iri saat Abang gue bonceng orang lain sementara gue belum pernah di bonceng sama dia haha miris banget kan hidup gue.tapi gue ingat kalo gue gak boleh iri sama orang,"Kanava mengangguk,"udah anggap aja gue sebagai kakak Lo, Lea pegangan kita ngebut,"
Mereka meninggalkan tempat itu dengan kecepatan diatas rata-rata membuat Leanord memeluk erat Kanava diantara mereka terhalang tas ransel milik Kana.
Leanord berteriak keras karena baru merasakan suasana yang baru dalam hidupnya, lega itulah yang menggambarkan hatinya sekarang kedatangan Kanava membuatnya merasakan masih ada orang yang tulus dilingkungan nya.
Leonard memeluk erat Kanava kepalanya tiba-tiba pusing,Kanava melajukannya benar-benar cepat membuat Leanord takut kejengkang.
"Gila bener sih ini ngelajalanin motor si Kana tapi seru,entar gue mau minta diajarin lah,"BAtin Leonard.
Brum_ckit
Motor biru navy milik Kanava sudah sampai di sekolah karena dia membawa motornya dengan kecepatan penuh, kecepatan motornya membuat Leanord yang jadi penumpangnya merasa pusing dan mual.kanava memarkirkan motornya penuh dengan aksi membuat semua murid melihat ke arah motor itu heran apapakah ada murid baru,fikir mereka.
Leanord turun dari motor dengan cepat karena perutnya seakan di obok-obok membuat isi perutnya bergejolak dia membuka helm fulface nya secara kasar.
"Huek anjir pala gue jadi pusing kayak gini ******, Lo gak salah bawa motor kayak Messi Kok jadi Messi, Messi kan pemain basket eh sepak bola Rossi maksudnya. kenapa Lo bawa motor kayak Rossi? ini semuanya karena Lo 'gue jadi puyeng gini,"Leanord memejamkan penglihatannya yang berputar hebat dia menyenderkan kepalanya di bahu Kanava.
"Hehe gue kan emang kayak gitu,eh Lea lihat kita jadi sorotan satu sekolah nih kemaren gue sekarang kita BErdua,"Leanord hanya melirik sebentar ke arah para murid itu karena kepalanya yang terlalu pusing.
Semua murid yang dari tadi awal melihat kedatangan Leanord dan Kanava tadi terkejut karena mereka belum pernah melihat seorang iblis sekolah Wijaya Datang kesekolah bersama orang lain apalagi ini siswa.siswa? Mereka semua berfikir kalau orang yang datang bersama Leanord itu adalah cowok.
sebenarnya mereka juga terkejut dengan muka Leanord yang tanpa makeup tapi mereka lebih terkejut dengan cowok yang bersamanya.mereka saling berbisik sampai terdengar sama tiga pria yang sedang duduk diatas motor sport.
"Kalian dengar bisikan itukan,"Ucap pria bername tag Arga.
"Heh kalian lihat dia mau berdrama lagi kayaknya,bawa-bawa cowok kesekolah pasti cowok itu diberi keperawanannya atau memang udah lama dia gak perawan,"ucap sinis pria itu. Karena penglihatan dia dan teman-temannya teralihkan ke motor sport berwarna biru itu.
"Iya Le adik Lo udah bener-bener makin kesini makin-makin kelakuannya,"ucap Arga kepada Leonard, benar tadi yang berbicara nyelekit itu Leonard kakak kembarnya Leanord.
"Gue gak punya adik inget itu,"tatapannya tajam ke arah temannya itu membuat Arga ngeri melihatnya.
"Ar Lo kayaknya harus semakin berhati-hati sama kelakuan dia jangan sampai Lo kegoda sama ****** kayak dia,"ucap Leonard kepada Arsean yang dari tadi hanya melihat tajam ke arah Leanord. Dia sangat kesal dengan kelakuannya yang sering membully kekasih hatinya.
"Btw,siapa tuh cowok mau-mau aja sama cewek iblis kayak dia,kayaknya anak baru,"
Balik lagi ke Kanava dan Leanord. Kanava melirik ke Leanord yang sudah tidak menyenderkan kepalanya pada bahunya."Lo udah gak pusing lagi?"tanyanya.
"Pusing Sedikit sih,"
Kanava melepaskan sarung tangannya, "Mana biar gue cek deh ,"
"Ck, apaan anjir emang pusing bisa di cek,udah kayak orang sakit aja guekan sehat,"dia mengarahkan tangan Kanava pada dahinya.
"Tuh kan Lo emang bener sakit,sakit hati melihat pujaan hati jadian sama cewek Laen,"
Plakk
__ADS_1