Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[27] KANAVA SETAN!


__ADS_3

"Ewlo,"Tunjuknya dengan masih ada bolu ditangannya.


Dia menyunyah bolu yang berada di mulutnya dengan cepat,dia menghampiri mamihnya yang menyuruhnya untuk duduk disampingnya lebih tepatnya di hadapan Raefan.


Dengan malasnya dia duduk disana karena masih kesal dengan pemuda yang berada di hadapannya,Rafka mengusap puncak kepala putri semata wayangnya.


Kana tersenyum kepada papihnya dengan mulut penuh makanan ringan tadi. Dia dengan cepat menelan sisa bolu di sana karena ingin segera dirinya berkenalan dengan semua orang disana.


"Astaga pelan-pelan princess kalau keselek sakit nanti,"ucap Rafka menyodorkan air putih kepadanya.


Raefan yang mendengar kalau Rafka menyebut Kanava princess menjadi geram,"Pih gak cocok banget Kana di panggil princess mana ada princess barbar,"Sindirnya kepada Kanava yang menatapnya melotot.


Kanava mendorong kaki Raefan dibawah sana seakan untuk diam,"diam gak Lo,"ucapnya membuka mulut sedikit.


"Awss, MOMMY SAKIIT,"Adunya kepada Clara di ujung sana, memang dia duduk di kursi dekat dengan Rafka dan berhadapan langsung dengan Kanava.


"DIAM,"Raefan yang dibentak mommynya mencebikan bibirnya, maunya tadi dia mengadu malah dirinya sendiri yang seakan tidak di anggap dia lupa kalau mommynya sangat menyayangi kanava bukan hanya mommynya melainkan semuanya.


Kanava menjulurkan lidahnya karena merasa bahagia melihat Raefan dibentak oleh mommy Clara, tunggu Kanava mendatarkan wajahnya ketika mengingat yang di panggil mommy oleh Raefan ialah Clara. Dia berdiri dan....


Brak


Semua orang yang terkejut karrna dengan tibatiba Kanava menggebrak meja makan dengan kuat, tidak terkejut bagaiman coba orang mereka satu meja makan yang panjang.


"MOMMY CLARA, RAEFAN ITU ANAK NYA MOMMY?"Tanya nya menatap ke arah Clara.


Clara tersenyum penuh arti dan mengangguk ke arah Kanava,"Iya cantik,"


Kanava mandatarkan wajahnya,"kok beda?" Mereka semua menatap Kanava heran apalagi para anak kecil menatap nya sambil tepuk tangan tapi dengan tatapan cengo.


"Mmm beda kenapa ya? Emangnya ada yang salah sama anak Daddy ya?"Kanava menatap pria setengah baya disamping violet dengan canggung, jadi itu ialah suaminya mommy Clara kok tampan?sugar Daddy nih,pikirnya.


Separuh orang disana tertawa karena mendapat kilasan dari pikiran Kanava yang membuat perutnya Seakan dikocok. Kanava sendiri menatap orang orang yang tertawa itu dengan heran apa ada yang salah dengan wajahnya.


"Haha haha Iya dad eh om anak om beda dari yang lain,"Semuanya menatap Kanava tanpa terkecuali mamihnya sendiri juga ikut-ikutan penasaran dengan ucapan Kanava.


"Beda bagaimana ka?"Tanya Raga yang penasaran Kanava bukan hanya dirinya saja semua orang dimeja itu ikut penasaran.


"Ya beda kata violet itu abangnya mirip sama monyet gue, gue gak tau kalau abangnya itu adalah Raefan sumpah gue gak nyangka ternyata memang benar kalau gue sama violet itu sefrekuensi. Oh ya Lo tau kan Modian? Monyet waktu itu yang gue bawa ke taman,memang benerbener mirip sama Raefan,"jelasnya membuat semua orang hening tidak ada yang berbicara tapi Keheningan itu tidak bertahan dengan lama.


Semua orang tertawa membuat kanava bingung sendiri dia menatap Raefan yang tidak tertawa Seperti yang lain dan hanya menatap dirinya dengan datar.


"Ehm apa kalian semua terkena virus nya Lea ya?"Mereka semua menghentikan aksi tawanya,apalagi Raja yang mendengar nama gadis itu langsung menormalkan wajahnya.


"Virus?, Lea?, Siapa?"tanya mereka semua dengan berbarengan seakan membuat telinga Kana jadi berdengung.

__ADS_1


"AH namanya Lea dia itu sahabat aku ya, dia adalah manusia spesies langka memiliki virus polos yang udah melekat di tubuhnya jadi apa beneran Kalian udah terkena virus itu?"


"Astaga kamu ini ada-ada aja Kana,"Ucap seorang pria paruh baya di samping Reyhan, mungkin itu ayahnya.


Kanava mendekat ke arah mamihnya dan membisikan sesuatu disana,"Oh iya Mih apa mereka kenal sama aku ya?, aku gak tau,"bisiknya.


"Mereka kenal kok, kenapa emangnya kamu lupa?"bisiknya menahan tawa karena mana mungkin Kanava tau orang jiwa nya saja waktu itu belum datang ke dunia fiksi kan Baru sekarang.tubuhnya saja yang bertemu dengan mereka semua.


Kanava gelagapan sendiri yang ditanya seperti itu oleh mamihnya, harus jawab apa dirinya, bertemu saja belum pernah. Modian sama sekali tidak mengatakan apapun soal ini kepadanya.


"Ah Haha aku lupa sebenarnya sih,"Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa boleh aku kenalan ulang sama kalian?"tanyanya canggung bisa dikira aneh dia sama semua tamu di sana. Karena minta kenalan ulang. Dia juga masih terkejut karena Four R ada disini dan juga ternyata anak dari sahabat mamihnya.


"Boleh,"


Disisi lain Aslan pemuda berambut gondrong itu tengah berada di sebuah taman yang sepi hanya ada suara binatang malam terdengar di pendengaran pemuda itu.


Dia menatap pantulannya bayangannya di dalam sebuah kolam yang ber ada di bawah sana.dia seakan sedang bimbang dengan tujuan hidupnya saat ini.


Aslan dia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya sudah dua jam dirinya berdiam di taman yang sepi ini tidak ada orang selain dirinya karena hari yang sudah malam sekitar pukul sembilanan lebih.


Dia mendongak ke atas melihat sinar bulan yang terlihat terang malam ini yang mencerahkan seisi dimanapun tempat gelap, tidak sesuai dengan hatinya yang gelap pemuda itu menghela napasnya gusar.


Beberapa menit dia hanya menatap bulan ponsel di saku jaketnya berdering menandakan ada seseorang yang menelponnya. Dia mengambil ponselnya dan membaca nama yang tertera disana ternyata itu adalah orang yang dia sayangi.


"Ya,"


"kamu beneran mau pindah sekolah?"Tanya gadis itu..


"Sudah tadi pagi,"Jawabnya datar.


Terdengar Helaan napas di sana,"kenapa Abang turutin semua rencana keluarga kita sih bang, aku kecewa tau sama Abang, gimana nanti kalo bunda tau pasti akan marah besar sama kamu,"


Aslan hanya diam tidak menjawab ucapan adik kesayangannya,sebenarnya dia juga sangat risau kalau nanti bundanya akan marah kepadanya sungguh sekarang dia sedang bimbang antara menuruti kemauan ayahnya atau bundanya.


"Abang, Abang Halo kenapa kamu diam saja? Abang lagi dimana sekarang? Aku susulin Abang ya kesana,"


"Gak perlu kesini dek, Abang lagi nenangin diri aja di taman,"Ucapnya.Dia menatap Pantulannya di air kolam.


"Hem, bang kenapa sih semua keturunan kita menginginkan kekuatan dari semua keturunan pilihan itu bukankah keturunan kita itu egois? Kita sudah di beri kekuatan Tapi kita ingin lebih kekuatan itu,Aku sebenarnya tidak mau lahir sebagai keturunan Narendra,"Lirihnya gadis itu.


•••••


Kanava bersama anak-anak sahabat mamihnya kini berada di lantai dua tengah main bersama, sedangkan para orangtua berada dilantai satu tengah mengobrol. setelah Selesai makan mereka semuanya mengatakan akan menginap di mansion ini, dengan senang hati tuan rumah mengijinkan mereka.

__ADS_1


Kanava sekarang tengah mengejar seorang anak perempuan yang sekitar berumur sepuluh tahunan, gadis kecil itu mengambil bolu ditangan Kana jadi dia kejar kejar oleh Kanava karena bolu yang tersisa satu itu diambil begitu saja oleh anak perempuan itu.


"AYSA KEMBALIIN BOLU KAKAK, KENAPA KAMU AMBIL BOLU SATU-SATU NYA ITU DARI TANGAN KAKAK,"Teriak Kanava mengejar anak perempuan yang diketahui bernama Aysa, anak dari Alfred dan Gisella keturunan Louis.


Aysa menoleh kebelakang menatap Kanava,"NGGAK MAU WLEE,"Balas Teriak Aysa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Kanava.


Semua orang di lantai dua itu menatap dua gadis itu yang saling kejar-kejaran,"AYSA KAMU ANAK SIAPA SIH KOK NAKAL? KEMBALIIN GAK ITU MILIK KAKAK,"


"UDAH LAH KA KASIH AJA KE AYSA, CUMAN SATU AELAH,"Teriak Raefan yang tengah main game kontrol bersama Reyhan di bawah lantai dekat tv berlayar lebar.


"NGGAK MAU ANJIR,"Balas Kanava pada Raefan.


"BUAT AKU AJA DEH KAK ORANG UDAH DI TANGAN AKU,"


"ENGGAK, AWAS AJA KALO KAMU MAKAN BOLU ITU KUNCIRAN KAMU AKAN KAKAK GUNTING SEMUANYA,"Ancam Kanava mengejar Aysa.


"GAK MAU WLEE,"


Kalau Raefan dan Reyhan tengah main game sikembar tidak identik Itu menatap Kanava dan Aysa yang lari-larian, Mereka berdua saling taruhan siapa yang akan memenangkan bolu durian itu.


"Bang siapa yang menang? Gue dukung Kana,"Ucap Raga mengambil Snack di meja dengan pelan-pelan jangan sampai gadis di hadapannya tahu Kalau dia mengambil Snack miliknya pasti dia akan di babak belur habis-habisan oleh gadis itu.


"Aysa,"Jawabnya datar.


"Kalo gue yang menang Lo harus kasih gue motor Suzuki yang baru Lo Beli gimana,"


"Kalo gue yang menang?"Tanya datar Raja.


Raga Menaruh jari telunjuknya di dagunya,"ehm kalo Lo menang gue deketin Lo sama Lea deal,"Raga menyodorkan tangan kanannya ke arah Abangnya, dengan senang hati Raja langsung menyambar


tangan Raga."Deal,"ucapnya datar.


Gadis yang berada di hadapan si kembar menoleh kebelakang dengan senyuman mengembang namun ketika melihat ke semua Snack yang ada di meja dadanya langsung turun naik,amarahnya langsung kambuh karena ada yang hilang satu snacknya.


Dia menatap sikembar dengan nyalang pasti salah satu diantara mereka yang mengambil, Raja yamg ditatap tajam oleh gadis itu menelan salivanya dengan kasar dia menggerakkan matanya ke arah kiri dimana adiknya berada. Gadis yang menatap pergerakan mata Raja ke arah Raga pun langsung melemparkan Snack yang ada di tangannya kewajah Raga.


"Arrggh Lo apaan sih, wajah gue jadi kotor egge,"


Kanava sendiri dia masih mengejar gadis kecil itu yang berlari ke arah Raefan dan Reyhan yang tengah main game.


Kanava mengambil boneka yang berada di sopa dan mengarahkan boneka yang lumayan besar itu ke punggung Aysa, dai melemparkan nya tepat ke arah Aysa berlari.


Aysa menoleh kebelakang karena tidak mendengar suara teriakan Kanava, matanya melotot saat boneka besar yang dilempar kana hampir terkena dengan tubuhnya, karena terkejut dia langsung saja bersembunyi di salah satu tubuh abangnya yang tengah fokus bermain game kontrol disana.


Brug

__ADS_1


"ARRGGH ANJING, KANAVA SETAN!"


__ADS_2