Kanava (Transmigrasi)

Kanava (Transmigrasi)
[05]Sebenarnya Siapa Modian?


__ADS_3

"Apa kalian paham dengan penjelasan saya tadi kalau paham coba dua diantara kalian terangkan penyakit pada sistem peredaran darah fungsi utama dari sistem sirkulasi untuk memasok oksigen,hormon,dan nutrisi penting lainnya ke sel-sel tubuh Dan jaringan.yang dijelaskan Cuman tiga saja A jantung coroner B serangan jantung dan C cacat jantung bawaan,"ucap Bu yang memakaikan kacamata bulatnya yang terlihat sangat lucu dimata murid.


Mereka menahan gemas pada guru itu supaya tidak memegang pipinya yang terlihat cubby apalagi semua siswa serasa ingin mengarungi guru muda itu yang terlihat cute karena memskai kacamata bulatnya.


Ini pelajaran terakhir jadi Bu citra guru biologi meminta para murid untuk menerangkannya hanya tiga penyakit pada sistem peredaran darah karena bel pulang sekolah sebentar lagi akan berbunyi.


Bu citra melihat ke salah satu murid untuk dia tunjuk,"Oke untuk yang pertama kamu Azira tolong terangkan bagian A tadi,"tunjuk Bu citra ke arah Azira sambil tersenyum.


"Jantung coroner merupakan penyakit jantung yang di sebabkan oleh tersumbatnya arteri koroner,yaitu pembuluh yang menyuplai darah ke jantung. penyumbatan pembuluh tersebut dapat terjadi karena adanya endapan minyak,terutama Berupa kolestrol pada lapisan dalam dinding pembuluh.penyumbatan pembuluh arteri demikian di kenal dengan istilah arteriosklerosis," terang Azira.


Bu citra mengangguk dan dia melihat ke arah paling belakang tertuju pada dua murid berbeda gender yang saling mengobrol, bukannya marah guru itu malah tersenyum melihat siswi yang tengah mengobrol pada siswa di sampingnya.


"Dan untuk yang B sama C kamu Kanava yang terangkan keduanya,"ucapnya tersenyum karena dia sangat senang dengan Kanava yang tiba-tiba berubah bahkan tidak bisu dan tidak lesu seperti kemarin-kemarin.


Kanava menoleh ke arah Bu citra dan bertanya."terangkan keduanya apa Bu?"tanya polos Kanava yang hanya mendengar kalimat terakhir Bu citra tadi.


Kanava memang dari tadi tidak memperhatikan depan dan hanya mengobrol dengan teman sebangkunya jadi itu yang membuat dirinya tidak mengerti dengan ucapan Bu citra.


"Astaga jadi kamu tadi tidak mendengarkan ucapannya Azira?"tanya Bu citra pada Kanava.


Kanava menggeleng,"tidak Bu,tapi ibu tenang saja saya tadi memperhatikan penjelasan ibu kok jadi saya paham," ucapnya membuat Bu citra bernafas lega.'sebenarnya Gue emang sengaja ngobrol sama Anton,karena gue gak mau ngedenger suara si Medusa kampret itu,' sambung Kanava Di dalam hati.


"Yaudah kalo kamu paham silahkan jelaskan yah,"ucap bu citra tersenyum memang guru itu terkenal dengan lemah lembutnya apalagi kepada orang yang rajin seperti Kanava dan Azira si yang sering juara kelas.


meskipun dulu Kanava bisu tetapi dia sering ranking satu kalau Azira duduk di ranking dua dan setelahnya ada Anton yang tadi di ajak ngobrol sama Kanava.Penulis cerita ini memang bener-bener keterlaluan Kanava disini sudah bisu namun diberi peringkat satu tapi nanti ujung-ujungnya mati karena terbunuh.


Kanava seakan ingin memutilasi sepupunya itu, yang menggunakan namanya di salah satu cerita novelnya tanpa seijinnya. Kalau dia bertemu dengannya akan pastikan memberikan apresiasinya kepada mahen yang karena sudah membuat isi cerita kampret ini.Kanava tahu dirinya juara satu di kelas ini dari Anton tadi, mereka mengobrol tentang membicarakan kebiasaannya dulu si Kanava tanpa jiwa.


Tapi dia tidak menyalahkan sepupunya itu karena dia masih diperingkat yang masih sama seperti didunia nyata nya dulu,kepintaran Kanava ternyata dimasukkan juga kedalam tokoh piguran didalam novel ini.


Kanava mengangguk, "serangan jantung atau Myocardial Infarction [MI] adalah istilah teknis untuk serangan jantung.serangan jantung menyerang banyak orang,dan ini adalah salah satu contoh penyakit yang menyerang peredaran darah.serangan jantung dapat terjadi ketika suplai darah terhenti atau terputus dari jantung, biasanya disebavkan oleh gumpalan darah."


"Dan yang C cacat jantung bawaan muncul pada saat lahir dan bisa ringan dan bisa juga yang berat.janin mungkin menunjukkan perkembangan yang tidak lengkap atau organ jantung tidak normal (abnormal), menuebabkan gejala seperti murmur jantung pada bayi,"


"Penyebab yang pastinya saya lupa akan hal itu bu,namun saya masih ingat kalau masalah genetik yang menyebabkan cacat, sementara yang lain berkembang tanpa ada alasan apapun.Sekian terima gajih dari saya,"Kanava berdiri dan membungkuk seperti berterima kasih yang ada di drakor terus dia duduk kembali dan menatap semuanya heran.


apa ada yang salah dengan penjelasannya?,fikir Kanava yang heran.


penjelasan Kanava membuat Bu citra dan semua murid disana terharu membuat Kanava bingung dia tidak mendongeng tapi mereka terharu seakan sesudah dibacakan cerita sedih.


"Kalian semuanya, kenapa natap Kanava yang cantik segitunya apa penjelasannya kayak lagi ngedongeng ya?"bingung Kanava seraya menggaruk alisnya yang tidak gatal.


Mereka terharu karena baru pertama kalinya bisa mendengar Kanava berbicara panjang kali lebar.


"Enggak ko Va cuman kita baru pertama kalinya denger suara Lo ngomong panjang jadi rasanya terharu,"ucap naufan selaku ketua kelas.


Ucapannya membuat Kanava mengerjakan mata fikir Kanava itu dikatakan masih kurang panjang tapi Kanava Tahu kalau mereka ini memang baru pertama kalinya mendengar.kalau berkomunikasi pun hanya dengan bahasa isyarat.


Tet tet tet tet teeet tetet


Kanava terbengong mendengar suara bel pulang yang bunyinya seperti tukang susu nasional yang sering jualan di depan rumah pamannya. Dia masih ingat kalau penjual susu itu adalah langganan keduanya memang Kanava dan mahen itu dekat tidak dengan marven kakak mahen yang membenci dirinya.

__ADS_1


Kanava jadi kangen sama sepupunya itu andai saja dia bisa bertemu akan dia peluk erat dan memukul kepalanya yang sering dia lakukan terhadap mahen.dia sudah menganggap mahen adik kandungnya mereka berdua berbeda beberapa bulan saja.Meskipun yang lainnya membenci Kanava tapi tidak dengan mahen yang menganggap Kanava sebagai kakak bahkan mahen sering memanggilnya kanyet (kakak monyet).


Semua murid di kelas Kanava keluar dari kelas saat Bu citra berpamitan dan keluar lebih dulu.kanava berjalan melewati banyaknya koridor karena gedung untuk kelas IPS dari kelas sepuluh samapi duabelas ini sangat besar dari pada gedung gedung yang lainnya.memang lebih banyak murid SMA yang memilih IPS dari pada IPA.


Kanava sampai didepan gerbang dan terlihat seorang supir yang keluar dari mobil mewah dan membuka pintu bagian belakang saat melihat Kanava disana.bahkan bukan hanya ada supir disana ada Bodyguard berada di belakang mobil mewah.


"non muda silahkan atuh masuk ke dalam mobil,"ucap sopan supir itu sedikit ada logat sundanya.kanava hanya mematung tidak percaya dengan keadaan seperti ini dia sudah seperti seorang princess kerajaan yang dijemput seorang kusir kuda dan para pengawal kerajaan.


Kanava menunjuk dirinya sendiri,"sim Kuring mang? (saya mang ),"tanyanya menggunakan bahasa Sunda.


"Iya non, aduh mang kira teh Enon gak bisa basa Sunda ai gening teh bisa eheheuy," Kanava tersenyum dan masuk kedalam mobil itu.dia memang sering pake bahasa Sunda ketika sedang bersama mahen adik sepupunya itu meskipun tinggal di Jakarta.


Didalam mobil Kanava melihat jam tangannya dia melihat ke arah supir di depannya yang sudah menjalankan mobilnya," mang wios Teu ulah uih heula ka bumi,abdi Bade ka tempat anu caket heula TPU tanah goyang Sakedap da ," ucap Kanava dengan bahasa Sunda Tetapi logatnya lembut kepada orang asing tidak dengan mahen dia pake logat yang kasar.


(mang boleh tidak jangan pulang dulu ke rumah,aku mau ke tempat yang terdekat dulu TPU tanah goyang sebentar kok)dia memang yang masih teringat nama kuburan yang sempat dia lewati setelah di pohon angker itu.


"Nya boleh atuh non masa majikan mau kamana-mana saya larang, tapi Bade naon kadinya non? ceuk orang-orang asli didinya teh loba jurigna ceunah,komo sok Aya lutung jadi-jadian Anu cicing di luhureun tangkal anu pikasienen. tapi nyaduka teuing etateh bener heunteuna,"


(,tapi buat apa non kesana? Kata penduduk asli disana banyak hantunya,apalagi sering ada monyet jadi jadian yang bertengger di atas pohon yang mengerikan,tetapi Saya tidak tahu itu benar enggaknya ) ucap mang Wardi logat aslinya yang sedikit Kasar,mungkin memang kata itu didaerahnya sudah terkenal lembut.


Bahasa Sunda diplosok jawabarat pasti logatnya berbeda-beda.meskipun satu bahasa tetapi berbeda struktur cara berbicaranya.


"Prtt tapi emang bener sih ada monyet jadi jadian,"gumamnya yang tidak terdengar oleh mang Wardi.


"Adadeh mang rahasia,"mang Wardi terkekeh Mengengarnya.


Mobil yang ditumpangi oleh Kanava berjalan santai dengan kecepatan rata-rata diikuti mobil bodyguard dibelakangnya.kanava mengambil handphonenya yang dari pagi nganggur tidak dipakai sama sekali.


Setelah perjalan beberapa menit mobil itu sudah sampai di TPU. Kanava turun dari mobil diikuti bodyguardnya dia menoleh ke arah belakang karena merasa ada yang mengikutinya.


"Kalian disini saja dulu aku cuman sebentar kok,"ucap Kanava kepada dua bodyguardnya.


"Tapi saya tidak mau nona muda kenapa-kenapa kalau ada binatang buas kan bahaya,TPU ini menyambung langsung ke arah hutan disana,"jelas Salah satu bodyguard bernama Richard.


"Om tenang aja aku bawa sentaja kok!"Kanava mengeluarkan sesuatu di dalam saku baju seragamnya.dan itu adalah pisau lipat yang sempat dia bawa didalam mobil ayahnya pagi tadi tanpa sepengetahuan ayahnya.


"Sh Aduh nona dapat benda itu darimana kenapa disimpan di saku dada kalau terkena kan bahaya itu tajam nona,"ucap bodyguard yang satu lagi kevin.


"Oh ini nyolong di mobilnya papah karena liat pisau ini nganggur di kursi jadi di ambil deh tanpa sepengetahuan papah, tenang aja udah biasa kok pegang begian jadi kalian santai saja,"ucapnya Seraya mengangkat pisau lipat itu dan langsung pergi begitu saja meninggalkan dua bodyguard yang masih cengo ditempat.


Kanava melihat sekeliling yang penuh dengan kuburan dia tidak takut sama sekali apalagi ini masing siang bahkan didunia nyata dulu dia pernah malem-malem ke kuburan hanya untuk merenungkan pikiran.


Memang dia ini suka ketenangan tempat yang sunyi seperti halnya dengan kuburan,tidak ada takutnya sama sekali tapi itulah kebiasaan Kanava yang sering dilakukannya ketika didunia nyata.


Kanava memicingkan matanya karena merasa ada sosok yang berlari dari ujung sana,dia berlari mengikuti jejak dari penglihatannya yang berhenti pada pohon pisang.


Saat sudah ditempat pohon pisang dia tidak menemukan seseorang atau dia tadi hanya halusinasi saja,entahlah dia pun tidak tahu.


Kanava berjalan lagi ke arah pohon besar yang terlihat menyeramkan itu. Dia merasa bingung dengan sosok tadi yang tidak jelas entah itu perempuan atau laki-laki tidak jelas dipenglihatannya atau mungkin hantu karena melesat begitu saja,sesampainya dipohon itu dia berteriak heboh.


Dia celingak celinguk ke kiri kanan,"MODIAN KELUAR LO,"dia berteriak.

__ADS_1


Ya memang benar tujuannya kesini ialah untuk menemui Modian si monyet jadi-jadian untuk membahas tugas apa saja yang akan dia lakukan untuk kedepannya nanti.


"MODIAN LO DIMANA? Gue Dateng nih yuhui Modian?"


"Lo tega banget sama gue,Kanava yang cantik udah Dateng jauh-jauh Kesini Lonya malah gaada MODIAN,"Kanava mendongkak ke atas untuk mencari Modian tetapi tidak ada,kemarin Modian munculnya di atas ranting pohon itu tapi kenapa sekarang tidak ada.


Kanava berjalan ke arah belakang pohon itu siapa tahu Modian ada disana."MODIAN LO KEMANA SIH DARI KEMAREN NGILANG GITU AJA LO GAK DICULIK MBA KUNTI KAN MODIAN,WOY MASA LO NGILANG SI GAK TANGGUNG JAWAB BANGET UDAH MASUKIN GUE KESINI MALAH PERGI GITU A-,"


Krek


Ucapan Kanava terpotong karena dia mendengar suara ranting yang keinjak kaki manusia.Dari suaranya saja beda Kecampur sama suara langkah kaki yang memakai sepatu karet dari arah belakang pohon yang tadi Menjadi tujuan Kanava.


Dia berlari kesana tetapi tidak menemukan siapapun disana yang ada hanya ranting yang patah di bawah sana.kanava mengambil ranting yang patah itu.


"Perasaan tadi memang bener suara orang nginjek ranting deh buktinya ini ada ranting yang patah,"bingung Kanava dengan ini semua,atau ini ulah dari sosok misterius tadi fikirnya.


"Ish si Modian mana lagi kalo gini ceritanya gue gak bakalan kesini lagi huh,"desah Kanava yang bingung entah kemana monyet itu,dia membuang ranting tadi dan mulai berteriak mencari Modian.


"MODIAAA-,"


"APPPAA BERISIK TOLOL,"kanava mendongak ke atas dan terlihat lah Modian yang memakai baju tidur yang cocok untuknya.


"Woy Lo kemana aja sih gue cariin dari tadi gak ada,tau tau nya ada di situ. Tapi pas tadi gue lihat ke atas sana Lo gak ada malah muncul gitu aja serak tau nih suara gue,"


"Heh Lo gak liat gue aja baru bangun tidur gini!"ucap Modian.


Kanava memutar bola matanya malas,"Lo kan disana pasti tau siapa yang nginjek ranting itu sebenarnya gue penasaran,dari awal masuk kuburan aja gue serasa liat orang lari gitu aja masuk kedalam hutan,"jelasnya membuat Modian terbatuk.


"Kenapa Lo batuk nyet?"tanya Kanava kepada Modian. kanava memicingkan matanya pada Modian dia jadi berpikir kalau Modian ini sebenarnya manusia yang dikutuk jadi monyet atau memang keturunan monyet yang mempunyai ilmu sihir.


Modian menggelengkan kepalanya."gak tadi ada lalat hinggap dimulut gue terus ketelen,"


Kanava hanya mengangguk meskipun tidak percaya dengan omongan Modian dia menyuruh turun Modian untuk ikut pulang kerumah bersamanya.Modian digendong Kanava ala koala tapi ini monyet bukan koala jadi ala monyet saja. Kanava dan monyetnya berjalan meninggalkan hutan yang kata orang² angker ini.


"Nyet Lo sebenarnya tinggal dimana sih diatas pohon gak ada rumah malahan kayak serem gitu,"tanya Kanava pada Modian.


Modian mengangkat telunjuknya ke dagu seakan tengah berfikir."gimana kalau dihatimu? Prttt,"ucap Modian menahan tawa karena melihat perubahan di wajah Kanava.


"Ih najis Badai anjir gue naksir siluman monyet,"Kanava bergidik ngeri.


Modian tertawa mendengar nya,"haha Lo fikir gue juga mau sama elo ya enggak lah,"


"sebernarnya ya gue emang tinggal di pohon itu Lo gimana sih huaaah,"Modian menguap dan menaruh kepala didepan dada Kanava.


"Tapi gue gak percaya tuh tadi aja sebelum Lo muncul gue liat bayangan orang terus juga denger suara ranting patah yang kayak diinjek sepatu karet di bawah Lo sebelum muncul. atau jangan jangan orang misterius tadi emang beneran Lo ya?"tanya Kanava kepada Modian tapi tidak ada sahutan dari modian dia melirik ke bawah dan terlihat Modian yang tertidur entah itu tidur bohongan karena Kanava melihat matanya bergerak-gerak.


'ck,Pura-pura tidur dia makin penasaran aja nih monyet,sebenernya Modian ini siapa? Datang-datang dihidup gue dan memasukan gue ke dunia fiksi emang kurang ajar banget sih,tapi gue berterima kasih sama dia karena dia gue bisa ngelihat kedua orang tua gue dari dekat,' batin Kanava yang semakin bingung dengan Modian ini.


Mata Kanava berkaca-kaca mengingat dia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya. Air matanya jatuh mengenai muka monyet yang ada di dalam gendongannya.


Modian yang berpura-pura tidur merasakan wajahnya Basah karena air asin jatuh dari atas,dia membuka matanya dan melihat Kanava yang tengah menangis dalam diam membuat hatinya tiba-tiba berdenyut sakit entah kenapa tidak tidak suka melihat Kanava menangis.

__ADS_1


__ADS_2