
Kanava keluar dari toilet perempuan dengan segar tidak seperti tadi.dia menatap Tiga pemuda yang masih menunggu dirinya,meskipun dirinya baru keluar setelah lamanya ditoilet entah apa yang dilakukanya di sana namanya juga perempuan, pasti lama.
"Ayolah besty kita lets'go,"mereka bertiga menatap Kanava kesal.
"Kana dasar ****** Lo, gue sama yang lain cariin kemana-mana taunya nyempil di toilet gue gak habis Fikri sama Lo,mana lama lagi kita nunggu,"ucap Reyhan.
"Fikri temen sekelas gue Anjay mau kenalan Lo,"Reyhan bergidik ngeri.
"Lagipula ngapain kalian cari-cari gue sampe segitunya?"
"Kita terpaksa nyariin Lo karena Leanord nangis hadapan kita,"jelas Raga.padahal sebenarnya mereka yang paling khawatir terhadap Kanava melebihi Leanord namun mereka menyembunyikannya.
Reyhan membenarkan ucapan Raja,"Tau tuh mana tadi pelukan lagi sama raja di depan kita,"
"Oh begitu,"
"Raefan sini gue mau ngomong sesuatu sama Lo,"sambungnya kepada Raefan.
Raefan menurut saja perintah Kanava dengan malas dari pada dia diamuk olehnya,amukan orang datang yang bulan tidak main-main tadi saja pantatnya menjadi korban akan kebuasan gadis itu.
"Apa!"ketusnya ketika sudah berada di hadapan kanava,tangan dia di simpan didalam saku celananya.
Kanava merapatkan tubuhnya dengan Raefan membuat ketiga pemuda itu melototkan matanya apalagi sekarang Raefan Sudah meneguk Salivanya dengan kasar.
Greb
Kanava memeluk pinggang kekar milik Raefan dengan erat,sementara dua pemuda disana menutupi wajah mereka dengan tangan masing-masing tapi mereka mengintip disela jari-jari tangannya.
Raefan menatap wajah Kanava tidak percaya,apa ini rencananya untuk menjahili dirinya atau Kanava tengah kesurupan oleh jin.
"Raefan karena gue tadi udah buat permintaan gak jelas sama cermin dan itu semua terwujud apa Lo mau ngelakuinnya hmm," ucapnya dengan nada bak anak kecil yang meminta di belikan mainan oleh ayahnya.
seakan terkena sihir oleh Kanava Raefan mengangguk menyetujui nya meskipun tidak tahu ngelakuin apa. Kanava menyeringai dibalik wajahnya yang polos.
Cup
Deg
Jantung Raefan berdetak dengan kencang Setelah mendapatkan ciuman mendadak dari kanava,matanya menatap heran Kanava.
Reyhan dan Raga saling lirik Seakan kalah saing dengan sahabatnya itu meskipun Reyhan playboy tapi dia sering ingat ucapan bundanya 'kalau kamu ngelakuin hal kotor ingat' Burung kamu akan terbang dengan bunyi seperti ini krek dan mati' jadi dia hanya mencari Aman kalaupun punya banyak pacar Dia sering menjaga jarak dengan tubuh gadis yang dia kencani.
Meskipun matanya jelalatan ketubuh para gadis di depannya dia sama sekali tidak pernah mau mencium gadis itu meskipun pacarnya sering menawarkan dirinya sendiri ke Reyhan,Reyhan selalu saja menolaknya.
Kanava membuka mulutnya membuat Raefan semakin shock, dia menji*Lati bibir Raefan cukup lama,Raefan sendiri hanya diam mematung membebaskan Kanava melakukan apapun tidak menolak tidak membalas hanya berdiam diri,membuat kedua sahabatnya yang menatap aksi Kanava gemas sendiri.
Kanava menggigit bibir bawah Raefan membuat siempunya meringis kesakitan.reyhan tertawa melihat Raefan yang terlihat kesakitan dia menabok Bahu Raga.
"Aarrgh kuanua lepass,"
Raefan mencoba melepaskan pelukan gadis itu yang semakin kuat menggigit bibir bawahnya bukannya mau melepaskan Kanava malah mencubit pinggang Raefan supaya diam.
"Arggh Sss,"
Kanava menghentikan gigitannya pada Raefan seakan tidak punya salah dia langsung pergi begitu saja sambil membawa tas besar yang dijinjingmya,meninggalkan ketiga pemuda itu yang menatapnya cengo.
"Sss sakit anjir,"Ringis Raefan memegang bibirnya.
"Fan enak?"tanya polos Raga.
Raefan menjilati bibir bawahnya bekas Kanava tadi,"ehm ada manis-Manis NYa,"Ucapnya tersenyum.
Plak
Reyhan menepuk punggung pemuda itu,"Ck, Bro baru kali ini gua ngerasa iri sama Lo,"ucapnya.
"Saingin dong,"Ejeknya.
"****** Lo,"
Mereka berdua berjalan mengikuti langkah kaki Kanava yang belum terlalu jauh berjalan dari arah toilet.
Kanava melangkah di dempeti para Four R tanpa Raja,entah kenapa mereka menempeli Kanava membuat Kanava sebal,bagaimana tidak sebal orang dia seakan dilindungin dari ancaman *******,Raga yang memunggungi dikirinya Reyhan memunggungi di sebelah kanan sementara Raefan memunggungi punggungnya.
__ADS_1
"Kalian pada ngapain sih emang nya ada ******* disini? astaga kalian udah gilaa ya?,"
"Ini lebih dari *******, siaga satu masuk disini musuh belum terlihat,"Ucap Reyhan seakan tengah menjadi agen rahasia.
"Siaga tiga masuk disini juga belum terlihat apa musuhnya berambut gondrong? masuk,"Kanava merasa kesal dengan tingkah aneh mereka bertiga,membuatnya ingin menghilang dari muka bumi ini.
Dia mengusap wajahnya gusar,matanya tak sengaja melihat sesuatu didepan sana.
"Gais Stop, lihat Itu bukannya Ayang Raja ya?"tunjuknya kedepan sana yang memperlihatkan Raja tengah berjalan bersama Leanord.
Raefan membalikan tubuhnya menahan kesal karena Kana menyebut Salah satu sepupunya dengan sebutan ayang.
"Iya lagi pedekatean mungkin,"UjaR Raefan.
"Enak banget jadi dia kita nyariin Kana dari tadi Abang gua malah pacaran,"
Kanava mencebikan bibirnya,"gue kalah saing sama Leanord udah keduluan aja ayang raja nya,"
Raefan merangkul bahu Kana,"tenang masih ada gue,"
"Idih ogah banget gue,"Kanava bergidik ngeri membayangkan kalau dirinya setiap saat berada di dekat cowok aneh ini.
"Halah alesan tadi aja ngapain coba cium-cium bibir gue?"tanya nya.
Kanava ingat kejadian tadi di toilet,ketika dirinya mencium bibir Raefan dengan tiba-tiba,dia sangat merutuki kebodohannya itu tapi tadi entah kenapa dia sangat tidak suka ketika Raefan hanya mendiami nya saja dan mematung Tidak membalas ciumannya.
Jadi dia dengan sengaja menggigit bibir pemuda itu dengan keras dan pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.Saat itu hanya satu alasan yang ada di pikiran Kanava untuk Raefan apa Raefan beneran seorang gay? Pemuda ITu sama sekali tidak bereaksi dicium oleh nya.
"Oh itu tadi gue lagi kebelet jadi ya begitulah,"celeteuknya yang mendapat geplakan di bagian kepalanya dari tangan Raefan.
"Eggee,"makinya.
Raga menatap semak-semak yang berada dekat dengan Raja dan Leanord, terlintas ide kepo diotaknya lagipula dirinya sekarang tengah gabut
"Ayo kita intip mereka lah gue kepo nih,"ujar Raga mendapat tendangan maut dari kanava.
"Ngapain ganggu orang yang lagi bucin?"
Raga menggaruk keningnya,"hehehe gue gabut,"Reyhan memutar kedua bola matanya malas,tidak habis fikir dengan kelakukan Raga yang selalu Gabut setiap menit.
Dilihatnya Raja yang salah tingkah membuat mulut Kanava ternganga melihatnya,apalagi saat mendengar tawa canggung idolanya itu.
'i-iya ya Lo kan cewek haha mana mungkin bisa ngangkat tubuh gue,'ucap raga didepan sana.
"Anjir gila ini gais si Raja salah tingkah woy baru Kali ini gue liat dia kayak gini,"bisik Reyhan.
"Wah wah sekarang si Raja mulai berani deh,"Ujar Raefan.
"Ah gue Pengan jadi pacarnya raja apa lagi idungnya itu yang mancung Beuh,"celetuk Kanava membuat Raefan mendengus kesal.
Reyhan mendengar suara hati Leanord yang tengah terpana akan semyuman sahabatnya,'anjir gila ini gilaa kenapa dia kalau senyum menggoda banget masya-allah,kenapa gak dari dulu aja gue lihat dia tertawa seperti tadi,pantes Kanava mengidolakan dia gue juga pen-eh enggak-enggak sadar Lea sadar,'dia tertawa mendengar suara hati Leanord.
"Anjir si Leanord terpana haha,"celetuknya.
Mereka melihat dengan jelas sekarang raga tengah mengibaskan tangannya di depan wajah Leanord,kalau dilihat dari samping dilihatnya seperti orang yang tengah melakukan kiss.
"Anjir malah ngebucin,"ujar Raga.
"Sama aja kayak sahabat Lo tadi yang ciuman di toilet,"ejek Reyhan yang mendapat geplakan dari Raefan.
Plak
"****** Lo,"mata mereka melotot melihat Raja dan Leanord yang menoleh ke arah mereka.
"Nunduk,"titah Kana.mereka menunduk mengikuti arahan Kanava mata mereka melototi Raefan yang sudah membuat mereka berdua menoleh kearah semak-semak.
"Semuanya karena Lo!"bisik mereka bertiga.
"Kok gue sih!"tunjuknya ke arahnya.
Didepan sana Leanord menghentikan langkahnya dan berjalan ke hadapan Raja."Ehm Raja G-Gue mau ngomong sesuatu sama Lo,"Ucap Leanord.
Deg
__ADS_1
Raja menghentikan langkahnya dan menatap mata Leanord yang serius kepadanya,apa Leanord punya perasaan juga kepadanya?pikiran Raja menerawang jauh ke langit di atas sana,sungguh detak jantungnya tidak baik untuk didengar oleh semua orang dia terlalu lemah untuk berhadapan dengan gadis dihadapannya.
"B-boleh,"Raja berdeheman untuk menghilangkan rasa canggung di tubuhnya.
"Pertama-tama gue mau minta maaf sama Lo,"kening Raja menghernyit heran,untuk apa gadis itu meminta maaf kepadanya.
"M-maaf untuk apa?"tanyanya.
"G-gue minta maaf ka-ka-kar ehkm karena dulu gue Merosotin celana Lo sampai ****** Lo juga ikutan ketarik gue juga sempat melihat pedang Lo gue bener-bener minta maaf hiks gue waktu itu berbohong, sumpah gue nyesel lari-larian di perpus,"
Keempat orang di semak-semak itu tertawa ngakak Mendengar pemintaan maaf yang diucapkan Leanord pada Raja,mereka baru tahu akan masa lalu kelam yang menimpa Raja dan Leanord.
"haha anjirlah coy pantes aja sebelum dia jadi antagonis sifatnya Berubah sama Abang gue dulu kan dia benci tuh pantes Dulu kalo berpapasan sering nunduk Sama malu-malu kucing,"
Leanord menceritakan semua masa lalu mereka berdua kepada Raja,dengan wajah polosnya. Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi terdapat empat orang yang tengah mengintip dibalik semak-semak yang siap mendengar cerita Leanord dengan lengkap.
Flashback on
Leanord tengah berada di perpustakaan yang ada di sekolah menengah pertama,dia mencari buku-buku yang akan dibaca olehnya.dia sangat senang melihat banyaknya buku didepan matanya dari buku anak-anak sampai dengan buku novel romansa.
Leanord mengambil setiap buku yang ada dihadapannya,dia melompat-lompat kesenangan wajah polos di wajahnya menandakan dia suka membaca buku.
OY LEA MANTAN NYA RAGA
Leanord menoleh ke belakang sana ketika dirinya dipanggil seseorang,orang yang barusan memanggil namanya ialah Raga. Ternyata bukan hanya raga dibelakang sana,terdapat para sahabat raga di sampingnya.
Raga mengangkat tangannya menyuruh Leanord untuk menghampirinya.leanord menurut dan berjalan ke arah empat sekawan itu hanya satu orang yang tidak menatapnya.
"Iya ada apa ga?"tanya polos Lea.
"Enggak ada apa-apa kok can Nyapa aja sih,"
Lea mengangguk,dan menatap keempat remaja itu dengan intens,"yaudah,"
"Yaudah apaan?"tanya Reyhan.
"Yaudah kalian pergi kan tadi cuman nyapa aja katanya silahkan pergi!"Leanord berkacak pinggang sambil membawa wadah yang berisikan buku-buku yang akan dia baca dikedua tangannya.
"Kamu ngusir kita berempat Le?"
"Nggak ngusir aku cuman mau lewat aja kalian minggir dong ngehalangin jalan tau,"memang benar mereka berempat berdiri di antara dua lemari yang berisikan buku jadi tidak ada tempat untuk Leanord melangkah.
"Oh ngomong dong dari tadi,"mereka mulai menyingkir dari berdirinya tetapi berbeda dengan satu remaja yang masih berdiri disana dia sedang membaca buku ditangannya telinganya memakai earphone jadi dia tidak mendengar apapun yang ada di sekitarnya.
Leanord berjalan dengan riang namun beberapa langkah ternyata masih ada satu remaja lagi yang masih berdiri disana.
"Awas ih ngalangin jalan tau,kamu mau diberi pelajaran lagi hah?"ucapnya dengan nada ketus.
Raga yang melihat kembarannya masih berada disana pun menyeret tangannya,membuat Raja yang diseret menoleh ke arahnya,"apaansih?"sewotnya ke adiknya.
"Kamu gak liat bang ada macan mau ngamuk,mau diamuk sama macan polos,"bisik Raga pada telinga Raja.
Raja menoleh ke arah Leanord yang tengah menatapnya sinis bahkan mulutnya komat-kamit tidak jelas."ada apa?"tanyanya datar.
"Ga kalo punya Abang itu diajarin yang bener,"titah Leanord kepada Raga.
Set
Arggh
Leanord menginjak kaki Raja,"Rasain wlee,"dia menjulurkan lidahnya ke arah remaja itu.
"Kamu kenapa sih? Sering banget kayak gini ke aku,"
"Karena kamu Ber Muka datar udah jelek makin jelek karena kamunya yang terus datar mambuat muka kamu LEbih jelek,"
"Salah aku sama kamu apa sih? Biarin lah orang muka aku sifat juga sifat aku bukan SIfat kamu kan,"Ucap Raja menatap Leanord.
"Ya tapi akunya gak suka lihat orang yang bermuka datar,"Leanord menyimpan kedua tangannya didepan dada.
"Kalau kamu gak suka liat muka aku,ya kamu tinggal donorin aja mata kamu sama orang yang lebih membutuhkan,"Ucapnya datar.
Lea menunjuk wajah datar Raja dengan telunjuk kiri,"kamu!"geramnya.
__ADS_1
"Manusia,"jawab Raja enteng.
"Bener-bener sialan kamu,"