
Kanava bersama Raja keluar dari mansion besar itu dengan keadaan yang masih sama, semua para pengawal terkejut melihat perubahan dari salah satu keturunan Kavindra yang terkenal akan dingin dan datarnya itu sekarang malah tersenyum dengan lebar.
Mulut mereka semua menganga melihatnya apalagi sekarang nona muda agnibrata mereka berada di dalam gendongan pemuda datar itu.
"Ayang kalo nanti dekat sama Lea tuh jangan gugup, gue aja liat Lo gemeteran pengen nimpuk Lo tau gue bakalan kasih aba-aba yang bener nanti oke,"Kanava memakaikan alat untuk dia dan raja berkomunikasi ketelinga idolanya.
"Hem Asal Lo kasih nya yang bener jangan sampe gagal nanti gue juga yang malu sama dia,"Ucapnya yang sama sekali tidak datar maupun dingin kepada Kanava.
Kanava menepuk bahu Raja,"Iya tenang serahkan tugasnya ke gue,"Raja mengangguk dan membawa Kanava ke arah gerbang yang terlihat masih jauh kerena halaman depan di mansion ini ada sangat luas.
Sifat Raja yamg berubah memang ada Alasan tersendiri yaitu karena Kanava tadi di dalam lift mengajak Raja untuk ikut lari pagi bersamanya, supaya raja dan Leanord semakin dekat.
Raja yang diajak untuk bertemu dengan Leanord sebagai gantinya dia harus membelikan Kanava banyak duren, tentu saja langsung mengiyakan Ucapan Kanava. Kesempatan ini tidak datang dua kali karena kalau menunggu adiknya beraksi pasti akan lama.
"Gue nanti bakalan pura-pura mencari toilet di taman buat ngikutin kalian berdua dibelakang,"Ucapnya.
"Hem kalo gagal awas aja Lo! Nanti gue gak bakalan beliin Lo banyak duren,"
"Iya gue gak mungkin ngerjain ayang gue,"Ujarnya memeluk leher Raja gemas.
Raja sendiri tidak merasa dengan yang Kanava lakukan sekarang justru dia sangat bersemangat untuk bertemu dengan pujaan hatinya yang selama ini ia lihat dari jauh.
Sungguh jantung dia sekarang berdetak tidak karuan karena sebentar lagi akan bersama dengan Leanord ditaman, dia sangat-sangat berterima kasih kepada Kanava yang sudah mengerti perasaanya terhadap Leanord yang selama ini ia pendam.
Raja menghentikan langkahnya dan menatap penjaga itu, penjaga yang berada di gerbang berjalan selangkah ke arah mereka berdua.
"Nona tuan muda teman anda sudah menunggu di depan gerbang,"Ucap penjaga itu.
"Iya om makasih,"penjaga itu mengangguk.
Penjaga itu membuka gerbang dan terlihat seorang gadis yang membelakanginya yang meregangkan otot otot dikakinya gadis itu menggunakan setelan olahraga yang lumayan ketat di tubuh gadis itu.
Raja yang melihat gadis itu berpakaian seperti itu menggertakan giginya kesal Dia tidak suka kalau miliknya akan dilihat oleh semua pria yang bermata jelalatan sungguh dirinya tidak rela.
Apalagi leher Leanord yang terekpos dengan jelas karena rambutnya yang diikat seperti kuda, kalau saja gadis itu sudah menjadi pacarnya dia pasti akan menyuruh Leanord supaya memakai gamis dan hijab saja.
Biar lah nanti dirinya di ejek oleh para sahabatnya yang posesif kepada Lea tapi yang terpenting dia bisa menjaga gadis itu supaya mata para lelaki tidak melihat lekuk tubuh gadisnya.
"Hai Le,"sapa kanava yang masih digendongan Raja.
Leanord yang mengenal suara itu menoleh kebelakang belum sempat dia menjawab sapaan sahabatnya sudah lebih dulu terkejut karena melihat keberadaan mantan rivalnya.
"Udah lama Lo nunggu sorry gue tadi ijin dulu sama para orang tua,"jelasnya.
Raja mendekati Leanord dengan gugup belum sempat dengan rasa kekesalan nya tadi dia semakin dibuat kesal melihat baju gadis itu yang memperlihatkan sedikit perutnya, baju yang sangat berdosa apalagi baju itu tanpa lengan dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna.
"Ah ada R-Raja jugaa?"Tanya gugup Leanord.
"Hem dia mau ikut katanya udah lama gak lari pagi, Dia ternyata anak sahabat mamih gue bukan hanya dia tapi yang lain juga,"Jelas Kanava pada sahabatnya.
Leanord sendiri hanya mengangguk dia sebenarnya merasa canggung karena keberadaan Raja disana.
Kanava turun dari gendongan Raja dan mendekati Leanord yang menurutnya sangat mempesona. Mereka bertiga berjalan santai dengan raja yang berada dibelakang mereka berdua.
"Gila Lo Lea, gue kagum sama penampilan Lo yang aduhai ini pasti nanti ditaman banyak cowok yang akan melihat kagum sama body Lo ini," Kanava berucap sambil menepuk-nepuk pantat Leanord. Sama sekali dia tidak menyadari kalau ucapan sama perilakunya ditatap Kesal oleh Raja.
Bagaimana Raja tidak kesal kalau Kanava berbicara akan banyak cowok yang akan melihat kagum pada gadisnya, bukan hanya kesal karena itu saja dia kesal juga karena Kanava yang tidak tahu dirinya menepuk pantat Leanord di hadapannya.
__ADS_1
Sungguh dia tidak rela gadisnya dipegang-pegang oleh orang lain meskipun itu Kanava sendiri yang alias adalah seorang gadis.
Kanava menyodorkan topinya ke arah Leanord karena dia mau mengikat rambutnya yang tadi di urai, Kanava memakaikan topinya. "Lo tadi kesini dianterin sama Leo?" Tanya nya yang mulai berlari santai diikuti oleh keduanya.
Leanord menggeleng,"gue naik taksi beb mereka bertiga belum pulang sampai sekarang, bener-bener the real anjing,"Jawabnya kesal.
Kanava membenarkan letak topinya yang sedikit menyamping,"anjing jadi dari kemaren malam mereka belum pulang? Goblok banget kalo gue jadi Lo udah dibakar tuh rumah,"Geram Kanava.
Raja sendiri tidak tahu dua gadis itu tengah membicarakan apa, sekarang dia hanya memperhatikan pergerakan mereka berdua di satu sisi Kanava supaya tidak terluka akan kecerobohannya di sisi lainnya dia melihat pujaan hatinya biar tidak ketularan jiwa pecinta cogan dari kanava.
"Kana Lo tau? sejak Leo berubah baik sama gue berasa nyokap bokap semakin menjauhkan gue sama Leo, sakit hati yang gue rasain melihat mereka berdua gak perduli sama putri kandungnya sendiri,"Dia berbicara kepada kanava.
mungkin dirinya lupa kalau disana bukan hanya ada mereka berdua ada satu pemuda yang berada dibelakangnya. Leanord memang orang bulan hanya punya sifat polos dua juga adalah seorang pelupa.
"Lo harus semakin kuat le kalau mereka masih belum percaya akan perubahan Lo,"Ucap kana menenangkan Leanord.
"gue gak bisa, terlalu sakit hati gue ka. Mungkin ini udah takdir gue yang dibenci semua orang tapi gue gak tahu kesalahan apa yang udah gue lakukan coba,"Lirih Leanord yang membuat hati Raja berdenyut sakit mendengarnya.
"Kesalahan Lo? Plak gue tau letak kesalahan Lo itu,"Leanord melihat mata Kanava dalam ingin tahu apa jawabannya. Dia teringat kemarin ketika dirinya dan yang lain tengah mengintip di semak-semak.
"Emang apa gue aja gak tahu?"
Kanava tersenyum miring, "kesalahan Lo adalah, Lo yang pernah merosotin celana milik Raja dan Lo melihat keberadaan rajawalinya kan,"Jawabnya dengan enteng.
Sementara Raja sendiri melototkan matanya dia lupa kalau kemarin mereka bersua di intip oleh empat curut di semak-semak, harga dirinya benar-benar sudah tercoreng.
"Ih ege jangan ngomongin dia untung aja dia gak ada di sekitaran sini," celetuknya membuat hati Raja berdenyut sakit memdengar nya gadis itu melupakan keberadaan dirinya dibelakang tubuhnya.
Kan otaknya kembali menjadi pelupa seperti beberapa hari yang lalu ketika berada di warung BI Maya yang meninggalkan Kanava di depan warung,dirinya malah pergi lewat jalan belakang.
Mereka menoleh kebelakang dimana suara deheman itu berasal dan mata mereka melotot lupa kalau disana ada keberadaan Raja tak lama mereka menyengir kuda memperlihatkan gigi rata mereka.
Beberapa menit mereka berlari hanya dengan berdiam tidak seperti tadi yang berbacot ria bersama, Raja yang melihat keduanya hanya diam saja mengernyitkan dahinya bingung.
Dia hanya menghedikkan bahunya acuh mungkin saja mereka pengen lelah berbacot bersama. Mereka membelokan larinya ke samping dimana hanya untuk orang yang tengah berolahraga mengarah kesana
Kanava melihat sekeliling yang terdapat Banyak orang disana, tapi lebih banyak orang yang tengah berlari bersama pasangan masing-masing, Kanava yang melihatnya jadi merasa iri.
Dia mengusap keringatnya yang sudah keluar banyak keringat.napasnya tersenggal karena sudah lumayan jauh mereka berlari.
Banyak orang yang melihat ke arah mereka bertiga yang tengah berlari,Disana lebih banyak cowok yang menatap ke arah Kanava dan Leanord yang menurut mereka mirip bidadari yang turun dari kayangan.
apalagi semua cowok yang melihat kagum itu cowok yang sendirian alias para jomblo.
Sesampainya mereka ditaman kanava menghentikan langkahnya lebih dulu dan diikuti oleh mereka berdua. Kanava membungkukkan tubuhnya dan menopang kedua tangannya di atas lutut.
Leaonard mengusap keringat yang membasahi leher jenjangnya tidak tahu saja aksinya itu bisa mengakibatkan jantung Raja copot dibelakangnya, Raja mengalihkan pandangannya ke arah cowok cowok yang menatap kagum kepada dua gadis itu.
Mata semua cowok itu jelalatan menatap Lekuk tubuh Leanord. Raja menggeram kesal gadisnya jadi bahan tontonan para lelaki lain dia sungguh tidak menerima akan itu.
Dia melepaskan Hoodie miliknya untuk diberikan kepada Leanord untung saja Dia memakai baju di balik Hoodie jadi tubuh nya tidak polos.
Set
Raja melempar Hoddie yang tadi berada di tangannya ke atas kepala Leanord, Leanord sendiri yang merasakan ada sebuah benda diatasnya langsung mengambilnya.
Dia menoleh ke kebelakang menatap Raja,"Raja ini,"
__ADS_1
"Pakai,"Jawab datar Raja.
Leanord menatap Hoodie yang berada di genggamannya,"Oh Untuk apa gue memakainya?"Tanya polos Leanord.
Plak
Kanava menggeplak bagian kepala belakang sahabatnya,"Supaya jajaran para buaya gak liat kesemokan tubuh Lo ******,"Geramnya.
Leanord ber-oh ria dan mulai memakai Hoodie milik Raja,"M-makasih ja,"ucapnya gugup.
"Hem,"
Kanava berjalan melompat-lompat ke arah sekumpulan lelaki disamping kirinya dia melambaikan tangannya, dia sekarang tengah beruntung karena melihat cogan disana, hari ini adalah hari keberuntungan dia karena bisa melihat para cowok Ganteng tidak seperti kemarin yang selalu saja hanya ada rivalnya.
Dia berhenti di hadapan para cogan itu, semua cowok itu tersenyum ramah ke arah Kanava,"hai Cogan-cogan boleh kenalan gak?"Kana menyodorkan tangannya.
"Ah boleh,"balas semua cowok itu dengan senyuman mengembang kapan lagi coba bisa berkenalan dengan gadis cantik di hadapannya sekarang.
Salah satu cowok itu menyambut tangan Kanava,"Kevin,"
"Kanav-"
Plak
Arrggh
Teriakan tersebut membuat semua cowok disana terkejut bukan hanya teriaka saja yang membuat mereka shock nyatanya mereka juga shock akan sosok satu Pemuda yang tiba-tiba Datang dan menggeplak bagian belakang kepala gadis itu.
Kanava menoleh kebelakang menatap tajam pemuda yang barusan menggeplak kepalanya.
"LO PUNYA MASALAH APA SAMA GUE EGE,"Teriak Kanava marah Kepada pemuda itu, siapa lagi kalau bukan Raefan si mulut lemes.
"Banyak,"Jawabnya enteng.
"****** Lo! Dasar bastard,"Kanava menunjuk wajah Raefan.
Kanava bingung dengan kehadiran rivalnya disini, sejak kapan dia berada di taman ini apa Raefan mengikutinya bersama Raja tadi.
Tapi sekarang Dia lebih bingung dengan Raefan yang tiba-tiba menggeplak kepalanya tentu saja itu membangkitkan amarah di dalam tubuhnya.
Baru saja dia terbebas dari Raefan sekarang malah muncul di belakang tubuhnya dan mengacaukan rencana dia untuk lebih dekat dengan para lelaki tadi.
"Kenapa bisa ada Lo disini, ngikutin gue sama ayang raja Lo?"Ujarnya.
Raefan menatap sinis gadis itu,tentu saja iya dia mengikutinya DIA tidak rela kalau Kanava berduaan dengan pria lain selain dirinya. Memang tadi dia langsung menyusul Kanava yang di gendong Raja Tanpa sepengetahuan kanava, sementara Raja sudah Tahu karena mereka berdua bersekongkol.
Dan setelah melihat keberadaan Kanava dekat dengan lelaki lain tentu saja Raefan semakin murka dengan Kanava dan langsung menggeplak kepala gadis itu dengan kuat.
Kepala Kanava celingak celinguk mencari idolanya yang sudah Hilang tidak ada lagi di tempat tadi,"AYANG RAJA GUE KEMANA,"
Bukan hanya Raja yang Hilang Leanord pun ikut menghilang bersama Raja yang entah kemana perginya.
Mata Kanava berkaca-kaca, "HUAAA AYANG RAJA HILANG, KENAPA LO PERGI TANPA GUE JA? HUAAAAA,"
"AAAA MY LOVE RAJA MENGHILANG HUAA,"Semua pemuda disana gelagapan melihat gadis itu yang Semakin kuat menangis dihadapan mereka.
Hanya Raefan sendiri yang menatap malas Kanava,dia memutar kedua bola matanya malas dengan cepat dia langsung membekap mulut gadis itu supaya tangisannya Tidak terdengar oleh semua orang.
__ADS_1